
"ceklekkkk....." tiba-tiba saja saja pintu terbuka ketika Ikbal membelakanginya.
" cari siapa yah mas?" tanya Aisyah padanya.
suara indah yang hampir setiap hari ikbal dengar melalui ponselnya, sekarang bisa ia dengar secara langsung, detak jantungnya bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya seperti habis lari maraton saja, dan hati yang begitu berbunga-bunga masih seperti mimpi rasanya, ikbal pun membalikkan badannya menghadap gadis pujaan hatinya, gadis yang setiap hari membuatnya selalu resah bila tidak membalas pesan pesannya, gadis yang kadang membuatnya tidak fokus kerja karena menahan rindunya pada gadis ini, sekarang mimpinya menjadi nyata bis menemui langsung gadisnya. dengan senyum manis ikbal mulai menyapanya.
" assalamualaikum dek Aisyah? apa mas gak di persilahkan masuk?..." ucap Ikbal padanya.
" hah....ah...i...ya... waalaikumsalam, ayo masuk!" titahnya padaku dengan gugup.
" duduk aja disitu, aku buatin minum dulu buat mas," titahnya lagi padaku yang ku jawab dengan anggukan saja .
aku pun duduk di ruangan yang bisa Aisyah gunakan untuk menonton tv bersama teman-temannya,ku edarkan pandanganku pada setiap sisi ruangan itu, begitu banyak foto Aisyah dan teman-teman di dinding putih tersebut, entah sudah berapa lama Aisyah pamit membuatkan minum untukku, namun dia tak kunjung datang, ku putuskan untuk menghampirinya, dia terlihat seperti sedang melamun sambil mengaduk sesuatu di sebuah gelas.
bahkan ketika ikbal menghampirinya, dia terlihat tidak terganggu sama sekali kedatangannya, ikbal menopang dagunya pada pundak Aisyah dan menopang kedua tangannya pada meja di disisi kanan dan kiri Aisyah, deru nafas ikbal yang munusuk putih pipi Aisyah membuat Aisyah terjengkat kaget.
" awwwwww......sttttttt......" desis Aisyah terken tumpahan kopi panas.
" eh.... eh....maaf dek gak maksud ngagetin sumpah, maaf yah gak sengaja dek?..." ucap ikbal panik dan langsung membawa Aisyah pada air keran, untuk mengurangi rasa panasnya pada tangan Aisyah.
" gak papa mas, aku tadi cuma kaget, udah gak papa ntar juga sembuh." ucapnya padaku.
"ada salep luka bakar gak? kalo gak mas cari dulu di apotik!" ucapnya dengan nada khawatir.
" ada kok di laci di bawah tv, ada kotak obat, coba cari aja disana," ikbal pun langsung mencarinya.
__ADS_1
pertemuan yang disangka ikbal akan berkesan malah membuat gadisnya terluka, bukan luka besar sih...tapi tetap saja membuat gadisnya sedikit kesakitan, Aisyah yang masih terkejut dengan semua kejadian ini membuatnya tidak tau harus melakukan apa, dia bingung harus bersikap seperti apa pad ikbal, ingin rasanya memeluknya tapi dia takut di anggap murahan, sementara ikbal dia khawatir Aisyah berfikiran jelek tentang nya karena sudah berani melakukan hal itu padanya.
" sudah selesai, udah kmu duduk aja, mas gak haus kok, kalo haus bikin minum sendiri yah cantik?" ucap ikbal usai mengoleskan salep ke tanganku sambil mengelus pelan rambutku di balik kerudung.
" hemmmmm." jawabku begitu saja, rasanya mukaku berubah merah mendengar kata kata manisnya.
" kenapa cuma hemmmm jawabnya? " tanyanya lagi padaku membuatku semakin malu, dan aku cuma menggelengkan kepala saja.
"hihihi....kamu lucu banget dek? kenapa kamu seperti malu malu gitu sama mas? apa kamu gak pengen meluk mas? ini pertama kali kita ketemu loh ..." mendengar itu Aisyah langsung mencubit pinggang ikbal, membuat Ikbal langsung meringis kesakitan.
" aww....aduh dek sakit tau." ringisnya setelah aku melepaskan cubitanku.
" baru juga ketemu udah kdrt aja, gima udah tinggal serumah yang ad tiap hari aku kena kdrt sama kamu dek." dumelnya lagi.
sudah lama sekali aku tidak mendengar gombalannya, dulu awal awal perkenalan kami hampir tiap hari dia memberiku pesan berisikan gombalan recehnya, tapi bisa membuat aku senyum senyum sendiri membacanya.
" Tuhan ... sungguh rasanya aku masih belum percaya bisa menatap langsung pria yang setiap hari namanya ku ucapkan dalam setiap doaku, rasanya seperti mimpi, andaikan ini memang mimpi yg tolong jangan cepat berakhir." batinku.
entah siapa yang memulainya kedua insan yang sedang di mabuk asmara mempertemukan bibir keduanya, Aisyah yang baru pertama kali berciuman dengan seorang lelaki begitu kaku, sedangkan ikbal yang sudah berpengalaman akan hal seperti ini begitu menikmatinya, apalagi tidak ada penolakan dari Aisyah, yang awalnya hanya menempel saja, kini ikbal mulai memagut bibir mungil pucat Aisyah, karena Aisyah tidak pernah memakai lipstik jika sedang di kontrakan, dia akan berhias diri jika akan keluar saja.
akumulasi rindu dari dua orang anak manusia yang begitu menggebu, saling mencari kebahagiaan masing-masing, ikbal mulai memagutnya semakin dalam sampai Aisyah hampir kehabisan nafasnya.
