Jodoh Pilihan Orang Tua

Jodoh Pilihan Orang Tua
keretakan hubungan Anita


__ADS_3

Disaat perlombaan inilah awal mula keretakan hubungan Anita dan Haris. ternyata diam diam Haris mengagumi Mila, salah satu peserta perlombaan yang sudah ia kenal karena mereka dulunya adalah teman SD.


Pada awalnya Haris menatap Mila dari kejauhan, Haris pun menghampiri Mila di lapangan olahraga. Haris tak mengetahui kalu Anita melihatnya menghampiri Mila.


" kok, mereka bisa deket banget gitu ya ?" kata Anita menatap Haris yang sedang ngobrol


" kenapa Nit ?" tanya Malika


" sabar ya !" tambah Malika sambil memegang tangan Anita.


Anita pun memeluk Malika menangis melihat kejadian itu. Malika bingung harus melakukan apa untuk menenangkan dan menghibur hati Anita. Sedangkan di lapangan olahraga terlihat Haris yang masih sibuk ngobrol dengan teman SD nya sampai sampai mereka bertukar no hp.


"eh, aku pergi dulu ya !" ucap Haris sambil mengisyaratkan pada Mila untuk menelfonnya nanti.


"iya, ditunggu ya !" jawab Mila sambil melambaikan tanganke arah Haris sambil tersenyum.


Dilihat dari ekspresi wajah Haria dan Mila sekilas menyiratkan ada suatu yang terpendam diantara mereka, hal itu sukses membuat hati mereka bahagia dan sekaligus sukses membuat hati Anita sedih dan kecewa karena melihat kejadian tadi.


"Nita, ayo naik ! aku antar pulang ya !" kata Haris dengan lembut


" gak usah ! maaf aku mau pulang sama Malika aja !" jawab Anita dengan ekspresi yang kesal dan tatapan kosong dari matanya itu yang membuat Haris kaget dan bertanya tanya dalam hatinya ' tidak biasanya Anita seperti ini ' tanya Haris dalam hatinya.


Dengan terburu buru Anita melangkah meninggalkan Haris yang menatapnya dengan penuh rasa heran. Tiba tiba Malika datang lewat di pinggir Haris, dan Haris menghentikan Malika secara tiba tiba.


"Malika, tunggu dulu !" kata Haris


dengan kagetnya Malika mengerem motornya sekaligus


"ya, ada apa ?" tanya Malika dengan kesal


"Anita kenapa ? kok jadi beda gitu ?" tanya Haris


" tak tau ! fikir aja sendiri !" jawab Malika kesal


Malika pun berlalu pergi menyusul Anita.


"Nit, ayo naik ! kita pulang" ajak Malika


Tiba tiba langkah Anita terhenti, Anita memegang kepalanya yang terasa sakit.


" kamu kenapa Nita ?" tanya Malika cemas melihat wajah Anita yang pucat


"kepalaku sakit ka !" jawab Anita sambil memegangi kepalanya.


Malika pun langsung turun dari motornya dan memapah Anita ke pos satpam di dekat sekolah. Setelah itu Malika pergi membeli air mineral dan memberikannya pada Anita.


"nih minum dulu airnya !" kata Malika cemas


" gimana, masig sakit kepalanya ?" tambah Malika


Anita hanya menganggukkan kepalanya, ia menyembunyikan rasa sakitnya dari Malika karena tak ingin membuat Malika jadi tambah panik.

__ADS_1


"kalau udah enakan kita pulang sekarang ya !" ajak Malika denganekspresi sedikit lega.


Setelah sampai dirumah Anita terdengar suara pertwngkaran antara mama dan papa nya Anita.


Anita dan Malika pun saling melirik satu sama lain. Malika segera pamit karena merasa tidak enak menyaksikan pertengkaran orangtua Anita.


"Nit, aku pulang ya ! kamu jangan lupa minum. obat supaya cepet sembuh oke !" kata Malika


Anita tak menjawab sepatah katapun, ia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya melihat Malika pulang.


Melihat kedua orang tuanya yang selalu bertengkar setiap saat membuat hati Anita semakin sakit, Anita pun pergi ke kamarnya dan ia lebih memilih diam mengurung diri.


Pagi sudah tiba, Anita sudah menyiapkan peralatan sekolahnya lalu pergi sarapan bersama mama dan papanya.


"Nita hari ini papa antar kamu berangkat sekolah ya !" kata Agung Hermawan (papa Anita)


" iya baik pah !" jawab Anita singkat


"maaf ya, tadinya mama yang mau anterin kamu, tapi hari ini mama gak bisa ! mama harus meeting sama klien pagi ini !" kata Ayu (mama Anita)


Setelah sarapan Anita dan kedua orangtuanya berangkat, Anita dan papanya masuk kedalam mobil yang berbeda dengan mobil mamanya Anita.


mereka berangkat beriringan namun berpisah di persimpangan dekat rumah karena arah yang mereka tuju tidak sama. Sesampainya di sekolah Anita turun dari mobil papanya dan berpamitan.


"Nita sekolah dulu pah ! hatu hati di jalan !" kata Anita


papanya Anita hanya menganggukkan kepala dan melambaikan tangan ke arah Anita lalu pergi menuju kantornya. Dengan santai Anita melangkah ke kelasnya.


"hai ka !yang lain kemana ?" tanya Anita


" yang lain belum pada datang, katanya masih dijalan ! kamu udah sembuh ?" tanya Malika


"udahlah ! nih, aku bisa datang sekolah hari ini !" jawab Anita


Haris pun datang menghampiri Anita dan Malika yang sedang ngobrol.


" hai Nit ! siapa yang sakit ? kamu ?" tanya Haris


"gak ada yang sakit kok ! biasa aja !" jawab Anita kesal


"kok jawabnya ketus gitu sih ?" tanya Haris


" fikir aja sendiri !" jawab Anita kesal.


Haris hanya bisa terdiam menyaksikan kejadian yang baru saja ia alami, terbesit pertanyaan dibenaknya mengapa Anita bisa berubah secepat itu.


Setelah beberapa hari kemudian Anita mengirim pesan pada Haris.


**********


maaf Ris sebelumnya, aku mau bilang kalau aku k3cewa sama kamu ! ternyata kamu gak bisa dipercaya !

__ADS_1


**********


kata Anita dalam pesannya


**********


kenapa ? dan ada apa ?


**********


tanya Haris


**********


aku lihat kamu ngobrol deket banget sama perempuan itu saat perlombaan di sekolah waktu itu, dan aku lihat kalian sudah dekat dan saling bertukar no hp.


**********


balas Anita


**********


oooh itu...


dia itu Mila, teman aku waktu di SD. kita cuman ngobrol biasa aja ! lagi pula dia minta no hp aku karena ingin menyambung tali silaturahmi doang !


**********


balas Haris


**********


sudahlah ! terserah kamu saja !


**********


balas Anita


**********


ya kalau ada orang yang mau silaturahmi sama kita ya gak boleh ditolak dong !


**********


bals Haris


**********


terserahlah !


**********

__ADS_1


balas Anita


__ADS_2