Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
7. hari pertama kerja


__ADS_3

pagi pagi sekali aku bangun untuk melaksanakan kewajiban utama ku pada sang pencipta, kami bertiga melaksanakan sholat secara bergantian, setelah itu bersiap-siap untuk berangkat bekerja sambil mencari sarapan di jalan, kami menunggu bis jemputan tiba di tempat yang sudah di tentukan, perasaan ku sangat senang saat ini, sebentar lagi aku akan meraih cita cita ku.


" fan, mi, sambil nunggu jemputan mending kita sarapan dulu, dari pada sarapan di dalam bis gak enak, bisa bikin perut mual," ucapku pada mereka.


" boleh juga tuh, kayanya sambil nunggu jemputan Dateng kita sarapan dulu," ucap Mia salah satu temanku.


"kami sarapan dengan diam, ketika sarapan kami telah habis jemputan kami akhirnya datang.


"ayo cepetan jemputan udah dateng nih," seru kami dengan semangat.


kami bertiga sudah masuk ke dalam bis, di ikuti teman satu kerjaan kami yang lain, ternyata banyak juga yang bekerja di pabrik tersebut yang tinggal di dekat lingkungan tempat tinggal kami, aku duduk bersama Mia, sedangkan Fani duduk dengan teman yang lain.mereka bertegur sapa dengan yang lain sedangkan aku hanya memainkan ponselku saja.


ku buka aplikasi sosial media, begitu banyak yang mengajakku berteman, aku iseng saja membalas semua pertemanan yg masuk, dan ada beberapa yang langsung menyapa ku, ku lihat satu persatu, ada satu orang yang langsung meminta nomor ponselku, saat aku sedang asik dengan ponselku ternya bis kami sudah sampai di tempat kerja kami.


ku langkahkan kaki ku menuju tempat kami akan bekerja, aku begitu kagum dengan tempat kerjaku.begitu besar pabrik ini, pabrik yang memproduksi alat alat elektronik ternama di Indonesia. sampai aku berfikir apakah gajinya akan sama besarnya dengan pabriknya???...aku tertawa sendiri dalam hati.


" Syah ayo cepat...nanti saja kalo mau kagumin tempatnya, ini waktunya kita kerja, kita disuruh kumpul dulu, sambil nunggu arahan dari leader." ucap Fani membuyarkan lamunanku.


"yah...kita gak satu team, kamu enak satu team SMA Mia fan...."keluh ku pada mereka. kami pun berpisah menuju tempat masing-masing.


aku di kenalkan dengan teman teman lain oleh leader ku, alhamdulilah mereka semua menerimaku dengan baik, kami bekerja sesuai ketentuan masing-masing. dan tak terasa jam sudah menunjukan waktunya pulang kerja, karena akan ada yang berganti sifat ke dua.

__ADS_1


"Syah...gimana kerjanya lancar gak? tanya Fani,aku menoleh padanya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah lancar fan, ayok kita naik bis udah waktunya kita pulang." ucapku penuh semangat, rasanya hari ini begitu melelahkan entah kenapa aku ingin sekali berbaring di tempat tidur.


sesampainya di kontrakan aku langsung mandi dan menjalankan kewajibanku, waktu menunjukan pukul setengah tujuh,aku berniat mencari makan dengan teman teman ku.


"gini yah kehidupan di Jakarta, kayanya rame terus 24 jam gak ada sepinya, kalo di kampung jam segini udah jarang anak anak gadis yang keluyuran malam malam," ucapku pada mereka.


"Iyah kalo di kampung kita mau ke warung malam malam aja bapak dah ngomel, apalagi keluar buat nongkrong kaya gini, ya kan ?"ucap Fani pada kami, aku hanya tersenyum ketika Fani menggerutu.


" mereka cuma khawatir fan sama kamu, mereka sayang sama kamu, maka nya gak mau kamu kenapa Napa." ucapku pada Fani.


