Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
20. bertemu keluarga ikbal 2


__ADS_3

" Oma.......liat ada Tante cantik datang....! " teriknya ketika memasuki raung keluarga.


sang nenek yang sedang berada di dapur pun segara menghampirinya, siapa kiranya yang di panggil Tante cantik oleng cucu tampannya itu, sang nenek begitu terkejut melihat seorang gadis cantik yang pernah di tabrak oleh cucunya sedang di duduk bersama cucunya, sementara Ikbal yang melihat mamanya datang pun langsung menghampirinya.


" mah....ayok kenalan sama Aisyah dulu, ini Aisyah yang pengen ikbal kenalin sama mamah dan papah." ucap Ikbal dengan lembut pada ibunya.


" ya ampun, dunia ternyata sempit yah, kamu yang pernah di tabrak sama Iky pas supermarket kan?." tanya ibunya ikbal.


" iya Bu... saya juga gak nyangka kalo ibu sama iky masih ada hubungannya sama mas ikbal." ucap Aisyah sedikit gugup dan takut.


" gak usah takut gitu mamah sama papahnya ikbal gak makan orang kok, jadi rileks aja yh? gak usah sungkan." ucapan ayahnya mas ikbal yang baru bergabung ke ruang keluarga membuat semua orang yang ada di situ tertawa. melihat wajah Aisyah yang gugup membuat dia Sakin menggodanya


" pah....jangan di godain terus Aisyahnya, nanti dia gak mau diajak main lagi kesini. " ucap ibunya mas ikbal.hingga terdengar suara adzan mengehentikan obrolan hangat kami.


" ya sudah mas mau ganti baju dulu, bentar lagi mas mau ke masjid, kamu kalo mau sholat pinjaman mukenah sama mama aja, terus sholatnya di kamar mas yah.? mah...nitip Aisyah yah mahhh?? jangan bikin dia nangis." dan membuat ibunya ikbal mencebik saja mendengar ucapan ikbal.


" ikbal turun dengan pakaian sholatnya, dia terlihat berbeda dengan sarung dan baju kokonya yang melekat ditubuhnya, membuat pandangan Aisyah terasa sejuk melihat itu.


" Tante cantik iky sama ayah mau ke masjid dulu yah? Tante cantik jangan pulang dulu, iky masih mau main sama Tante cantik." ucap anak tersebut sebelum keluar rumah yang langsung di angguki oleh Aisyah.


" mas ke masjid dulu, kamu di rumah yah? gak usah takut, kalo butuh apapun bilang sama mamah mas atau bibi di belakang, jangan sungkan oke." ucapnya menenangkan Aisyah.


" ayah.....ayokkkkkk buruan! udah di tungguin opa di depan." ucap anak itu membuat Ikbal sedikit sebal.


" Iyah.....iky jangan suka teriak-teriak kaya gitu, ini bukan hutan!." ucap Ikbal memperingatkan anaknya.


melihat pemandangan seperti itu, membuat Aisyah terharu, anak dan ayah saling berdebat tetapi begitu hangat rasanya, dia melihat ikbal begitu menyayangi anaknya.


" Syah....kamu sholat aja di kamar ikbal yah, mukenanya sudah ada disana, kamarnya yang paling dekat dengan tangga yh?." Aisyah merasa tidak enak masuk ke kamar masuk ke dalam kamar seorang pria yang bukan siapa-siapanya, walaupun keluarganya menerima dengan baik tetap saja selama belum ada ikatan resmi dia merasa tidak pantas.


" gak papa , gak usah sungkan gitu! kalo kamu memang sungkan, sholat di mushola belakang saja, disana ada mushola kecil kamu bisa sholat bareng bibi." ucapnya lagi.

__ADS_1


akhirnya Aisyah sholat bersama bibi yang membantu pekerjaan rumah di rumah orangtua Ikbal, dia masih merasa sungkan untuk masuk ke kamar Ikbal. selesai sholat Aisyah melihat ibunya mas ikbal sedang berada di ruang makan, di pun mendekatinya.


