Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
11. ungkapan hati pakpol


__ADS_3

matahari sudah berganti rembulan ketika kami sampai di kontrakan. rasanya hari ini begitu lelah tapi menyenangkan. moment seperti ini akan menjadi kenangan saat kami sudah memiliki kehidupan masing masing.


ku rebahkan diriku di atas kasur, setelah seharian beraktifitas di luar, rasanya mata ini mulai mengantuk, sedangkan teman temanku masih asyik dengan dunianya sendiri. baru ingin ku pejamkan mata ini, dering ponselku mengusik telingaku. ternyata pakpol ganteng yang menghubungiku.


" hallo.... assalamualaikum, ada apa yah mas? mataku ini udah satu inci lebarnya, minta buat di tidurin, lagian kenapa sih suka banget gangguin tidurku." cerocos ku setelah ku angkat telepon nya.


" waalaikumsalam dek, ya ampun yang abis jalan jalan pulang pulang galak banget, lagian jam segini ngapain tidur? ini tuh malam Minggu, mending pacaran sama Abang dari pada tidur sore." ucapnya dengan pedenya.


dahiku mengernyit , entah kenapa aku bisa punya teman dumay pedenya melewati garis katulistiwa.


" Abang Abang apan sih ? Abang tukang bakso?" dia hanya tertawa mendengar ucapanku.


" kamu kenapa marah marah Mulu sih dek,? abis jalan jalan bukannya seneng malah marah marah." ucapnya lagi.


" cape mas, baru mau mejemin nih mata, eh...ada yang gangguin. emang mas gak malming Ama temennya? ajakin sana polwan polwan cantik pasti kan ada." jawabku sedikit merajuk


" yang cantik banyak dek, tapi yang bikin nyaman dan senyum senyum sendiri cuma satu, tapi sayangnya jauh." ucapnya padaku.


"hmmmmm... samperin lah mas," jawabku lagi padanya.


" nanti belum saatnya sayang....." mendengar kata sayang darinya aku langsung mendelik tak suka.


" sayang sayang pala mu peyang ? udah yah aku ngantuk banget mas, lagian ada temen ku belum tidur, nanti kalo mereka denger pasti langsung ngreog gak karuan, tau aku chattingan Ama kamu aja mereka heboh apalagi denger kita lagi tlpnan.bisa berisik nih kuping aku mas." ucapku padanya.


" hahahaha.. resiko jadi orang ganteng dek, yasudah tidur sana, kalo kamu tidur mas juga mau tidur, kita ketemuan dalam mimpi dulu ya sayang 🥰...." ucapnya padaku di sertai kekehan kecil darinya. tak lama kemudian panggilannya terputus.tiba tiba satu pesan masuk dari pakpol ke ponsel ku.


" Ting..."


..."aku mengenal sosok seorang yang membuatku nyaman tanpa harus bertemu....


..."dia bisa membuatku cemburu tanpa harus bertatap muka."...


..."bahkan dia bisa membuatku takut kehilangan tanpa adanya ikatan"...


..."aku tak tau ini dinamakan apa."...


..." tapi ku berharap semoga ini yang dinamakan cinta"...


..." have nice dreams my Humairah"...


begitulah isi dari chat yang ku buka, hatiku tiba tiba bergetar mendapat kata kata puitis seperti itu, ini adalah pertama kalinya aku mendapatkan ungkapan dari seorang pria yang begitu manis,walaupun dulu aku pernah dekat dengan mas Andra tapi dia tidak pernah ngungkapin perasaanya padaku, dia hanya menunjukan sikap perhatiannya saja padaku, entah kenapa rasanya ini membuatku bahagia, apa benar aku mulai menyukainya, atau hanya rasa

__ADS_1


kagum semata.


pukul tiga malam aku terbangun karena kantong kemih ku terasa penuh, dan butuh untuk di keluarkan. setelah menuntaskan hajat ku aku tak bisa langsung tertidur lagi. mata ini rasanya begitu segar, iseng ku memainkan ponselku, ku baca banyak chat yang masuk ke ponsel ku, tiba-tiba ponsel bergetar menandakan ada panggilan masuk.


"hallo... assalamualaikum" sapaku pada orang di sebrang sana, ya.... yang menghubungiku adalah pakpol ganteng ku hihihi..


