
pagi yang biasanya berisi candaan ala anak kosan, sekarang begitu sepi kali ini, baik Fani maupun Mila tidak ada yang berani angkat bicara, jika Aisyah sudah dalam mode senyapnya tidak ada yang berani mengusiknya, karena Aisyah jika sudah marah akan sangat mengerikan di mata mereka.
" mil kenapa si Aisyah dari kemaren diem aja, kamu gak ngapa-ngapain dia kan pas nonton ? tanya Fani padanya.
" enggak suer fan, orang pas keluar dari bioskop dia masih biasa aja kok, masa gara gara liat orang kissing doank ampe diem gitu, apa dia masih syoknya ya fan ?" jawab Mila.
" hmmmm, iya juga sih? mau nanyain langsung gak mungkin aku, jadi khawatir aku mil ama dia. " keluhnya pada Mila.
" apa lagi berantem Ama mas duda kali ya? mungkin mereka putus fan, makanya Aisyah jadi murung gitu." jawaban mila langsung mendapatkan tonyoran dari Fani
" kalo ngomong sekate Kate!, emang kamu Ama Riko, pacaran hampir tiap hari berantem ujung-ujungnya putus juga." gerutu Fani padanya.
" mungkin aja kan? dari pada kita mati penasaran mending tanya langsung Ama mas duda aja? mungkin dia tau." Fani pun langsung mengangguk.
mereka menceritakan semua yang terjadi tentang Aisyah kepada mas duda, dia yang mendengarkan cerita mereka pun terkejut, dia yang tidak tau apa apa pun bingung harus menjawab apa, mas duda berjanji akan menanyakan langsung pada Aisyah dengan caranya.
" yaudah yah mas pakpol, kita percaya sama mas pakpol buat bujukin Aisyah, kita cuma khawatir sama aisyah, takut dia kenapa napa." panggilan pun berakhir.
" semoga aja Aisyah mau cerita Ama mas duda ya fan, aku gak kuat lama lama di diemin Ama aisyah kaya gini, dia itu ibarat ibu kita disini fan, ngeliat dia diemin kita kaya gini berasa lagi marahan Ama mama ibuku di kampung tau gak." papar Mila.
" he'eh mil, kmu bener diantara kita bertiga cuma Aisyah yang paling perhatian, berasa di perhatiin Ama ibu sendiri." jawab Fani di angguki oleh Mila .
" syah kita kita mau cari makan, kamu mau ikut atau mau nitip? kebetulan Fani ngajakin makan nasi Padang di tempatnya langsung." tanya Mila padaku
" owh aku nitip aja mil, kepalaku rada pusing, jadi pengen tiduran aja," jawabku padanya.
sepeninggalannya mereka Aisyah merebahkan tubuhnya kembali, rasanya hari ini ingin bermalas-malasan saja, hanya sekedar untuk keluar saja rasanya begitu malas, Tak lama dari itu dering telpon pun memaksanya untuk bangun sebentar.
..." hallo ..... assalamualaikum ay." terdengar suara dari sebrang sana....
..." waalaikumsalam...kenapa mas ? kok jam segini telpon? bukannya lagi kerja ya?" jawabku padanya....
..."lagi kangen sama kamu jadi mas telpon, kamu lagi ngapain ay ? tanyanya lagi padaku....
..." gak ngapa-ngapain, emang kenapa?" jawabku dengan sedikit nada sendu....
..." kudengar helaan nafas berat dari mas ikbal di sebrang sana, sepertinya diA tau aku sedang murung, tidak biasanya dia menelpon ku di jam kerjanya saat ini....
..." ada apa ay? kamu boleh cerita sama mas, jangan bikin mas dan teman-teman mu khawatir sama kamu, mas sayang sama kamu, mas gak mau kamu menanggung apapun sendirian sayang,,, bahu mas masih kuat buat tempat berbagi sama kamu ay " ucapnya padaku....
entah kenapa mulutku terasa kelu untuk membagi semua, aku takut mas ikbal berfikiran kalau aku masih mempunyai perasaan terhadap mas Andra, tapi rasanya aku ingin mengadukan semuanya kepada mas ikbal.
bahuku bergetar, tangisku pun akhirnya pecah, mas ikbal membiarkanku menumpahkan semua tangisku lebih dulu, aku menangis cukup lama, dirasa terasa lebih baik, aku menceritakan semua yang terjadi pada hari itu, bahkan tanpa aku tahu disana mas ikbal telah mengepalkan tangannya kuat kuat, dia begitu marah mendengar ceritaku
__ADS_1
..." akhir tahun ini mas akan pulang ke Jakarta, mas akan temui orang tuamu secepatnya, dan mas akan bawa kamu ke orang tua mas juga,"...
