
mentari sudah menunjukan sinarnya tetapi aisyah masih setia bergulung dengan selimut, bagaimana tidak ??? cukup lama mereka mengobrol,hingga Suara adzan yang menghentikan percakapan mereka.
ya.....mereka memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius lagi tapi tidak mengikat, biarkan mengalir apa adanya, mereka pasrahkan semua pada NYA. jika memang takdir akan membawa mereka berjodoh maka pasti akan datang pada saat itu.
ikbal sudah bersiap dengan seragam dinasnya, meskipun hari Minggu dia tetap masuk, liburnya tidak bisa semaunya sendiri meskipun dia seorang atasan.
" pagi pak,,, lapor !!! hari ini banyak kasus yang harus kita pecah kan pak, termasuk kasus tentang bandar narkoba yang ada di kampung x. sesuai instruksi bapak, mata mata kita sudah mulai mengawasi tempat tersebut, kami sudah menyebarkan beberapa mata mata untuk mengawasi pergerakan mereka." ucap bawahan ikbal.
" ya....tuntaskan bila perlu sampai ke akar-akarnya, supaya tidak ada lagi kejadian kejadian lagi yang memakan korban berikutnya dari narkoba, cukup kemaren di jadikan pelajaran buat kita. kali ini kita jangan sampai kecolongan lagi." jawab ikbal pada bawahannya.
sebagai pemimpin dia cukup tegas pada bawahannya, bila ada bawahannya yang kerjanya kurang maksimal.pun di tak segan-segan untuk memarahinya, bahkan pada sahabatnya sendiri yang merangkap bawahannya tak lekang dari kemarahan, ikbal selalu bersikap profesional ketika sedang bekerja, tetapi jika diluar jam kerja dia akan ramah pada bawahannya, maka dari itu dia amat di segani oleh bawahannya.
setelah memberikan arahan pada bawahannya ikbal melanjutkan pekerjaannya hingga tak terasa jam makan siang tiba. dia meminta bawahannya untuk membelikan makan siangnya di dekat tempat kerjanya. sambil menunggu makanan datang, ikbal menghubungi Aisyah hanya ingin sekedar menyapa saja, sejak percakapan tadi malam, ikbal belum menghubungi aisyah ,rasanya ada yang kurang saja harinya.
masuk ke ponsel Aisyah.
..." Ting". satu pesan...
..." assalamualaikum aisyayang....lagi ngapain ?...
Aisyah yang sedang makan siang dengan teman temannya pun tiba tiba tersenyum mendapatkan pesan dari ikbal.
bukanya menjawab Aisyah hanya mengirimkan gambar dirinya sedang makan siang bersama teman temannya.
Ikbal pun senang sekali mendapatkan foto Aisyah, walaupun itu hanya foto Aisyah yang sedang makan.
..."makan yang banyak sayang, kalo masih kurang mas kirim makanan lagi buat kamu." balas Ikbal....
__ADS_1
..." emangnya perut aku Segede apa, makan segini banyaknya masih kurang?" jawab Aisyah pada ikbal....
..."gak pa pa dek, biar tambah montok, jadi pas ketemu kalo di peluk tambah enak, hehehehe."balas Ikbal lagi....
..." ihhhhhh.....kebiasaan otak mesumnya kambuh. makanya nikah sama biar ada yang bisa di peluk. efek kelamaan menduda terlalu lama makanya pikirannya mesum Mulu." jawabku pada ikbal....
" bukanya tersinggung, di sebrang sama ikbal malah tertawa sendiri, mendapat balasan dari Aisyah seperti itu adalah seperti hiburan bagi Ikbal, hidupnya sekarang menjadi lebih bahagia semenjak mengenal ikbal. sampai ketukan pintu dari luar menghentikan tawanya.
" pak ini makan siangnya, mau saya siapkan sekalian pak??? tanya bawahan ikbal.
" oh ya... terimakasih biar saya saja." jawab ikbal pada bawahannya.
" ya sudah kalo gitu saya permisi pak." ucap bawahan ikbal.
diluar ruangan sana bawahan Ikbal heran pada Ikbal, akhir akhir ini dia sering melihat ikbal senyum senyum sendiri ketika masuk ruangan ikbal, karena khawatir dengan atasannya dia pun mengadu pada sahabat ikbal yang notabene masih bawah ikbal, masih satu tingkat di atas bawahannya ikbal.
