Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
6.hari keberangkatan


__ADS_3

akhirnya hari keberangkatan yang aku tunggu tiba, besok aku akan berangkat ke ibukota, aku akan meninggalkan rumah dan keluargaku sementara,demi cita cita yang aku impikan.


"fa...boleh mbak masuk ? ucapku pada arfa setelah mengetuk pintu kamar arfa.


" masuk aja mba, arfa sedang belajar." jawabnya dari dalam kamar. aku duduk di atas ranjang Arfa, ranjang kecil sederhana dengan ukuran kasur yang kecil juga,tapi bagi kami ini adalah tempat ternyaman di rumah kami


" ada apa mba? tumben masuk kamar ku?" tanya arfa sedikit bingung.


"besok mba berangkat ke ibu kota, mba nitip bapak dan ibu yah? sering sering bantu ibu sama bapak juga kalo kamu lagi senggang, kasihan mereka sudah tua," ucapku pada arfa


" mba gak bisa janji bakal sukses disana, karena itu sudah di atur sama Allah, tapi mba akan selalu berdoa dan berusaha untuk buat orang tua kita bangga, mba minta kamu doakan mba sehat selalu, agar mba bisa kerja ngumpulin uang buat kuliah dan bisa bantu kamu buat biaya sekolah." ucapku pada arfa.


" mba tenang saja, mba gak usah khawatir. Arfa bakalan jagain ibu sama bapak, fokus saja sama tujuan mba, Arfa akan selalu doakan semoga cita cita mba bisa tercapai. kita akan bahagiakan orang tua kita sama sama mba. mba harus semangat dan fokus yah," ucap arfa pada ku.


aku tersenyum pada arfa, ternyata adikku sudah besar, dia masih kecil tapi pikirannya sudah dewasa, entah karena didikan orang tua kami atau karena keadaan keluarga kami yang memaksanya untuk bersikap dewasa, di usia adikku banyak anak yang suka merengek pada orang tuanya untuk Minta di belikan sesuatu yang diinginkan, tapi tidak dengan arfa, dia begitu penurut dan tidak pernah menuntut yang orang tuanya tidak bisa menyanggupinya.


"ya sudah mba keluar yah, lanjutkan saja belajarnya, mba mau ke depan dulu." ucapku sebelum keluar dari kamar arfa.


aku pergi ke ruang tamu untuk menemui ibu dan bapak, aku duduk di antara ibu dan bapak.


" Syah...apa sudah semua persiapannya?? baju baju juga sudah kamu masukin semua yang akan kamu bawa ? tanya bapak pada ku.


" insya Allah sudah semua pak, untuk dokumen kelengkapannya juga sudah, kayaknya GK ada yang belum aku masukin." ucapku pada bapak.


" syukurlah kalo gitu, Syah jaga diri baik baik disana yah, Jangan sampai kamu sakit, jangan lupa juga sholatnya dijaga, bapak dan ibu akan selalu mendoakan kamu terus dari sini, Jangan lupa juga terus mengabari kami, kasihan ibumu jika tidak ada kabar dari putrinya, pasti dia akan melamun seharian." ucap bapak setengah becanda.


" apaan sih pak, ibu kan cuma khawatir saja sama Aisyah," ucap ibu setengah menggerutu.aku dan bapak hanya tertawa kecil melihat ibu begitu.


bapak bangkit dari duduknya dan masuk ke kamar, kemudian keluar lagi sambil memegang amplop cokelat di tangannya, dan memberikannya padaku.


" Syah ini untuk bekal hidupmu selama disana yah, sebelum kamu mendapatkan gaji pertama mu, kamu juga harus punya pegangan dulu, maaf bapak gak bisa ngasih lebih banyak lagi." ucap bapak padaku, aku begitu terharu mendengar bapak bicara seperti ini, aku sangat bersyukur memiliki orang tua yang mau mendukungku.


