Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
27.kembali ke Jakarta


__ADS_3

malam hari keluarga sudah berkumpul di meja makan, malam ini adalah malam terakhir Aisyah makan bersama keluarganya. besok dia akan kembali ke Jakarta. walaupun masih ada dua hari libur akan tetapi dia memutuskan untuk kembali ke Jakarta lebih cepat, sebab ikbal sudah menunggunya. sebelum ikbal kembali ke Kalimantan dia ingin memiliki waktu berdua dengan tunangannya.


" besok kamu balik ke Jakarta lagi nduk ???." tanya ibu.


" hmmm...iya Bu, mas ikbal minta ketemu dulu sebelum balik lagi ke Kalimantan. kalo aku nolak gak enak Bu." jawab Aisyah.


" hmmmm....iya! yang penting kamu hati-hati dan jaga diri, kalian memang sudah terikat tapi ingat yah.... masih belum sah! jadi harus jaga batasan kalian." Aisyah hanya mengangguk saat ibu memberinya nasehat.


" kuliah mu bagaimana nantinya nduk? saat kamu nikah nanti apa akan berlanjut??." tanya bapak yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan antara Mayra dan ibu.


" tetep lanjut pak... lewat online. kalo gak, kata mas ikbal di lanjut di Kalimantan." jawab Aisyah.


" pindah maksudnya....???


" iya pak kuliahnya pindah ke Kalimantan, lagian tinggal beberapa semester lagi." jelas Aisyah pada bapak, bapak pun manggut-manggut saja.


" kalo kamu arfa, rencananya mau lanjut kemana? sebentar lagi ujian kan?."tanya Aisyah pada adik semata wayangnya.


" kayanya SMA nya mbak Aisyah deh, aku pengen masuk situ, katanya disana banyak donatur yang ngasih bea siswa saat lulus nanti, aku pengen dapet beasiswa mba. doain aku yah...?" jawab Andra.


Andra memang memiliki otak yang pintar sama seperti Aisyah, dia memiliki ambisi yang kuat. mungkin karena dia anak lelaki satu-satunya di keluarga jadi memiliki tanggungjawab yang besar.


bapak, ibu serta Aisyah hanya menanggapinya dengan senyuman, tanpa di suruh mereka pasti akan mendoakannya. Aisyah bangga dengan tekad kuat adiknya. mungkin karena terlalu sering mendapat hinaan dari para tetangga menjadikan dirinya mempunyai tekad itu.


#


#


#


#


#

__ADS_1


pagi-pagi sekali bapak sudah mengantar Aisyah ke terminal bus, dia sengaja tidak menggunakan travel karena ikbal ingin menjemputnya di terminal nanti. semalam dia sudah memberi kabar padanya akan sampai di Jakarta menjelang sore hari, karena jarak yang di tempuh Aisyah lumayan lama dari kampungnya menuju Jakarta.


" Aisyah pamit ya pak! ... jangan lupa selalu doakan Aisyah selama di Jakarta." pamit Aisyah setelah dia mencium takzim tangan bapak.


" hemmm ya hati-hati nduk, ingat selalu pesan bapak dan ibu yah??? .." ucap bapak. mata Aisyah sudah berkaca-kaca saat dia akan menaiki bis. dia akan kembali ke kampung halamannya lagi saat pesta pernikahannya nanti. dan akan kembali meninggalkan orangtuanya lagi dalam waktu cukup lama. dia akan mengikuti kemanapun suami ditempatkan saat dinas.


sepanjang perjalanan Aisyah hanya berbalas chat dengan teman-temannya, mereka baru tau Aisyah akan balik ke Jakarta hari ini. dia takut jika teman-temannya tau, pasti mereka akan ikut balik ke Jakarta lebih cepat juga. sudah pasti acaranya dengan ikbal terancam gagal.


^^^Minull: " mentang-mentang udah mau nikah, sekarang maen rahasia-rahasia...😏^^^


^^^Fani: betul tuh...!! takut banget digangguin Ama kita...😠^^^


^^^me:😂😝^^^


^^^minull: temen lucknut... emang dasar loe Syah...!!!😈^^^


^^^Fani: i hate you...💔^^^


^^^me: see you in Jakarta bye bye....🤣🤣🤣^^^


perjalanan Aisyah kali ini terasa lebih lama tidak dari biasanya, mungkin karena dirinya yang sudah tidak sabar untuk bertemu ikbal. mata yang biasanya mengantuk selama perjalanan pun terasa segar. hatinya saat ini di liputi rasa cemas. dia bingung harus berkata apa saat berhadapan dengan ikbal nanti. rasanya sejak acara lamaran dia begitu canggung pada ikbal.


pukul 3 sore bis yang Aisyah naiki berhenti di terminal Jakarta. para penumpang turun secara bergantian dengan tertib. saat dirinya mulai turun tiba-tiba dikejutkan suara teriakan anak kecil.


" bunda...."


" bunda...."


" disini bunda....."


