Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
43. akhir bahagia


__ADS_3

hari demi hari telah berlalu, keluarga kecil ikbal dan Aisyah sebentar lagi akan kedatangan anggota baru. iky yang sebentar lagi akan menjadi Abang begitu antusias memilih pakaian untuk adik kembarnya nanti.


saat ini mereka ada di sebuah moll untuk belanja keperluan baby twins, usia kandungan Aisyah sudah memasuki 7 bulan, tinggal 2 bulan lagi baby twins akan lahir ke dunia.


3 bulan lalu mereka telah melaksanakan acara 4 bulanan untuk baby twins, baik keluarga Aisyah maupun keluarga ikbal datang ke Kalimantan untuk menghadiri acara 4 bulanan Aisyah.


iky yang sudah lama tidak bertemu dengan Farhan merasa senang sekali ketika sepupunya itu datang ke Kalimantan, setiap waktu mereka habiskan untuk bermain dan melepas rindu.


sementara bapak ibu dan arfa juga datang ke Kalimantan karena ikbal sudah mengirimkan tiket pesawat untuk mereka. Aisyah yang sudah lama tidak bertemu dengan keluarganya merasa senang, kebahagiaan nya terasa begitu lengkap.


" Bun...aku mau yang biru saja yah? yang ini warnanya gak bagus." ucapnya saat memilih pakaian untuk adik kembarnya. ikbal yang merasa warna pilihannya ditolak anaknya langsung mencebik. sementara Aisyah yang melihat anak dan ayah saling berbeda pendapat hanya menggeleng saja.


" hijau juga bagus boy, jangan biru semua." ikbal yang masih tak mau kalah dengan iky kekeh dengan pendiriannya. mendengar mereka terus berdebat tak henti-hentinya membuat Aisyah meninggalkan mereka di sana, Aisyah lebih memilih berkeliling sendiri dengan pilihannya sendiri.


" benar kan Bun...? loh bunda mana boy?." Meraka terkejut saat Aisyah tak ada di dekat mereka. Meraka pun mencari keberadaan Aisyah.


di lain tempat Aisyah tengah berbincang dengan salah satu SPG disana, dia sudah memilih banyak baju yang akan di pakai baby twins nanti, begitu juga keperluan baby twins yang lain.


iky dan ikbal terus mencari keberadaan Aisyah, sedangkan Aisyah sedang berdiri di depan kasir untuk melakukan transaksi pembayaran.


" itu bunda yah, di kasir?." tunjuk anak itu saat melihat bundanya. merek pun langsung menghampiri Aisyah.


" di cariin taunya disini, bikin mas khawatir aja." Aisyah langsung menoleh saat mendengar sang suami sedang menggerutu. dia tersenyum kecil melihat wajah panik anak dan suaminya.


" kalo dengerin pendapat kalian gak selesai-selesai belanjanya, yang ada aku ngelahirin disini," keluhnya seraya mencebik.


" hemmm...yasudah bayar dulu, terus kita cari makan dulu, ini sudah jam makan siang."


mereka memilih makan siang di salah satu restoran makan Jepang, karena iky sangat suka dengan mie ramen nya. mereka memesan 3 mangkuk mie ramen. saat pelayan makanan datang keluarga kecil ikbal pun mulai menikmatinya.


#


#


#


#

__ADS_1


2 bulan kemudian


awww....sttttt....


usai kegiatan panasnya bersama sang suami, aisyah tiba-tiba saja perutnya merintih kesakitan, rasanya panas menjalar di area pinggang. dia yang masih berada di kamar mandi berusaha keluar untuk menemui suaminya. namun untuk melangkah saja rasanya begitu sulit, darah mulai menetes di area pangkal pahanya.


"massssss.....". teriakannya dari dalam kamar mandi saat dia tak mampu untuk melangkah lagi.


ikbal yang baru masuk kamarnya, mendengar teriakkan sang istri dari kamar mandi langsung berlari ke arahnya, di takut terjadi apa-apa dengan sang istri.


ceklekkkk....


" ya Allah ayy...!!" dia panik melihat istrinya merintih kesakitan duduk di atas closed. dia langsung menggendong tubuh Aisyah saat melihat ada cairan darah merembes dari baju yang ia pakai.


" ya ampun, ayy....bertahan yah...kita ke rumah sakit sekarang..." ikbal yang panik langsung membawanya ke rumah sakit.


sementara iky ia titipkan bersama embak di rumah. dia masih tertidur karena hari sudah larut malam.


ikbal terus melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang akan Aisyah gunakan untuk melahirkan. sepanjang perjalanan menuju rumah sakit dia terus menyemangati istrinya. ikbal merasa devaju saat seperti ini. dia jadi teringat Yasmine ibu dari iky, saat dulu melahirkan iky. lelaki itu terus berdoa untuk istrinya.


mobil yang ikbal naiki mulai masuk halaman rumah sakit, di memarkirkan mobilnya di pintu menuju IGD. Di sana mereka langsung di sambut oleh perawat.


Aisyah semakin meringis menahan sakit yang teramat luar biasa, dia jadi teringat perjuangan ibunya saat melahirkan dirinya. air mata aisyah langsung menetes saat membayangkan itu.


dia melihat suaminya begitu tegang, dia tau suaminya merasa devaju. suaminya takut dia meninggalkannya.


