Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
37. periksa kehamilan.


__ADS_3

takdir hidup orang memang tidak ada yang tahu. seperti halnya dengan hidup Aisyah sekarang. Aisyah yang dulu pernah patah hati karena seorang pria, sekarang dinikahi oleh pria yang tak pernah ia duga.


sejak dinikahi ikbal kehidupannya semakin bahagia. walaupun di awal-awal pernikahan mereka tengah menghadapi ujian yang berat. berkat keyakinan hati, Meraka bisa melaluinya.


saat ini keluarga kecil mereka tengah berbahagia, mereka akan kedatangan anggota keluarga baru sembilan bulan yang akan datang. ya....Aisyah dinyatakan positif hamil saat ini.


" yah... jadi sebentar lagi iky mau jadi Abang dong?." ucapnya begitu antusias seraya mengelus perut bundanya, seolah sedang menyayangi calon adiknya didalam sana.


ikbal dan Aisyah yang melihat tingkah anaknya hanya tersenyum . melihat iky seperti ini membuat mereka bahagia.


" hemmm, iya sayang. didalam sini ada calon adiknya Abang." jawabnya seraya mengelus perut Aisyah seperti iky.


iky masih tersenyum-senyum membayangkan bahwa dia akan di panggil Abang oleh adiknya nanti, dia tidak akan kesepian lagi jika ayah dan bundanya pergi dinas.


sementara ikbal dan Aisyah saling berpandangan saat melihat anaknya seperti itu" ada apa ? senyum-senyum sendiri." tanya ikbal.


anak itu hanya menggeleng, akan tetapi masih tersenyum membayangkan, membuat ikbal menaikan satu alisnya.


Aisyah melihat suaminya yang tengah kebingungan dengan sikap sang anak pun hanya menghela nafasnya dalam membuat ikbal dan iky langsung menoleh keduanya.


" bunda kenapa?" ucap iky dan ikbal secara bersamaan membuat Aisyah menghela nafasnya lagi.


" kalian yang kenapa." tukas Aisyah. dua pria yang berbeda usia itu saling berpandangan sampai akhirnya menggeleng secara bersamaan lagi.


Aisyah yang semakin heran dengan tingkah ayah dan anak itu hanya menggeleng pelan.


" ada yang ingin di makan?". tanya ikbal. sementara Aisyah langsung menjawabnya dengan gelengan.


" yasudah istirahat saja, mas sama iky keluar dulu yah?."


iky yang dituntun ayahnya keluar hanya menurut. dia tidak ingin menganggu bundanya dan calon adiknya istirahat.


"yah...adiknya cewek apa cowok?." ikbal langsung tersenyum mendengar pertanyaan itu dari anaknya.


"cewek maupun cowok sama saja sayang, tetap harus disayangi." anak itu hanya mengangguk.


sejak mengantar istrinya pulang ikbal tidak balik ke kantor lagi, di akan menghabiskan waktu yang tersisa hari ini bersama anak dan istrinya.

__ADS_1


saat ini ayah dan anak itu berada diruang tv. iky bertanya banyak tentang calon adik yang ada di dalam perut bundanya. ikbal begitu gemas pada anaknya yang sudah tak sabar akan memiliki adik.


ikbal juga tak lupa mengabari kedua mertuanya dan kakaknya tentang kabar bahagia ini. kedua mertuanya sangat bahagia mendengar berita kehamilan anaknya. bahkan suara ibu terdengar seperti menangis haru. saat mengabari kakaknya, Iky lah yang lebih mendominasinya percakapannya. dia bercerita banyak kepada Farhan tentang dirinya yang akan memiliki adik dan tentang kehidupannya selama tinggal di Kalimantan. hampir satu jam lamanya kami bertukar kabar, sampai tak tau ternyata Aisyah sudah terbangun dan ikut bergabung bersama Meraka.


" kok sudah bangun?".ucapnya saat istrinya sudah duduk disebelahnya seraya menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya.


" hemmm, katanya mau kerumah sakit?". ikbal langsung melihat pergelangan tangan nya.


" sekarang yah...ini sudah terlalu siang takut dokter yang tugas sudah pulang."jawabnya menoleh pada sang istri.


" iky ikut yah pah, iky juga pengen lihat Dede bayi." ikbal langsung mengangguk.


#


#


#


#


#


" sudah..?


" sudah, kita langsung ke poli kandungan, katanya masih ada beberapa pasien lagi. gak terlalu banyak sih. tapi, apa iky gak akan bosan menunggunya???." wanita itu melirik putra sambungnya.


