
ikbal baru saja tiba di tempat kerjanya. sepanjang menuju ke ruangan nya para bawahannya banyak yang menyapanya. dia hanya membalasnya dengan anggukan dan sedikit senyuman.
semenjak menikah aura wajah ikbal jadi lebih berseri, apalagi semenjak tahu istrinya hamil dia jadi terlihat sangat bahagia. hingga membuat para bawahannya sedikit heran dengan perubahan komandannya ini.
" shutttt..Nin, liat tuh mantan duda kita wajahnya tiap hari gue liat makin berseri aja." bisik rekan Nindy di telinganya. Nindy hanya melirik saja apa yang rekannya liat.
semenjak ikbal menikah Nindy sudah tidak pernah mencari perhatian lagi kepada komandannya, akan tetapi dia belum bisa melupakan komandannya dalam hati nundy. dia merasa sudah kalah dengan gadis seperti aisyah. dalam hatinya dia masih belum rela ikbal lebih memilih Aisyah daripada dirinya.
Nindy merasa jauh lebih pantas untuk ikbal dibandingkan Aisyah. Nindy sama seperti ikbal, sama-sama berasal dari keluarga yang berbackground polisi. ayah serta saudara Nindy yang lain kebanyakan juga berprofesi seorang perwira polisi.
"tokk... tokk... tokk..."
Heru mengetuk pintu ruangan Andi dari luar.
" masuk." dia pun langsung masuk keruangan ikbal setelah mendapatkan sahutan dari dalam ruangan sahabatnya.
"ada apa?." Heru langsung berdecak sebal mendapatkan pertanyaan seperti itu dari sahabatnya, pasalnya dia hanya rindu berbincang dengan ikbal. sudah lama mereka tidak pernah mengobrol selain urusan pekerjaan
"loe yang ada apa? Menteng-mentang udah punya istri, gue sekarang di lupain, kayanya tuh habis manis sepah di buang. punya yang baru yang lama di lupain." ikbal hanya mengulum senyum saja mendapat gerutuan dari sahabatnya ini. di memang juga merasa sudah jarang berbincang dengan sahabatnya selain masalah kerjaan di kantor. apalagi akhir-akhir ini sedang banyak kasus-kasus yang harus mereka tangani.
"anak istri loe apa kabar?." ikbal menjengitkan sebelah alisnya mendengar sahabatnya mempertanyakan kabar anak dan istrinya. dia heran tumben-tumbenan dia menanyakan Mereka.
Heru yang ditatap heran olah sahabatnya langsung menyemburkan tawanya. dia tau ikbal pasti berfikiran negatif padanya. dia cemburu saat menanyakan kabar tentang istrinya.
" kenapa muka loe? cuma nanyain kabar bini aja muka loe langsung asem gitu, gimana kalo gue minta nomor bini loe? CK CK CK... dasar posesif loe."
" yang ada loe nanti langsung gue mutasi ke daerah terpencil.!" ucapnya dengan sarkas. Heru langsung terkekeh mendengar penuturan temannya.
" nih...gue cuma mau ngasih undangan ini buat anak sama bini loe." ikbal langsung mengambil apa yang disodorkan sahabatnya. sebuah undangan ulang tahun anaknya Heru yang akan di laksanakan hari minggu di kediamannya.
" oh.... insyaallah gue sama keluarga pasti dateng. thanks undangannya."
" hemmm. yasudah gue mau balik kerja lagi sebelum gue kena mutasi dari komandan karena kebanyakan mengobrol di jam kerja." ucapnya dengan nada mengejek seraya bangkit dari duduknya.
__ADS_1
ikbal berdecak sebal di sindir sahabatnya, dia dari dulu memang selalu menistakan ikbal sejak zan SMA. dia memang tipe kaku orangnya. dia juga tidak terlalu suka berinteraksi dengan orang yang tidak terlalu penting buatnya. namun para gadis sangat mengagumi ikbal dengan sifat cueknya itu , di mata mereka ikbal jadi terlihat berkharisma.
saat sahabatnya sudah keluar ikbal menyimpan kartu undangan itu, kemudian melanjutkan pekerjaannya yang sempat terjeda karena kedatangan Heru.
