Jodoh Pilihan Orang Tua

Jodoh Pilihan Orang Tua
End


__ADS_3

Satu tahun setelah resign dan membuka usaha toko pakaian, Anita kini telah di nyatakan sembuh dari penyakitnya.


Betapa senangnya hati Anita dan Andre saat ini, bagai mana tidak bahagia penyakit yang di derita oleh Anita selama bertahun tahun lamanya kini telah di nyatakan sembuh. Itu adalah suatu anugerah yang sangat di nanti nantikan, walau sebelumnya Anita sempat beberapa kali kritis dan nyawanya hampir saja tidak tertolong.


Tapi pada akhirnya Allah memberikan hadiah terindahnya pada Anita kini, setrlah sekian lama menjalani ujian yang begitu berat rasanya.


Ada satu ucapan yang pernah Andre ucapkan saat dulu Anita masih sakit, dan sekarang janji itu harus Andre tepati.


Suatu saat andai Allah mengizinkanmu untuk kembali sehat dan sembuh dari penyakit yang kini kamu derita selama bertahun tahun, aku akan membangun sebuah panti asuhan seperti apa yang kamu cita citakan selama ini Anita. Itu adalah Nadzarku....


" kak !" kata Anita memanggil suaminya


" iya, ada apa sayang !" jawab Andre


" aku nemuin ini saat aku beresin kamar ! " kata Anita sambil menyidorkan sebuah map ke hadapan Andre


" oh, map ini ! tadinya aku mau kasih kamu kejutan, tapi malah kamu nemuin berkas ini duluan !" jawab Andre


" kejutan ?" tanya Anita mengernyitkan keningnya tidak faham dengan perkataan Andre


" iya, dulu saat kamu masih sakit aku punya nadzar ! dan ini adalah berkas yang akan aku berikan untukmu, karena ini adalah nadzarku !" jawab Andre sambil tersenyum


" nadzar apa kak ?" tanya Anita lagi penasaran


" dulu aku punya nadzar kalau kamu sembuh aku akan membangun panti asuhan seperti yang kamu cita citakan sedari dulu ! dan sekarang janji itu telah aku penuhi saat ini, rumah panti itu kini milikmu !" jawab Andre sambil menyerahkan kembali map yang berisi berkas kepemilikan panti yang lengkap


" masya Allah, ini beneran kak ??" tanya Anita masih tidak percaya drngan apa yang dikatakan oleh Andre


" iya beneran, aku gak bohong ! cek aja berkas berkasnya, bila perlu kita datang ke lokasinya sekarang juga !" jawab Andre sambil tersenyum


" masya Allah... terima kasih kak !" ucap Anita sambil beranjak dari duduknya menghambur memeluk Andre


" sama sama. aku bahagia saat melihatmu bahagia sayang ! kamu adalah kebahagiaanku yang sesungguhnya, kamulah duniaku. kebahagiaanmu adalah kebahagiaanmu, sedihmu adalah sedihku, sakitmu adalah sakitku ! aku sayang kamu istriku, terima kasih karena telah mau menerima segala kekurangan dan kelebihanku ! terima kasih !" ucap Andre sambil membalas pelukan Anita


" aku bahagia kak, amat sangat bahagia. terima kasih, semoga Allah membalas lebih dari apa yang telah kamu keluarkan saat ini ! terima kasih " ucap Anita sambil meneteskan air mata bahagianya


" sudah, jangan menangis ! kita ke toko aja bantu melayana para pembeli ! kayaknya kita bakalan buka toko baru nih !" ucap Andre lalu mengutai pelukannya dan menghapus air mata yang mengalir di pipi istrinya.


Beberapa bulan kemudian......


" sayang, bangun ! ini udah siang !" kata Andre sambil mengusap lemput pipi Anita


" sayang " kata Andre lagi


" hmmm " jawab Anita sambil menggeliat


" bangun sayang ini udah siang ! kamu gak buka toko hari ini ??" tanya Andre


" kayaknya hari ini tutup aja dulu kak ! aku gak enak badan ! pengen istirahat aja !" jawab Anita


" kamu sakit ?" tanya Andre sambil menempelkan punggung tangan di dahi Anita


" enggak kak !" jawab Anita dengan mata yang masih terpejam


" enggak bagaimana ? badanmu ini panas, kita ke rumah sakit aja ya !" kata Andre dengan cemas


" enggak usah kak, lagian obat obatan di bawah masih ada ! di kamar yang dulu aku tempati !" jawab Anita


" oh, iya ! sebentar aku ambil dulu obatnya !" kata Andre sambil berlalu pergi meninggalkan Anita pergi


Setelah mengambil obat, Andre langsung bergegas ke dapur mengambil roti karena asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya masih dalam proses menyiapkan makanan untuk sarapan jadi belum ada yang matang.