" aku gak papa mas, mas jangan khawatir yah? ." ikbal tak menyahut dia terus menggenggam tangannya erat, dan tak putus untuk berdoa dalam hatinya.


dokter mulai masuk saat Aisyah sedah di pindahkan keruang tindakan dengan beberapa perawat.


" sepertinya sudah waktunya yah? air ketubannya juga sudah pecah. semangat ibu! demi ketemu baby twins nya yah?" wanita itu hanya mengangguk saja, rasanya untuk menjawab sudah tidak mampu lagi.


.


" saya hitung satu dua tiga lalu dorong, kita mulai sekarang yah ..?


" satu dua tiga dorong!"

__ADS_1


dorongan pertama Aisyah gagal , dan saat dorongan kedua seorang bayi yang tampan keluar dari inti tubuh Aisyah menangis begitu kencangnya, Aisyah dan ikbal tertegun saat melihat itu, tanpa terasa air mata mereka menetes begitu saja.


tak bersalah lama Aisyah merasakan kontraksi lagi, dokter langsung memberikan Aisyah instruksi lagi, dan tak lama keluarnya seorang bayi perempuan yang begitu cantik menangis begitu kencangnya.


ikbal langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat. dia mencium kening istrinya dengan hangat.


" terimakasih Bun , terimakasih sudah mau berjuang untuk baby twins." bisiknya ditelinga Aisyah.


dia bersyukur hidupnya kini sudah lengkap. dia mempunyai istri yang begitu cantik, dan anak-anak yang manis. ikbal merasa ini sudah cukup untuknya. dia tidak akan membiarkan istrinya untuk mengandung lagi dia tidak tega melihat istrinya kesakitan seperti itu. rasanya traumanya dulu masih belum hilang saat istri pertamanya meninggal saat melahirkan iky dulu. kini cukup iky dan baby twins saja bagi Ikbal.


oekk... oekk .... oekk ...


tangis baby twins menggema saat dia mulai mencari sumber makanannya.


" lihat ayy, mereka lucu sekali. Meraka sepertinya lapar, mangkanya marah-marah dia."


" Hay... twins! sabar sayang, ayah gak akan minta, itu sudah menjadi hak kalian." godanya saat sang anak mulai menghisapnya sumber kehidupan ibunya.


" mas ... apaan sih malu tau ad dokter." bisiknya di dekat sang suami. ikbal hanya menyengir saja saat sang istri memperingatinya.


" owh yah, kamu jangan lupa kabari kampung yah mas, bilang sama ibu jika terlalu repot tidak perlu kesini buru-buru, aku gak mau mereka kecapaian, aku masih sanggup jagain twins sendiri. lagian ada embak juga yang bisa bantuin aku nanti " ikbal hanya manggut-manggut saja.


ikbal dan Aisyah masih menikmati wajah mereka sebelum bayi itu di ambil oleh suster untuk di bawa ke ruang bayi.


pagi hari iky sudah tiba di ruangan bundanya di rawat di antar oleh embak, di begitu senang adik kembarnya sudah lahir.


" bun...kok adiknya belum di bawa kesini sih? iky sudah gak sabar nih ???' ikbal dan Aisyah tersenyum mendengar gerutuan anak pertamanya.


" sabar sayang, mungkin lagi di mandikan dulu baru di bawa kesini".ucap Ikbal pada sang anak.


belum iky kembali bersuara lagi, dua orang suster masuk dengan membawa baby twins di tangan mereka, iky langsung bersorak senang.


" sepertinya yang lelaki haus Bu, coba di kasih asi dulu." Aisyah mulai mengambil alih baby boy untuk ia kasih asi. sementara ikbal mengambil alih baby girl dan duduk di sofa bersama iky. iky sangat senang bisa memandangi wajah sang adik. dia terus mengajak adiknya berbicara. sementara sang adik hanya memejamkan matanya saja.


Aisyah memandangi wajah kebahagiaan antara ikbal dan iky, dia bersyukur bisa dipertemukan oleh lelaki seperti ikbal. semenjak bertemu ikbal dia selalu di liputi dengan kebahagiaan.


jodoh, maut dan rejeki tidak ada yang tahu. jadi jangan pernah memandang seseorang dari apa yang mereka punya, tapi pandanglah seseorang dari ketulusannya. kebahagian akan selalu menyertai orang-orang yang tulus. hargailah semua orang tanpa memandang dari kelas sosialnya.

__ADS_1


...end...


inilah akhir perjalanan dari kisah hidup Aisyah dan ikbal dalam menemukan kebahagiaan. mohon maaf jika cerita ini begitu singkat, karena memang ini lah yang saya ingin sampaikan. ada beberapa dari cerita ini yang diangkat dari kisah nyata dan ditambah pemanis saja. insyaallah jika ada kesempatan akan ada sekuelnya yah.... perjalanan kisah cintanya iky....terimakasih buat semua dukungan kalian, jika berkenan tolong kasih like vote and comentnya jangan lupa. jika kalian terlalu baik bisa kasih bunga untuk othor kacangan ini...🥰🥰🥰


__ADS_2