Jodoh Pilihan Orang Tua

Jodoh Pilihan Orang Tua
Cemburu


__ADS_3

Usai berkumpul dengan temannya tadi Haris langsung pulang ke rumah dan langsung mengirim pesan pada Anita


**********


Nita, maaf kalau dulu aku pernah buat kamu kecewa. aku juga gak tahu kalau kamu celaka, dan maaf dulu kamu nikah aku gak bisa datang !


tapi aku denger dari yang lain katanya kamu nikah sama Dr. Andre itu karena di jodohin katanya !


**********


pesan Haris


**********


iya gak apa apa. walaupun aku di jodohin tapi kehidupan aku sama suamiku sangatlah bahagia sampai saat ini.


**********


jawab Anita


**********


syukurlah kalau kamu bahagia !


ngomong ngomong kamu udah d rumah ?"


**********


tanya Haris


**********


udah ! ini juga lagi nonton bareng suamiku !


**********


Melihat Anita yang terus memegang hpnya membuat Andre penasaran.


"chatingan sama siapa sih ? serius amat !" tanya Andre curiga


" ini, Haris minta maaf karena dulu kita nikah dia gak datang !" jawab Anita


"coba sini lihat !" kata Andre sambil mengambil hp Anita


ketika membuka percakapan Haris dan Anita, Andre marah.


"sudah aku hilang jangan terlalu dekat dengan dia ! tapi kamu tidak mendengarkan ucapanku ! sekarang dia mengirim pesan begitu dan kamu melayaninya ! sebenarnya kamu anggap aku ini apa ?" bentak Andre


" maaf kak, tapi dia hanya bertanya makanya aku jawab !" jawab Anita

__ADS_1


"terserahlah apa alasanmu ! kalau kamu gak bisa nurut, mulai sekarang urus saja dirimu sendiri dan jangan pernah minta bantuan apapun padaku !" bentak Andre


Anita tak dapat berkata apa apa, ia hanya menangis tersedu sedu mendengar bentakan dari suaminya.


"kalau memang kau sudah tidak betah hidup denganku, harusnya bilang ! biar aku antarkan kamu pulang ke rumah orang tuamu !" tambah Andre makin emosi


Tak tahan rasanya mendengar bentakan demi bentakan Andre, Anita pun pergi berlari ke kamar dan menguncinya dari dalam. Memang sudah biasa baginya kalau Andre bersikap dingin dan acuh, tapi hati siapa tak terluka jika terus di bentak bentak seperti itu. Semalaman Anita tak bisa tidur, karena masih terngiang ngiang di telinganya bentakan demi bentakan yang Andre lakukan padanya.


# Kak Andre, kamu sarapan sendiri saja ya ! aku berangkat duluan ! maaf aku selalu membuatmu kesal dan marah, maaf !# (tulis Anita dalam selembar kertas)


Andre membaca tulisan yang di tinggalkan Anita di meja makan tadi, tapi Andre malah meremas dan melempar kertas itu ke tong sampah.


"hmm, percuma ! aku tetap tak perduli !" kata Andre.


Anita pergi ke rumah sakit tanpa sarapan, tanpa minum apapun.


"hai Nita ! kok kamu pucat sih ?" sapa Haris


" jangan dekati aku ! jauhi aku !" jawab Anita kesal sambil terus berjalan menuju lift


"kenapa dok ?" tanya Mawar pada Haris


"entahlah ! mungkin lagi banyak fikiran !" jawab Haris


tak lama kemudian Andre datang.


"selamat pagi Dr. Andre !" sapa Haris


" tadi istrinya ! sekarang suaminya ! mungkin mereka sedang bertengkar !" kata Mawar dengan senyum mengejek


" hus ! hati hati kalau ngomong !" jawab Haris


Mawarpun langsung pergi menyusul Andre karena ia fikir ini adalah waktu yang tepat untuk memikat hati Andre.


"hai dok ! udah sarapan belum ? kalau belum kita sarapan bareng yuk ! " rayu Mawar


"tidak ! terima kasih !" jawab Andre dengan nada kesal


"kayaknya dokter lagi banyak masalah ya ?" tanya Mawar


"ya !" jawab Andre singkat


" coba ceritain aja sama saya dok ! saya siap dengerin ceritanya dokter kok !" kata Mawar


" tidak !" jawab Andre


" dokter bertengkar dengan Dr. Anita ya ?" tanya Mawar


"jangan sok tahu !" jawab Andre

__ADS_1


" bukannya saya sok tahu dok ! tapi tadi Dr. Anita datang dengan wajah pucat pas di tanya malah marah ketika di tanya Dr. Haris ! dan sekarang dokter pun sama, terlihat di wajah kalau dokter sedang marah !" kata Mawar


" terserah apa katamu dan jangan ikut canpur urusan orang lain !" jawab Andre


Melihat Andre yang tidak menanggapi ucapannya Mawarpun akhirnya pergi meninggalkan Andre dengan kesal.


"maaf, Dr. Anita besok adalah jadwal kemo anda yang terakhir !" kata Dr. Dini


"iya dok ! besok agak siang aja, besok saya izin gak masuk dulu biar kemo nya tenang !" jawab Anita


"kalau begitu besok di tunggu, dan untuk ruangan akan saya atur !" kata Dr. Dini lalu keluar..


Anita menjalankan rutinitas hariannya sebagai seorang dokter seperti biasa, yang kadang berangkat pagi pulang sore, bahkan kadang larut malam.


Saat jam tugasnya sudah selesai Anita segera pulang ke rumahnya, sesampainya di rumah Anita melihat Andre sudah duduk santai sambil nonton tv.


" hai kak !" sapa Anita


walaupun ia tahu Andre tak akan menjawabnya karena masih marah tapi Anita tetap menyapanya seperti biasa. setelah selesai bersih bersih Anita duduk di samping Andre yang masih nonton tv.


"kak ! besok aku izin gak masuk kerja ! ada urusan penting yang tidak bisa aku tinggalkan, mungkin sore aku baru pulang !" kata Anita


"terserah ! bukan urusanku !" jawab Andre kesal


keesokan paginya Anita masih bersantai belum siap siap karena hari ini Anita tidak masuk kerja.


"ini kak sarapannya !" kata Anita sambil menyimpan nasi goreng di meja


"hari ini aku izin gak masuk, soalnya ada urusan penting yang harus aku urus. jadi nanti sebelum berangkat aku masakin buat makan nanti kalau kamu pulang tinggal di angetin !" tambah Anita


Walaupun Anita mengajaknya berbicara tapi Andre tetap saja tak mendengar dan menanggapi perkataan Anita.


Setelah selesai sarapan, Andre berangkat ke rumah sakit seperti biasa.


saat agak siang Anita pun pergi menuju ke rumah sakit.


**********


dok, saya sudah sampai !


saya harua ke ruang mana ?


**********


tanya Anita pada Dr. Dini


**********


naik saja ke lantai dua ruang 103 ! semua sudah saya siapkan ! saya tunggu !

__ADS_1


**********


balas Dr. Dini


__ADS_2