
Alangkah terkejutnya Andre melihat Anita yang sedang terbaring lemah di atas ranjang rawat inapnya dengan oksigen dan selang infus yang terpasang di tubuhnya.
" Anita !" kata Andre agak keras hingga membuat Anita terbangun
" kak Andre ! dari mana Kak Andre tahu aku disini ?" tanya Anita
" aku cari kamu kemana mana tapi kamu tidak ada. jadi aku lacak lokasi GPS terakhirmu, ternyata di sini, dan aku tanya pada suster katanya kamu ada di kamar ini !" jawab Andre
"kenapa kamu cariin aku ? bukankah kamu bilang tidak mau peduli lagi !" kata Anita emosi
"tapi aku mencemaskanmu !" jawab Andre
"Dr. Dini ?" tanya Andre
"iya Dr. Andre, ada apa ?" tanya Dr. Dini
" istri saya kenapa ya ? apa dia sudah bisa pulang ?" tanya Andre
"maaf dok, tapi keadaan Dr. Anita masih drop jadi belum bisa pulang sekarang !" jelas Dr. Dini
" drop ? drop kenapa ?" tanya Andre penasaran
" kemarin usai menjalani kemo therapy Dr. Anita langsung drop, bahkan sampai sekarang pun keadaannya masih seperti itu !" jelas Dr. Dini
" kemo ?" tanya Andre kaget
" iya, kemo !" jawab Dr. Dini
"tapi kenapa harus kemo ?" tanya Andre
" loh, memangnya Dr. Andre tidak tahu selama ini Dr. Anita sakit kanker otak stadium lanjut ?" jelas Dr. Dini
" kanker otak ? stadium lanjut ? sejak kapan ?" tanya Andre tak percaya
" iya, sejak duduk di kelas ×l SMA !" jawab Dr. Dian
mendengar pernyataan dari Dr. Dian tersebut membuat Andre terdiam, tak habis fikir selama ini Anita merahasiakan dan menyembunyikan hal sebesar dan sebahaya ini sendiri. Andre tak menyangka selama ini wanita yang selalu ada di sisinya itu ternyata sedang berjuang keras menghadapi penyakit seserius ini.
" maaf Dr. Andre keadaannya sekarang masih drop, jadi harus menjaga emosinya. saya takut kalau emosinya tidak dijaga akan membuatnya makin drop !" kata Dr. Dini
__ADS_1
" baik dok ! terima kasih !" jawab Andre
"maaf saya tinggal dulu, saya harus memeriksa beberapa pasien lagi !" kata Dr. Dini
" iya dok ! terima kasih !" jawab Andre
Dr. Dini pun pergi meninggalkan Anita dan Andre.
" kenapa kamu sembunyikan tentang penyakitmu ?" tanya Andre
" sengaja ! aku tidak mau orang lain tahu dan mereka mengasihaniku !" jawab Anita agak emosi
" tapi ini penyakit serius ! kanker stadium lanjut !" kata Andre
" ya, aku taju itu !" jawab Anita
" tapi kenapa kamu tidak pernah menceritakannya padaku, kenapa ?" tanya Andre
" bagaimana aku akan cerita tentang ini semua, kalau kamu selalu acuh dan dingin seperti itu !" jawab Anita
" tapi seharusnya kamu cerita !" kata Andre
" teman dekat ? siapa ?" tanya Andre
" Mawar !" jawab Anita kesal
" mawar ? selama ini aku tidak pernah dekat dengan wanita lain !" kata Andre
" bohong ! aku tahu selama ini Mawar selalu deketin kamu ! dan kemarin aku lihat kamu ngobrol dengan Mawar sampai tertawa segala ! rupanya Mawar lebih beruntung, dia bisa melihatmu tertawa seperti itu. sedangkan aku ? melihatmu tersenyum saja sangatlah sulit !" jawab Anita
" tapi..." sambung Andre
" sudahlah ! sekarang kamu sudah tahu aku sakit keras, mungkin umurku juga tinggal sebentar lagi ! tak ada gunanya kamu mempertahankan pernikahan ini, dan aku tahu selama ini kamu tak pernah menerima perjodohan ini ! pulanglah dan segeralah urus surat perpisahan kita !" kata Anita sambil menangis
" tapi aku tidak bisa meninggalkanmu !" jawab Andre
" kenapa ? karena aku sakit ? jangan mengsihani aku ! aku tak butuh itu !" kata Anita emosi
" karena aku menyayangimu !" jawab Andre
__ADS_1
"hm, bohong !" kata Anita tersenyum mengejek
" mama papa tahu kalau kamu sakit ?" tanya Andre
" tidak ! dan jangan sampai mereka tahu !" jawab Anita
" ya Allah... ! jadi selama ini kamu simpan semua ini sendiri ?" tanya Andre
"iya !" jawab Anita singkat
Tak disangka, selama ini Andre selalu mengira Anita sehat sehat saja tapi ternyata ia sedang berjuang keras melawan penyakit parah seperti ini terlebih lagi tak ada orang yang tahu bahkan orang tuanya sekalipun.
" suster, suster !" kata Anita sambil menangis
" kenapa ?" tanya Andre
" sakit !" jawab Anita
" mana yang sakit ?" kata Andre
" semuanya !" jawab Anita
Dr. Dini pun datang kembali ke ruangan Anita setelah selesai memeriksa pasien lainnya.
"dok, kenapa Anita merasakan sakit di seluruh tubuhnya ?" tanya Andre
" sus, ambil suntikan yang sudah saya siapkan tadi !" kata Dr. Dini
" baik dok ! ini !" jawab Hani sambil memberikan suntikan
Dr. Dini pun langsung menyuntikkan obat pada ujung selang infus yang terpasang di tangan Anita, tak lama kemudian Anita pun tertidur.
" kenapa bisa seperti ini dok ?" tanya Andre
" kemo yang dilakukan kemarin tidak berhasil dok !" jawab Dr. Dini
" lantas, sekarang harus bagaimana ?" tanya Andre
" kita harus mengulang kembali !" jawab Dr. Dini.
__ADS_1
Andre tidak bisa berkata apa apa lagi mendengar perkataan dari Dr. Dini. Yang ia ingat kini hanyalah penyesalan saat ia membentak dan memarahi Anita kemarin hingga membuatnya menangis dan tak tidur semalaman, Andre menyesal.