
" Bu...aku mau ketempat bude dulu yah? " aku ada perlu sama mba nur.." pamit Aisyah pada ibunya.
usai lamaran kemarin, keluarga aisyah sudah kembali pada aktivitasnya masing-masing. ibu yang sudah sejak pagi sibuk di warungnya, sementara bapak sudah sibuk dengan sibuk di bengkel.
" iya nduk....jangan terlalu siang yah pulangnya ? ibu butuh bantuan kamu buat masak makan siang." balas ibu dan di angguki oleh Aisyah.
" mari Bu...." pamitnya juga pada tetangga yang sedang belanja di warung ibu. saat Aisyah sudah berlalu para tentangga mulai kepo tentang acara kemarin.mereka sangat penasaran keluarga seperti apa yang sudah melamar Aisyah, mengingat kemarin ada 3 mobil lumayan mewah yang datang saat acara lamaran. jiwa kepo ibu-ibu di kampung sini pun meronta menuntut jawaban dari yang punya hajat.
" Bu santi...beneran yah kemeren yang nglamar Aisyah profesinya polisi??? " alis ibu hanya menjengit mendapatkan pertanyaan dari tetangganya.." kalo iya beruntung banget yah Aisyah dapet polisi... gak jadi dapet yang kerjaan kantoran sekarang dapetnya polisi, dah gitu jabatannya tinggi lagi. Kapolres! bener kan Bu santi..?." ucapnya lagi.
" iya tuh bener...mana kesini mobilnya pada bagus-bagus lagi, dah ketahuan orang kaya itu mah..! dandanannya saja elegan gitu yang perempuan. kalo laki-lakinya semuanya ganteng-ganteng." timpal yang lain.
" orang mana sih Bu itu??? tanyanya lagi semakin kepo.
mendapat berondongan pertanyaan dari tetangganya membuat ibu hanya beristighfar dalam hati, dia tau tetangganya tidak akan berhenti bertanya jika belum mendapatkan jawabannya.
" alhamdulilah rejeki Aisyah mungkin, mereka orang-orang baik yang mau menemani Aisyah apa adanya bukan ada apanya." jawab ibu dengan lugas.
" bener itu... biasanya kan kalo orang yang punya pangkat cari pasangan juga yang punya pangkat, paling tidak yang sederajat lah. bener kan Bu...." ibu hanya manggut-manggut saja.
" tapi katanya dia duda punya anak satu yah Bu santi?." celetuk salah satunya lagi. ibu hanya tersenyum saja.
" beneran Bu ???."
" iya Bu.... calonnya Aisyah memang duda punya anak satu, dia duda ditinggal mati sama istrinya bukan duda karena cerai." papar ibu pada mereka, bagi ibu untuk apa malu jika menantunya adalah duda beranak satu, selama dia memiliki akhlak yang baik ibu akan menerimanya dengan senang hati.
__ADS_1
" kok Bu santi mau sih?? Aisyah kan cantik masa dapetnya duda..." tanyanya lagi semaki julid saja tetangganya pikir ibu.
" kenapa memangnya kalau duda?? selama dia seiman dan memiliki akhlak yang baik saya terima saja, yang terpenting dia bukan suami orang..! jadi buat apa mikirin yang bikin pusing. toh jodoh sudah diatur kan?". jawab ibu dengan telak membuat semua yang ada disana bungkam.
" bener tuh Bu santi....lah wong jodoh sudah ada yang ngatur....mau sampeyan gak ngerestuin kalo sudah jodohnya ya pasti menikah!."
" dari pada mengharapkan yang gak pasti, mending yang udah nyata yang ada di depan mata saja toh...".
ibu tau diantara tentangga yang belanja l disini ada yang tidak suka dengan keluarganya, bahkan sejak kejadian dua tahun yang lalu, dia ikut menjelek-jelekkan keluarganya.
" iya betul....itu namanya JODOH YANG TAK DINANTIKAN... tau-tau dateng sendiri..! betulkan Bu santi???." ibu hanya tersenyum saja mendengar celetukan-celetukan tetangganya. Meraka membubarkan diri satu persatu setelah pesanan mereka sudah mereka dapatkan.
disaat warung sudah sepi, ibu mendekati bapak yang sedang menambal ban motor pelanggannya. ibu menghela nafas kasar saat berada di dekat bapak. bapak yang masih fokus dengan pekerjaannya hanya menatap ibu sekilas.