" hallo.... waalaikumsalam dek, kenapa jam segini masih mainan hp ? kamu gak tidur?" ucapnya padaku.


" oh gak mas, tadi abis ke kamar mandi gak bisa tidur lagi, jadi iseng buka-buka hp, mas sendiri kenapa jam segini belum tidur? ini kan masih malem." tanya ku padanya.


" mas biasa bangun jam segini, soalnya kalo jam segini tuh jadwalnya mas curhat." jawabnya padaku membuatku mengernyitkan dahiku.


" curhat jam segini ? curhat apaan jam segini, kurang kerjaan banget sih jam segini maen curhat curhatan. ada ada aja kamu mas." ucapku sedikit heran padanya.


" curhat sama yang ngasih kehidupan mas sayangku,,,suara kamu kenapa kecil banget sih dek, kaya di tahan gitu?" jawabnya padaku,


" rajin sekali orang ini, jam segini bangun buat sholat tahajud pikirku, jika benar sungguh pria yang sholeh ucapku dalam hati.


" emang harus teriak teriak aku ya ngomongnya, lagian jam segini teman teman ku lagi pada tidur, kalo suaraku kenceng yang ada mereka bangun, di bully deh akunya sama mereka." ucapku dengan nada tertahan.


" hahahaha....ya udah gak usah marah marah, Ntar cepet tua kamu dek. emangnya temen kamu suka mbully kamu yh? ko bisa?." tanyanya lagi padaku.


"ya gitu lah pokoknya, kamu kenapa gak tidur lagi mas? ini kan masih malam, besok kamu kerja kan? ntar ngantuk lagi di kerjaan." ucapku padanya, dan dia malah tertawa kecil padaku.


" ya maaf sayang....mas seneng banget di perhatiin gini sama kamu, ya walaupun sederhana tapi manfaatnya banyak, baik buat kesehatan mas." ucap padaku dengan jurus gombalnya.


" dikira vitamin aku apa yah baik buat kesehatan, aku tuh tanya serius jawabnya malah becanda kaya gitu," ucapku dengan nada sewot.


"hehehe iya sayang....kamu tuh kaya vitamin buat mas, kalo sudah terbiasa denger suara kamu sehari gak denger tuh berasa lemes hidup mas," gombalnya lagi pada ku.


" hilihhhh....masih gelap woyyyy....dah jualan gombal aja." ucapku padanya dan membuatnya semakin tertawa renyah.


"iya iya sayang mas gak gombal ko, cuma ngungkapin isi hati aja sedikit. hehehe.


" dek...ketemuan yuk?? mau gak ketemuan sama mas ??? tanyanya lagi padaku dengan nada serius.


aku tak langsung menjawab apa ajakannya tersebut. aku pun bingung harus jawab apa padanya


" kenapa diem aja dek ? gak mau yh mas ajak ketemuan ?tanyanya lagi padaku.


" maaf gak gitu maksudku mas, lagian mas kan jauh di Kalimantan, sedangkan aku di Jakarta. kayanya gak mungkin deh buat ketemuan, lagian mana ada waktu mas buat ke jakarta, kan mas polisi, kerjaannya pasti banyak, sibuk terus." ucapku padanya dengan panjang kali lebar.

__ADS_1


" hehehe...gak sekarang sayang...tapi nanti, kamu mau gak kalo nanti mas ajak ketemuan." tanyanya lagi padaku.


" ketemuan ??? kapan nantinya??? masih lama kan? terus mau ngapain kalo ketemuan??? cecar ku padanya.


" dek satu-satu doank nanyanya, dah kaya wartawan aja kamu kalo nanya sih." gemasnya padaku.


" pengen ngobrol dan kalo di bolehin pengen peluk, hehehe." jawabnya padaku sambil tertawa.


" dih... belum apa apa dah pikiran mesum...dasar pakpol mesum...." umpatku padanya tapi membuatnya tertawa renyah.


" hahaha .... ya ampun gemes banget sih kamu dek, kalo di depan mata dah aku peluk dari tadi kamu." ucapnya padaku.


" dek...mas mau cerita nih sama kamu sedikit tentang mas, mau denger gak?" ucapnya lagi padaku dengan nada serius.


