
Satu bulan telah berlalu, tapi Anita masih tetap belum sadar dari koma. tak henti hentinya dukungan dan do'a selalu di berikan oleh kedua orang tua Anita dan ibunya Andre. Hingga saatnya tiba Anita sadar dari koma nya.
Perlahan ia membuka matanya yang sudah lama terpejam, ia mulai menggerakkan jari jemari tangannya. Andre yang saat itu tidur sambil memegangi tangan Anita terbangun karena merasa ada pergerakan. Dilihatnya Anita kini telah membuka mata dan mampu menggerakkan jari jemarinya.
" Anita !" kata Andre yang masih menyipitkan matanya karena baru bangun dari tidurnya
" kamu sudah sadar sayang ! syukurlah !" kata Andre sambil mengecup kening dan tangan Anita
Kemudian Andre pun menekan tombol yang tepat ada di samping meja dekat ranjang yang Anita tiduri kini. Tak lama kemudian dokter yang menangani Anita pun datang dan langsung memeriksa keadaan Anita.
" dok, bagaimana keadaannya ?" tanya Andre
" syukurlah, istri anda sudah sadar dan kondisinya sudah berangsur membaik !" jawab dokter
" alhamdulillah.." kata Andre yang tersenyum gembira
" saya permisi dulu !" kata dokter pamit keluar
" iya dok, silahkan ! terima kasih !" jawab Andre
setelah mendapat kabar baik dari dokter barusan Andre langsung memberi tahu kedua orang tua Anita dan juga ibunya.
__ADS_1
Kedua orang tua Anita datang lebih dulu ke rumah sakit, sedangkan Kania datang belakangan karena jarak dari Jakarta ke Bogor tidaklah dekat.
Sesampainya Agung dan Ayu di rumah sakit, mereka langsung menemui Anita yang kini sudah sadar.
" assalamu'alaikum sayang ! mama senang banget mendengar kamu sudah sadar !" kata Ayu yang berurai air mata kebahagiaan saatmelihat Anaknya kini sudah sadar
" iya, papa juga senang ! kamu membuat kami cemas ! " tambah Agung
Anita tidak menjawab apa apa, ia hanya terus meneteskan air matanya karena bahagia bisa bertemu kembali dengan kedua orang tuanya. perlahan Ayu mengusap air matanya, dan terukir senyuman di bibir Anita.
Satu jam kemudian Kania datang menemui Anita.
" syukurlah kamu sudah sadar sayang ! mama khawatir ! mama minta maaf ya, datangnya telat !" kata Kania
Perlahan Andre mendekati Anita, ia merasa bersalah dan langsung memegang tangan Anita.
Anita hanya bisa meneteskan air mata saat melihat Andre memegang tangannya dan langsung duduk berhadapan dengn Anita.
" aku minta maaf ! waktu itu aku benar benar tidak bisa mengontrol emosiku, aku khilaf ! maafkan aku ! maafkan aku yang sudah salah faham padamu, aku sudah menyangka kalau kamu selingkuh di belakangku ! aku minta maaf, aku sungguh menyesal dengan sikapku yang sudah keterlaluan padamu ! aku baru tahu dari Haris dan Hani saat kamu sudah menghilang dan tak ada kabar. mereka juga berterima kasih padamu, berkat kamu mereka akan segera menikah bulan depan !
aku sungguh sungguh minta maaf sayang !" kata Andre yang masih memegangi tangan Anita
__ADS_1
Anita hanya diam mendengar permintaan maaf dari Andre. kemudian Kania mendekat pada Anita dan Andre.
" mama tahu, Andre sudah sangat keterlaluan sama kamu ! mama minta maaf sayang, karena gara gara mama yang menjodohkan Andre sama kamu, kamu jadi menderita dan tersiksa. Kalau kamu sudah tidak bahagia lagi bersama dengan Andre, lebih baik kamu mundur saja sayang ! mama tidak mau melihat kamu terluka ! mama ingin melihat kamu bahagia, walaupun bukan dengan Andre !" kata Kania sambil menangis
perlahan butiran air mata mengalir dari sudut mata Anita, tergambar di wajahnya raut kesedihan tatkala Kania berbicara barusan.
" tapi Andre gak mau pusah sama Anita ma ! Andre tahu, Andre salah. tapi sekarang Andre mau berubah ma, Andre masih mau mendampingi Anita dan Andre janji tidak akan membuat Anita sakit hati lagi seperti yang pernah Andre lakukan ! " kata Andre memohon pada Kania
" tapi mama tidak mau melihat Anita menderita gara gara keegoisan kamu ! " jawab Andre
" ma, Anita tidak mau berpisah dengan kak Andre !" kata Anita lirih
" tapi mama mau kamu hidup bahagia ! " jawab Kania
" Nita mohon ma !" kata Anita
" iya ma ! Andre janji bakalan berubah lebih baik, dan akan membuang sikap egois Andre ! " pinta Andre
" baiklah, terserah kalian saja ! tapi kalau ada apa apa Nita harus bilang sama mama ! biar nanti mama yang hukum Andre !" kata Kania
Anita menganggukkan kepalanya saat mendengar jawaban Kania barusan, Anita terlihat bahagia begitupun dengan Andre. Andre mengelus tangan Anita dan mengecup kening dan pipi Anita karena ia meeasa sangat bahagia.
__ADS_1