Jodoh Pilihan Orang Tua

Jodoh Pilihan Orang Tua
Kenyataan pahit bagi Anggita


__ADS_3

Pagi itu Andre berangkat ke rumah sakit tanpa sarapan lebih dulu, akhirnya Andre harus sarapan di kantin.


Saat sedang asik melahap makanannya terdengar suara yang memanggil namanya, suara itu tak asing di telinga Andre


" Ndre !" panggil Anggita


" kok d panggil gak jawab sih ! " tanya Anggita yang kini duduk di samping Andre


Andre tetap tidak menghiraukan Anggita yang kini sudah duduk di sampingnya. Andre hanya fokus pada makanan yang ia pesan tadi.


" kamu kenapa sih Ndre ?" tanya Anggita sembari memegang tangan Andre


" tidak apa apa !" jawab Andre dengan nada datar dan wajah tanpa ekspresi


" aku mau tanya sama kamu boleh ?" tanya Anggita


" apa ?" jawab Andre dengan ketusnya


" kamu sudah lupa sama aku atau benci sama aku ? sampai sampai kamu tidak mau melihat wajahku !" tanya Anggita dengan wajah memelas


" tidak !" jawab Andre


" tuh kan ! dari jawabanmu saja sudah seperti itu !" kata Anggita merengek


" lalu aku harus bagaimana ?" tanya Andre dengan nada datar


" aku mau kamu kayak dulu lagi, kita balik lagi kayak dulu !" pinta Anggita


" maksudmu ?" tanya Andre merasa penasaran


" kita jalin kembali hubungan kita seperti dulu ! aku mau kita balikan lagi. harus kamu tahu Ndre, selama ini aku nunggu kamu. Aku gak mau menjalin hubungan dengan orang lain, aku selalu berharap kita kembali bersama. kamu tahu bagaimana sakitnya aku saat kita harus dipisahkan oleh orang tuaku ! dan sekarang aku mau kita kembali lagi seperti dulu !" kata Anggita


" tapi aku tidak bisa !" jawab Andre yang sedari tadi tidak menatap wajah Anggita sedikitpun


" tapi kenapa Ndre ?" tanya Anggita

__ADS_1


" aku sudah punya pendamping hidup !" jawab Andre seperlunya


" maksudmu ?" tanya Anggita masih belum mengerti


" aku sudah menikah, aku sudah punya istri !" jawab Andre


" jadi kamu sudah menikah ?" tanya Anggita


" iya !"


Anggita mendengar jawaban dari Andre pun langsung menundukkan kepalanya. Ia merasa sedih, dan menangis.


Andre tidak memperdulikan Anggita yang menangis, ia malah memilih pergi ke ruangannya.


#


Dirumah Anita baru bangun dari tidurnya. perlahan ia mulai membuka mata dan menguceknya, Anita kaget bukan kepalang karena ia belum menyiapkan sarapan untuk suaminya. ya, walaupun Anita sakit hati dan kecewa pada Andre tapi ia tetap melaksanakan kewajibannya pada Andre suaminya. Anita langsung pergi keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Ia langsung memasak makanan untuk sarapan. setelah beres, Anita langsung memanggil Andre tapi tidak ada jawaban dari Andre.


Dengan terburu buru Anita pergi ke kamar Andre, dilihatnya kamar Andre sudah rapi.


" mungkin dia sudah berangkat !" tutur Anita lagi


Anita turun dari tangga ia tidak melihat apa yang di pijaknya hingga ia terjatuh dan tangannya menyenggol guci yang terpajang di dekat tangga hingga pecah. Tanpa disadari tangan Anita mengenai pecahan guci tersebut hingga membuat tangannya berdarah..


" awwww sakiiit !" rintih Anita memegangi kakinya tanpa ia sadari tangannya terluka


tak lama kemudian terdengar suara mobil datang dan masuk garasi.


" kok, kak Andre sudah pulang ? ini kan masih siang !" kata Anita sambil membereskan pecahan guci yang berserakan dilantai.


Andre pun mulai masuk kedalam rumah. Dilihatnya Anita sedang terburu buru membersihkan pecahan guci yang berserakan di lantai.


" kenapa bisa pecah ?" tanya Andre membuat Anita kaget


" eh, kak Andre sudah pulang ! maaf kak, tadi aku jatuh dan tidak sengaja menyenggolnya jadi pecah !" jawab Anita merasa bersalah

__ADS_1


" sudahlah, yang penting kamu tidak apa apa ! tapi, lihatlah tanganmu berdarah !" kata Andre menunjuk pada tangan Anita


" iya, tidak apa apa ! aku akan mengobatinya !" jawab Anita sambil pergi untuk membuang pecahan guci tadi


" duh, kok banyak darahnya sih ? kepalaku jadi pusing !" kata Anita berbicara sendiri sambil memegangi kepalanya


" kenapa wajahmu pucat ? apa kepalamu sakit lagi ?" tanya Andre yang sedari tadi memperhatikan Anita


" tidak apa apa kok !" jawab Anita


Tubuh Anita terasa lemas, pandangannya mulai gelap hingga ia tidak bisa menahan tubuhnya sendiri.


" Anita !" kata Andre menangkap tubuh Anita


Andre langsung membawa Anita ke dalam kamarnya dan mengobati luka di tangan Anita. Tak lama kemudian Anita sadar dan melihat Andre sedang duduk di pinggirnya sambil menatap lurus kedepan.


" kenapa kamu disini ?" tanya Anita


" aku habis ngobatin lukamu, tadi kamu pingsan. jadi aku putuskan untuk menunggumu disini sampai kamu sadar !" jawab Andre


" terima kasih sudah mengobati aku !" kata Anita


" iya. kenapa tadi kamu sampai pingsan gitu ?" tanya Andre


" gak apa apa kak ! aku cuman phobia sama darah, jadi tiap lihat darah banyak pasti seperti ini !" jawab Anita


" oh, begitu ! " jawab Andre


" tolong tinggalin aku sendiri kak !" pinta Anita


" kenapa ?" tanya Andre tidak mengerti


" aku mau istirahat !" jawab Anita


Andre tidak menolak permintaan Anita, Andre langsung keluar dan pergi ke lamarnya di lantai atas.

__ADS_1


__ADS_2