Aisyah yang kebingungan pun hanya menoleh mencari kearah sumber suara... siapa yang berteriak sekencang itu di tempat ramai seperti ini. saat Aisyah mengedarkan pandangannya dia melihat sosok anak kecil yang ia kenali, tapi...??? dia tidak melihat seseorang yang ia kenal disamping anak tersebut. dengan siapa dia kesini pikir Aisyah???.


saat aisyah akan mendekati anak tersebut, tiba-tiba dia di kejutkan dengan seseorang yang merampas tas yang ia pegang. Aisyah langsung terkejut melihat pria yang sejak tadi ada dalam pikiran ada di sampingnya.

__ADS_1


" kenapa..??? kaget ya??" ucap Ikbal saat melihat wajah terkejut Aisyah.


" ish......aku pikir jambret, untung aku gak langsung teriak." ikbal tertawa kecil saat lengannya di tepuk Aisyah.


" iya aku bukan jambret...tapi penculik! soalnya aku mau nyulik anaknya bapak Rudi." hehehe." Aisyah hanya mencebik saja mendengar perkataan ikbal.


" itu....." tunjuk Aisyah pada Risky " kenapa di biarin sendirian??? kalo kenapa-napa gimana coba???." tukas Aisyah.


" tenang aja...! gak akan ada yang berani kok, yang nyolek anaknya Kapolres Muhammad ikbal." ucap Ikbal dengan jumawa disertai senyuman.


" issss..... sombongnya gak ada lawan..." tukas Aisyah membuat Ikbal tertawa renyah.


" yaudah yuk bunda...anaknya dah cemberut aja tuh dari tadi nungguin kamu dateng." ada perasaan lain saat ikbal menyebut dirinya dengan sebutan bunda dan dia juga mendengar iky meneriakinya dengan sebutan bunda, apa Aisyah benar-benar diterima iky sebagai bundanya. rasanya begitu haru saat ayah dan anak ini memanggil dengan sebutan itu.


" lama amat sih yah Bu.... iky dari tadi nungguin disini tau...!"keluar iky pad ikbal dan Aisyah.


"eh.....iya." aisyah masih sangat canggung dipanggil bunda oleh anak sambungnya." ayok...!" mereka pun berjalan menuju mobil ikbal.


ikbal yang berjalan dibelakang mereka hanya tersenyum saja, dia tau Aisyah sangat terkejut dipanggil bunda oleh iky, ya....ikbal dan iky sudah sepakat untuk memanggil Aisyah dengan sebutan bunda saat di perjalanan menuju terminal. dia ingin Aisyah dan iky terbiasa dengan panggilan itu. ternyata benar tebakan ikbal, Aisyah akan salting ketika mendapat panggilan bunda darinya.


" kita makan dulu yah??? tadi aku sama iky makan siangnya cuma sedikit, sengaja biar bisa makan bareng bunda....iya kan nak?." ucap Ikbal semakin menggoda Aisyah, dan dia angguki oleh iky.


..." ya ampun nih orang kesambet apaan sih, bikin orang salting aja, ayah sama anak benar-benar bikin meresahkan, batin Aisyah."...


" oh yaudah kita makan dulu, tapi nanti langsung pulang ya mas? badan aku udah lengket soalnya." jawab Aisyah.


" oke...." ucap ikbal singkat.


selam perjalanan menuju tempat makan Meraka mengobrol layaknya Seperti keluarga kecil yang bahagia, iky yang terus berceloteh membuat Aisyah senang. dia senang bisa diterima oleh iky sebagai ibu sambungnya. padahal awal ketemu dia ragu, apakah iky bisa menerima hubungannya dengan ikbal?. tapi sekarang dia sudah tahu jawabannya, sepertinya iky mulai nyaman dengan Aisyah. dia juga banyak bertanya tentang sesuatu padanya. layaknya ibu pada umumnya Aisyah menjawab semua pertanyaan iky dengan sabar. walaupun terkadang dia juga membutuhkan batuan Ikbal.


"ayok....kita turun dulu....hari ini pertama kalinya kita makan bareng bunda diluar, jadi kita harus cari makanan yang enak, Setuju kan sayang....?.ucap Ikbal meminta persetujuan pada anaknya.


" ya ayah benar, hari ini kita akan makan makanan yang enak!". Aisyah hanya menggeleng saja, ayah dan anak ini kompak sekali pikirnya.

__ADS_1


mereka memilih tempat yang paling pojok agar merasa lebih nyaman saat sudah masuk kedalam restoran, sebab disana tidak begitu banyak orang yang duduk. ini ikbal lakukan demi kenyamanan Aisyah, dia tau Aisyah jarang sekali makan di tempat seperti ini.


saat makan mulai datang. iky sangat antusias begitu melihat makanannya sudah ada di depannya. sedangkan Aisyah masih terlihat malu-malu memakannya, mungkin ini terlalu asing pikirnya, entah apa nama makanan ini. yang jelas ini adalah pertama kali ia memakannya. hidupnya mulai berubah setelah mengenal dengan ikbal. mungkin ini adalah buah dari kesabarannya selama ini.


__ADS_2