Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
31. rapuhnya ikbal


__ADS_3

# 3 bulan kemudian...


berita tentang komandannya yang akan menikah lagi sudah tersebar di Polsek. mereka berfikir itu hanya gosip belaka. pemikiran mereka terpatahkan saat komandannya sendiri sedang mengurus administrasi ijin menikahnya. Nindy, wanita cantik yang sudah menaruh hati pada komandannya menjadi patah hati seketika.


bukan cuma Nindy yang penasaran pada wanita yang akan menjadi ibu bhayangkari komandannya, tetapi bawahan ikbal yang lain juga begitu penasaran. pasalnya komandan mereka ini tidak pernah terlihat memiliki hubungan dengan wanita manapun.


" sabar...sebentar lagi kita bakalan tau seperti apa wanita penakluk hati komandan ikbal, bukannya kamu yang jadi pengujinya???" ucap salah bawahan ikbal pada rekannya.


" hemmm...." Nindy yang akan menjadi penguji tes kenegaraan Aisyah hanya menghela nafas berat, 3 tahun lalu dia di pindah tugaskan di sektor tempat ikbal bertugas, dia begitu mengagumi sosok komandannya saat pertama kali bertemu. terlebih saat mengetahui bahwa ikbal adalah seorang duda dan tidak mempunyai kekasih saat itu. dia semakin bersemangat mencari perhatian dari ikbal.


*


*


*


*


langkah ikbal dan Aisyah terhenti di depan sebuah kantor. hari ini dia akan menjalani serangkaian tes kenegaraan serta bimbingan yang akan di lakukan oleh Aisyah.


sebagai calon ibu bhayangkari dia wajib menjalani itu semua, ikbal tau...saat ini gadisnya sedang gugup. terbukti dari tangannya yang terasa sangat dingin saat ia genggam.


" it's oke.... semuanya akan baik-baik saja. kamu juga sudah mempelajari semua materi yang mas berikan." Aisyah memandang ikbal, matanya mengisyaratkan jika saat ini dia tidak ingin di tinggal.


bukan hanya dirinya saja yang hari ini akan melakukan tes, melainkan ada beberapa anggota polisi lainnya juga akan melakukan tes dengan calon ibu bhayangkari lainya.


" Ndan....Bu...., mari silahkan." Aisyah dan ikbal tersenyum saat di sapa bawahannya.


saat ini Aisyah sudah duduk berhadapan dengan seorang wanita cantik berambut pendek, dia yang akan mengujinya hari ini. mata tajamnya selalu mengawasi gerak gerik Aisyah. memberikan banyak pertanyaan seolah Aisyah adalah seorang tersangka tindak pidana.


pertanyaan demi pertanyaan Aisyah jawab dengan lugas. hingga Nindy pun tertegun dengan semua jawaban dari gadis pujaan komandannya. dilihat dari nama belakang Aisyah, dia tidak mempunyai gelar apapun. akan tetapi dia terlihat wanita terpelajar. bahasanya yang santun, tegas, namun lembut. mungkin ini yang membuat komandan jatuh hati.


" selamat Bu....ibu lulus."


ucapan Nindy seperti angin segar bagi Aisyah, sangat melegakan hatinya. beban di pundaknya serasa hilang. dia membawa nama baik ikbal di pundaknya. jika ia gagal, bukan hanya aisyah saja yang malu melainkan ikbal juga. sebagai calon bhayangkari ikbal dia tidak ingin membuatnya kecewa dan dipermalukan oleh bawahannya.

__ADS_1


dari kejauhan ikbal melihat Aisyah keluar dari ruangan langsung bernafas lega. dia tak langsung menghampiri Aisyah, karena beberapa bawahannya yang sudah tau Aisyah adalah calon istri komandannya seolah berebut mencari perhatian padanya. senyum manis Aisyah pun tak pernah luntur pada siapa saja yang menyapa dirinya. membuat ikbal yang melihatnya berdecak sebal. sementara makhluk yang ada disamping ikbal hanya tertawa melihat wajah kesal sahabatnya.


" cantik...senyumnya juga manis banget. pantes langsung di gasss aja." ikbal berdecak sebal mendengar pujian sekaligus sindiran buatnya, lalu menghampiri gadisnya yang saat sedang beramah tamah dengan bawahan ikbal.


"sudah..."? Aisyah menoleh saat ikbal sudah berada disampingnya.


" sudah..." para bawahan ikbal pun pamit ketika komandannya sudah menghampiri calon ibu bhayangkarinya.


" lain kali gak usah terlalu ramah sama mereka, cukup jawab singkat saja kalo ada yang menyapa, jangan terlalu banyak senyum. yang ada mereka nanti gak segan sama kamu." ikbal saat ini tengah cemburu pada para bawahannya yang sejak tadi mengajak ngobrol Aisyah, bahkan Aisyah tak segan melempar senyumnya pada mereka.


" cih, posesif....bilang aja cemburu." cibir Heru disampai ikbal.


" owh iya Bu.... perkenalan, saya Heru. teman sekaligus bawahan dari bapak Kapolsek Muhammad ikbal." ucapnya memperkenalkan diri pada Aisyah dengan menjulurkan tangan kanannya, namun Aisyah membalasnya dengan menangkupkan kedua tangannya di dada membuat Heru sedikit kikuk.


