Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
34. pulang


__ADS_3

hari yang di tunggu-tunggu iky pun tiba, anak itu terlihat senang ketika sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. saat ini dokter sedang menjelaskan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan iky saat di rumah. iky yang sudah rindu dengan rumahnya hanya langsung mengangguk cepat.


"ya sudah iky, semoga cepat sembuh yah. jangan lupa obatnya di minum dan jadwal kontrol di harapkan tepat waktu yh." iky langsung tersenyum mendengar kata obat, karena dia selalu mengeluh saat akan meminum obatnya.


saat dokter sudah keluar dari ruangan, Aisyah langsung membereskan semua barang bawaan mereka bawa selama berada di rumah sakit. sedangkan ikbal menemani Iky diatas brankar.


" pah....nanti sekolah iky gimana.?" ikbal dan Aisyah saling berpandangan saat mendapat pertanyaan itu dari anaknya.


"tidak gimana-gimana, nanti iky tetap sekolah tapi belajarnya di rumah."


wajah anak itu terlihat murung ketika papahnya mengatakan itu. dia sedih tidak bisa seperti teman-teman yang bisa belajar di sekolah. sekarang dia hanya bisa duduk di kursi roda untuk sementara.


Aisyah dan ikbal kompak menghela nafas dalam-dalam. kini mereka akan di uji kesabarannya untuk menghadapi sikap anaknya. mental anak ini masih terguncang akan kejadian itu. itu tugas Aisyah dan ikbal untuk membuat anaknya kembali ceria seperti dulu.


" belajar di rumah pun tak masalah sayang, sama saja. iky bisa kembali ke sekolah setelah benar-benar sudah sembuh. saat ini yang terpenting iky harus tetap bersemangat untuk kesembuhan iky sendiri, ada ayah dan bunda yang akan selalu dampingin iky." ucap Aisyah saat dirinya mendekati brankar iky.


sebisa mungkin ikbal dan Aisyah memberikan pengertian pada anaknya


" apa iky nanti bisa jalan lagi?".


baik ikbal dan Aisyah langsung terkekeh mendengar penuturan anaknya, jadi ternyata iky cuma takut bahwa dia tidak akan bisa berjalan lagi hanya karena dirinya saat ini menggunakan kursi roda.


" tentu saja bisa sayang....kaki kamu hanya sedang sakit saja. nanti juga bisa jalan lagi kalo sudah sembuh." ucap aisyah.

__ADS_1


" tapi lama." wajah iky muram lagi ketika mengingat dia tidak akan bisa berjalan cukup lama.


melihat anaknya sedih seperti itu, hati ikbal terasa sakit. diusapnya punggung suaminya, saat suaminya memalingkan wajahnya untuk menahan tangis.


" tak masalah lama, asal sembuh. jangan mudah putus asa yah? sekarang ada bunda yang akan nemenin iky kemanapun.


pukul 10 pagi mereka sudah bisa pulang setelah ikbal menyelesaikan semua administrasinya. dirumah keluarga ikbal, sahabat-sahabat dan orang tua aisyah sudah menunggu Kedatangan mereka, lebih tepatnya kedatangan iky. anak lelaki yang selamat dari kecelakaan maut beberapa Minggu yang lalu.


" mommy...kapan iky sampai??." flora hanya tersenyum mendengar pertanyaan putra, pasalnya bukan hanya sekali Farhan sudah menanyakan hal ini.


" sabar sayang, mereka sudah di jalan....ih, gemes banget sih mbak Flo anak." gemas Mila mencubit pipi Farhan membuat sang empunya meringis.


" minull...anak orang itu, jangan di cubitin, entar dia nangis kamu mau tanggungjawab?." sarkas Fani. dia tau sahabatnya ini sangat menyukai anak kecil. makanya saat pertama kali melihat Farhan di rumah sakit ketika menjenguk anak sambung sahabatnya, dia selalu menggodanya. bahkan Farhan sampai mengadu pada daddy-nya.