..." tapi gi......" belum aku menjawab mas ikbal sudah memotongnya lagi, entah apa yang dirasakannya saat ini, uang ku dengar dari nada bicaranya hanyalah kemarahan dan tidak ingin omongannya di bantah oleh siapapun....
..." masalah kuliah kamu jangan khawatir, mas gak akan mengekang kamu buat kisah lagi, mas gak mau ada penolakan dari kamu lagi, sudah cukup waktu selama hampir dua tahun ini kita berjauhan tanpa ikatan yang jelas." tegasnya padaku....
..." mas gak mau kejadian kaya gini terjadi lagi sama kamu ay, tolong ngertiin mas yah? mas cuma takut kamu akan berpaling lagi padanya."ucapnya dengan lembut....
..."apa mas belum percaya aku sepenuhnya?tanyaku padanya, ada sedikit kekecewaan ketika dia berbicara seperti itu padaku. hatinya ternyata masih meragukan ketulusan ku....
..." mas percaya sama kamu dek, tapi mas gak percaya sama bajingan itu! dia bisa lakuin apa saja ke kamu, sementara mas jauh dari kamu, tolong dek ngertiin mas kali ini." ucapnya lagi padaku....
setalah perdebatan panjang dengannya kami pun mengakhiri percakapan kami, aku akan menuruti semua rencana mas ikbal, mungkin ini yang terbaik untukku, dan semoga keluarga mas ikbal mau menerimaku apa adanya.
ketakutan akan kejadian dahulu terjadi lagi pun terlintas di kepalaku, aku hanya tidak siap dengan penolakan keluarga mas ikbal, dia terlahir dari keluarga berada dengan background polisi turun temurun sepertinya, sedangkan aku hanya anak yang di besarkan dari keluarga sederhana yang tidak memiliki status sosial penting di masyarakat. itu semua membuat ku semakin kerdil didepannya.
" kok udah gak ada suaranya ya mil??? apa udah selesai kali ya ngobrolnya." tanya Fani pada Mila.
" gak tau aku, udah kali, kita masuk aja yuk? cape nih nungguin di luar, mana mau nguping gak kedengeran." jawabnya." di tengah-tengah bisik mereka ku buka pintu kontrakan dengan kencang, membuat kedua makhluk tak berakhlak terkejut setengah mati. dengan posisi masih seperti orang sedang menguping.
" ngapain kalian??? nguping yah ?. tanyaku pada mereka.
" enggak enak aja nguping, orang kita baru dateng kok, nih sih Mila abis makan nasi Padang kebanyakan, perutnya jadi sakit." jawabnya sambil berlalu masuk kedalam.
" minum obat sana kalo sakit perut, entar malem biar sembuh,gak ganggu kerjanya." titahku padanya.
" gak papa ko, ini cuma kekenyangan aja, bentar lagi juga sembuh kalo udah BAB. jawabnya sambil terkekeh kecil.
" Syah....kmu baik baik aja kan? tanya Fani padaku.
" baik.... emang kenapa? dompet aku doang yang lagi gak fit, soalnya tanggal tua, hahaha." candaku pada mereka.
" sialan kamu Syah, ternyata kamu diem aja dari kemaren karena nangisin nasib dompetmu ? kamu nyesel aku ajakin nonton karena dompet kamu jadi makin kritis! cetusnya padaku membuat ku semakin terbahak.
" kita mah disini khawatir Ama kamu, yang di khawatirin malah lagi meratapi nasib dompet nya. bener bener ngeselin kmu syah." mereka semakin mendumel padaku.
" ya ampunnnnn....so sweet banget sih ayang ayang bebebh ku ini, jadi terHURA deh Ama kalian, " ucapku padaereka sambil memeluk mereka bersama.