__ADS_1


" bi, tolong buatin bubur ya sama sup !" pinta Andre


" baik pak !" jawab asisten rumah tangga


Setelah itu Andre langsung masuk kembali ke kamar. Dilihatnya Anita kini tengah duduk bersandar di tempat tidurnya.


" kamu makan dulu roti nya ya, lalu minum obatnya biar cepet sembuh !" kata Andre sambil menyuapi Anita


" iya kak, terima kasih ya kak ! maafin aku ya, lagi lagi aku ngerepotin kak Andre !" kata Anita sambil menundukkan kepalanya


" gak usah minta maaf. ini sudah jadi kewajiban aku ! " jawab Andre dengan enteng sambil tersenyum


" kak, ini udah hampir jam 7 loh, kamu gak berangkat ke rumah sakit ?" tanya Anita saat mwnyadari Andre belum bersiap sama sekali


" aku gak bakal masuk kalo kamu sendiri masih sakit kayak gini ! " jawab Andre dengan tenang


" gak bisa gitu dong kak ! itu berarti kamu gak bisa profesional dong. mendingan sekarang kak Andre ganti baju dan siap siap berangkat gih !" pinta Anita


" ya udah kalo gitu ! nanti aku suruh bibi yungguin kamu di sini aja ya, biar kamu ada teman ngobrol ! atau kita telfon mama Ayu aja atau mamaku ? " tanya Andre


" gak usah kak, jangan buat mama khawatir. aku juga gak apa apa kok, ini aku merasa udah mendingan ! karena ada dokter cinta yang rawat aku !" jawab Anita sambil tertawa sesaat setelah menggoda Andre


" kamu itu ya, ada ada aja ! mulai gombal sekarang !" kata Andre sambil mencubit pipi Anita dengan gemas


" ya udah, siap siap gih ! " kata Anita


" iya, iya istriku !" jawab Andre sambil tersenyum dan melangkah mengambil pakaian dari dalam lemari


Setelah mengambil pakaianya, Andre langsung masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai dan rapi dengan pakaiannya, Andre langsung keluar dari kamar mandi dan berpamitan pada istrinya.


" kamu beneran gak apa apa aku tinggal ?" tanya Andre, raut wajahnya memancarkan kekhawatiran dengan kondisi Anita saat ini.


" baiklah, aku berangkat dulu ya !" pamit Andre


" iya, hati hati di jalannya ya !" jawab Anita sambil mencium punggung tangan Andre


" iya ! istirahat ya ! ingat kalau ada apa apa langsung hubungi aku !" kata Andre


" iya bawel !" jawab Anita


Setelah berpamitan dengan Anita, Andre pergi berangkat ke rumah sakit. Walaupun dalam hatinya masih saja khawatir pada Anita, mengingat sebelumnya Anita menderita penyakit yang serius. jadi Andre masih merasa takut kalau Anita kembali sakit, tapi Andre menepis semua fikiran negatif yang ada di benaknya.


Sepeninggal Andre, Anita kembali merebahkan tubuhnya. Entah mengapa bebrapa hari belakangan ini Anita merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya, tapi ia tak mau menceritakan keadaannya pada Andre.


Tak lama kemudian Anita tertidur. Saat sang asisten rumah tangganya mengetuk pintu kamar berulang kali tapi tak mendapat respon, kemudian ia berinisiatif membuka pintu kamar Anita ternyata Anita kini tengah tidur, akhirnya Asisten rumah tangga itu kembali menutup pintu dan kembali membereskan rumah.


Tapi tak lama setelah asisten rumah tangganya keluar Anita kembali bangun, keringat memenuhi kening dan tubuhnya. Perlahan Anita bangkit dari tidurnya hendak ke kamar mandi karena ia ingin buang air kecil, tapi tubuhnya lemas tak bertenaga membuatnya harus berjalan tertatih tatih. Naas saat ia melangkah mendekati kamar mandi, Anita merasa kian tak beradaya tubuhnya terasa tak bertenaga sama sekali dan perlahan pandangannya kabur hingga ia menutup matanya kembali tapi bukan tertidur.


tiga jam kemudian....


