Jodoh Pilihan Orang Tua

Jodoh Pilihan Orang Tua
Memendam emosi


__ADS_3

Setelah menemukan kotak berwarna coklat dan membuka semua isinya Anita merasa tak berarti bagi Andre. Ia merasa tak berharga, apalagi jika dilihat secara fisik Anggita lebih cantik, lebih baik, lebih pintar, lebih menarik tidak seperti dirinya yang sakit sakitan.


aku tak butuh penjelasan darimu lagi kak ! ini semua sudah cukup menjawab semua pertanyaanku selama ini ! maaf, aku sudah merenggut kebahagiaanmu ! kata Anita menangis tersedu sedu.


diluar terdengar suara pintu di ketuk. Rupanya Andre sudah sampai di rumah.


aku tidak boleh terlihat menangis ! aku harus terlihat seperti biasanya ! gumam Anita pelan


" iya, sebentar !" kata Anita sambil berlari terburu buru membuka pintu


" sudah pulang kak !" sapa Anita


" iya, aku cape ! aku mau langsung ke kamar aja ya !" jawab Andre


" iya, kalau kamu mau makan semua sudah aku siapkan di meja makan !" kata Anita


" iya. matamu seperti sudah menangis ? kenapa ?" tanya Andre


" aku bukan nagis kak, tadi hanya kelilipan ! jadinya mataku berair seperti orang yang menangis !" jawab Anita


" baiklah, aku duluan ke kamar ya ! aku mau bersih bersih !" kata Andre sambil pergi menaiki anak tangga meinggalkan Anita

__ADS_1


Anita langsung pergi ke kamar dan menguncinya dari dalam. Anita mengurung diri di kamar mandi dan menangis sejadi jadinya.


apa gunanya aku ? aku tak diharapkan ! aku sakit sakitan ! bahkan hidupku hanya tinggal menghitung waktu ! kenapa kamu pertahankan aku ? teriak Anita


Anita tak bisa tidur malam itu karena terus terbayang bayang semua yang dilihatnya tadi. Tak terasa kini waktu sudah pagi, dan Anita masih belum bisa memejamkan matanya walaupun hanya satu menit saja.


Walaupun Anita merasa kesal dan kecewa pada suaminya, tapi ia lebih memilih memendam emosinya.


Meskipun begitu, Anita selalu melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri.


Hari ini Anita tidak menemani Andre sarapan seperti biasa. Ia pergi lebih dulu dari Andre, yah tidak lain untuk menghindar dari suaminya itu.


# kak, sarapanmu sudah aku siapkan. Maaf aku berangkat duluan, aku buru buru ! ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan # pesan Anita yang ditulisnya dalam selembar kertas


Sesampainya di rumah sakit, Andre langsung memarkirkan mobilnya di tempat biasa ia parkir dan langsung berjalan menuju ruangannya di lantai dua.


setelah beberapa jam bekerja, tibalah waktunya untuk istirahat. Andre pergi menuju ruangan Anita di lantai 4, niatnya akan mengajak Anita makan siang diluar.


" maaf, Dr. Anita ada ?" tanya Andre pada salah satu petugas


" ada dok ! coba saja masuk kedalam !" saran petugas itu

__ADS_1


Andre membuka pintu ruangan Anita, memang benar Anita ada si dalam ruangannya, tapi rupanya ia tengah sibuk dengan tugas tugasnya hingga sampai tak sadar kalau Andre terus memperhatikannya.


" kerja sih kerja ! tapi tenaga jangan terlalu diforsir juga ! nanti bisa sakit ! sekarang kan waktunya istirahat, mending kita makan di luar yuk !" ajak Andre


" terima kasih atas ajakannya. tapi saat ini saya tidak bisa di ganggu, saya masih sibuk masih banyak yang harus saya selesaikan !" jawab Anita tanpa menoleh sedikitpun pada Andre


" tapi kalau diforsir kamu bisa sakit nanti ! ayolah !" kata Andre


" tak apa sakit juga, yang penting orang orang bahagia !" jawab Anita datar


" kok ngomongnya begitu ? kamu kenapa ?" tanya Andre


" tidak apa apa ! aku hanya ingin segera menyelesaikan tugas ini ! jadi aku tidak mau di ganggu dulu !" jawab Anita


" ayolah... tidak biasanya kamu begini ! kamu marah ya ?" tanya Andre


" tidak ! kak, tolong tinggalin aku sendiri ! "jawab Anita


" baiklah aku pergi !" kata Andre sambil berjalan keluar dari ruangan Anita


kenapa dia berubah seperti ini ? aku tidak mengenalimu lagi sekarang ! kamu kenapa ? apa kamu marah ? kalau marah, alasannya apa ? aku tidak mengerti ! gumam Andre dalam hati

__ADS_1


Andre pun pergi meninggalkan Anita sendiri. Tidak biasanya Anita seperti ini. selama menikah, baru kali ini Andre melihat Anita berperilaku seperti ini padanya. Pada akhirnya Andre pergi ke kantin untuk makan siang.


__ADS_2