"terima kasih pak, ini sudah lebih dari cukup, Aisyah juga punya pegangan sedikit untuk tambahannya." ucapku pada bapak.aku memeluk bapak dan ibu setelah aku menerima uang yang bapak kasih padaku.

__ADS_1


" yasudah lebih baik kamu tidur biar besok bisa siap siap lagi." ucap bapak pada ku.


" baik pak, kalo gitu Aisyah masuk kamar dulu, " jawabku pada bapak.


aku sangat senang ternyata bapak memikirkan dengan matang tentang keinginanku ini, aku akan gunakan uang bapak dengan sebaik mungkin, kasihan bapak uang segini dia berikan padaku untuk biaya hidupku di tempat baru. aku berjanji akan mengganti uang ini secepatnya, setelah aku sudah mendapatkan gaji ku .


#


#


#


seperti biasa aku mengawali kegiatanku dengan membantu ibu di dapur setelah melaksanakan kewajibanku pada sang Khaliq.


"Bu biar Aisyah bantu, sebelum Aisyah berangkat biar Aisyah yang membuat sarapan buat kalian semua." ucapku pada ibu.


"yasudah ibu mau anterin teh anget dulu buat bapak sama arfa, kayanya mereka sudah pulang dari mushola," ibu pergi dengan membawa dua gelas teh hangat ke depan.


aku mulai masak sarapan untuk kami bersama, hari ini adalah hari keberangkatan ku, aku ingin makan dengan lahap bersama keluargaku, karena besok kami akan berjauhan untuk sementara waktu, aku begitu semangat memasak hari ini, hingga tak terasa masakan sudah matang semua, aku menyajikannya di meja makan, dan memanggil keluargaku untuk sarapan bersama.


"Syah... sudah siap ? ini sudah mau jam tujuh, ayo nanti kita terlambat," panggil ibu dari luar kamarku.


"iya Bu, ini sudah selesai" ucapku sambil keluar kamar. ku pandangi kamar ku sejenak, tempat ternyaman selama aku disini, begitu banyak kenangan disini, tawa, tangis, sedih dan bahagia aku lewati di kamar ini, rumah sederhana tapi begitu banyak cinta yang aku dapatkan dari keluargaku, aku harus meninggalkan semua ini sementara demi cita cita ku.


" ayo... Bu Aisyah udah siap, " ibu sejenak memandang ku, beliau mengelus kepalaku dibalik kerudungku,"


" ayo... bapak dan Arfa sudah menunggu kita," ucap ibu.


kami berjalan kaki menuju jalan besar, karena kami hanya memiliki satu motor jadi kami memutuskan untuk naik angkot saja, ditengah jalan aku bertemu Mira dan ibunya, tapi Mira seolah tidak melihatku, bahkan ibunya seperti mencibir kami ketika kami lewat.aku menghela nafas berat


" sudahlah Aisyah, jangan kamu pikirkan lagi masalah ini, fokus saja sama cita citamu, jangan kecewakan ibu dan bapak mu, kami akan mendukung apapun keputusanmu jika itu baik buat kamu," ucap ucap ibu menenangkan.


" Iyah Bu Aisyah akan melupakan masalah ini, Aisyah akan fokus dengan tujuan Aisyah... ucap ku.

__ADS_1


akhirnya kami sampai di tempat pemberangkatan, disana banyak keluarga lain yang mengantar anak anak mereka juga, bapak dan ibu berbincang dengan keluarga lain, sedangkan aku dan arfa berbincang sedikit.


" mba baik baik disana yah, jaga kesehatan mba dan jaga diri mba baik baik, mba gak usah khawatir disini Arfa akan jagain ibu dan bapak, mba hanya perlu fokus sama tujuan mba," ucap Arfa padaku.


" aku tersenyum dan memeluk adikku, aku bangga punya adik seperti arfa, dia sangat dewasa, dia juga bisa diandalkan.


