Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
28. di jemput ikbal


__ADS_3

"besok pagi mas jemput yah?." Aisyah mengangguk saja saat mata mereka saling berpandangan.


saat ini mereka masih berada di dalam mobil saat sudah sampai di depan kontrakan Aisyah.


"kayanya tidurnya pulas banget iky mas?." tanya Aisyah saat arah pandangnya berpindah pada kursi belakang dimana iky sedang tertidur pulas.


"hemmmm.... dia gak tidur siang, padahal biasanya pasti tidur siang. dia tau mas mau jemput kamu, makanya gak mau tidur. katanya takut mas tinggal! padahal kan pas dia bangun juga mas masih di rumah." ucap ikbal sambil terkekeh lucu melihat anaknya yang tertidur begitu pulas.


"hemmmm...mungkin karena kamu jarang di rumah, makanya pas kamu ada di rumah , dia minta ngikut kamu kemana-mana." ucapan Aisyah langsung mendapatkan anggukan kepala dari ikbal.


Aisyah benar...mungkin selama ini mereka berjauhan, jadi saat ikbal sedang dekat sebisa mungkin sang anak ingin bermanja pada ayahnya.


" ya sudah aku keluar dulu yah...?" belum dia keluar tangan sudah ditarik oleh ikbal membuat aisyah kaget.


" cup." kecupan kening langsung ikbal labuhkan di dahi aisyah. mendapat perlakuan manis seperti ini membuat pipi merah sudah semerah tomat.


" sudah sana...apa mau yang lain lagi?." Goda ikbal padanya membuat aisyah langsung mencebik.


dia turun dari mobil ikbal dan menutup pintu mobil sepelan mungkin agar tidak mengganggu tidurnya risky. Aisyah melambaikan tangannya saat mobil ikbal mulai melaju. saat akan membuka pintu kontrakannya tiba-tiba ada yang memanggilnya dari belakang.


" loh mbak aisyah kok udah balik? liburnya kan masih nyampe besok mbak, temennya juga belum pada nyampe kan? tanyanya.


" eh....iya mbak... biar gak macet aja, kalo balik kesini nya pas hari terakhir libur pasti macet, biar sekalian bisa istirahat cukup!." tetangganya pun mengangguk membenarkan ucapan Aisyah.


" bener tuh mbak.... lagian kalo kelamaan di jalan yang ada nyampe sini malah sakit... yasudah mbak... barangkali mbak aisyahnya mau istirahat, mari...." pamitnya langsung ditanggapi senyuman Aisyah.


Aisyah meringis menatap nanar keadaan kontrakannya saat ia sudah membuka pintu, baru ditinggal 5 hari saja keadaannya sudah begini apalagi kalo di tinggal sebulan.


Khayalan dirinya tentang berbaring di kasur empuk lenyap sudah, saat ini dirinya harus bergelut dengan sapu dan pel lebih dulu. dia ingin tidurnya nyaman malam ini, jadi... dia harus menunda dulu waktu istirahatnya. Aisyah yang mulai bergulat dengan sapu, iseng memotret dirinya sendiri yang sedang memeluk sapu dengan pose memelas dan langsung mempostingnya pada sebuah aplikasi sosmed dengan caption "habis mudik terbitlah lelah, semangat....!!!!".

__ADS_1


" hah....kelar juga, pokoknya harus minta pijit nih sama mereka berdua, mereka mah enak dateng-dateng udah bersih, bisa langsung istirahat. huftttthhh...."


berbaring di kasur dengan pandangan menatap langit-langit, rasanya begitu nyaman jika sudah bersih. saat meraba kasur miliknya, dia teringat kejadian saat pertemuannya pertama kali dengan ikbal. di kasur ini dia hampir melakukan khilaf terindahnya.


" hampir saja kita kebablasan, untung... mas ikbal masih bisa kontrol, aku jadi ngeri sendiri, apa jadinya nanti pas udah merit ??? bakalan abis aku ama dia." gumam Aisyah menggelengkan kepalanya saat mengingat hal itu.


