Jodoh Pilihan Orang Tua

Jodoh Pilihan Orang Tua
Maaf membuatmu kesal


__ADS_3

setelah pulang dari pernikahan Malika, Anita mengajak Andre pergi ke super market untuk membeli kebutuhan dapur.


" kak, aku mau tanya !" kata Anita memulai percakapan dalam mobil yang hening sedari tadi


" apa ?" tanya Andre sambil konsentrasi menyetir


" kak Andre kenal sama Dr. Anggita ?" tanya Anita


" iya, kenapa ?" kata Andre malah berbalik bertanya pada Anita


" aku lihat Dr. Anggita begitu akrab saat ngobrol denganmu kak !" jawab Anita


" sudahlah, jangan bahas dia !" kata Andre kesal


" kenapa ? apa aku tidak boleh tahu ?" tanya Anita


" bukan begitu, aku hanya tak mau membahas tentang perempuan ! " jawab Andre ketus


" baiklah, maaf kalau aku membuatmu tidak nyaman !" kata Anita merasa bersalah karena sudah membuat suaminya kesal


Anita tak berkata apa apa lagi setelah mendengar jawaban Andre tadi, ia mengalihkan pandangannya keluar jendela kaca mobilnya. Ia berusaha menghibur dirinya sendiri, kalau bukan karena Andre ada di sampingnya mungkin ia akan menangis mendengar Andre berbicara dengan nada kesal seperti tadi.


Sebenarnya Anita ini adalah wanita yang sensitif sekali. Ia akan merasa sedih jika ada yang berkata dengan nada kesal padanya, apalagi kalau sampai ia di bentak dan dimarahi secara langsung.


" kita sudah sampai, ayo turun !" kata Andre sabil membuka pintu mobilnya


" kenapa masih diam ? ayo cepat !" ajak Andre agak kesal


" iya, maaf !" jawab Anita yang tersadar dari lamunannya


Anita dan Andre pun berjalan masuk kedalam super market. Andre berjalan persis di depan Anita.


" kak Andre, tunggu ! " kata Anita


Tapi Andre tidak mendengarnya, Andre malah terus berjalan meninggalkan Anita. Wajah Anita mulai berubah menjadi pucat, tapi ia tetap berusaha mengejar suaminya yang sudah jauh darinya.


" kak Andre tunggu !" kata Anita setengah berteriak


" iya, aku tunggu disini ! cepatlah sedikit !" kata andre tanpa menoleh sedikitpun


Niatnya Anita ingin mengejar Andre, tapi tubuhnya tidak mendukung. Tubuhnya terasa sangat lemas hingga ia kesulitan untuk berdiri. sedangkan Andre masih memilih barang barang untuk keperluan.

__ADS_1


Anita akhirnya bisa berdiri walaupun dibantu oleh salah satu pegawai super market.


" terima kasih mbak !" kata Anita


" iya sama sama, oh iya ! anda kemari dengan siapa ? bisa saya panggilkan nanti !" tanya pegawai super market


" saya kemari bersama suami saya, itu yang sedang membelakangi saya di tempat buah buahan itu !" jawab Anita


" boleh saya panggilkan beliau ?" tanya pegawai itu


" tidak usah mbak, sebentar lagi dia pasti selesai. biar saya menunggunya diaini saja !" jawab Anita


" ya sudah kalau begitu saya permiai dulu !" pamit pegawai yang menolongnya


" iya silahkan mbak, terima kasih ya !" kata Anita


" iya sama sama !" jawab pegawai super market itu lalu pergi.


Tak lama kemudian Andre kembali membawa semua keperluan yang di butuhkan.


" kenapa duduk disini ? bukannya membatu !" tanya Andre kesal


" iya, maaf kak ! radi aku merasa cape, jadi aku disini saja !" jawab anita


" bantu aku !" kata Andre meminta bantuan untuk membawakan barang belanjaan pada Anita, karena barang belanjaannya sangatlah banyak dan tidak bisa membawanya sendiri.


" iya kak !" jawab Anita lalu mengambil barang belanjaannya


" bagaimana bu, sudah lebih baik ?" tanya pegawai tadi yang menolong Anita


" alhamdulillah sudah lebih baik ! terima kasih ya !" kata Anita tersenyum ramah


" sama sama bu, syukurlah kalau sudah baik !" jawab pegawai tadi


Andre masuk kedalam mobil dan diikuti oleh Anita. Kemudian Andre melajukan mobilnya meninggalkan super market.


" apa maksud pertanyaan pegawai tadi ?" tanya Andre sambil konsentrasi menyetir


" tidak apa apa !" jawab Anita menundukkan kepalanya


" jangan berbohong !" kata Andre

__ADS_1


" iya, aku tidak berbohong ! tadi hanya sedikit pusing saja, tapi sekarang sudah tidak apa apa !" jawab Anita pelan lalu mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil.


" syukurlah !" jawab Andre dengan nada datar.


maaf kak, aku berbohong lagi padamu ! aku tidak mau kamu repot denganku yang selalu sakit sakitan ini ! lagi pula kamu masih kesal padaku, aku bisa melihatnya di matamu dan dari bahasa tubuhmu. gumam Anita dalam hatinya


" kenapa diam saja ?" tanya Andre


" tidak apa apa kak !" jawab anita


" benarkah ?" tanya Andre lagi


" iya, aku hanya ingin cepat pulang saja !" jawab Anita


" terus, kenapa wajahmu pucat ?" tanya Andre


" tidak apa apa, aku hanya ingin tidur saja !" jawab Anita lalu menyandarkan kepalanya pada kaca mobil.


Andre mengira Anita tidur, karena ia melihat mata Anita terpejam. Tapi sebenarnya Anita tidak tidur, ia hanya memejamkan matanya untuk menyembunyikan rasa sakit yang dirasakannya sedari tadi.


" kita sudah sampai ! bangunlah !" kata Andre pelan


" sudah sampai ya ? maaf aku ketiduran !" kata Anita yang baru sadar kalau ia sudah sampai di rumahnya


" sudah, cepatlah masuk !" kata Andre


" iya kak ! kak Andre duluan saja !" kata Anita


Andre pun melangkah masuk kedalam rumahnya dengan membawa sebagian barang belanjaannya, lalu Andre kembali lagi untuk mengambil barang belanjaan yang tersisa di dalam mobilnya.


" kenapa masih disitu ?" tanya Andre


" iya, ini juga sudah akan keluar !" jawab Anita


saat keluar mobil, Anita benar benar merasa lemas sekali hingga ia tidak mampu bediri. Andre yang melihat Anita lemas langsung menyimpan kembali barang belanjaan itu kedalam mobilnya dan menggendong Anita masuk kedalam kamarnya.


" kenapa seperti ini lagi ?" tanya Andre


" tidak apa apa, aku hanya merasa sedikit lemas saja !" jawab Anita pelan


" benarkah ? tapi aku curiga kalau kamu menahan sakit sedari tadi !" kata Andre merasa curiga kalau istrinya menyembunyikan rasa sakitnya

__ADS_1


" tidak kak, aku benar benar baik kok ! sebentar lagi pasti aku kembali seperti biasa !" jawab Anita meyakinkan suaminya


" baiklah, aku akan mengambil belanjaan yang masih di dalam mobil !" kata Andre sambil pergi keluar untuk mengambil barang belanjaan tadi.


__ADS_2