
Usai makan siang keduanya kembali ke rumah sakit untuk meneruskan tugasnya karena jam istirahat juga sudah hampir habis.
Semua aktivitas berjalan seperti biasanya hingga jam kerja usai, Andre dan Anita segera pulang ke ru.ahnya seperti biasa.
Malam telah berganti pagi, perlahan sang surya mulai menampakkan sinarnya. Pagi itu Anita tengah berkutat dengan dapurnya menyiapkan sarapan untuk suami tercintanya. waktu menunjukkan pukul 08.00 keduanya bersiap untuk pergi ke gedung tempat berlangsungnya pernikahan Haris dan Hani.
Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Hani dan Haris. Bagaimana tidak bahagia, hari ini keduanya akan di persatukan dalam ikatan suci yang sakral yaitu sebuah pernikahan. Keduanya sepakat untuk memulai hubungan atas bantuan dan saran dari Anita. Walau bantuan Anita pada Haris dan Hani nyaris membuat rumah tangganya hancur dan membuat Anita di ambang kematian, tapi syukurlah Allah masih baik pada Anita hingga ia bisa bersatu kembali dengan Andre dan selamat dari maut yang mengancamnya.
Hani kini sedang duduk di sebuah ruangan hotel yang ia sewa untuk kelangsungan acara pernikahannya. ya, ia kini sedang berhadapan dengan sebuah cermin setelah selesai di rias. Tangannya berkeringat, menjadi dingin karena ia sangatlah gugup.
tok tok tok
suara pintu di ketuk dari luar
siapa ya ? gumam Hani
ceklek
Nampaklah wajah cantik nan anggun tersenyum saat melihat Hani duduk di depan cermin, yah orang itu adalah Anita.
Anita sengaja datang menemui Hani, karena tahu kini Hani sedang gugup dan cemas. Maka dari itu Anita menemui Hani untuk mencoba menenangkan Hani saat ini.
" kak, aku gugup banget !" kata Hani sambil memegang kedua tangan Anita
" iya, aku juga tahu. makanya aku juga ada disini ! ini selalu terjadi pada setiap orang yang akan menikah. dulu aku juga merasa gugup, yah walaupun pernikahanku hanya atas dasar perjodohan tapi aku juga merasa gugup saat itu. Tapi kamu tenang saja, setelah ijab qabul selesai rasa gugupmu itu akan hilang dengan sendirinya !" jelas Anita menampilkan senyum manisnya
Anita dan Hani ngobrol banyak hingga tidak menyadari kalau Andre memanggil keduanya dari tadi.
__ADS_1
" sayang !" sapa Andre memegang bahu Anita
" kak, kapan masuknya ?" tanya Anita kaget karena suaminya datang tiba tiba
" dari tadi aku ketuk pintunya tapi kalian tidak ada yang menjawab ! oh iya, ijab qabul nya sudah selesai. Hani, kamu diminta segera keluar. ah dan satu lagi, selamat atas pernikahan kalian. semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. " kata Andre dengan tulus
" aamiin !" jawab Hani seraya tersenyum
"ya sudah, kita keluar ! ayo aku bantu ! kak Andre duluan saja !" kata Anita
Perlahan Hani melangkah keluar dari kamar di gandeng oleh Anita. Hani terlihat sangat cantik dengan balutan gaun berwarna putih yang ia kenakan kini. Semua mata tertuju pada sang pengantin wanita yang baru saja keluar dari kamar dengan senyum yang kini merekah di bibirnya, membuat semua orang terpana.
Bagaimana tidak terpana, pasalnya Hani adalah gadis yang tidak suka bersolek berlebihan. Dan sekarang Hani di rias full make up membuatnya tampak jauh lebih cantik.
Haris melihat Hani berjalan mendekat dan duduk di sampingnya membuat senyum Haris mengembang, mengagumi sosok wanita yang kini sudah berganti status menjadi istrinya itu sangat cantik.
Anita sangatlah baik hingga memilih dirimu untuk menjadi milikku. Aku tak akan menyia nyiakanmu, aku berjanji akan membahagiakanmu sebisa dan semampuku. itu adalah janjiku padamu, istriku...
Batin Haris
Setelah selesai menandatangani buku nikah dan beberapa berkas yang di berikan penghulu, kini saatnya Haris memasangkan cincin pada Hani dan begitu pun dengan Hani. Setelah selesai memasangkan cincin, Hani menyalami tangan Andre lalu Andre mengecup kening Hani dan mendapat tepukan dari para tamu dan keluarga yang hadir.
Anita merasa senang melihat Hani dan Haris bahagia.
Tanpa disadari Andre memperhatikan Anita yang kini sedang tersenyum sambil memandang pengantin baru itu, hingga membuat Andre tersenyum.
Aku tahu sekarang kamu bahagia melihat Hani dan Haris telah menikah. Walaupun dulu Haris adalah laki laki yang pernah singgah dihatimu, tapi kamu sungguh wanita hebat sayangku.. Kamu yang mempersatukan Haris dan Hani hingga keduanya resmi menjadi pasangan suami istri. Aku kagum padamu, kamu melupakan rasa sakit yang pernah di torehkan oleh Haris dan sekarang kamu menyatukannya dengan wanita pilihanmu. aku beruntung mendapatkan pendamping hidup seperti dirimu istriku...
__ADS_1
Batin Andre merasa bersyukur
Lengan Andre memeluk bahu Anita dari samping sambil tersenyum, dan Anita menoleh ke arahnya pun tersenyum dan membalas pelukan suaminya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
selamat membaca...
terima kasih untuk kalian yang selalu setia membaca karya nya author...
__ADS_1