#
#
#
#
di rumah Aisyah sedang menemani Iky menunggu gurunya datang, dia sudah menyiapkan semua buku-buku untuk pelajaran anaknya hari ini di ruang tamu. saat ini iky masih sekolah homeschooling. tahun ajaran baru berikutnya dia akan langsung masuk ke kelas dua sekolah umum.
" Bun...sedang apa Dede didalam sana ya?" tanyanya seraya mengelus perut sang bunda. baik Ikbal maupun iky senang sekali mengelus perut Aisyah sambil mengajak sang adik berbicara.
entah apa yang di bicarakan iky pada adiknya.di hanya berbisik di depan perut bundanya.
" dia mungkin sedang tidur sayang, atau mungkin dia sedang nunggu Bu guru juga, soalnya kan dia juga mau ikutan abangnya belajar." putranya langsung tersenyum mendengar jawaban bundanya.
Ting Tong...
" Bun... mungkin itu Bu guru?" Aisyah langsung bangkit untuk membuka pintu depan.
" selamat pagi Bu Aisyah, maaf yah sedikit telat. tadi agak macet dikit di jalan.," ucapnya.
" owh gak apa-apa Bu, mari masuk iky sudah menunggunya di dalam." jawab Aisyah sopan.
mereka pun masuk menuju tempat yang akan dijadikan iky buat belajar. disana iky sudah
menunggu dengan buku-buku pelajarannya.
" pagi iky...
__ADS_1
maaf yah sayang Bu guru agak kesiangan. tadi di jalan lumayan macet soalnya." sapanya pada iky dengan senyuman hangat.
" iya Bu guru gak papa, lagian iky di temanin bunda nunggu Bu gurunya."
Meraka pun akhirnya memulai pelajarannya, sementara Aisyah langsung pergi keruangan lain yang tak jauh dari tempat iky belajar. dia hanya mengawasi anaknya belajar dari jauh agar tak mengganggu konsentrasi belajar anaknya.
Sembari menunggu iky belajar Aisyah jug mengerjakan tugas-tugas kuliahnya secara online. walaupun online dia tidak merasa kesulitan. dia juga kadang di bantu ikbal jika ada tugas matkul yang tidak ia paham. walaupun ikbal Bergelar sarjana hukum dia juga sedikit paham tentang matkul untuk jurusan ekonomi dan management.
hampir dua jam anaknya belajar, setelah selesai Bu guru pun langsung pamit. Karena harus mengajar lagi di tempat yang lain. mereka mengantar bu guru sampai depan halaman rumah mereka.
" ayok masuk... kita makan siang dulu yah, habis itu iky harus istirahat siang." Aisyah menuntun iky masuk ke dalam. mereka langsung menuju ke meja makan. makanan yang sudah Aisyah beli secara online, karena ikbal sama sekali tidak mengijinkan istrinya capek.
dengan telaten Aisyah mengambilkan makanan untuk iky di atas meja, semua makanan yang anaknya suka ada disana, Aisyah sengaja membelikan makanan yang iky suka. itu adalah semacam reward darinya untuk iky, karena anak itu sudah mau belajar homeschooling dengan baik tanpa mengeluh lagi.
mereka makan di selingi dengan candaan ringan, meskipun hanya berdua akan tetapi rumah terasa ramai, jika bersama Aisyah iky akan banyak bicara. dia akan menanyakan banyak pertanyaan dengannya. ikbal saja heran kenapa anaknya sekarang bertambah cerewet semenjak memiliki bunda.
setelah makan siang iky langsung di tuntun untuk istirahat siang, dia tidak mau anaknya sakit lagi karena kurang istirahat, sebab iky masih dalam tahap penyembuhan pasca operasi kepala dan kakinya. dia tidak ingin terjadi apa-apa lagi dengan anaknya.
setelah Oky tertidur dilamarnya, Aisyah pun langsung keluar untuk istirahat Rahat juga. semenjak hamil dia mudah kelelahan. padahal kandungannya masih kecil. baru dia akan merebahkan tubuhnya di ranjang, dering ponselnya berbunyi. terdapat nama ibu di layar ponsel Aisyah.
" assalamualaikum Bu..."
"...................."
" alhamdulilah Aisyah sama yang lain sehat Bu, kandungan Aisyah juga sehat."
" ....................."
" ada kabar apa Bu ?"
"................……"
deg...
__ADS_1
" innalilahi wa innailaihi rojiun."