"kamu kenapa san ? keluar dari ruangan pak ikbal muka kamu kaya bingung gitu? " ucap Heru yang kebetulan akan masuk ke ruangan ikbal.
" Heru yang di beri laporan demikian pun agak cemas, dia pun akan menanyakannya langsung pada ikbal.
" yasudah... kamu istirahat aja, nanti urusan pak ikbal biar jadi urusan saya, tapi kamu jangan ngmong ngomong masalah ini sama yang lain" ucap ikbal pada bawahannya.
" baik pak, kalau gitu saya mau istirahat dulu." ucapnya lagi pada Heru.
Heru pun membuka pintu ruangan ikbal dengan mengetuk pintu ruangan ikbal terlebih dahulu, akan tetapi tidak ada sahutan dari dalam, membuat Heru akhirnya langsung masuk.
di dalam ruangan ikbal sedang senyum-senyum sendiri di depan ponselnya, bahkan makan siang yang baru dia antar bawahannya pun belum tersentuh sama sekali.
__ADS_1
" bal....are you oke??? tanya Heru padanya." ikbal pun kaget karena mendengar pertanyaan dari Heru, entah sejak kapan dia masuk ke ruangannya.
" sejak kapan kamu ada disini??? ko gak ngetuk pintu dulu ?" tanya ikbal padanya
" sejak Belanda ngejajah Indonesia, aku udah ngetuk Pintu berkali-kali ampe tangan aku pada lecat gini nih liat???" umat Heru padanya.
" owh sorry gak denger, ada apa??? ko tumben nyamperin kesini ?
" gak ada apa apa kenapa emangnya kalo aku nyamperin kamu kesini gak boleh? atau ada yang lagi kamu sembunyiin dari aku???" cecarnya pada ikbal.
ikbal yang diberi pertanyaan tersebut hanya tersenyum, mereka sudah lama berteman sejak masih SMA jadi sangat sulit bagi mereka jika menyembunyikan sesuatu, ikbal pun akhirnya menceritakan semuanya. dan Heru pun sangat terkejut sekaligus bersyukur akhirnya sahabatnya bisa menemukan kebahagiaannya lagi.
" wahhh...selamat bro semoga ini menjadi hadiah dari buah kesabaran kamu bal, akhirnya kamu bisa membuka hati buat orang lain masuk di hidup kamu." Heru begitu senang mendengar cerita ikbal karena selama 4 tahun ini dia menjadi saksi hidup ikbal yang begitu kacau setelah di tinggal oleh istrinya.
" yasudah aku keluar dulu masih ada laporan yang harus aku beresin, sekali lagi selamat buat kamu, semoga ini jadi yang terakhir buat kamu." ucap Heru lagi dengan tulus.
" ya thanks, aku juga mau makan siang dulu nih." balas ikbal pada Heru.
disaat Heru keluar dari ruangan ikbal, ikbal pun melanjutkan makan siangnya yang tertunda, dia makan dengan senyum kebahagiaan di wajahnya.
sementara di Jakarta aisyah sedang menghubungi keluarganya di kampung, berhubung ini hari Minggu iya gunakan waktunya untuk menghubungi keluarganya karena dia begitu merindukan keluarganya, dia ceritakan semua kehidupannya pada kedua orang tuanya, tentang kesehariannya di Jakarta pun tak luput dari bahasannya, tapi tidak dengan hubungannya bersama ikbal, karena dirinya sendiri belum merasa yakin akan berhasil, Aisyah hanya ingin menikmati dulu masa masa itu, belum saatnya orang tuanya tahu.
banyak cita cita dia yang belum terwujud, Aisyah ingin mewujudkannya dahulu, itu pun sudah di utarakan pada ikbal, dan ikbal sangat mendukung keputusan Aisyah, selama itu membuat aisyah bahagia ikbal akan mendukungnya, dan ikbal akan menunggu Aisyah sampai dia siap untuk kejenjang yang lebih serius lagi.
Aisyah yang lagi malu malu ketika sedang video call sama pakpol gantengnya.
__ADS_1
duda kece yang lagi fallin in love sama gadis remaja.