Jodoh Pilihan Orang Tua

Jodoh Pilihan Orang Tua
Pertemuan pertama dengan Anggita


__ADS_3

Pagu sudah datang menyapa dengan udaranya yang sejuk dan menyegarkan. Anita sudah bangun dari tidurnya dan segera membersihkan diri seperti biasanya. setelah memberaihkan diri dan beres beres, Anita segera pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


" kak, ayo turun ! sarapan sudah siap !" teriak Anita pada Andre yang masih belum keluar dari kamarnya


" iya !" jawab Andre dengan santainya ia berjalan menuruni anak tangga dan langsung mwnuju ke dapur.


" bagaimana keadaanmu sekarang ?" tanya Andre sambil memakan sarapannya


" Alhamdulillah, seperti yang kak Andre lihat ! aku jauh lebih baik dari semalam !" jawab Anita


" syukurlah !" sahut Andre


" oh iya, hari ini aku bawa mobil sendiri ya !" kata Anita


" kenapa ?" tanya Andre


" hari ini aku banyak tugas, jadi sepertinya akan pulang terlambat !" jawab Anita


" kenapa tidak berangkat bareng saja ? nanti aku yang jemput kamu pulang !" kata Andre yang kini sudah selesai menghabiskan sarapannya


" tidak usah kak ! hari ini aku bawa mobil sendiri saja, kalau di jemput nanti kak Andre cape. jadi lebih baik aku bawa mobil sendiri saja !" kata Anita


" baiklah, terserah kamu saja !" kata Andre


" kita berangkat sekarang ya kak ! takutnya nanti kesiangan !" ajak Anita sambil mengambil tas dan jas putihnya yang ia simpan di kursi.

__ADS_1


" iya, beriringan saja berangkatnya !" jawab Andre sambil melangkahkan kakinya mendekat pada Anita


" iya kak !" kata Anita lalu memegang tangan Andre dan berjalan menuju pintu.


Andre masuk kedalam mobilnya, begitupun Anita.


Mereka berangkat beriringan menuju rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit Andre pergi masuk buru buru menuju ruangannya lebih dulu, sedangkan Anita lebih santai. Saat Anita mebaiki lift, ia berjumpa dengan seorang wanita cantik berkulit putih, tinggi dan ramah.


" selamat pagi !" sapa Anita ramah


" selamat pagi juga !" jawab Anggita


" anda dokter baru disini ?" tanya Anita


" kalau begitu perkenalkan nama saya Anita !" memperkenalkan diri terlebih dahulu


" saya Anggita !" jawab Anggita


Hari ini adalah pertemuan pertama Anita dengan Anggita. Mereka keluar dari lift bersamaan tapi meuju ruangan yang berbeda.


" saya duluan ya !" kata Anita pamit dan langsung pergi menuju ruangannya


" iya, silahkan !" jawab Anggita

__ADS_1


Anita masuk ke ruangannya yang tak jauh dari lift, dan Anggita masuk ke ruangan yang tak jauh dari ruangan Anita.


" selamat pagi dok !" sapa Anita pada Adrian


" selamat pagi juga dok !" jawab Yogi


Yogi adalah dokter yang selalu membatu Anita di ruangannya.


" oh iya, ada dokter baru ya di rumah sakit ini ?" tanya Anita pada Yogi


" iya dok, namanya Dr. Anggita, beliau mulai bertugas dari kemarin ! yang kebetulan beliau juga specialis jantung dok !" jawab Yogi


" oh, specialis jantung !" kata Anita membulatkan bibirnya


jadi Dr. Anggita specialis jantung juga, sama seperti suamiku. gumam Anita dalam hatinya


*


Anggita pergi menuju ruang kerjanya. ya, satu ruangan tentunya dengan Andre. Sebenarnya Andre merasa canggung harus satu ruang dengan Anggita, walaupun hubungan mereka sekarang hanyalah partner kerja saja. Tapi untunglah Andre memiliki ruangan terpisah dengan dokter yang lainnya.


" selamat pagi semuanya !" sapa Anggita


" selamat pagi dok !" jawab semua yang ada di ruang itu


" untunglah aku lebih dulu datang kesini, jadi tidak perlu berpapasan dengan dia secara langsung !" gumam Andre pelan

__ADS_1


Setelah Anggita masuk bertugas di rumah sakit yang sama, Andre merasa canggung jika harus berada di satu ruangan dengan Anggita walaupun mereka duduk di rempat yang di sekat sekat itu.


Andre tidak mau terus menerus merasa canggung jika bertemu dengan Anggita, walaupun hubungan mereka sudah lama berakhir. Tapi entah kenapa saat Andre bertemu dengan Anggita ia selalu merasa canggung. Entah ia masih menyimpan perasaan pada Anggita, atau tidak. Tapi yang jelas ia selalu canggung saat berjumpa dengan Anggita. Sepintas ia merasa ada benci di hatinya pada Anggita, tapi entah kenapa ia merasa canggung tiap kali bertemu dengannya.


__ADS_2