Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
39. protektif


__ADS_3

pagi ini sepertinya sinar Mentari tak muncul seperti biasanya. dia tengah bersembunyi di balik awan hitam, tanah Kalimantan sepagi ini sudah basah oleh tangisan sang langit, membuat bumil yang satu ini masih setia dengan selimutnya.


ikbal yang saat ini sudah gagah dengan seragam kebanggaannya hanya bisa menggeleng melihat istrinya yang memeluk erat sang selimut.


sejak dinyatakan hamil istrinya menjadi sedikit aneh. biasanya dia akan selalu membangunkan Ikbal ketika akan berangkat kerja, namun sekarang malah dia yang selalu membangunkan istrinya.


dia juga selalu meminta jatahnya setiap malam, padahal dulu istrinya selalu mengeluh jika ikbal meminta jatah setiap malam.


dia juga akan marah, jika ikbal tidak menciumnya dulu sebelum tidur. hal-hal yang dulu sering membuat Aisyah sedikit mengeluh sekarang malah menjadi sebuah kewajiban untuknya. bisa di bilang ini berkah bagi Ikbal tanpa harus membujuk sang istri terlebih dahulu.


" ayy.... kamu gak mau bangun?."bisiknya lembut di telinga sang istri.


Aisyah yang merasa tidurnya terusik hanya berdecak sebal. matanya benar-benar enggan untuk terbuka. namun dia tau saat ini waktunya ikbal pergi bekerja.


perlahan dia mengerjakan matanya, menatap suaminya yang sudah gagah duduk disampingnya. melihat suaminya sudah setampan ini membuat Aisyah ingin bermanja dengannya.


" ayok...bangun, bumil jangan terlalu banyak tidur, gak bagus." rayunya pada sang istri.


" tapi dingin mas, jadi males akunya." ikbal hanya menggeleng. semenjak hamil istrinya ini menjadi manja dan pemalas membuat ikbal makin gemas dibuatnya.


"aku mau kerja sayang, iky di rumah sendirian. embak kan belum masuk kerja."


embak sudah beberapa hari ijin tidak masuk karena sedang menjaga ibunya dirumah sakit, embak adalah anak tunggal. dia mempunyai 2 anak yang masih kecil-kecil. suaminya sudah meninggal karena suatu penyakit. sekarang dia mempunyai tanggung jawab yang besar mengurus kedua anaknya.


mendengar kata iky Aisyah langsung membuka matanya." oh iya aku lupa mas." dia menepuk jidatnya sendiri.


dia mulai beranjak dari pembaringannya menuju kamar mandi dengan sedikit tergesa-gesa." ayy...jangan terburu-buru seperti itu, aduh mas ngeri kamu takut jatuh sayang..." ikbal hanya meringis melihat istrinya yang masih saja ceroboh.


15 menit berada di kamar mandi dia keluar dalam keadaan sudah wangi dan bersih dengan lilitan handuk sebatas dada.

__ADS_1


ikbal yang tengah memeriksa ponselnya, menoleh sejenak kepada sang istri yang tengah berlenggak-lenggok di depan cermin. dengan hanya memakai pakaian dalam seraya mengelus perutnya yang kini sudah terlihat menyumbul di usia kehamilan yang baru menginjak dua bulan.


"greppp."


" sedang apa hmmmm? menggoda mas pagi-pagi begini?." aisyah hanya mencebik mendengar ucapan suaminya saat tangan kekar sang suami sudah melingkar indah si perut buncitnya.


" lihat...! sudah mulai terlihat yah? padahal baru mau dua bulan." ucapnya seraya mengelus perut buncitnya.


" hemmm...kan isinya dua ayy, kalo satu gak mungkin sebesar ini." Aisyah hanya terkekeh, kemudian memutar tubuhnya menghadap sang suami.


"cup". dilabuhkan kecupan singkat di bibir suaminya dan berlalu begitu saja seperti tidak terjadi apa-apa. sedangkan sang suami hanya menggeleng melihat tingkah sang istrinya yang semakin hari semakin aneh semenjak hamil.


" hari ini mas pulang agak telat ayy, kamu jangan masak ya? pesen online saja?." ucap sang suami saat sedang memperhatikan istrinya berganti pakaian.


" aku masih bisa mask kok mas, Jangan khawatir. kalau pesan makanan dari luar terus aku bosan mas." jawabnya tanpa mengalihkan perhatiannya pada cermin.


