
sebelum lanjut membaca lagi, othor ingetin yah ....buat kencengin like komen dan votenya.... supaya othor lebih semangat lagi buat nulisnya...🥰🥰
...*****happy reading*****...
"maaf....kita gak jadi jalan-jalan Bun. lain waktu lagi yah?".alis Aisyah seketika mengernyit.
" mas dapat panggilan darurat, ada kasus besar yang harus di tangani segera. anak buah mas juga sedang menunggu mas disana, jadi mas harus balik ke Kalimantan sekarang juga Bun..." ucap ikbal pad Aisyah dengan lembut, bak seorang ayah yang sedang memberi pengertian kepada anaknya, ikbal mengelus lengan Aisyah.
ini adalah resikonya memilih ikbal. ikbal adalah lelaki yang mempunyai tanggung jawab besar selain pada keluarganya. Aisyah harus berbesar hati untuk menerimanya. untuk pertama kalinya ikbal membuat Aisyah kecewa.
" maaf yah...?". Aisyah mengangguk lemah jika memungkinkan rasanya ingin mengamuk saja saat ini. tapi Aisyah bukanlah tipe wanita yang pandai mengekspresikan isi hatinya.
" mas akan berangkat ke bandara sekarang., kamu mau mengantarkan mas???." Aisyah tidak menjawab, dia hanya berjalan masuk ke mobil yang akan ikbal naiki dan akan diantar sopir pribadi mamahnya.
sepanjang perjalanan tidak ada percakapan sama sekali antara ikbal dan Aisyah, mereka sibuk dengan pemikirannya sendiri-sendiri. hingga sang sopir merasa kikuk dengan situasi seperti ini. anak majikannya terlihat tidak baik-baik saja sekarang. saat di mobil ikbal terus menggenggam tangan kekasihnya. hatinya sakit melihat wajah murung Aisyah, tapi ikbal berharap ini tidak akan lama. Aisyah harus memahami tugas dan tanggungjawabnya sebagai pimpinan.
" jaga diri baik-baik yah??? sering-seringlah main ke rumah mamah, iky pasti akan sangat senang kamu datang." ucapannya saat mereka sudah sampai depan pintu masuk penumpang.
"cup..." sebuah ciuman singkat mendarat mesra di kening Aisyah, seketika air mata mereka lolos tanpa sadari, rasanya sesak!!. baru bertemu setalah dua tahun lamanya, sekarang harus terpisah jarak lagi.
" i love you bun...." lirih ikbal.
" i love you too more yah..."
mendengar balasan kata cinta dari aisyah membuat Ikbal tersenyum lebar. setidaknya kepergiannya kali ini tidak sia-sia, dia bisa mendengar kata cinta langsung dari Aisyah. dia bahagia kalau ternyata Aisyah juga mencintainya, apalagi dengan panggilan ayah di akhir kalimatnya. Ikbal mulai berjalan masuk meninggalkan Aisyah karena panggilan untuk penumpang pesawat yang akan membawa dirinya ke Kalimantan sudah terdengar.
..." mas pergi untuk kembali ayy... tunggu mas 6 bulan lagi, mas akan membawamu ikut serta kemanapun mas bertugas, batin ikbal....
" mau diantar kembali ke kontrakan mba ?." tanya sang sopir pada aisyah dengan sopan.
" ke rumah mamah mas ikbal saja pak, tapi nanti mampir ke toko mainan dulu ya pak?." jawab Aisyah dengan sopan.
__ADS_1
#
#
#
#
#
mobil telah memasuki halaman rumah orangtua Ikbal. saat turun dari mobil, pandangannya tertuju pada sosok anak kecil tampan yang sedang duduk melamun sendiri di lantai teras depan. entah apa yang sedang anak itu pikirkan.
dari raut wajahnya, anak ini sedang kecewa akan suatu hal. entah itu apa Aisyah tidak tahu. dia terus berjalan mendekati anak itu. saat sudah di depannya , Aisyah berjongkok menyamai tinggi anak itu dengan senyum di wajahnya.
" Hay iky..."
" bunda....!!!" pekik iky dengan keras hingga Aisyah menutup telinganya. iky tersenyum senang melihat aisyah datang kerumahnya.
" bunda... kok disini??? kan gak jadi jalan-jalannya, ayah juga sudah balik ke Kalimantan." ucap iky.
" bunda bawa apa???." tanyanya saat arah pandang anak itu menuju menuju paper bag yang Aisyah bawa.
