
" gimana pak...? apa bener yang mereka bilang?." tanya ibunya Mira saat suaminya sudah pulang.
" hmmm...sepertinya iya Bu, calon besan mereka orang kaya, calon mantunya Rudi juga jabatannya lumayan Bu, Kapolres!." tukas bapak
" kok bisa sih Aisyah kenal orang-orang seperti itu? mujur bener nasibnya. jangan-jangan pake pelet lagi tuh anak? mana mungkin kan ada orang kaya yang mau punya besan yang derajatnya aja gak selevel sama mereka!." gerutu ibu.
" entahlah Bu, bapak juga heran. apa yang di lihat mereka dari Aisyah! kuliah saja masih belum lulus, sedangkan orang tua gak punya apa-apa yang bisa di banggakan." ucap bapak sedikit menghembuskan nafasnya.
" ibu yakin Aisyah tuh paket cara licik buat ngerayu mereka! secara kan mereka profesinya polisi, pasti nyarinya yang polisi lagi atau gak dokter... minimal anak orang kaya lah. biar gak malu-maluin mereka."celetuk ibu lagi.
Mira yang mendengar percakapan orang tuanya di balik pintu depan hanya tersenyum miris, dia juga ingin bahagia seperti Aisyah. pernikahan dengan Andra yang sudah terjadi beberapa bulan lalu tidak membuatnya bahagia. dia memang lah pemilik raga Andra, tapi bukan pemilik hati Andra. bahkan selama ini Andra juga belum pernah menyentuhnya selama tidur bersama.
" aku benci kamu Syah.....kenapa kamu selalu di atas ku?? sedangkan aku selalu kalah di bawah mu. kenapa syah....kenapa kebahagiaan seolah berpihak sama kamu Syah? apa aku gak pantas bahagia juga? bahkan setelah aku mendapatkan Andra sekalipun kamu tetap menjadi pemilik hatinya." batin Mira, dia pun pergi tidak jadi masuk kerumah orangtuanya.
" pak... ngomong-ngomong sudah mau 4 bulan, kok belum ada tanda-tanda anak kita hamil yah? apa salah satu diantara mereka ada yang tidak subur?" ucap ibu.
" hushhh....kalo ngmong tuh di jaga Bu...!! kalo mereka denger pasti tersinggung." tukas bapak .
" ibu kan cuma nanya pak, mereka udah lumayan lama menikah, kenapa belum ada tanda-tanda juga?." keluh ibu.
" sabar lah Bu.... memangnya prosesnya gampang apa? wong nikah aja baru empat bulan, biarkan mereka senang-senang dulu, menikmati waktunya berdua. nanti kalo sudah punya anak gak bakalan ada waktu lagi buat berduaan, sibuk dengan anaknya." tukas bapak.
__ADS_1
#
#
#
#
di kediaman Andra, Mira sedang menunggu suaminya pulang. padahal ini masih hari libur kerja. kemana suaminya pergi? apalagi sekarang Aisyah sedang berada di kampung. dia takut Andra nekat menemui Aisyah. padahal saat di kota dulu Andara sempat bertemu Aisyah tanpa sepengetahuan Mira.
pukul 5 sore Andra baru masuk ke kamarnya, dia melihat Mira sekilas yang sedang duduk di atas ranjang mereka. tanpa ingin menyapanya Andra langsung bergegas menuju kamar mandi. badannya sudah lengket minta untuk di bersihkan segera. tak lama kemudian Andra keluar kamar mandi sudah dalam keadaan bersih dan berpakaian rapi. dia tidak ingin berganti pakaian di depan Mira, makanya dia sekalian menggantinya di dalam kamar mandi.
" dari mana saja kamu mas jam segini baru pulang? menemui belahan jiwamu yang sebentar lagi akan jadi istri orang?." cecar Mira.
" jangan pura-pura bodoh mas, aku tau kamu senengkan Aisyah ada di kampung? jadi kamu bisa mandangin wajah Aisyah kapan aja.?!!." mendengar tuduhan-tuduhan mira membuat Andra bangkit langsung dari tidurnya.
" iya....aku seneng dia pulang mir...bahkan aku bisa menemuinya kapan aja! puas kamu ?!!." bentak Andra pada Mira. hati mira sakit Andra membentaknya.