" terHARU Aisyah, najis tau gak! ngapain kamu peluk peluk kita kaya gini, kita masih normal , masih doyan terong!" ucapnya dan membuat kami semua terbahak, ditengah gurauan kami, ada yang mengetuk pintu dari luar.
" tok ... tok ... tok ..."
"Syah buka sana, kita cape abis jalan dari luar" aku pun bangun dan berjalan membuka pintu.
__ADS_1
" kenapa yah mas? ada yang bis di bantu" tanyaku sopan, terlihat dari seragamnya dia seperti seorang kurir makanan, dan terlihat juga dia menenteng sebuah paperbag bertuliskan nama toko coklat ternama.
" maaf mbak, saya mau nganterin ini atas nama mbak Aisyah, Syah tanya tanya katanya mba Aisyah tinggal di unit sini," jawabnya padaku.
" iya bener saya Aisyah, kalo boleh tau paket dari siapa yah mas?tanyaku padanya
" owh di dalam sudah ada ucapnya mbak, nanti mbak bisa membukanya sendiri, silahkan tanda tangan dulu disini sebagai tanda terimanya.
setelah kurir itu pergi, aku langsung masuk kedalam karena penasaran dengan isi paket tersebut, dan siapa yang mengirimkan paket ini.
" apaan tuh syah? kamu pesen makanan yah?." tanya Fani padaku. aku pun hanya menggelengkan kepala. saat aku membuka paket tersebut bukan hanya aku yang terkejut bahkan Mila dan Fani pun begitu kagum melihat coklat tersebut.
" wah romantis banget Syah, dari siapa sih?".aku pun hanya menggeleng lagi, karena aku pun tak tau.
" coba cari siapa tau ada kartu ucapannya." titahnya padaku. aku pun penasaran siapa yang mengirim cokelat seromantis ini, ini bukanlah coklat dengan harga murah, membeli coklat ini bisa menghabiskan jatah uang makan kami selama hampir seminggu
ternyata benar apa kata Mila ada kartu ucapan yang terselip disana. kami pun membaca kartu ucapan tersebut.
..." jika aku disuruh memilih antara kamu dan hidupku, aku akan memilih hidupku, kerena hidupku adalah kamu....
...future hushband...
...Andy Muhammad ikbal...
" aaaaaaa...... so sweet banget mas duda Syah, aku mau cari yang kaya gini aja lah, yang duda lebih tau cara menghargai wanita. meleleh hati aku Syah." ucap Mila dengan hebohnya.
" meleleh aku mil, kok kamu diem aj Syah, dapet surprise dari mas duda?" lanjut fani padaku.
aku hanya mengulum senyumku saja, entah aku harus jawab apa yang jelas aku bahagia, tanpa ini semua pun aku sudah bahagia bersama mas ikbal, dia mengerti semua tentang diriku, dan selalu memperlakukanku dengan sangat spesial .
" Syah,,, jangan senyum senyum kamu, sini bagi coklatnya, gak mungkin kan kamu makan sendiri, yang ada gigi kamu dah ompong duluan sebelum ketemu mas duda," rayunya padaku.
mereka merayuku seperti rayuan pulau kelapa, kata kata keramat mulai terdengar ketika aku dengan sengaja menyembunyikan kotak coklat ku, bahkan Mila sampai mengutukku layaknya anak yang durhaka pada ibunya.
" biarin aja, besok aku bakalan minta sendiri Ama Joshua Syah, kamu jangan celamitan yah Ama cokelat aku ?" umpatnya padaku. aku pun hanya menjulurkan lidah saja.
" woi....kamu minta cokelat kaya gitu Ama Joni, yang ada Joni hari itu juga mutusin kamu, dia juga mikir kali buat beli cokelat seharga cicilan motor bebek." aku dan Mila tertawa terbahak bersama, sedangkan Fani semakin manyun. kami pun akhirnya memakan cokelat itu bersama-sama, mana mungkin aku tega memakan cokelat itu sendirian.
" terimakasih Tuhan, Kau masih berbaik hati mengirimkan orang-orang yang baik padaku." batinku berbicara ditengah canda tawa kami.
bab terpanjang yah guyssss....jangan lupa kencengin like vote and comentnya yah ......π€π€π€ππΌππΌππΌππΌ
__ADS_1