
kenapa dia berubah seperti ini ? aku tidak mengenalimu lagi sekarang ! kamu kenapa ? apa kamu marah ? kalau marah, alasannya apa ? aku tidak mengerti ! gumam Andre dalam hati
Andre pun pergi meninggalkan Anita sendiri. Tidak biasanya Anita seperti ini. selama menikah, baru kali ini Andre melihat Anita berperilaku seperti ini padanya. Pada akhirnya Andre pergi ke kantin untuk makan siang.
" hai dok !" sapa Mawar
" hai " jawab Andre dengan nada datar
" boleh saya duduk disini ? soalnya semua meja sudah penuh !" kata Mawar
" boleh !" lagi lagi Andre menjawab dengan nada datar
" kok cuman sendirian dok, Dr. Anita kemana ?" tanya Mawar penasaran
" Anita masih sibuk, jadi tidak bisa menemaniku makan siang hari ini !" jawab Andre
" oh begitu ya, bolehkah saya menemani dokter makan siang ? kebetulan saya juga belum makan siang !" tanya Mawar pada Andre
Andre hanya menganggukkan kepalanya. sebenarnya Andre merasa risih setiap ada wanita yang mendekatinya, apalagi Mawar selalu mencari kesempatan untuk dekat dengannya.
rasanya aku tidak betah makan disini, apa sebaiknya aku makan di ruanganku saja ? atau makan bersama dengan Anita ? gumam Andre dalam hatinya merasa tidak nyaman karena Mawar selalu mendekatinya
yah, benar ! lebih baik aku makan bersama Anita saja di ruangannya. fikir Andre
__ADS_1
Andre pun memesan dua porsi makan untuknya dan istrinya. Tapi Mawar yang duduk satu meja dengan Andre merasa ke girangan karena Andre memesankan makanan untuknya juga. Pedahal sebenarnya Andre memesan untuk ia makan bersama Anita, istrinya.
" ini dok pesanannya !" kata pelayan di kantin sambil menyerahkan kotak makanan yang pesan Andre tadi.
" iya, terima kasih ! ini uangnya ! ambil saja kembaliannya !" kata Andre bersiap untuk pergi
" terima kasih dok !" jawab pelayan tadi
Andre berdiri dan membawa dua kotak makannya, tapi tiba tiba Mawar menarik tangannya.
" mau kemana dok ? bukankah kita akan makan bersama ?" tanya Mawar
" tidak, aku berubah fikiran ! aku mau makan berdua saja dengan istriku !" jawab Andre dengan nada datar
Anita pasti senang aku bawakan makan siang untuknya. lagi pula dia terlalu sibuk, jadi tidak sempat untuk makan di kantin. Gumam Andre di fikirannya sambil tersenyum merekah
Andre berjalan menuju ruangan Anita. Sesampainya di ruangan Anita, Andre melihat istrinya itu sedang berbicara dengan seorang laki laki.
" hai sayang ! kita makan bareng yuk !" ajak Andre
" eh, ada Dr. Haris juga disini ?" tanya Andre dengan nada tidak suka
" iya, Haris membawakan aku makan siang ! jadi maaf, aku tidak bisa makan bersama kak Andre ! maaf sekali kak !" kata Anita merasa tidak enak dengan Andre
__ADS_1
" tidak apa apa ! akan aku makan sendiri saja !" jawab Andre sambil melangkah keluar dari ruangan Anita dengan perasaan kesal.
Dengan kesal, Andre pergi ke ruangannya. Andre memakan makanan yang ia beli di kantin tadi sendiri, hingga Anggita datang.
" hai, kok makannya sendirian aja ? tapi kenapa harus dua kotak makanannya ?" tanya Anggita mendekati Andre lalu duduk di kursi dengan Andre
" ambillah kalau kamu mau !" jawab Andre tanpa melirik Anggita sedikitpun
" benarkah ?" tanya Anggita tak percaya
" iya, kalau tidak mau jangan !" jawab Andre ketus
" aku mau kok ! rezki itu tidak boleh ditolak !" kata Anggita langsung mengambil kotak makanan yang ada di hadapannya dan langsung memakannya saat itu juga.
Anita keluar dari ruangannya, ia berniat pergi ke ruangan Andre untuk menjelasakn kejadian tadi karena Anita tidak mau Andre salah paham.
aku harus segera temui kak Andre dan menjelaskan kejadian tadi, aku tak ingin kak Andre salah paham lagi. gumam Anita dalam hatinya
Saat Anita membuka pintu ruangan Andre, Anita terkejut melihat Andre sedang duduk berhadapan dengan Anggita sambil memakan makanan yang ia bawa tadi.
" kak Andre.." kata Anita terhenti saat ia melihat Andre dan Anita makan bersama
" eh, maaf mengganggu !" tambah Anita lalu berbalik badan dan pergi kembali ke ruangannya.
__ADS_1