Anita mengerjapkan matanya mulai melihat lihat ternyata bukan di kamarnya.


" ini bukan kamarku !" ucap Anita


" kamu udah sadar sayang ?" tanya Andre menghampiri Anita dengan penuh rasa khawatir


" kok aku bisa disini kak ?" tanya Anita


" tadi kamu pingsan di kamar, bibi yang ngasih tahu dan bawa kamu kesini langsung. sekarang apa yang kamu rasakan ?" tanya Andre


" udah lebih baik kak ! tapi masih sedikit lemas aja ! tapi kak, aku boleh minta tolong gak ?"

__ADS_1


" boleh, emang kamu mau apa ?" tanya Andre


" anterin aku ke toilet, aku kebelet !" jawab Anita malu malu


" oh, gitu doang kok ekspresinya berlebihan ! ayo sini aku bantu !"


Andre memapah Anita hingga ke pintu toilet dan membiarkannya masuk sendiri karena Anita yang meminta untuk masuk sendiri saja.


Setelah selesai, Anita kembali ke atas ranjangnya tentu saja di bantu oleh Andre.


tak lama setelah Anita kembali dari toilet, kedua orang tua Anita dan Kania mamanya Andre datang secara bersamaan di susul oleh dokter yang tadi memeriksa Anita di temani seorang suster sambil membawa hasil lab


" selamat siang ! maaf saya periksa dulu sebentar ya bu !" kata dokter memulai memeriksa Anita


" bagai mana sekarang apa yang ibu rasakan ?" tanya dokter sambil membuka hasil lab yang tadi di lakukan


" sekarang udah jauh lebih baik dok, cuman tinggal lemasnya aja sedikit lagi !" jawab Anita


" baiklah ibu tidak perlu khawatir, anda juga Dr. Andre. Gejala ini sangat wajar di alami oleh ibu hamil saat usia kehamilannya masih muda ! tapi untuk sementara ibu di rawat disini saja dulu untuk dua hari kedepan, supaya kondisi ibu juga lebih stabil !" kata dokter


" jadi, istri saya hamil dok ?" tanya Andre masih merasa tidak percaya


" iya, selamat ya ! maaf, saya harus memeriksa pasien yang lainnya. permisi !" kata dokter berpamitan


" alhamdulillah sayang, akhirnya kita bakalan punya anak lagi ! semoga kamu sehat dan kuat ya, sampai kamu lahir nanti sayang !" kata Andre sambil mengelus lembut perut Anita yang masih rata


" selamat ya sayang, akhirnya Allah memberikan kamu kepercayaan untuk mengandung lagi !" ucap mama Ayu dan mama Kania


" iya, terima kasih ya mama " ucap Anita


" selamat ya nak, kamu akan menjadi orang tua lagi. semoga anak kalian sselalu sehat dan kuat sampai saatnya ia lahir !" ucap Agung pada Andre dan Anita


" aamiin !" jawab Andre dan Anita bersamaan.


Akhirnya setelah sekian lama menjalani kenyataan hidup yang di rasa pahit, bahkan di rasa tak mampu untuk menjalani. tapi Anita ikhlas untuk menjalaninya, kini ia dapat memetik buah dari kesabaran yang selama ini ia jalani, ia mendapatkan apa yang ia cita citakan selama ini.


kenyataan kadang membuat kita menyerah dan hanya bisa pasrah sambil meratapi apa yang terjadi menimpa. Tanpa kita sadari semua itu hanyalah ujian, bentuk kasih sayang sang Khalik pada hamba Nya. Ikhlas memanglah sangat amat sulit untuk di lakukan, tapi jika kita berusaha untuk ikhlas kita akan bisa menerimanya bahka ada kejutan tak terduga di balik rasa ikhlas itu sendiri yang berbuah manis di penghujung cerita.


.


.


.


.


.


.


dear my readers...


ini adalah episode terakhir ya...


Terima kasih buat para readersku yang baik hati yang selalu setia dengan cerita Andre dan Anita ini.


terima kasih atas support nya...


author gak bisa ungkapin dengan kata kata, pokoknya kalian yang terbaik....


terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2