" tetangga kita aneh-aneh ya pak? waktu itu pas Aisyah gagal dengan Andra di bilang yang gak-gak, sekarang dapet yang lebih dari keluarganya Andra di gosipin juga! rasa-rasanya kok kita salah terus yah dimata mereka?." ibu menoleh kearah bapak yang sedang tersenyum mendengar penuturan ibu.
" lah ibu kemana saja sih selama ini...? kan memang sifat tetangga kita seperti itu. jadi tidak usah dimasukan kedalam hati, nanti jadi penyakit loh!." ucap bapak.
" biarkan saja mereka mau berkata apa pada kita, yang terpenting kita juga jangan ikutan menjadi seperti mereka. kalau ibu juga seperti itu nanti gak akan ada habisnya....paham?!". tutur bapak memberi pengertian pada ibu. ibu pun hanya mengangguk saja.
" sekarang Aisyah dimana??".tanya bapak lagi.
" tadi pamit kerumah budenya, ada perlu katanya sama istrinya Hadi!." jawab ibu.
" emmmmm...... biarkan saja dia main, toh besok lusa libur sudah habis, jadi dia akan sibuk kerja sama kuliahnya." ibu hanya mengangguk saja, benar kata suaminya ...selama di kampung biarkan Aisyah melepas penatnya sejenak. dia akan disibukkan kembali oleh pekerjaannya dan tugas-tugas kuliahnya jika sudah kembali kembali ke Jakarta.
__ADS_1
" yasudah ibu masuk dulu, mau masak buat makan siang...kalo ada yang beli, tinggal teriak saja ya pak?." bapak hanya mengangguk.
ibu pun berlalu meninggalkan bapak yang masih terpaku dalam duduknya, tak lama kemudian bapak dikagetkan kedatang Tino bapak dari Mira mantan sahabatnya Aisyah. di datang dengan membawa sepeda motor.
"rud....tolong liatin motorku, tadi pagi pas aku pake tiba-tiba mogok di tengah jalan, sudah nyala lagi sih?... tapi takutnya macet lagi." ucap pak tino.
" ya... boleh.... sebentar saya liat dulu barangkali ada yang rusak..?." jawab bapak sopan, bagi bapak selama dia datang dengan sopan maka bapak akan membalas dengan sopan lagi meskipun mereka di luar sana selalu bersikap tidak menyenangkan padanya.
" sepertinya ada caburatornya yang harus di ganti no." ucap bapak setelah memeriksa keadaan motor bapak .
" yasudah ganti saja kalo gitu!!. jangan pikirin biayanya, kalo ada yang perlu di ganti lagi langsung ganti saja." ucap pak tino dengan nada sombongnya. bapak hanya tersenyum saja menanggapi sikap sombong dari pak tino.
" bapak tau kedatangannya saat ini bukan hanya sekedar untuk menyervice motornya saja, akan tetapi untu merendahkannya saja. bapak mulai mengotak-atik motor pak tino.
" ngomong-ngomong kemarin Aisyah abis dilamar yah??".benar tebakan bapak, kalau kedatangan orang ini hanya untuk mencari informasi tentang gosip yang sudah beredar di luaran sana.
" alhamdulilah iya no, ternyata masih ada yang mau sama anak saya juga." jawab bapak dengan senyuman diwajahnya.
" ya pasti laku lah rud...namanya juga masih muda, pasti laku...! apalagi aisyah lumayan cantik, walaupun dapet duda , tapi lumayan lah soal kerjaannya." celetuknya lagi.
" iya Alhamdulillah, malah saya langsung dapet cucu satu! ganteng lagi no....persis bapaknya, calon polisi lagi sepertinya..." balas bapak lagi disela-sela memasang perintilan motor pak tino. mendapat balasan seperti itu pak tino langsung kicep.
motor sudah selesai diperbaiki pak tino pun pergi setelah melakukan pembayaran. bapak menghela nafas berat saat pak tino sudah mulai menjauh.
" benar-benar keterlaluan mereka, gak istrinya gak suaminya sama saja, gak pernah berubah," gumam bapak sembari membereskan alat-alat yang sudah ia gunakan.
__ADS_1