"gak usah cemas berlebihan gitu mas gak bagus, lagian aku bosen kalo harus istirahat terus." ucapnya menenangkan sang suami.


semenjak hamil ikbal menjadi lebih protektif terhadap aisyah, dia tidak ingin Aisyah kecapekan usai mengerjakan sesuatu. menurut suaminya olah raga ranjang saja sudah membuatnya lelah, dia tidak ingin membebankan yang lainnya pada sang istri.


usai berganti baju dia langsung mengapit lengan suaminya untuk keluar kamar menemui putranya yang sudah menunggu mereka di meja makan.


" ayok...iky pasti sudah nungguin kita?."aisyah terkekeh membayangkan wajah kesal sang anak jika di terlalu lama menunggu mereka


benar saja dugaan Aisyah , disana sang putra sudah duduk dengan wajah tertekuk, dia seperti sedang kesal.


" bunda sama ayah lama, iky udah lapar..." rajuknya dengan wajah yang imut membuat Aisyah hanya terkekeh.


" ayah sudah siap boy, bundamu yang lama." Aisyah langsung mencebik ketika sang suami menyalahkannya.

__ADS_1


" bukan bunda yang tak mau bangun sayang...tapi adik-adik kamu yang gak bolehin bangun." ucapnya seraya terkekeh.


" ckkk...mereka belum lahir saja sudah pemalas begitu Bun." Aisyah dan ikbal langsung tertawa mendengar putra mereka mengumpat calon adik-adiknya.


" ay... bagaimana dengan kuliah online kamu? apa lancar? mas gak mau kamu terlalu memforsirnya yah! utamakan kesehatan kamu dan anak-anak." sang istri hany mengangguk saja.


sejak pindah ke Kalimantan, aisyah melakukan kuliahnya secara online, selain dulu ingin fokus pada kesembuhan iky dia juga tidak di perbolehkan sang suami kuliah offline karena sifat pencemburu ikbal.


semenjak menikahi Aisyah, sifat pencemburu ikbal mulai keluar. dia sangat membatasi pergaulan sang istri pada lawan jenis. bahkan pada para bawahan ikbal sendiri pun diat idak diperbolehkan terlalu akrab, hanya Heru lah yang pernah berbicara cukup lama dengan Aisyah, itupun ketika mengunjungi istri Heru yang tengah sakit di rumah sakit.


Aisyah sama sekali dengan sifat pencemburu sang suami. dia sangat memakluminya. di malah bersyukur bisa di cintai oleh lelaki seperti ikbal. lelaki tegas, berwibawa, dan hangat pada keluarga.


" yah...kapan kita ke Palembang? sudah lama iky gak jengukin makam bunda Yasmine sama bund yasmine." ikbal langsung menghentikan suapannya dan menatap sang istri.


Aisyah mengerti arti tatapan ikbal, dia ingin meminta ijin kepadanya. sebagai ibu sambung Aisyah memahami perasaan iky. dia mungkin kangen pada ibu kandungnya. walaupun mereka tidak pernah bertemu akan tetapi mereka punya ikatan batin. darah yasmin juga mengalir dalam tubuh iky.


" nanti ayah cari waktu senggang yah? saat ini kerjaan ayah lagi banyak. ayah juga sekalian mau ngecek restoran punya Oma disana." ucapnya setelah mendapatkan persetujuan dari Aisyah lewat anggukan kepalanya.


keluarga ikbal memang bukan mengandalkan dari profesinya saja, melainkan memiliki usaha restauran Nusantara yang ad di Palembang, Jakarta, dan Bandung.di setiap cabang memiliki orang kepercayaannya sendiri-sendiri. ikbal hanya mengeceknya sesekali saja, sementara sang kakak sama sekali angkat tangan dalam usaha keluarganya. dia hanya fokus pada profesinya sebagai dokter.


" kapan jadwal cek up iky lagi mas...?." tanya Aisyah pada suaminya.


" lusa sayang, mudah-mudahan saja sudah bisa lepas dari tongkatnya." ucapnya seraya menatap wajah sang anak.


iky sudah sangat jenuh berjalan dengan tongkatnya. dia sering mengeluh pada aisyah jika dia tidak bisa bermain seperti teman-temannya.


setiap hari dia hanya bisa melihat teman-temannya bermain lari-larian, terkadang itu membuatnya iri. dia rindu bermain bersama farhan.


hai hai gaessss....sudah baca jangan lupa like vote and komennya ya...biar othornya makin semangat buat nulisnya...bila kalian sedang berbaik hati boleh juga kasih hadiah buat othor... othornya pasti tambah semangat....🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2