
Anita terus berjalan menaiki anak tangga hingga ia sampai di depan pintu kamarnya. Anita merasakan tubuhnya kembali lemah hingga ia kesulitan untuk berdiri, ia juga kini sudah merasa ngantuk sampai sampai ia duduk di samping pintu kamarnya. Anita meletakkan gelas tepat di depan pintu. Anita berusaha meraih gagang pintu untuk membukanya, tapi ia kesulitan.
Diluar hujan sangat deras, udara dingin terasa menusuk sampai kedalam tulang. Anita masih duduk di samping pintu kamarnya ia mengetuk pintu supaya Andre bangun dan bisa membantunya, tapi rupanya Andre masih tidak bangun juga. Setelah benerapa menit kemudian Anita mencoba berdiri dan berhasil, ia juga memegang gelas yang sudah di isi air mineral tadi.
Anita mencoba membuka pintu kamarnya, tapi belum sempat pintu itu di buka Anita di kejutkan dengan suara petir yang menggelegar dahsyat hingga membuatnya berteriak kaget.
DAAAARRR
suara petir menggelegar dahsyat hingga membuat lampu padam
Aaaaaaaa
Prakkk
Anita kaget mendengar kerasnya suara petir.
Andre mendengar suara teriakan dari luar pun kaget dan langsung terbangun, ia meraba raba ke samping tempat Anita tapi Anita tidak ada. Keadaan ini membuat Andre kaget dan langsung mengambil ponselnya lalu menyalakan senter, di sorotkan senter itu semua sudut kamar tapi tidak menemukan Anita.
Andre langsung pergi ke sumber suara yang terdengar dari luar kamar sambil membawa ponselnya.
Betapa kagetnya Andre melihat Anita duduk di depan pintu kamar sambil memegang dadanya, dan di sampingnya tercecer pecahan gelas.
" kamu kenapa sayang ?" tanya Andre membungkukkan badannya dan berjongkok di hadapan Anita
Anita masih diam mematung tidak mendengarkan ucapan Andre, ia juga masih memegangi dadanya yang berdetak hebat dan terasa sesak.
" sayang, sayang kamu kenapa ?" tanya Andre lagi
" dada Nita kak !" kata Anita dengan suara yang melemah
" kita ke ruang pengobatan sekarang !" kata Andre lalu menggendong tubuh Anita turun ke lantai bawah ke ruang pengobatan.
__ADS_1
Andre langsung membaringkan Anita di atas tempat tidur yang tersedia di ruang pengobatan. Anita masih memegangi dadanya yang terasa sesak dan berat hingga membuatnya pingsan.
Andre yang melihat keadaan Anita seperti ini langsung memasangkan selang oksigen ke hidung Anita lalu memeriksanya.
Tak lama kemudian listrik pun kembali menyala. Andre langsung memanggil asisten rumah tangga nya untuk membersihkan pecahan gelas tadi, tapi ia tidak jadi karena ia juga tahu ini sudah masuk dinihari jadi orang orang tengah tertidur pulas.
Mendengan Andre memanggil asisten rumah tangganya membuat Kania terjaga dari tidurnya dan langsung keluar dari kamar.
" ada apa Ndre ? " kata Kania
" enggak ma ! tadinya Andre mau nyuruh bibi buat bersihin pecahan gelas di atas tapi gak jadi , kasihan lagi tidur bibi nya !" jawab Andre
" biar mama aja yang beresin ! tapi kok bisa pecah sih Ndre ?" tanya Kania
" entahlah ma ! Andre juga kurang tahu tapi pas tadi Andre mendengar suara orang yang berteriak dan suara pecahan dari luar kamar, pas Andre lihat Anita sudah duduk sambil memegangi dadanya !" jawab Andre
" tapi Nita gak kenapa napa kan ?" tanya Kania mulai panik
" enggak ma, tapi sepertinya Anita merasa sesak hingga membuatnya pingsan !" jawab Andre
" iya ma, makasih ya ma !" kata Andre
Kania pun langsung mengambil sapu dan pengki lalu mulai membersihkan pecahan gelas itu hingga benar benar bersih. Setelah membersihkan pecahan gelas tersebut, Kania langsung menemui Andre dan Anita di ruang pengobatan.
" gimana keadaannya sekarang ?" tanya Kania
" masih belum sadar ma, detak jantungnya juga tidak beraturan. sepertinya Anita benar benar shock !" jawab Andre
Tak lama kemudian Anita membuka matanya, ia melihat Andre tengah berdiri di sampingnya.
" kak !" kata Anita
__ADS_1
" iya, ada apa ?" tanya Andre Anita hanya menggelengkan kepalanya
" kamu kenapa sayang ?" tanya Kania
" gak apa apa kok ma !" jawab Anita
" syukurlah kalau gak apa apa ! mama khawatir kamu kenapa napa lagi !" kata Kania
" ma, mending mama tidur lagi aja ! biar Anita Andre yang jagain !" kata Andre
" iya ! Nita, mama ke kamar lagi ya !" kata Kania
" iya ma !" jawab Anita
Kania pun keluar dati ruang pengobatan dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
" kamu kenapa sayang ?" tanya Andre sambil dusuk di samping Anita
" gak apa apa kak, tadi Nita dengar suara petir sangat keras. Nita kaget membuat kaki Nita terasa lemas dan dada Nita juga terasa sesak!" jawab Anita
" tapi kenapa bisa kamu di luar kamar ?" tanya Andre
" Nita haus kak, Nita ngambil air minum !" jawab Anita
" kenapa gak bangunin aku saja ?" tanya Andre lagi
" tadinya Nita gak mau ganggu kak Andre yang tidur pulas ! tapi akhirnya Nita malah bangunin kan Andre dan bikin repot lagi ! maaf ya kak !" kata Anita menundukkan kepalanya
" hey, tidak perlu merasa bersalah seperti itu ! lagi pula aku yang harus minta maaf, aku terlalu nyenyak tidur !" jawab Andre
" sudahlah, jangan bicara lagi ! tidurlah, biar aku temani kamu tidur diaini saja !" kata Andre
__ADS_1
" iya kak !" jawab Anita
Akhirnya Andre dan Anita tidur di dalam ruang pengobatan. Anita tidur dalam pelukan Andre membuatnya sangat nyaman dan tertidur dengan pulas.