Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
24. lamaran


__ADS_3

hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, meskipun bukan acara yang besar. akan tetapi keluarga Aisyah sudah di sibukkan dengan persiapannya. acara akan di mulai pukul sepuluh pagi. pakde dan bude serta keluarga dari pihak bapak yang lain sudah berada di kediaman Aisyah. bapak juga mengundang pihak RT setempat sebagai saksi lamaran tersebut.


Aisyah sudah didandani oleh seorang perias pengantin. meskipun bukan MUA yang terkenal akan tetapi membuat Aisyah terlihat sangat cantik, siapapun yang melihatnya pasti akan pangling dengannya. di dalam kamar aisyah di temani dua sahabatnya yaitu Fani dana Mila. Aisyah memberitahu mereka satu hari sebelum hari H, awalnya mereka kaget ketika mendapatkan kabar dari Aisyah tentang acara ini. tetapi mereka ikut berbahagia untuk Aisyah, mereka berharap juga bisa mendapatkan jodoh seperti Aisyah. lelaki yang gentleman...tidak pernah menyakiti pasangannya,


" cantik banget kamu Syah...kalo gini caranya mas ikbal pasti langsung minta akad, iya kan mbak?"tanya Mila pada orang yang sudah merias Aisyah. sedang mbak yang baru saja selesai merias Aisyah hanya mengulum senyum saja. dia sependapat dengan Mila, Aisyah terlihat begitu sangat cantik. walaupun hanya make up tipis saja, sudah membuat aura Aisyah terlihat berbeda.


sedangkan Fani di hanya terus memandang sahabatnya ini, dia seperti akan kehilangan sesuatu dalam dirinya. keterdiamannya saat ini mengundang perhatian Mila.


" kenapa kamu diem aja dari tadi ?... pengen ya di dandani juga?."Fani langsung mencebik mendengar penuturan mila.


" aku lagi sedih....kalo Aisyah udah nikah sama mas dud...eh maksud aku mas ikbal, dia pasti bakalan pindah kan dari kontrakan?" tanya Fani pada Mila.


" lah Iyah lah egeb.......masa mas ikbal mau tinggal umpel-umpelan sama kita!, ngaco nih anak satu..." cetus Mila pada Fani.


" bukan itu maksud aku minullll..... kalo itu juga aku tau." sarkas Fani pada Mila.


"terus.....kamu mau ikut juga gitu pindah sama Aisyah??? mungkin boleh tuh ...sapa tau mas ikbal butuh tenaga kerja buat bantu - bantu asisten rumah tangganya, hahahaha." Mila langsung mendapat timpukan tisu dari fani. Aisyah yang melihat perdebatan antara Mila dan Fani hanya bisa menghela nafasnya, baginya ini sudah biasa. sedangkan orang yang merias Aisyah hanya tersenyum, menurutnya pertemanan macam apa ini, mereka seperti anak TK yang bertengkar setelah saling mengejek dan akur kembali setelah beberapa saat.


" ckkk....sialan emang kamu mil !. hufttt...." Fani menghela nafas kasar sebelum melanjutkan kata-katanya." maksud aku tuh...Aisyah pasti bakalan pindah ke Kalimantan kan ? nemenin suaminya tugas, gak mungkin suami di Kalimantan sedangkan istrinya di Jakarta. terus kita pasti bakalan jarang ketemu, apalagi aisyah mau jadi ibu Bayangkari pasti sibuk terus, gak bakalan inget kita lagi mil." ucapan Fani barusan membuat suasana menjadi hening, mereka yang ada di kmr Aisyah semua mendadak jadi mellow.


" gak usah sedih, selama kita saling berkabar satu sama lain , insyaallah suatu saat bakalan ketemu lagi. lagian sekarang ada handphone kalo kangen tinggal telpon kan? Sini....!" Aisyah merentangkan tangannya pada mereka pertanda minta di peluk. mereka berpelukan dengan haru, persahabatan yang mereka jalin memang baru berlangsung selama dua tahun ini, namun rasa persaudaraan begitu kuat. sama-sama merantau di Jakarta membuat mereka saling membantu satu sama lain. acara hari biru mereka terjeda saat ada ketukan pintu luar.


" tok... tok... tok...

__ADS_1


" Syah.... sudah selesai belum ? keluarga ikbal sudah datang nduk..."suara ibu terdengar dari luar.


" ceklekkkk...." Mila membuka pintu kamar Aisyah lalu tersenyum pada ibu.


" Aisyah sudah siap nak??" tanya ibu pada Mila.


" sudah Bu..." jawab Mila, ibu masuk ke kamar Aisyah.


melihat putrinya sudah dalam sangat cantik dengan kebaya yang di kirim dari pihak ikbal membuat hati ibu terenyuh. hari ini putrinya akan terikat pada lelaki pilihannya membuat hatinya sedikit pilu. anak yang ia besarkan dari kecil dengan sepenuh hati, hari ini akan di minta langsung oleh seorang lelaki. ibu terus memandangi putrinya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. saat sudah sampai di depan putrinya dia langsung memeluk putrinya dengan sayang. suasana haru itu membuat semua orang yang berada di dalam kamar Aisyah menitikkan air matanya.


" putri ibu sangat cantik... ibu sangat bahagia hari ini, semoga kamu selalu berbahagia bersama nak ikbal yah....?" Aisyah hanya mengangguk saja sambil menunduk, dia tidak mampu berkata-kata lagi sebab air matanya akan segera turun.