" boleh Aisyah bantu Bu ?..." tanyanya pada ibu ikbal. ibunya mas ikbal pun langsung menoleh kearah Aisyah sambil tersenyum.


" boleh Syah...gak usah sungkan gitu, lagian sebentar lagi juga kamu akan jadi bagian dari kami." ucap ibunya mas ikbal.


dia tau aisyah masih merasa canggung pada keluarganya, sebisa mungkin nyonya rumah ini membuatnya nyaman, dengan membiarkan Aisyah membantunya menyiapkan makan malam. mendengar ucapan ibu Ikbal membuat Aisyah semakin malu.


" saya sangat senang Syah saat ikbal meminta ijin pada kami membawa perempuan kesini, sebagai ibu saya sangat menghawatirkan nasib ikbal, dia di tinggalkan istrinya saat mereka baru saja mendapatkan seorang putra, saat itu dia begitu terpuruk kehilangan wanita yang begitu dicintainya, kami berusaha sebaik mungkin memberinya dukungan moril, apalagi ada seorang bayi yang harus dia besarkan." ibu mulai ikbal menceritakan tentang ikbal dengan sendu.


" ibu harap kamu mau mencintai anak ibu sepenuh hati, dan menyayangi Rizky seperti anak kamu sendiri."lanjutnya lagi dengan suara serak menahan tangisnya, melihat itu Aisyah langsung meluk calon mertuanya tersebut, di usapnya punggung wanita paruhbaya itu.


" insyaallah Aisyah ikhlas menerima Rizky dan menyayangi Rizky seperti anak Aisyah sendiri, begitu juga dengan mas ikbal, Aisyah akan mencintai mas Ikbal dengan sepenuh hati dalam kondisi apapun." ucap Aisyah menenangkan hati ibunya ikbal.


entah sejak kapan ayah, ikbal dan iky ada di dekat ruang makan, mereka melihat semua adegan antara Aisyah berserta ibunya, melihat itu semua membuat hati ikbal dan ayahnya menatap haru, bagi ayah Aisyah adalah wanita yang tepat mendampingi putranya setelah Yasmine, sedangkan bagi Ikbal sendiri dia baru mengetahui bahwa kedua orangtuanya begitu mengkhawatirkan tentang dirinya. selama ini orangtuanya tidak pernah membicarakan masalah ini bersamanya, mereka tau ini akan membuat ikbal bersedih lagi.


"yah... iky udah laper...kapan Oma dan Tante cantik selesai pelukannya.?" suara iky yang lumayan kencang membuat ibu dan Aisyah langsung melepaskan pelukan mereka, sedangkan ikbal hanya menepuk jidatnya saja .


kami makan dengan perasaan bahagia, semua makanan terasa lebih nikmat malam ini, diselingi dengan celotehan lucu iky yang terkadang membuat kami tertawa.


" Tante....abis makan bantuin iky nyusun leggo yah? ayah beliin leggo baru, tapi iky susah masangnya." sontak membuat Aisyah menoleh kearah Ikbal untuk meminta persetujuannya.


"iya... nanti Tante bantuin." ucap Aisyah padanya.


disaat ikbal dan orangtuanya duduk diruang keluarga, sementara aku dan iky sedang menyusun leggo di kamar iky, anak ini begitu menikmati permainan ini, dia tak segan meminta bantuan Aisyah jika mengalami kesulitan.


" jadi kapan kamu akan mendatangi orangtuanya Aisyah bal? mamah harap secepatnya, mamah suka dengan gadis itu, dan sepertinya iky juga suka dengannya."cecarnya pada ikbal.


" secepatnya mah? besok Aisyah akan pulang kampung, dia akan mulai membicarakan semua pada orangtuanya, baru kita akan kekampumg Aisyah untuk melamarnya.."ucap Ikbal dengan tegas.