" aku bisa bermain ponsel Bun, jadi tidak akan bosan." ikbal dan Aisyah mengangguk.


mereka berjalan dengan perlahan mengimbangi langkah iky yang masih berjalan menggunakan tongkat.


" kamu sudah tanya ruangannya dimana ay??


" hemmm sudah, katanya di depan belok kanan, ruangan nomor 3 disitu ada tulisannya poli kandungan beserta nama dokternya." paparnya.


" apa dokter laki-laki?." wanita itu langsung menggeleng.


" syukurlah, mas pikir kamu akan memilih dokter laki-laki." Aisyah langsung mengernyitkan dahinya mendengar penuturan suaminya.

__ADS_1


" kenapa?." ikbal menoleh ke arah istrinya.


" tentu saja mas akan cemburu, pake tanya kenapa."sarkasnya membuat Aisyah langsung tertawa kemudian langsung menutup mulutnya menyadari beberapa orang sedang menatapnya karena tertawa di tempat seperti ini. sementara ikbal tersenyum melihat wajah kikuk istrinya kerena salah tempat untuk tertawa.


" kualat kan ngetawain suaminya?." Aisyah langsung memasang wajah masam.


" ini kah ruangannya." mereka berhenti tepat didepan yang akan mereka kunjungi.


" iya mas ini ruangannya, di pintu juga ada nama dokternya." mereka duduk dengan para antrian lainya. sedangkan iky sudah mereka pegangi hp supaya tidak bosen mengingat antrian masih lumayan banyak.


wanita itu terus menatap kearah pintu ruangan, dia menunggu dengan harap-harap cemas namanya dipanggil, entah kenapa perasaannya begitu gelisah.


" mas...kok aku gugup yah". ikbal menoleh ke arah istrinya saat istri bertanya padanya.


" gak perlu cemas, semua akan baik-baik saja." jawabnya dengan menggenggam erat tangan istrinya.


lelaki itu tau saat ini istrinya sedang gugup, wajar ini adalah kehamilan pertama baginya. sedangkan ikbal, ini kedua kalinya bagi dia menemani istrinya periksa kehamilan. saat kehamilan istri pertamanya dulu pun seperti Aisyah. sama-sama gugupnya.


sejujurnya ikbal pun cemas terjadi sesuatu dengan kandungan Aisyah. dia takut kejadian istri pertamanya dulu menimpa pada aisyah juga. akan tetapi dia harus bisa terlihat tegar demi menjaga perasaan istrinya. jika istrinya tau ikbal juga gelisah maka akan mempengaruhi kandungannya.


" nyonya Aisyah Putri." lelaki itu langsung bangkit ketika nama istrinya sudah di panggil, menuntun iky yang akan ikut masuk keruang pemeriksaan juga.


" selamat siang nyonya".sapa sang dokter dengan ramah.


mereka berbincang-bincang sedikit mencairkan suasana agar tidak tegang.


" kehamilan pertama yah? ada keluhan?. wanita itu langsung menggeleng. seorang suster kemudian mengarahkan aisyah untuk tiduran dia brankar dan menutup setangah badannya dengan selimut. cairan seperti gel terasa dingin di perut dioleskan oleh suster setelah menyikap baju Aisyah sedikit ke atas. sebuah alat mulai menempel di perut Aisyah.


Mata ikbal langsung mengembung mendengar penuturan dokter saat mengatakan ada dua calon anaknya di dalam rahim istrinya. dia bersyukur masih diberi kepercayaan untuk memiliki anak lagi dari istrinya yang sekarang.


Aisyah yang melihat wajah kebahagiaan suaminya ikut tersenyum, mereka akan di karuniai dua anak sekaligus. dia sangat bersyukur bisa membuat keluarganya bahagia. dalam hatinya dia berjanji akan menjaga kandungannya baik-baik. dia tidak ingin calon anak-anak kenapa-napa. di tengah-tengah kebahagian mereka ada anak kecil yang masih terlihat bingung.


" apa mereka adikku dokter." tanya iky saat menunjuk layar USG.


"hmmmm, benar sekali sayang, selamat ya nanti kakak akan punya dua adik sekaligus." matanya langsung membola mendengar dia akan memiliki dua adik sekaligus.


" beneran?." pekiknya memastikan.

__ADS_1


" benar sayang, kakak senang akan punya adik dua?." anak itu langsung mengangguk cepat.


semua orang yang ada di dalam sana terkekeh melihat kelakuan iky yang sangat senang akan mendapatkan dua adik sekaligus.


__ADS_2