
Akhirnya Andre dan Anita tidur di dalam ruang pengobatan. Anita tidur dalam pelukan Andre membuatnya sangat nyaman dan tertidur dengan pulas.
Suara adzan shubuh mengalun merdu memecah kesunyian. Andre langsung bangun dan pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap untuk shalat.
Setelah selesai mandi dan bersiap, Andre kembali ke ruang pengobatan dengan membawa mukena dan sajadah untuk shalat berjamaah dengan Anita.
Andre memanggil Anita dengan lembut hingga membuatnya terjaga dari tidurnya.
" bangun sayang, ini sudah shubuh ! " kata Andre
" sudah shubuh ya kak ?" tanya Anita
" iya, bangun dan cepatlah berwudhu kita shalat berjamaah !" jawab Andre
" iya kak !" kata Anita perlahan duduk dan mulai berdiri
" mau aku bantu ?" tanya Andre
" tidak kak, terima kasih ! Nita mau coba sendiri !" jawab Anita bencoba berjalan sendiri ke kamar mandi
Andre hanya bisa memperhatikan Anita dan mengikuti langkahnya dari belakang.
beberapa menit kemudian Anita keluar dari kamar mandi dan mulai bersiap untuk melaksanakan shalat berjamaah dengan Andre.
" sebaiknya kamu shalat sambil duduk saja sayang !" saran Andre
" tidak kak, insya Allah Nita kuat !" jawab Anita optimis
" ya sudah !" kata Andre
__ADS_1
Andre dan Anita memulai shalatnya dengan khusyuk sampai selesai. Setelah selesai shalat, Anita mencium tangan Andre dan Andre mencium kening Anita.
Setelah selesai shalat, Andre dan Anita keluar bersama menuju meja makan. Disana Kania, Agung dan Ayu sudah duduk bersiap untuk sarapan. Agung dan Ayu merasa heran melihat Andre dan Anita keluar dari ruang pengobatan.
" sayang, kenapa keluar dari ruang pengobatan ?" tanya Ayu
" semalam Anita pingsan saking shock nya mendengar suara petir yang sangat keras, membuatnya merasa sesak !" jawab Andre
" tapi sekarang kamu tidak apa apa kan ?" tanya Agung
" Nita sudah baikan ma, pa ! tenang saja !" jawab Anita santai
" syukurlah !" kata Agung dan Ayu
" ayo kita makan ! nanti keburu dingin makanannya jadi kurang enak !" kata Kania
Semuanya pun sarapan tanpa ada yang berbicara sepatah kata pun. hanya suara sendok yang beradu dengan piringlah yang terdengar saat itu.
" sayang, apa kamu tidak mau pergi jalan jalan keluar ?" tanya Andre
" jalan jalan ? bukankah Kak Andre harus pergi ke rumah sakit ya ?" tanya Anita
" hari ini kan hari sabtu, aku libur hari ini. tapi kalauu besok aku harus masuk dan lembur mungkin sampai larut malam !" jawab Andre
" oh begitu ya ! tapi rasanya Nita mau di rumah saja kak, Nita mau istirahat !" jawab Anita
" oh iya, aku minta kamu mengundurkan diri dari rumah sakit ! aku tidak mau kamu bekerja lagi, aku tidak mau kamu terlalu lelah sayang !" kata Andre
" tapi kak, Nita gak bisa ! Nita gak mau berhenti bekerja ! kalau Nita berhenti bekerja bagaimana dengan pengobatan Nita kak ? bukankah Nita butuh biaya yang cukup besar untuk pengobatan Nita !" jawab Anita menentang keinginan Andre
__ADS_1
" aku mohon, menurutlah ! masalah biaya untuk pengobatan biar aku yang menanggungnya !" jawab Andre
" tapi kak, kalau hanya mengandalkan kak Andre tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan yang lainnya ! Nita mohon kak, jangan suruh Nita resign ! Nita mohon kak !" kata Anita memohon
Andre tidak menjawab permintaan Anita, ia hanya ingin yang terbaik untuk Anita. Anita juga faham dengan keinginan Andre, itu semua ia lakukan hanya demi kebaikan dirinya. Tapi Anita bergikir jauh kedepan, kalau hanya mengandalkan penghasilan Andre sebagai seorang dokter itu akan habis untuk biaya berobatnya saja. Sedangkan masih banyak kebutuhan lain yang harus Andre penuhi.
Anita melihat raut penuh kecewa di wajah Andre, Anita merasa bersalah pada Andre. Tapi walau bagai manapun juga Anita berhak memilih.
" maafkan Nita kak !tapi Nita gak bisa berhenti dari pekerjaan Nita sekatang !" kata Anita
Andre tak merespon ucapan Anita, ia malah pergi ke kamar sendiri tanpa mengucap sepatah kata pun pada Anita. Anita berusaha mengejar Andre, namun langkahnya tidak bisa secepat Andre.
Seharian ini Andre berada di kamarnya. Ia sedang sibuk dengan beberapa laporan yang harus ia siapkan untuk hari esok.
Tak terasa waktu sudah malam, Anita masih terdiam duduk bersandar di atas tempat tidurnya sambil memegangi sketch book miliknya. matanya memang memandang sketch book miliknya, tangannya juga terus ia gerakkan mencurat coret sketch book, tapi fikirannya melayang kemana mana.
maafkan Nita kak, Nita gak mau nyusahin kak Andre ! Nita minta maaf, gak bisa patuh sama kata kata kak Andre ! Nita tahu, kak Andre mengkhawatirkan kesehatan Nita. Tapi Nita harap tidak seperti ini kak !
biarlah di sisa umur Nita yang hanya sebentar lagi ini Nita bisa jadi orang yang berguna bagi orang lain, bukan jadi orang yang menyusahkan orang lain ! batin Anita
Andre mendekat dan berbaring di atas tempat tidur di sebelah Anita.
" tidurlah ! hari sudah malam !" kata Andre lalu membelakangi Anita
Anita tak bisa berkata apa apa. Ia melihat Andre tidur sambil membelakanginya membuatnya tidak bisa menahan air mata yang ingin mengalir sedari tadi.
Perlahan Anita membaringkan dirinya di samping Andre, Anita mencoba memejamkan matanya namun tidak bisa.
waktu menunjukkan pukul 00.07 tapi Anita masih belum bisa tertidur juga. air matanya masih terus mengalir dan tak dapat ia hentikan, entah apa yang terjadi dengannya.
__ADS_1
Anita merasa jenuh berada di kamar tapi merasa jenuh seperti ini, ia pun perlahan melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Anita pergi ke ruang keluarga, ia menonton tv, tapi hanya matanya saja yang memandang tv itu sedangkan fikirannya sedang melayang jauh entah kemana dan entah apa yang ia fikirkan kini.