" bagus lah...ayah lega dengernya, ayah dan ibu sudah tua, kalaupun kami akan di panggil tuhan , kamu sudah tidak sendiri lagi, ada Aisyah yang akan mendampingi kamu, dan setidaknya iky akan mendapatan kasih sayang seorang ibu." ucap ayah padanya.

__ADS_1


" mamah sama papah akan selalu dampingin kami, aku dan mas Bagas masih butuh bimbingan dari kalian, jadi jangan pernah mengucapkan seperti itu lagi pah." ibu pun terharu menyimak percakapan antara anak dan suaminya tersebut.


waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, ikbal masuk ke kamar anaknya, disana dia melihat kekasihnya sedang mengelus-elus elus punggung anaknya, kebiasaan iky adalah akan minta di elus elus punggung ketika akan tidur, dan dia meminta itu pada Aisyah.


" udah tidur yah?." ucap ikbal pada Aisyah, dan di jawab dengan anggukan kepala.


" udah malem mau nginep aja apa mau pulang?" tanyanya lagi pada Aisyah.


" pulang." jawabnya singkat.


" yasudah ayok pamit dulu sama orang tua mas." Aisyah pun keluar kamar iky bersama ikbal.


diruang keluarga orang tua ikbal sedang menonton televisi ditemani sepiring kue yang di bawa Aisyah tadi.


"pah....mah....aku mau antar Aisyah dulu yah? sudah malam soalnya." ucap ikbal pada orang tuanya.


"gak nginep aja? ini sudah malam loh, kan bisa tidur sama iky." ucap ibu padanya.


"gak usah Bu makasih, lagian besok Aisyah mau pulang kampung, temen temen Aisyah bahkan sebagian sudah pada pulang kampung." tolak Aisyah dengan sopan.


" owh yasudah kalo begitu. salam buat keluarga kamu, dan beri kabar kami secepatnya, supaya kami bisa secepatnya silaturahmi ke kampung kamu." ucap ibu pada Aisyah, di jawab aisyah dengan anggukan kepala disertai senyuman tulus kemudian Aisyah mencium takzim tangan kedua calon mertuanya sebagai tanda hormatnya.


mobil ikbal melaju menuju ke kontrakan Aisyah, hanya memakan waktu 45 menit mobil Ikbal sudah sampai ditempat tujuan.


" aku masuk dulu yah mas, makasih buat hari ini, aku bahagia hari ini, secepatnya aku kasih kabar sama kamu." ucap padanya.


saat Aisyah hendak turun dari mobil tangan Aisyah ditarik ikbal dengan kuat sehingga kepala Aisyah membentur dada bidang ikbal, Aisyah mendongakkan kepalanya menatap ikbal, semetara ikbal tidak menyia-nyiakan itu untuk memagut bibir mungil itu ,sejak berada di rumah, ikbal terus memperhatikan bibir yang sudah membuatnya candu, pagutan yang lembut berubah menjadi semakin dalam saling membelitkan lidah mereka. saat Aisyah mulai kewalahan, Ikbal melepaskan ciumannya dan menyatukan kedua kening mereka dengan nafas keduanya yang masih memburu.


" cup....masuklah... sebelum mas hilang kendali lagi." ucap Ikbal setelah mencium kening Aisyah.


Aisyah tak membiarkan kesempatan itu, dia langsung keluar dari dalam mobil dengan berlari dan langsung masuk ke kontrakannya, malam ini ikbal sudah membuatnya khilaf berkali-kali. sementara Ikbal yang masih berada di dalam hanya tersenyum melihatnya.

__ADS_1


" lama-lama aku gak tahan, aku harus secepatnya nikahi Aisyah, aaaaaa..... harusnya aku jangan nyium bibirnya, kalo begini aku yang repot sendiri." ucap Ikbal frustasi ketika ada sesuatu bagian dari dirinya yang tengah tegang.


__ADS_2