" ya iyalah ganteng, orang pabriknya aja bonafit. makanya nikah sono biar produksi sendiri. cari yang pabriknya bonafit juga, biar produknya kaya Farhan." flora dan ibu langsung menyemburkan tawanya mendengar ucapan Fani.


perdebatan mereka terhenti saat melihat sebuah mobil memasuki pekarangan rumah ikbal. mereka melihat ikbal turun dari mobil dan langsung menurunkan sebuah kursi roda. setelahnya menggendong iky untuk ia dudukkan diatas kursi roda.


Farhan yang melihat risky keluar dari mobil langsung berlari menghampiri. dia senang sepupunya sudah sembuh. di begitu merindukan sepupunya. saat di rumah sakit dia hanya beberapa kali menjenguk. itu karena dia harus memaksa mommy nya saat akan menjenguk ikbal. flora dan Farhan yang sama-sama seorang dokter memiliki kesibukan masing-masing, membuat mereka jarang menengok keponakan selama di rumah sakit .


" aku seneng kamu sudah sembuh, jadi kita bisa main lagi." ucap Farhan saat berada didepan iky.


" tapi aku gak bisa lari-lari lagi Han." jawabnya dengan nada sedih.

__ADS_1


Mila dan Fani begitu kasihan melihat anak sambung sahabatnya itu, anak sekecil iky harus mengalami kejadian mengeringkan seperti ini.


" tak apa, kita main mobil remote saja , jadi kita gak usah lari-larian." Farhan terkekeh lucu. dia tau sepupunya sedang bersedih. sebelumnya flora sudah mengatakan pada anaknya Agar jangan membuat iky sedih, buat iky merasa senang. Farhan pun melakukan perintah mommy nya.


" ayok masuk, iky masih butuh istirahat. jadi mainnya nanti dulu." ucap Ikbal mencairkan suasana saat ini. dia tidak ingin anaknya memikirkan hal-hal yang akan membuatnya sedih.


mereka semua masuk kedalam rumah, di depan pintu mereka disambut flora dan bagas, serta asisten rumah orang tua ikbal.


" selamat datang kembali sayanya mommy mommy senang kamu sudah sehat sekarang." ucap flora setelah memeluk keponakannya yang sudah ia anggap anak sendiri, sebab sejak iky bayi dia juga ikut andil dalam merawat iky. disaat ikbal sedang terpuruk saat kepergian Yasmin, dia dan mommy lah yang merawat anak ini.


" ayo masuk....Daddy sudah rindu sekali dengan putra Daddy yang satu ini,kangen cerewetnya sama manjanya." Farhan hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Bagas. biasanya dulu dia akan tertawa jika bagas mengatakannya cerewet, namun sekarang iky menjadi pendiam sejak kejadian itu.


ikbal terus mendorong kursi roda iky di ikuti Aisyah yang berjalan di belakangnya. saat berada diruang tamu iky menatap foto oma dan opa langsung menundukkan wajah sedihnya, sekarang dia tidak bisa bermain lagi dengan mereka. dia sedih opa dan Omanya sudah meninggal.


"Oma sama opa sudah bahagia di surga. iky jangan sedih lagi yah?? iky juga punya kakek sama nenek sekarang, mereka juga sayang loh sama iky..."iky langsung menatap ibu dan bapak yang sedang tersenyum kepadanya.


tak lama kemudian ikbal dan Aisyah mengantarkan anaknya masuk ke kamarnya, sedangkan yang lain duduk diruang tamu. saat iky sudah tertidur ikbal dan Aisyah pun keluar dari kamar anaknya untuk bergabung bersama yang lain.


" iky sudah tidur?..." Ikbal hanya mengangguk mendapat pertanyaan dari Kakaknya.


ikbal dan Aisyah kini sudah bergabung dengan yang lain. mereka mulai berbincang membahas tentang peresmian pernikahan ikbal dan Aisyah yang rencananya akan berlangsung besok pagi.


baik bapak dan Bagas hanya bisa mendukungnya saja. mereka paham tentang kekhawatiran ikbal tentang anak dan istrinya. terlebih keadaan anaknya yang masih sangat membutuhkan perhatian darinya.dia juga tidak tega jika melimpah semua tugas itu kepada istrinya. rencananya ikbal akan membawa anak serta istrinya kekalimantan usai akad nikah ulangnya nanti secara resmi.

__ADS_1


__ADS_2