" yasudah lah sekarang kan sudah kesampean, yang penting kita harus bisa jaga diri dan kepercayaan orang tua kita di kampung." ucapku pada mereka.


" betul itu fan, jangan bisanya cuma ngeluh aj kamu, kasihan orang tua kita di kampung mikirin kita disini." Fani langsung cemberut mendengarkan ucapan Mia, sementara aku dan Mia langsung tertawa melihat itu.


selesai makan kami langsung pulang ke kontrakan, di kontrakan aku langsung menghubungi bapak dan ibu, hanya ingin sekedar menanyakan kabar saja, dan teman-teman ku entah, apa yang mereka kerjakan.aku buka aku akun media sosial ku, ternyata chat dari orang yang sama.


" kenapa sih nih orang nanyain nomor hp ku terus, lagian mau buat apa juga, berteman lewat medsos juga bisa kan?," ucapku sendiri.


" kenapa Syah, ko kamu cemberut gitu mukanya?" tanya Mia padaku.aku langsung tunjukkin hp ku pada Mia.

__ADS_1


"Mila dan langsung melihat profil orang itu, dan langsung teriak kencang, sampai aku langsung menutup mulutnya.


" ya ampun mil ganteng banget PP nya, udah gitu polisi pula, liat nih Syah nyesel kamu nanti kalo gak liat." ucap Fani.


" kalian ini gimana sih, masih aja percaya yang gituan, sapa tahu aja tuh PP ngambil gambar orang, bisa jadikan...orang orang kaya kalian nih yang gampang jadi santapan penipu, jangan mudah percaya sama orang baru, apa lagi ini cuma teman dunia Maya aja." ucapku pada mereka, kadang aku heran sama mereka yang gampang akrab sekali sama orang lain, gampang percaya juga sama orang lain, orang orang seperti mereka yang gampang tertipu sama orang lain.


"iya juga sih...tapi itu urusan gampang lah, lagian dia juga jauh ko di Kalimantan dinasnya, sedangkan kamu disini, jauh kali Syah,,," ucap Mila .


" kalo misalnya mereka niat mau nipu kita yaudah tinggal di blokir aja gampang kan? haha..." cetus Mila sambil tertawa.


" terserah kalian sajalah, aku sholat dulu ini sudah malam, kalian juga belum sholat kan, " cetus ku pada mereka.


entah apa yang mereka rencanakan dengan handphone ku, mereka tertawa tawa, aku pun jadi semakin curiga sama mereka.


" kalian ngapain ? ketawa Mulu, ntar tetangga sebelah marah kalo kalian berisik terus," aku masih belum menyadari apa yang dilakukan temanku itu." ya ampun ngapain kalian ngasih nomorku sama dia? kalo dia salah gunain gimana buat kejahatan ?" rasanya aku ingin marah sama mereka, tapi buat apa toh udah kejadian juga, mereka minta maaf padaku dan aku pun gak bisa marah terus sama mereka.


" yaudah lain kali jangan gitu lagi, aku gak suka kalian kaya gitu." ucapku dengan nada sedikit jutek. mereka langsung memutuskan tidur setelah aku memaafkan mereka, sedangkan aku tidak langsung tidur, ku buka chat dari teman temanku di kampung, mereka banyak yang menanyakan kabarku. dia antara banyak pesan ternyata ada pesan dari mas Andra juga, sejak kejadian itu aku tidak pernah mau berhubungan dengan mas Andra dan Mira, mengingat itu hati ku masih terasa sakit, cinta yang baru tumbuh harus mati, bahkan melukai kedua orang tuanya juga.


satu pesan masuk dalam handphone ku, ternyata dari teman dumay ku.


" assalamualaikum ukhti... selamat malam." aku tidak membalasnya, ku putuskan untuk tidur karena besok pagi aku harus pergi bekerja.

__ADS_1


__ADS_2