" ngomong aja sih, dari tadi aku juga dengerin kan ? jawabku padanya


"dek.... " dia menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kata katanya. " sebenernya status mas tuh duda dengan anak satu umur 4 tahun, " ucapnya padaku membuatku sedikit syok mendengarnya tapi aku berusaha tetap biasa saja,"


" istri mas meninggal 4 tahun yang lalu saat melahirkan anak mas," entah apa maksudnya di menceritakan semua ini. yang jelas aku cuma berusaha untuk mendengarkannya saja.


" anak mas sekarang tinggal di Jakarta bersama orang tua mas, mas tidak bisa membawa dia bersama mas, karena disini dia akan kesepian jika mas sedang bekerja." lanjutnya lagi padaku.


" ini lah mas yang sebenarnya dek, seorang duda beranak satu. yang hidupnya harus berjauhan dari anak semata wayangnya, karena sebuah tuntutan tugas mas sebagai abdi negara." lanjutnya lagi padaku.


" selama 4 tahun ini tujuan hidup mas hanya untuk anak, setelah istri mas pergi untuk selama-lamanya mas seperti kosong gak punya semangat hidup lagi, tapi istri mas pergi meninggalkan bayi mungil yang begitu tampan, sekuat mungkin mas buat bertahan sampai sekarang, karena dukungan dari orang tua mas, saudara, dan teman-teman mas yang selalu menyemangati mas." dia pun menghembuskan nafas dalam lagi, tetapi suaranya sedikit bergetar seperti menahan tangis.


" sampai di tahun kedua kepergian istri mas, mas baru bisa mengikhlaskannya pergi, dan ayah mas pindah ke jakarta karena beliau sudah pensiun, dan ingin menghabiskan waktunya dengan cucu-cucu nya di Jakarta. lanjutnya lagi.


" itulah mas yang sebenarnya dek, mas bicara seperti ini karena mas ingin kamu tahu kebenaran tentang mas, karena sejujurnya mas ingin juga mengenalmu lebih dekat. mas ingin mengenalmu lebih jauh, dari yang kecil sampai yang terbesar." ucapnya lagi padaku.


"apa boleh dek mas mengenalmu lebih jauh? mas tau kamu masih sangat muda buat mas yang sudah tua ini, jujur mas agak gak pede pas deketin kamu, tapi mas mulai nyaman sama kamu," tuturnya lagi padaku.


aku begitu terkejut mendengar semua pengakuannya, ternyata kisah hidupnya jauh lebih menyakitkan daripada kisah patah hatiku ini, dia yang mempunyai banyak uang dan jabatan saja memiliki masalah kehidupan yang begitu menyayat hati, seharusnya aku tidak harus terpuruk terlalu lama meratapi patah hatiku ini, masih banyak masalah orang lain yang lebih berat dari pada masalah ku ini pikirku."


"aku gak tau harus ngomong apa mas... kalo masalah status duda mas aku gak masalah, aku hanya terkejut saja, aku hanya seorang gadis desa yang terpaksa pergi ke kota untuk mencari uang dan menggantungkan cita-citaku disini, aku hanya seorang anak dari orang yang tidak ber UANG dan tidak memiliki jabatan, terlebih lagi aku pernah punya pengalaman kurang enak sama orang orang yang punya uang dan jabatan, sedangkan aku...? aku cuma anak dari orang yang tidak memiliki apa apa," ucapku padanya.


" aku bisa terdampar disini karena itu semua mas, mereka menghina kami karena kami orang gak punya, aku gak mau mas mereka menghina orang tuaku, cukup aku yang sakit, aku gak mau melihat mereka merendahkan bapak dan ibu ku." ucapku padanya tanpa sadar aku mencurahkan semua masalahku padanya dengan nada sedikit serak karena aku berusaha menahan tangisnya.mas ikbal mendengarkan semua keluh kesah ku, tanpa menyela sedikit pun.


" apa kamu memandang semua orang yang memiliki jabatan seperti itu dek?" tanyanya padaku.


" entahlah mas, aku cuma takut saja, rasanya masih sakit kalo mengingat itu." jawabku padanya.

__ADS_1


entah sudah berapa lama kami berbicara dari hati ke hati, memahami perasaan masing-masing, sampai tak terasa waktu subuh pun datang, memutuskan mengakhiri percakapan, karena kami harus menunaikan kewajiban kami sebagai umat muslim.


__ADS_2