
" iya dok, sebenarnya saya sudah putus asa dan hampir menyerah dengan kondisi saya sekarang ini. tapi saya harus tetap bisa membantu orang yang membutuhkan saya. hanya hal itu yang selalu menjadi motifasi saya untuk bertahan sampai saat ini. lagi pula sudah menjadi tekad saya untuk terus menolong orang yang membutuhkan pertolongan, walau harus bertaruh nyawa sekalipun !" jawab Anita
" teruslah berfikir positif, supaya menjadi energi dan kekuatan bagi kita untuk bisa sembuh !" kata Dr. Dini
" iya dok ! saya harus semangat !" kata Anita.
Usai memeriksakan kondisinya Anita tidak langsung pulang. Ia sengaja menghindar dari Andre.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.30, Anita mulai berjalan menuju parkiran mendekat pada mobilnya. Tapi Saat Anita akan membuka pintu mobilnya, terdengar suara laki laki memanggilnya dari belakang.
" Anita !" teriak Haris
" iya !" jawab Anita langsung memutar badan
" tunggu sebentar ! aku mau bicara !" kata Haris dengan nafas terengah engah
" atur dulu nafasmu !" saran Anita pada Haris yang masih terengah engah
Setelah merasa lebih tenang dan nafasnya sudah kembali teratur Haris pun mulai berbicara pada Anita.
" Nita, aku beeterima kasih sekali padamu, karena kamu sudah mau bantu aku buat deket sama Hani dan sekarang kita sudah jadian !" kata Haris dengan sangat gembira
" syukurlah ! tapi menurutku, kamu harus cepat cepat lamar dia Ris. Jangan sampai nanti dia diambil orang dan kamu kecewa !" tutur Anita
" iya, aku juga akan membicarakannya dengan Hani. tapi apa ini semua tidak terlalu cepat ?" tanya Haris
" justru menurutku lebih cepat lebih baik Ris ! nanti aku bantuin ngomong deh ke Hani. Hani juga pasti mau !" jawab Anita
" iya sih, maaf ya Nita lagi lagi aku harus buat kamu repot dengan urusan pribadiku !" kata Haris merasa tidak enak pada Anita
" kamu tidak perlu merasa sungkan ! aku ikhlas kok bantuin kamu, lagian kamu kan teman aku juga ! " jawab Anita
__ADS_1
" kalau begitu terima kasih banyak ya Nita ! oh iya, kamu pulang sendirian ?" tanya Haris
" iya, lagi pula aku bawa mobil sendiri ! aku pamit dulu yah ! besok aku coba ngomong sama Hani ya !" jawab Anita pamit sambil membuka pintu mobilnya
" iya nit, hati hati ya !" kata Haris
" Assalamu'alaikum !" kata Anita sambil melajukan mobilnya meninggalkan parkiran
" waalaikumsalaam !" jawab Haris
" kamu itu memang wanita yang bijaksana dan baik hati Anita. Walaupun dulu aku pernah menyakitimu, tapi kamu tidak membalasnya. Malah sekarang kamu mau bantuin aku untuk dekat dengan wanita lain. aku jadi tambah kagum sama kamu ! aku juga menyesal dulu pernah menghianatimu !" gumam Haris pelan
Setelah Anita tidak terlihat lagi dari pandangannya, Haris pun masuk kembali ke dalam ruangannya. Sedangkan Anita melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. tepat pukul 23. 24 menit Anita sampai di rumahnya. Anita berjalan pelan sekali, karena tak mau sampai Andre mendengarnya.
Rupanya dugaan Anita salah. Andre sedang duduk menunggu Anita pulang. Anita menghentikan langkahnya saat Andre tiba tiba berdiri dari tempat duduknya.
" kenapa jam segini baru pulang ?" tanya Andre
" urusan apa ?" tanya Andre lagi
" urusan mana lagi kalau bukan pasienku !" jawab Anita
" baiklah ! " kata Andre masih berdiri berhadapan dengan dengan Anita
" maaf kak, aku cape mau istirahat dulu !" kata Anita melangkahkan kaki menuju kamarnya
" kenapa kekamarmu ?" tanya Andre
" aku hanya sedang ingin sendiri !" jawab Anita tanpa menoleh sedikitpun
" kenapa ? apa ada masalah ?" tanya Andre merasa penasaran
__ADS_1
" tidak ada ! aku hanya butuh ketenangan !" jawab Anita
Andre masih menatap punggung Anita. Anita tidak menatap wajah suaminya sedikitpun. Andre teringat sesuatu yang terjadi tadi siang saat di rumah sakit.
" tunggu dulu ! aku mau bicara !" kata Andre membuat langkah Anita terhenti
" aku minta maaf, tadi aku kesal melihatmu ngobrol dengan Haris. dan soal kejadian di ruanganku, itu tidak seperti yang kamu fikirkan !" kata Andre menjelaskan
" sudahlah ! aku tak mau memikirkannya !" jawab Anita melanjutkan langkahnya
" aku hanya tidak mau kamu salah faham !" kata Andre
Tapi Anita tidak mendengarkan Andre, ia terus masuk kedalam kamar dan menguncinya rapat rapat.
.
.
.
.
.
hai hai hai readersku...
terus dukung author yup ! jangan lupa tinggalin jejak kalian...
kritik dan sarannya di tunggu ya, supaya author bisa lebih baik lagi tulisnya.
Maaf ceritanya jadi ngawur gitu ya, tak jarang fikiran author mentok mau bikin lanjutan kayak apa lagi.
__ADS_1