" brengsek kamu ndra....!!!!." sarkas Mira.
" iya aku memang brengsek! dan kamu sudah nikah sama orang brengsek seperti aku... ! kita sama-sama brengsek mir! mungkin kita memang di takdirkan berjodoh ... bukannya jodoh adalah cerminan diri kita sendiri?." sarkas Andra dengan lantang tanpa menghiraukan keadaan di dalam rumahnya. sedangkan orang tua Andra yang mendengar anak mantunya bertengkar di dalam kamar hanya bisa mendengarkan saja. mereka tidak mau ikut campur urusan rumah tangga anak-anaknya.
__ADS_1
"brakkkk".
" brengsek....!!!" Andra keluar kamar dengan membanting pintu. dia sangat kecewa dengan Mira. sebagai istri harusnya membiarkan suaminya beristirahat sebentar saat batu pulang, Mira memang tidak peka, dia tidak mau tau suami sedang dalam keadaan lelah. yang ada dia selalu menuduh Andra berselingkuh.
orang tua Andra yang melihat anaknya keluar kamar dalam keadaan marah pun, hanya bisa menatap nanar pada nya. sampai kapan rumah tangga anaknya akan seperti ini terus? tidak ada kedamaian didalamnya, yang ada hanya pertengkaran setiap harinya. Andra duduk di ruang tamu dengan menyandarkan bahunya pada kursi, kepalanya mendongak keatas menatap langit-langit rumah.
" kenapa lagi..." tanya bapak pada Andra saat duduk bergabung bersama anaknya.
" hufttt....Andra lelah pak?..." keluh Andra pada bapaknya. hanya bapak yang berfikiran rasional di rumah ini, dia tidak seperti ibu yang memandang sesuatu dari segi materi.
" menepi sejenak jika lelah...jangan dipaksakan jika tidak mau patahnya semakin melebar." ucap bapak dengan bijak.
"Andra hanya ingin bahagia pak? bersama Mira Andra tidak bahagia...." keluhnya lagi pada bapak.
" setiap hari hanya ada pertengkaran saja dalam rumah tangga kami, dia sebagai istri tidak pernah pengertian pada Andra. yang ada hanya curiga saja." bapak hanya mendesah nafas kasar mendengar penuturan putranya.
" apa kamu sudah membimbingnya jadi istri yang baik? ." Andra langsung menegakkan badannya mendengar pertanyaan seperti itu dari bapak, dia langsung menggelengkan kepalanya.
" coba beri dia kesempatan menjadi istri yang baik buat kamu. bimbing dia dengan baik. jika masih seperti ini bapak terserah dengan semua keputusan kamu selanjutnya nya. mungkin ini ujian buat kamu ?! tantangan buat kamu untuk merubah sifat istrimu."ucap bapak lagi.
" yasudah...pikirkan baik-baik tentang ucapan bapak, semua keputusan ada di tanganmu sendiri. ayo siap-siap ke mushola!... sebentar lagi maghrib tiba." ajak bapak. Andra pun bangkit menuju kamar untuk bersiap solat Maghrib di mushola bersama bapak.
__ADS_1
di dalam kamar Mira sudah tidak ada, entah dia kemana Andra tidak tahu. saat ini pikirannya sedang kacau, tidak mau berdebat dengan Mira lagi. dia tau ucapannya barusan sangat melukai Mira sebagai istri. Mira tetaplah Mira dia akan selalu berfikiran buruk tentang Andra. mungkin ini karmanya Mira yang mendapat Andra dengan cara curang. menghasut ibunya Andra untuk membenvi Aisyah dan keluarganya.
Andra keluar kamar dalam keadaan sudah rapi, di ruang tamu bapak sudah menunggu Andra. mereka mulai berjalan menuju mushola. di jalan Andra dan bapaknya berpapasan dengan pak Rudi bapaknya Aisyah. mereka pun saling berjabatan tangan. Andra yang merasa kikuk pun hanya menunduk saja selama perjalanan. dia masih merasa malu bertemu dengan bapaknya Aisyah karena kejadian dulu, dimana dia meminta Aisyah langsung pada orangtuanya. akan tetapi sekarang malah dia menikah dengan Mira sahabatnya Aisyah sendiri.