" bernafaslah ay...." ucap ikbal ketika ciuman itu terlepas, Aisyah hanya menganggukkan kepalanya dan menundukkan kepalanya saja, dia begitu malu untuk menatap wajah ikbal, ini adalah pengalaman pertamanya berciuman dengan lelaki.
ikbal mengangkat dagu Aisyah dengan lembut, dan mulai mempertemukan bibir keduanya kembali, saat ini ikbal semakin berani ketika Aisyah mulai membalas ciumannya. lidah ikbal mulai menerobos dan mengabsen semua yang ada di dalam mulut Aisyah, saling membelikan lidah mereka, dan entah sejak kapan posisi Ikbal sudah berada di atas tubuh aisyah, dia menumpukan satu tangannya di samping kepala Aisyah sedangkan tangan satunya membuka satu persatu kancing baju Aisyah.
__ADS_1
entah setan apa yang merasuki keduanya, seakan tak memikirkan apa yang akan terjadi setelah ini, dua gunung kembar Aisyah sudah terpampang jelas di depan mata ikbal, membuat Ikbal takjub dengan pemandangan di depannya yang masih terbungkus dengan indah, tangannya mulai meraba salah bagian belakang Aisyah dan berusaha melepaskan sesuatu yang membungkus gunung kembar tersebut,kini sudah tidak ada penghalang lagi yang menutupi keindahan gunung tersebut.
bagai singa gurun yang baru menemukan sumber air, ikbal menyesapnya begitu rakus salah satunya, sedangkan tangan ikbal tidak di biarkan menganggur begitu saja, memilin meremas, dan memijat salah satunya lagi. begitu banyak jejak cinta yang ia tinggalkan, sampai ******* Aisyah keluar begitu saja, Aisyah begitu pasrah menerima semua ini, ia juga mulai menikmati setiap perlakuan ikbal. disaat itu ikbal mulai sadar jika yang di lakukannya saat ini adalah salah, ini tidak boleh terjadi sebelum ia meminta Aisyah secara langsung kepada orangtuanya.
ikbal pun langsung menghentikan kegiatan mereka, dan membuat Aisyah tersadar apa yang sudah mereka lakukan sudah melewati batas.
" maafkan mas Aisyah, mas tau mas salah, gak seharusnya mas ngelakuin ini sama kamu." ucap Ikbal padanya.
kata kata ikbal membuat dirinya begitu murahan, dia yang baru pertama kali bertemu langsung mau diajak seperti ini, seketika tubuh Aisyah bergetar dan menangis sesegukan. ikbal yang yang melihat itu langsung memeluk erat tubuh Aisyah yang masih setengah polos.
" aku murahan sekali ya mas? baru pertama kali ketemu udah mau diajak seperti ini, pasti kamu berfikir seperti itu kan sama aku?" gumam Aisyah begitu lirih didalam pelukanku.
" enggak ! kamu bukan perempuan murahan, kamu perempuan yang Soleh, perempuan pilihan mas, mas yang brengsek dek, gak bisa menjaga nafsu mas, maafin mas yah? mas janji akan lebih menjaga kamu lagi." ucap Ikbal yang masih memeluk Aisyah.
" hari ini mas mau ngajak kamu ke rumah orang tua mas, mau yah? mereka udah nunggu kita buat makan malam." ucapnya lagi membuat Aisyah langsung mendongakkan kepala pada ikbal.
" kenapa??? gak usah bingung gitu, orang tua mas udah tau semuanya, malah mereka senang ketika mas menceritakan semua tentang kita, jangan khawatirkan apapun yang belum tentu terjadi yah? orang tua dan keluarga mas akan menerimamu dengan tangan terbuka." seolah tahu apa yang di pikirkan Aisyah ikbal menenangkan Aisyah dengan kata katanya.
" yaudah sekarang kamu siapa siapa dulu, sebelum mas khilaf lagi, aduh....syahhhhh....rasanya udah gak tahan buat lama lama lagi, gimana liburan besok kita langsung nikah aja?" ucap ikbal membuat Aisyah mendelik.
" dasar mesum,,,sabar lah, yang mas mau nikahi tuh masih punya keluarga yang lengkap tau gak! lagian setahu aku menikah sama polisi itu tahapannya banyak, harus nikah kantor dulu kan? belum itu harus ngajuin dulu ke atasannya." ucap Aisyah yang langsung diangguki oleh ikbal.
" yasudah sana siap siap mas tunggu disini, lama lama disini bisa bikin mas pusing dek." ucap Ikbal, dan Aisyah yang tahu arah pembicaraan ikbal pun membuatnya langsung berlari masuk kedalam, sedangkan ikbal langsung tertawa dibuatnya.
" ya ampun.... bungkusnya aja bikin uletku berdiri lagi, apalagi isinya barusan, manis banget.....hehehehe." kekehan ikbal ketika memegang bungkus gunung kembar Aisyah yang tadi di bukanya.
__ADS_1