"Iyah mba percaya sama kamu, doakan mba terus yah, supaya perjuangan mba gak dia sia," ucapku pada arfa.


" iya mba kita akan selalu mendoakan, agar kita bisa membuat ibu dan bapak bangga punya anak seperti kita." jawabnya padaku.


" yasudah sepertinya mba harus masuk bis dulu, kayanya sebentar lagi bis nya mau berangkat, " ucapku.


aku memeluk ibu, bapak dan arfa bergantian, aku melihat ibu meneteskan air mata ketika melihat ku masuk kedalam bis,dalam hati aku berjanji akan membuat mereka bangga dengan pencapaian ku nanti, aku harus bisa berhasil. aku harus bisa membahagiakan ibu dan bapak.


tak terasa bis yang aku naiki sudah mulai berjalan, aku lambaikan tanganku di jendela, ketika melewati keluargaku, tak terasa air mata menetes begitu saja, keputusan ku untuk meraih cita cita ku begitu sangat berat, tapi aku tidak boleh menyerah begitu saja,"


aku harus berhasil pikirku, aku tidak mau perjuangan bapak dan ibu sia-sia saja. aku tidak menyangka dengan semua ini, aku yang awalnya patah hati malah membawaku ke ibukota, dengan tekad yang kuat aku akan menggantungkan nasibku di ibukota. aku masih ingat hinaan hinaan itu yang menimpa keluargaku, aku begitu sakit mendengar mereka menghina keluarga ku.


ditengah lamunanku ternyata ada yang sedang memperhatikanku, dia adalah teman sebangku ku, aku menoleh padanya lalu tersenyum.


" Hay... maaf yah aku gak tau kalau ada orang di sampingku, kenalin namaku Aisyah? " aku mengulurkan tanganku pada teman sebangku ku.


" gak apa apa, aku lihat kamu sedang melamun, makanya aku diam saja, pasti berat yah ninggalin keluarga buat pertama kali, aku Fani, kamu baru lulus juga tahun ini ? tanyanya pada ku.


"Iyah...kamu juga baru lulus? semoga kita bisa satu kontrakan yah disana." ucapku penuh semangat .


kami bicara tentang banyak hal. sampai sampai kami tertidur cukup lama, kami sudah sampai di tempat tujuan kami yaitu Jakarta, di tempat ini kami akan menggantungkan cita cita kami, ini lah perjalanan sesungguhnya yang akan kami lalui, kami akan menaklukkan cita cita kami disini. pembimbing kami mengatur semua keperluan kami dengan sangat baik, kami di suruh memilih teman kontrakannya sendiri, akhirnya aku bisa satu kontrakan dengan Fani, dan teman satu lagi namanya Mia, semoga kami bisa kompak selalu.


jam sudah menunjukan pukul 4 sore, aku segera siap siap untuk sholat ashar, karena aku tidak mau sampai melupakan sholat mu dalam kondisi apapun.setelah sholat aku akan menghubungi keluargaku untuk memberikan kabar.


" hallo.... assalamualaikum fa, ini mba mau ngabarin kalo mba sudah sampai di Jakarta dengan selamat, dan besok mba sudah mulai bekerja, tolong sampaikan ke ibu dan bapak yah,mba gak bisa lama lama dulu ngobrolnya, mba sudah lapar mau cari makan dulu sama teman-teman mba," ucapku pada arfa.


" ya mba nanti arfa sampaikan sama ibu dan bapak ,yasudah assalamualaikum..." setelah telpon mati aku dan teman teman langsung keluar untuk cari makan.

__ADS_1


aku tidak tahu biaya hidup untuk makan d ibukota berapa, kami putuskan untuk mencari warung makan yang sederhana saja, kami berusaha hidup irit sementara kami belum mendapatkan gaji pertama kami, kami akan gunakan uang yang di bekali keluarga kami dengan sebaik baiknya.


__ADS_2