
Andre tak bisa memaksa Anita untuk menghabiskan makanannya, memang benar jika di paksakan maka tak menutup kemungkinan kalau Anita akan memuntahkan semua makanan itu karena kekenyangan. maka itu Andre mengalah dari Anita. Setelah selesai makan, Andre memberikan beberapa butir obat kepada Anita untuk meminumnya.
Setelah meminum obat, Andre membawa Anita kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
" kak, boleh minta tolong gak ?" tanya Anita ragu
" iya, ada apa ?" tanya Andre
" tolong ambilin sketch book Nita sama pensilnya di dalam laci lemari !" pinta Anita
" baiklah, akan aku ambilkan !" jawab Andre lalu melangkahkan kakinya menuju lemari dan membuka lacinya.
" sketch book yang ini ?" tanya Andre sambil menunjukkan sebuah buku tebal
" iya kak, sama pensil juga penghapusnya juga ya !" pinta Anita
" iya. ini !" kata Andre sambil menyerahkan sketch book, pensil juga penghapusnya pada Anita
" terima kasih kak ! maaf ya, Nita merepotkan kak Andre lagi !" kata Anita
__ADS_1
" tidak apa apa ! eh, ngomong ngomong kamu mau apa dengan sketch book itu ?" tanya Andre penasaran
" Nita mau coba bikin gambar aja kak, soalnya Nita jenuh kalau terus diam seperti ini !" jawab Anita
"gambar apa ?" tanya Andre lagi
" tidak tau, biasanya Nita lebih suka design pakaian wanita !" jawab Anita sambil menggoreskan pensil yang di pegangnya pada sketch book.
" design pakaian wanita ? kenapa aku tidak pernah tahu ?" tanya Andre lagi
" ya pantas saja kak Andre tidak tahu, selama ini kan kak Andre terlalu sibuk dengan dunia kak Andre sendiri !" jawab Anita tanpa menoleh pada Andre
" iya juga sih ! maafin aku ya sayang !" kata Andre memasang wajah memelasnya
" ya, baik sayang !" jawab Andre membaringkan tubuhnya di samping Anita yang tengah duduk bersandar di tempat tidurnya.
Sekian lama tangan Anita tidak menggerakkan pensil, akhirnya ia kembali menggunakan pensilnya untuk membuat karya baru dalam sketch book miliknya yang entah ke berapa.
Sebenarnya Anita sudah tertarik dengan dunia fashion sudah sangat lama, yah sejak Anita masuk SMP ia sudah sangat menyukainya. Tapi ia tidak pernah berniat untuk membuat usaha, atau berusaha mengembangkan rasa tertariknya.
__ADS_1
Tapi setelah Anita menikah dengan Andre, ia sering merasa kesepian hingga akhirnya ia berusaha membuat pelarian untuk mengusir rasa kesepiannya dengan membuat design sebuah pakaian.
setelah sekitar satu jam Anita bergelut dengan sketch book dan pensilnya, jadilah sebuah sketsa baju. Anita melihat gambarnya sambil tersenyum membayangkan pakaian rancangannya di buat dengan se sempurna mungkin, pasti akan indah saat di pakai.
Anita melihat waktu kini telah menunjukkan pukul 22.05, Anita menutup sketch book miliknya dan meletakkannya di atas nakas bersama pensil juga penghapusnya.
Dilihat di sampingnya Andre sudah tertidur pulas menghadap ke arah Anita, Anita tersenyum sambil mengusap lembut wajah suaminya.
Anita berusaha untuk tidur, ia mematikan lampu kamarnya hingga menjadi gelap. Tapi gelapnya malam dan ruang kamarnya tidak mampu membuat Anita tidur. Anita terus membolak balikkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan mencari posisi yang pas supaya bisa tidur.
" kenapa rasanya sulit sekali aku tidur ! pedahal ini sudah pukul 23 lewat ! aku masih belum bisa tidur !" kata Anita berbicara sendiri
Anita kembali menyalakan lampu kamarnya, ia berniat untuk minum karena tenggorokannya terasa kering. Tapi saat melihat gelas di sampingnya kosong, ia juga melihat Andre yang sedang tertidur sangat nyenyak. Mau di bangunkan tapi kasihan, tapi kalau tidak di bangunkan gimana. Anita jadi bingung sendiri, ia hatus bagai mana.
Akhirnya Anita berdiri dan perlahan ia berjalan sambil membawa gelas di tangannya, ia ingin mengambil air minum di dapur karena tidak mau membangunkan Andre.
Perlahan ia sampai di depan pintu dan membukanya pelan sekali, takut kalau Andre akan terbangun.
Anita terus berjalan menuruni anak tangga satu persatu, tapi ketika di tengah tangga ia merasa tubuhnya lemah hingga membuatnya harus duduk terlebih dahulu untuk mengumpulkan tenaga.
__ADS_1
Sudah hampir setengah jam Anita duduk di tangga, Anita mencoba berdiri dan berjalan kembali menuju ke dapur untuk mengambil air minum.
Setelah Anita minum, ia membawa segelas air mineral di tangannya niatnya air itu akan di bawa ke kamar jika sewaktu waktu ia ingin minum tidak perlu keluar dari kamar lagi fikirnya.