" bawa mainan buat iky, nih..!" iky tersenyum lebar saat menerima pemberian dari aisyah, setidaknya rasa kecewanya pada sang ayah sedikit berkurang saat kedatangan Aisyah. apalagi Aisyah membawa mainan yang sedang ia sukai saat ini.
" Aisyah...kamu datang sayang?." tanya mamah ikbal ketika keluar dari dalam rumah.
" iya mah...sengaja kesini nemuin iky." jawab Aisyah setelah menyalami tangan mamah dengan takzim.
mata aisyah kemudian tertuju pada sepiring nasi yang dibawa mamah ikbal, siapa yang jam segini baru mau makan pikirnya???. ini terlalu siang untuk sarapan pagi dan terlalu cepat untuk makan siang.
" siapa yang mau makan mah?."
__ADS_1
" tuh...." tunjuk mamah pada iky" dari pagi ngambek gak mau makan, makanya nih mamah mau bujuk lagi biar mau makan." ucap mama.
" yasudah biar Aisyah saja yang nyuapin iky, sapa tau iky mau makan." pintanya pada mamah.
" hemmmm... yaudah nih, mamah masuk dulu yah, mau bantu bibi beres-beres." ibu pun berlalu setelah menyerahkan piring tersebut pad Aisyah.
" kita buka yah mainannya? tapi.... harus sambil makan.!!! mau...?". iky yang sudah diiming-imingi membuka mainan pun langsung mengangguk.
Aisyah lega, ternyata tidak terlalu sulit merayu iky untuk makan. mungkin ini adalah bentuk latihan Aisyah jika sudah memiliki anak bersama ikbal nanti. dengan telaten iya menyuapi iky, sedikit demi sedikit nasi mulai berkurang banyak. disela-sela makan mereka bertukar cerita. saat iky bercerita tentang perjalanan ke kampung aisyah, dia begitu bersemangat. dia ingin mengunjungi kampung halaman Aisyah lagi, dan menginap di rumah orang tua Aisyah. sampai tak terasa makanan yang ada di piringnya sudah di lahab habis oleh iky.
" udah yuk masuk, cuacanya sudah mulai panas. pindah kedalam saja mainnya ." ucap Aisyah dengan sayang mengelus kepala iky.
saat akan menaruh bekas piring makan iky, di dapur sudah ada mamah dan bibi. Meraka sedang sibuk menyiapkan untuk makan siang nanti. mamah menoleh melihat kedatanganku bersama cucunya.
" sudah habis...?."tanya mamah.
" sudah Oma."
" hmmmmm.....tadi pagi ngambek gak mau makan, giliran disuapin bundanya sepiring aja di habisin." aku dan bibi hanya tersenyum saat mamah menggoda cucunya.
mungkin ini yang akan dirasakan ibu dan bapak saat sudah punya cucu, pikirnya. walaupun orang tua Aisyah sudah menganggap iky sebagai cucunya sendiri, tetapi jika cucu itu lahir dari rahim anaknya rasanya berbeda. ada rasa kebahagiaan tersendiri.
" mamah lagi masak yah?". basa-basi ku.
" iya...sebentar lagi selesai kok."
" aku bantuin yah...?
" bunda jangan bantuin masak, kan tadi bunda janji mau nemenin Iki masang Lego.!" mamah hanya menggeleng saja saat sang cucu melarang Aisyah membantunya.
" gak bapak gak anak sama saja, posesif." cibir mamah." mending kamu turuti iky saja Syah, mamah pusing kalo dia merajuk lagi, dari pagi kerjaannya manyun saja, padahal sudah terbiasa di tinggal ayahnya pergi tugas. tapi pergi kali ini dia merajuk sampai gak mau makan."
__ADS_1
bukan hanya iky yang kecewa, dirinya pun juga. tapi setidaknya dia bangga pada ikbal. dia menjadi pemimpin yang bertanggungjawab, dia tidak menyerahkan semua tugasnya pada bawahnya. saat sekali mendapatkan panggilan tugas dia langsung datang, meninggalkan sejenak kehidupan pribadinya.
Aisyah harus lebih siap dari sekarang, tidak menutup kemungkinan hal seperti ini akan terjadi lagi. dia harus banyak belajar mamah, dia wanita hebat!! sudah menemani ayah dari zaman masih bertugas hingga pensiun. sudah berapa banyak sering mamah di duakan oleh ayah saat mendapat sedang bertugas ??? mungkin sudah tidak terhitung.