
POV Mira
aku bahagia ketika bisa menikah dengan pria yang aku kagumi sejak dulu, walaupun harus dengan cara merebutnya dari sahabatku sendiri. aku tidak peduli dia tidak mencintaiku, karena cintaku saja sudah lebih dari cukup untuk kami.
kami tinggal di rumah orangtuanya setelah kami menikah, ibu mertuaku sangat baik kepadaku, namun ayah mertua sepertinya tidak begitu menyukaiku. aku pikir jika kami tinggal satu kamar, dia akan tergoda oleh tubuhku. namun cintanya yang besar kepada sahabatku mengalahkan ikatan suci pernikahan antara kami.
aku yakin suatu saat dia akan mencintaiku seiring berjalannya waktu. aku berusaha menjadi istri yang baik untuknya walaupun dia tidak pernah menganggap ku ada.
perlahan tapi pasti aku semakin tak di anggap olehnya, hanya ada satu wanita saja dalam hidupnya bagi dia, sahabatku sendiri. Aisyah Putri.
selama kami menikah dia tidak pernah sekalipun menyentuh ku. walaupun rasanya aku mulai jenuh namun aku harus tetap bertahan, karena ini adalah pilihanku sendiri.
rasa cintaku yang besar terhadapnya, membutakan semua logika yang ada. dia selalu mengacuhkan ku di setiap waktu.
hingga suatu hari aku melihatnya di sedang duduk bersama wanita lain begitu mesra di sebuah Restauran. sang wanita seperti sedang memeluk tubuh suamiku.
hatiku sakit luar biasa melihat itu semua, aku rela ia abaikan. namun jika di sudah main belakang aku tidak bisa menerima ini. hingga ide gila muncul dalam pikiranku.
malam ini aku ingin memiliki tubuh suamiku. mungkin jika aku memiliki anak darinya, dia akan berubah padaku.
dia pulang pukul 9 malam, dan langsung masuk ke kamar kami. saat dia sedang masuk kedalam kamar mandi, aku langsung bergegas menuju dapur untuk mengambilkan dia minum. tapi... aku mencampur minumannya dengan obat untuk merangsang birahinya.
aku letakan minuman itu di atas nakas, berharap dia akan meminumnya. saat pintu kamar mandi mulai terbuka, aku langsung pura-pura tertidur lagi.
dia sudah wangi dan segar saat mulai mendekati ranjang kami, tercium aroma sabun yang menguar dari tubuhnya. aku jadi semakin tidak sabar untuk memilikinya malam ini. padahal aku adalah istri sahnya, namun aku sudah seperti ****** saat aku akan menjebak suamiku sendiri.
saat berdiri di samping nakas, dia melihat minuman yang sudah aku buatkan untuknya. dia langsung menenggak minuman itu tanpa berpikir panjang. kemudian dia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang kami, dan membelakangi ku saat tidur.
aku berpura-pura tertidur, padahal aku masih terjaga. aku merasakan dia mulai gelisah. tubuhnya seraya bergerak ke kanan dan ke kiri. dia terasa tidak nyaman.
dan belum aku membalikkan badan ternyata ada tangan yang sudah melingkar indah di pinggangku. mengendus tengkuk leher dan mengigit kecil telingaku. rasanya dadaku seperti ada yang mau pecah di sana, berdebar-debar tidak karuan.
mungkin ini reaksi obat yang aku masukkan ke minumannya. aku bahagia malam ini aku akan memilikinya. Meski harus dengan cara seperti ini.
" Mir...mas ingin kamu malam ini..." bisiknya di telingaku.
dia membalikkan badanku untuk menghadap kearahnya, raut wajahnya sudah terlihat penuh kabut birahinya. dia mulai menyerang bibirku dengan brutal, dan tangan yang tak mau diam terus mencari apa saja yang ia inginkan.
malam ini penyatuan yang sangat aku inginkan sejak menikah dengannya pun akhirnya terjadi. dia mencumbu ku dengan buas.
__ADS_1
" emmmm.... Syah enak sekali Syah" rancaunya.
deg....
hatiku sakit ... aku pikir dalam keadaan seperti ini dia tidak akan mengingatnya, namun aku salah saat kami sedang berhubungan pun dia hanya membayangkannya bersama sahabatku. remuk sudah hati ini. disela-sela penyatuan kami, aku menangis dalam hati.
hampir dua jam lamanya kami melakukan penyatuan, tanpa hentinya dia terus berpacu di atas tubuhku. dia terus merancau memanggil nama sahabatku. hatiku semakin teriris. hingga dia ambruk diatas tubuhku saat pelepasan sudah menghampirinya.
sakit tapi nikmat, aku berharap malam ini kerja kerasku akan membuahkan hasil. kami pun tertidur setelah bekerja keras mencari keringat.
pagi hari dia terbangun dari tidurnya dia kaget melihat tubuhnya dalam keadaan polos dan melihat ku ada di sampingnya dalam keadaan yang sama. dia sangat murka kepadaku. dia langsung berteriak di telingaku hingga membuatku langsung terjaga.
" dasar ****** kamu mir!!, kamu menjebak ku???" aku hanya tersenyum getir saat di bilang ****** oleh suamiku sendiri.