" ya sudah ...cepat! kamu sudah di tunggu di depan, sepertinya ikbal juga sudah tidak sabar untuk bertemu sama kamu Syah...." goda ibu pada putrinya membuat Aisyah tersipu malu, sedangkan para sahabat Aisyah dan perias wajah aisyah hanya menanggapinya dengan tertawa.


" yang mau di lamar tuh Aisyah...kenapa kamu yang jadi gak sabaran liat mas ikbal, aneh ...!" umpat Fani pada Mila.


" sudah-sudah jangan berdebat lagi, kalo kelamaan yang ada tamunya pada pulang lagi." lerai ibu.


Aisyah berjalan dengan di gandeng ibu, dan di belakang ada dua sahabatnya yang setia mengiringi langkahnya. jantung Aisyah berdetak sangat kencang tidak seperti biasanya, suara canda tawa mulai terdengar ketika dia mulai mendekati ruang tamu dimana keluarga ikbal menunggunya, saat tiba di ruang tamu mereka saling berpandangan satu sama lain, Aisyah yang tau di tatap ikbal langsung menundukkan kepalanya, sedangkan ikbal masih terpaku dengan penampilan Aisyah saat ini, kebaya yang ia kirimkan begitu pas di tubuh Aisyah.


acara pun dimulai dengan khidmat, saat ikbal mulai mulai memasangkan cincin di jari manis Aisyah ada getaran yang berbeda, begitu juga yang ikbal rasakan. seketika perasaan haru pun mereka rasakan diantara di keluarga mereka.


kabar lamaran Aisyah pun mencuat begitu saja. entah siapa yang menyebarkan, yang jelas kabar ini membuat keluarga dari mantan sahabat Aisyah kepanasan, seakan ini tidaklah layak bagi Aisyah mendapatkan pria seperti ikbal. kabar ikbal yang menjabat sebagai Kapolres di Kalimantan sudah tersebar di kampung Aisyah. ada yang ikut berbahagia untuk Aisyah, tidak sedikit juga ada yang mencibirnya. di tambah status ikbal yang sudah duda beranak satu, membuat mereka semakin mengejeknya.

__ADS_1


di kediaman Aisyah sepasang calon pengantin ini sedang beramah tamah dengan keluarga masing-masing calon mempelai, iky yang saat ini selalu menempel pada Aisyah menjadi pusat perhatian mereka.


" bunda kamu sangat cantik iky... " puji Farhan anak Bagas pada Aisyah membuat semua orang yang melihatnya tersenyum.


" ya....bunda ku sangat cantik." ucap risky dengan spontan.


" mommy ku juga cantik, iya kan Tante....tuh lihat mommy ku cantik kan? walaupun dia suka galak padaku, tapi dia baik loh sama aku..." ucap Farhan lagi sambil menunjuk mommy nya, sedangkan flora hanya menggelengkan kepalanya saja akan tingkah anaknya.


" hemmmm ... cantik! mommy Farhan sangat cantik." jawab Aisyah membuat Farhan tersenyum.


" Farhan...iky....ayo sini sayang! kalian belum makan dari tadi loh, jangan ganggu Tante Aisyahnya terus..." seru flora pada anak dan keponakannya.


" yes...mommy " ucap mereka berdua,mereka segera mendekati flora untuk ia suapi. sementara Aisyah yang senang duduk sendirian tiba-tiba ikbal duduk mendekatinya dengan membawa sepiring makanan di tangannya.


" kamu juga belum makan kan? mau aku suapi kaya mereka apa makan sendiri?." goda ikbal padanya membuat Aisyah hanya mencebik saja.Aisyah merima makanan yang di bawakan ikbal. dia makan dengan pelan agar tak merusak riasannya.


" kamu sangat cantik Syah....kalau boleh, aku maunya langsung akad nikah saja." ucapan ikbal membuat aisyah tersedak makanan seketika, semua orang langsung mengalihkan pandangannya pada mereka, membuat dua sejoli ini tersenyum kikuk.


" kamu apa-apaan sih mas..? aku kan jadi malu." ikbal hanya tertawa kecil melihat Aisyah misuh-misuh seperti itu. ia sudah tak sabar untuk mendengarkan ocehan Aisyah setiap harinya.


acara pun berlangsung dengan cepat, hingga tak terasa sudah 3 jam lamanya mereka ada di kediaman aisyah, semua obrolan antara dua keluarga mengalir begitu saja, walaupun dengan cara sederhana, tetapi tidak mengurangi kesan sakralnya. para orang tua juga sudah menentukan tanggal pernikahannya. 6 bulan dari sekarang mereka akan menjadi sepasang suami istri. baik pihak ikbal maupun Aisyah sudah menyetujuinya. kontrak kerja Aisyah yang akan habis 5 bulan lagi tidak akan ia perpanjang lagi, sementara Ikbal akan mengurus semua administrasi pernikahan mereka di kantor, karena menikah dengan seorang polisi banyak yang harus mereka lakukan. pukul satu siang keluarga ikbal sudah pamit pulang, banyak sekali oleh -oleh yang keluarga Aisyah berikan pada keluarga ikbal, itu tidak sebanding dengan apa yang mereka bawa kepada Aisyah.


setelah keluarga ikbal pamit pulang, pak RT dan istri nya serta tamu-tamu keluarga Aisyah yang di undang bapak pun pamit tinggal lah keluarga inti Aisyah saja yang ada di kediaman Aisyah, bapak dan ibu mulai membersihkan sisa - sisa acara tadi di bantu oleh arfa adiknya Aisyah. mereka berharap semua akan berjalan lancar sampai hari pernikahan itu nantinya.

__ADS_1


__ADS_2