" kata orang, duda lebih berpengalaman, mas ikbal benar-benar berpengalaman. ahhh..... aku jadi takut pas malam pertama sama dia, kemarin aja dia buas banget." ucap Aisyah menjerit dengan frustasi.


sibuk dengan pemikiran kotornya sendiri sampai akhirnya membawanya terbang ke alam mimpi. dering telpon yang sedari tadi berbunyi pun tak ia hiraukan, saat ini Aisyah benar-benar lelah, rasanya untuk membuka mata saja terasa berat.


#


#


#


#


#


Aisyah yang sudah terbiasa sejak kecil bangun pagi. selelah apapun, dia akan tetap bangun pagi. matanya seolah tak bisa terpejam lagi saat sudah bangun. hari ini masih libur, dia bingung mau melakukan apa sepagi ini???, seketika dirinya teringat tentang ponselnya yang berdering sejak semalam. saat membuka ponselnya, dia terkejut betapa banyaknya chat dan panggilan yang ia abaikan dari ikbal dan sahabatnya. hingga sebuah panggilan menghentikan kegiatannya saat membuka chat dari para sahabatnya.


"hallo... assalamualaikum Bun?".sapanya di ujung sana.


" waalaikumsalam...kenapa mas???".


" kirain belum bangun? taunya udah...!!!"ucapnya lagi.


" udah lah...emang kenapa?."

__ADS_1


"gak papa, maaf yah.... gara-gara mas, kamu jadi bersihin kontrakan sendiri. kalo mas gak nyuruh kamu balik kesini cepet-cepet kan bisa barengan temen kamu bersihinnya." tukasnya lagi.


" hehehe gak papa, lagian ini gak gratis !!! mereka harus pijitin aku pas dah balik kesini." jawabku dengan terkekeh.


" mau mas pijitin??." tawarnya.


" owh dengan senang hati saya menolaknya!!!." ikbal tertawa mendengar penolakan Aisyah.


" yasudah... nanti jam 9 mas jemput kamu, kita jalan-jalan bareng iky, gak papa yah?". ucapannya.


" hmmm... gak papa, kan emang udah punya anak, kalo jalan-jalan pasti anaknya di bawa donk, masa kamu tega?." jawaban Aisyah Membuat ikbal tertawa geli.


" resiko dapet duda beranak satu ya Bun?." kelakarnya membuat aisyah ikut tertawa.


" yasudah mas mau jogging dulu yah, keburu siang, nanti telat jemput kamu nya." panggilan pun berakhir.


liburnya tinggal satu hari ini ia akan gunakan untuk bersama risky dan ikbal, siang nanti rencananya mereka akan menemani risky bermain di salah satu pusat perbelanjaan. saat ini perutnya harus segera diisi mengingat jam sudah lumayan siang. semangkok bubur ayam hangat yang mangkal tak jauh dari kontrakan yang menjadi pilihannya.


suasana kontrakan begitu sepi, tak ada suara sumbang dari para sahabatnya saat ini. aisyah yang sudah terbiasa dengar celotehan para sahabatnya dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, hanya tersenyum hambar. Aisyah rindu dengan para sahabatnya.


waktu sudah menunjukan pukul 8.30, Aisyah mulai bersiap sebelum ikbal datang menjemputnya. sebuah Tunik dibawah lutut berwarna pink serta legging hitam ia kenakan tak lupa ia memakai kerudung dengan warna senada. dengan riasan tipis sudah membuat aisyah begitu manis hari ini. tas dan flatshoes warna senada pun tak ia lupakan.


" tokk ..tokk... tokk..." Aisyah yang tengah bersiap langsung berlari kearah pintu.


" ceklekkkk..." pandangannya langsung menatap pria yang sejak tadi sedang ia tunggu kedatangannya. tapi saat mengarahkan pandangan kearah bawah di tidak menemukan siapapun. matanya langsung menatap pria yang sedang berdiri di depannya.


" mana iky?".tanya Aisyah.


Aisyah menengok kanan dan kiri ikbal, siapa tau anak itu bersembunyi. tetapi ternyata tidak ada. pandanganku menatap heran pada pria yang ada di depanku, air mukanya menyiratkan kekhawatiran.

__ADS_1


"ada apa??"


__ADS_2