" kurang ajar kamu mir!! aku tidak akan terima semua ini mir!! selama ini kamu sudah menghancurkan semua impian aku dan sekarang kamu berani menjebak ku hah!!!" dia menjambak rambutku hingga kepalaku mendongak kearahnya.
" mulai sekarang aku talak kamu mir !!! kamu bukan istriku lagi!!!
deg....
bukan ini yang aku inginkan, aku berharap dia mau menerima ku setelah malam panjang yang kami lalui semalam, namun dia malah membuang ku setelah dia pakai. air mataku mengalir begitu saja setelah kata talak terucap dari bibirnya.
aku langsung bangkit dari ranjang meski tubuh ku masih polos tanpa penghalang apapun. dan ku ambil sebuah gunting di atas nakas.
tes....tes....tes....
aku menangis seraya tertawa setelah berhasil menancapkan gunting ke perutnya saat mas Andra lengah. darah mengalir dari dalam perutnya hingga mulai menetes ke lantai...dan tak lama kemudian dia ambruk.
tubuhku merosot ke lantai. memandangi wajah tampan suamiku yang sudah mulai memejamkan matanya.
air mataku sudah tidak mengalir lagi, namun batinku menangis begitu kencang.
diluar sana orang tua mas Andra mulai khawatir kepada kami. setiap hari mereka memang selalu mendengar pertengkaran kami, namun pertengkaran kami kali ini adalah yang paling fatal. hingga 3 jam lamanya aku belum keluar dari kamar. membuat mereka saling khawatir.
" pak, Kok mereka belum pada keluar yah?."
" mungkin tidur lagi Bu..."
" ibu kepikiran mereka pak, takut terjadi apa-apa. apalagi ibu dengar mereka tadi habis berantem lagi."
__ADS_1
ibu mondar-mandir di ruang tamu menunggu kami keluar, namun kami tidak keluar-keluar.
" pak, perasaan ibu kok tambah gak enak yh! coba bapak ketuk pintu kamar mereka." bapak langsung mendesah seraya melipat koran yang sedang ia baca. dan mengikuti kemauan ibu
tokk..tokk..tokk..
" ndra...ini sudah mau siang, kamu tidak bekerja?." tak ada sahutan dari kami dalam kamar.
tokk...tokk...tokk ...
" ndra...kamu masih tidur?." ibu dan bapak semakin khawatir ketika tidak ada sahutan dari kamar kami, padahal jelas-jelas mereka mendengar pertengkaran kami tadi pagi.
" pak coba dobrak pintu nya, ibu sangat khawatir dengan mereka." wajah ibu mulai panik.
" baiklah... ibu awas..."
bapak mulai mendobrak pintu kamar kami, satu kal dua kali hingga tiga kali pintu itu baru bisa terbuka, saat mereka baru di ambang pintu ibu berteriak histeris melihat mas Andra sudah tergeletak di lantai dengan bersimbah darah.
aakkkkkkkkk...........
"astaghfirullah..."
ibu berteriak melihat anaknya seperti itu, dan bapak hanya beristighfar.
" pak...kenapa Andra seperti ini pak?" bapak hanya menggeleng saja melihat ibu sudah menangis seperti itu. mereka melirikku.
" Mira....brengsek kamu!!, menantu kurang ajar kamu!! apa yang sudah kamu lakukan dengan anakku hah!!!." ibu mulai memakiku dan menjambak ku namun aku hanya diam saja.
bapak menutupi tubuh polos mas Andra yang sudah tak bernyawa dengan selimut. kemudian bangkit melerai ibu yang semakin brutal menyerang ku.
" sudah Bu, kita urus Andra dulu, jangan hiraukan yang lain." bapak melirikku dengan tatapan membunuh saat dia menarik tubuh istrinya dari hadapanku.
dan tak lama polisi datang, dan warga mulai ramai berdatangan untuk melihat yang terjadi di rumah mertuaku, hingga orang tuaku juga datang saat aku akan di bawa ke kantor polisi sebagai terdakwa kasus pembunuhan atas suamiku sendiri.
hidup ku benar-benar hancur saat ini. cinta yang aku harapkan tak kunjung terbalas, hingga aku melenyapkan orang yang aku cintai dengan tangan ku sendiri.
aku melihat ibuku menangis saat aku di giring menuju mobil polisi. semua orang menatapku dengan sinis, bahkan ada yang dari mereka mencemooh ibu dan bapak.
dalam hatiku, aku sangat menyesali perbuatan ku. mungkin ini karma untuk ku, karena sudah merebut mas Andara dari sahabatku sendiri. cintanya begitu besar terhadap Aisyah membuatku selalu iri kepadanya.
__ADS_1
..." maafkan aku mas, aku sangat mencintaimu, batinku berbicara....
hai-hai gaaaeasss yang minta Mira di bikin sengsara sudah lunas yah ...jangan lupa like vote and komennya buat othor yang masih kacangan ini yah.....biar semakin semangat nulisnya....🤗🤗 bila kalian sedang berbaik hati kasih hadiahnya juga boleh...🥰🥰🥰