" saya Aisyah, calon istrinya mas ikbal. salam kenal mas Heru...." ucap Aisyah dengan senyuman membuat ikbal kesal lagi.


" Syah....sudah di bilang jangan senyum sama bawahannya mas, yang ada nanti mereka pada cari perhatian terus sama kamu." ucapan Ikbal membuat Aisyah serta Heru melongo seketika.


" tapi gue temen lo bal, segitunya Ama gue..." ucap Heru.


kedua sahabat itu terus berdebat tanpa menghiraukan sedang dimana mereka saat ini. sedangkan Aisyah hanya menggeleng saja. dering ponsel ikbal tiba-tiba berbunyi seketika menghentikan perdebatan mereka.


" hallo...."


" deg ...."


" aku langsung pulang sekarang mas...."


raut muka ikbal berubah pias saat menerima panggilan, entah siapa yang menghubungi ikbal membuat aisyah dan Heru penasaran.


" kita pulang sekarang ke Jakarta ayy..."


" ada apa???". tanya aisyah.


" huftttthhh...mamah, papah sama risky kecelakaan." tubuh Aisyah bergetar hebat mendengar penuturan ikbal, dia sangat kaget mendengar kabar ini, sedangkan Heru hanya mengelus lengan ikbal untuk memberikan semangat padanya.

__ADS_1


" yasudah ayok... kita cari penerbangan tercepat." ucap Aisyah. Meraka langsung di antar Heru menuju bandara.


di bandara mereka duduk menunggu panggilan jam penerbangannya, yang di jadwalkan setengah jam lagi akan take off. tatapannya kosong namun pikirannya selalu tertuju pada keluarganya, entah apa yang membuat mereka mengalami kecelakaan.


Aisyah selalu berada disamping ikbal, menggenggam erat sebelah tangannya seraya memberikan usapan halus ditangannya. dia tau walaupun itu tidak akan mengurangi rasa cemasnya, tapi setidaknya dia tidak akan membiarkan ikbal menjalani ini sendirian. masih ada aisyah dan kakaknya yang akan memberinya semangat.


*


*


*


*


jarak tempuh antara Palangkaraya Jakarta hanya membutuhkan waktu 3 jam. pukul 5 sore mereka sudah sampai di rumah sakit. saat mereka baru sampai di depan ruang ICU langsung disambut dengan tangis sang kakak dan kakak iparnya. di memberikan kabar duka jika ayah mereka sudah berpulang pukul 4.45 sore tadi.


lutut ikbal bergetar, rasanya dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk menopang tubuh dan langsung ambruk di kursi di depan ruangan ayahnya berada. air matanya meleleh tanpa permisi begitu saja. bukan hanya ikbal yang kehilangan, Aisyah juga merasa kehilangan sosok calon papah mertuanya yang di kenal orang baik.


" kita harus ikhlas bal....jangan seperti ini, masih ada mamah dan iky yang masih membutuhkan semangat dari kita." mendengar nama anaknya disebut ikbal langsung menegakkan duduknya, dia ingin tahu keadaan anaknya.


"mereka masih kritis, masih dalam masa observasi dokter, berdoa saja semoga mereka akan baik-baik saja."ucap Bagas saat ikbal akan bangkit menemui mamah dan anaknya.


" lebih baik kita urus jenazah papah dulu, kasihan jika terlalu lama. biar nanti flora sama Aisyah yang menunggu di rumah sakit, kalo ada kabar dari dokter Meraka akan ngasih tau kita." ucap Bagas mengelus pundak adiknya.


Bagas tau ikbal sangat kacau saat ini, 2 orang yang ia sangat sayangi sedang berjuang dengan nyawanya di dalam sana, sementara satu yang sangat ia hormati akan ia antarkan pulang ke peristirahatan terakhirnya.


Bagas dan ikbal pulang kerumah bersama jenazah papahnya. sampai di rumah sudah ramai orang-orang yang akan melayat, tenda dan bendara kuning juga sudah terpasang di rumah orangtuanya. banyak anggota kepolisian juga hadir disana, Teman sejawat, mantan seprofesi papah, sanak saudara, serta tetangga papah pun memenuhi rumah mereka untuk menyambut kedatangan jenazah papah.


papah adalah orang baik, begitu banyak orang yang sayang padanya. terbukti saat ini begitu banyak orang yang akan mengantarnya ketempat peristirahatan terakhirnya.


hari sudah gelap, pukul 7 malam kami langsung memakamkan ayah, dikarenakan banyak yang harus kami urus lagi. termasuk ibu dan iky yang masih terbaring lemah tak sadarkan diri di rumah sakit.


berita tentang kecelakaan beruntun yang menewaskan papahnya ikbal pun menjadi breaking news saat ini, dimana bukan hanya keluarga ikbal yang menjadi korbannya. ada 11 korban lagi yang meninggal, sedangkan 7 orang luka berat termasuk risky dan mamahnya. dan yang menjadi pelaku utamanya tewas di tempat. banyak siaran berita yang menayangkan peristiwa mengerikan ini.


...breaking news ...

__ADS_1


..." sebuah truk tronton bermuatan besi, mengalami rem blong saat berada di lampu merah dan menabrak 3 pesepeda motor ,2 buah mobil, dan satu truk kecil. hingga memakan korban 11 orang meninggal sedangkan 7 orang lagi mengalami ktiris....


__ADS_2