Jodoh Pilihan Orang Tua

Jodoh Pilihan Orang Tua
Tak bisa menerima


__ADS_3

Sedangkan di ruang perawatan bayi terjadi sesuatu yang tidak di inginkan...


" dok, bayinya Dr. Anita dok !" kata salah seorang suster


" kenapa ?" tanya Dr. Wulan sambil lari terburu buru


Dr. Wulan pun memeriksa kondisi bayi Anita.


" kita hanya bisa berusaha dan berencana, tapi Allah tahu yang terbaik untuk hamba Nya !" kata Dr. Wulan


" maksudnya bagaimana dok ?" tanya perawat


" Allah telah memanggilnya lebih dulu !" jawab Dr. Wulan


" innalillahi wainna ilaihi raaji'un " kata perawat


" segera panggilkan Dr. Andre kemari !" kata Dr. Wulan


perawat itu pun pergi ke ruang rawat Anita untuk memberi tahukan keadaan anaknya pada Andre


tok tok tok


" iya, masuk !" kata Andre


" maaf Dr. Andre, Dr. Wulan ingin bertemu dwngan anda sekarang !" kata perawat


" ada apa ? tapi baiklah !" jawab Andre


" sayang, aku keluar dulu sebentar !" kata Andre pada Anita


" iya, jangan lama ya !" jawab Anita


Andre dan perawat itu pun pergi menuju ruang bayi menemui Dr. Wulan.


" maaf, ada apa ya Dr. Wulan tiba tiba memanggil saya ?" tanya Andre penasaran

__ADS_1


" maaf bayi anda dan Dr. Anita tidak dapat kami selamatkan, kami telah berusaha semaksimal mungkin. tapi Allah berkehendak lain dok !" kata Dr. Wulan


Mendengar pernyataan dari Dr. Wulan tersebut membuat Andre tertunduk dan menangis. ini kali pertama Andre terlihat menangis.


Ia sangat menginginkan anak itu tapi Allah telah memangilnya lebih dulu, Allah lebih menyayanginya.


Andre pun pergi menuju ruang rawat Anita. Tak tega rasanya memberi tahukan kabar ini pada Anita yang baru saja sadar, dan ia harus di kagetkan dan di buat sedih dengan kabar ini.


" kenapa kamu menangis kak ? sebelumnya aku tak pernah melihatmu menangis !" tanya Anita


" tak percaya rasanya !" jawab Andre yang menatap wajah Anita


" tak percaya kenapa ? apa maksudnya ? cobalah katakan supaya kau merasa lebih lega !" kata Anita


" anak kita telah tiada, Allah lebih sayang padanya !" jawab Andre sambil memeluk erat tubuh Anita


" apa maksudmu ?" tanya Anita tak percaya


" iya, anak kita telah tiada !" jawab Andre


" tapi ini adalah kebenarannya Anita ! " kata Andre


" aku gak percaya dengan perkataanmu !" bentak Anita


Anita pun turun dari ranjangnya lalu duduk d kursi roda dan pergi ke ruang perawatan bayi.


Anita melihat dari kaca luar kalau kini anak yang ia lahirkan telah tiada, semua peralatan medis yang ada di tubuh bayinya satu persatu dilepas.


tak peecaya dengan semua itu membuat tubuh Anita terasa lemas hingga pingsan.


" dok ! sadarlah dok !" kata salah seorang perawat


Anita pun di bawa kembali ke ruang rawatnya oleh perawat tersebut.


" Dr. Andre, tolong ! Dr. Anita pingsan !" kata perawat

__ADS_1


" aku sudah menduga kau tak akan kuat menahan ini semua !" kata Andre


Andre pun membaringkan Anita di ranjang rawat dan segera memeriksanya.


" bagaimana dok ? apa semua baik baik saja ?" tanya perawat


" iya ! tinggalkan kami berdua !" pinta Andre


" baik dok !" kata perawat lalu melangkah pergi


Anita mulai sadar dari pingsannya. Anita menangis tak henti henti hingga Kania dan Ayu kembali kekamarnya.


Ayu dan Kania merasa kaget melihat Anita dan Andre menangis.


" aku tidak pernah melihatnya menangis selama ini !" ucap Kania dalam hatinya


" Andre, kenapa kalian menangis ?" tanya Ayu


" bayi kami ma ! bayi kami meninggal !" jawab Andre


" apa ? " kata Ayu dan Kania berbarengan


" iya !" kata Andre


Ayu dan Kania pun tertunduk bersedih mendengar cucu pertama mereka telah tiada.


" lapangkanlah hatimu nak ! mama yakin Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik nanti ! sabar dan tabahlah !" kata Kania sambil memeluk Andre dan meengelus lembut punggungnya itu, lalu berganti memeluk Anita


" iya ma ! Allah punya rencana yang lebih baik untukku dan Anita !" jawab Andre lirih.


" kuatkan dirimu sayang ! mama yakin, Allah punya rencana yang lebih indah untukmu !" kata Ayu sambil memeluk Anita


" aku tahu ma ! tapi aku masih belum bisa ikhlas menerima kalau bayiku sudah tiada ma !" jawab Anita lirih


" iya, mama tahu apa yang kamu rasakan kini ! sabarlah !" kata Ayu pada putrinya yang masih terus menangis.

__ADS_1


__ADS_2