Jodoh Pilihan Orang Tua

Jodoh Pilihan Orang Tua
sudah bisa pulang


__ADS_3

Anita menganggukkan kepalanya saat mendengar jawaban Kania barusan, Anita terlihat bahagia begitupun dengan Andre. Andre mengelus tangan Anita dan mengecup kening dan pipi Anita karena ia merasa sangat bahagia.


Satu minggu setelah Anita sadar dari koma, akhirnya dokter mengizinkan Anita untuk pulang ke rumah.


Saat itu Kania yang sedang menemani Anita di rumah sakit, sedangkan Andre masih bekerja dan kedua orang tua Anita masih di rumahnya karena hari ini giliran Ayu dan Agung menemani Anita nati sore hingga pagi.


setelah mendengar pernyataan dari dokter, Kania langsung menelfon Andre.


kring kring kring


suara ponsel Andre berdering mengalihkan perhatian Andre yang sedang mengerjakan tugasnya. segera ia meraih ponselnya yang di simpan di atas meja kerjanya.


" hallo Assalamu'alaikum ma !" kata Andre sambil memasang headset pada telinganya


" waalaikumsalaam sayang, mama cuman mau ngasih tahu kalau hati ini Anita sudah bisa pulang !" kata Kania


" benarkah ? syukurlah kalau sudah bisa pulang sekarang ! jam berapa pulangnya ??" tanya Andre


" ya kira kira sore lah ! mungkin sekitar jam 4an !" jawab Kania


" kalu sore Andre bisa usahain buat jemput Anita dan mama ! Andre akan segera membereskan pekerjaan Andre dulu ! nanti mama kabari Andre saja !" kata Andre

__ADS_1


" iya baiklah ! telfonnya mama tutup dulu ya, mama mau nelfon mamanya Anita dulu !" kata Kania


" iya ma ! " jawab Andre lalu menutup sambungan telfonnya


Setelah selesai menelfon Andre, Kania pun langsung menelfon Ayu memberi tahukan kalau Anita sudah boleh pulang.


Tapi Kania meminta Ayu langsung ke rumah Anita saja, karena Anita dan dirinya akan di jemput oleh Andre.


Setelah menerima telfon dari Kania, Agung dan Ayu langsung pergi menuju ke rumah Andre dan Anita untuk menyambut kepulangan Anita.


Setelah selesai menelfon Ayu, Kania langsung pergi menuju administrasi. sedangkan Anita masih duduk di atas ranjang rawat inapnya sambil menunggu Kania kembali. Selang beberapa lama kemudian Kania kembali ke ruang rawat Anita.


" tidak apa apa ma ! " jawab Anita tersenyum manis


" oh iya, nanti kita di jemput Andre ! mama juga udah kasih tahu orang tua Nita kalau Nita udah boleh pulang, tapi mama meminta mama dan papa nya Nita untuk langsung ke rumah Nita saja tidak apa kan ?" tanya Kania


" iya ma, tidak apa apa ! lagi pula kasihan kalau papa sama mama harus bolak balik terus, pastinya cape !


mama juga pasti cape kan ma ? maaf ya ma, Nita jadi ngerepotin mama terus !" jawab Anita kembali bertanya pada Kania


" mama gak cape kok ! yah, walaupun Nita bukan anak kandung mama tapi mama gak pernah nganggap Nita sebagai menantu mama ! mama sudah menganggap Nita sebagai anak perempuan nya mama ! jadi Nita gak perlu minta maaf segala ya !" jawab Kania sambil memeluk Anita

__ADS_1


" terima kasih ma ! Nita juga udah anggap mama sama seperti mama kandung Nita sendiri !" kata Anita membalas pelukan Kania


" kalau begitu mama beres beres dulu ya ! jadi kita tinggal menunggu suster melepas selang infus dan membawakan obat untukmu !" kata Kania perlahan melepaskan pelukannya dan langsung membereskan semua pakaian Anita.


" iya ma !" jawab Anita


Tak lama kemudian datang seorang suster dengan membawa obat untuk Anita.


" permisi, maaf bu ini obatnya ! oh iya sekalian saya buka saja selang infusnya ya !" kata suster dengan ramah


" iya, silahkan !" jawab Anita


" maaf ya, mungkin rasanya akan terasa sedikit sakit !" kata suster


" iya tidak apa, saya sudah terbiasa kok !" jawab Anita


" nah, sudah selesai ! saya permisi dulu ya !" kata suster pamit


" iya, terima kasih ya !" jawab Anita


" sama sama !" jawab suster tersenyum ramah

__ADS_1


__ADS_2