Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
38. dipaksa nyidam


__ADS_3

senyum merekah bapaknya si baby kembar tak pernah surut setelah keluar dari ruangan dokter. hingga siapa saja yang berpapasan dengan kami di lorong rumah sakit ikut di senyumin juga, seolah-olah dialah orang yang paling bahagia di dunia.


" mas...gigi kamu yang ada kering nanti kalo setiap yang orang berpapasan sama kita kamu senyumin semua". ketusnya.


" hey...kenapa istri mas ketus begitu hemm...?, mas hanya senyum saja sayang, apa salahnya? senyum itu ibadah kita yang paling ringan loh, jadi jangan pelit buat senyum." aisyah hanya mencebik.


dia jadi teringat pertama kali datang ke kota ini saat melakukan tes kenegaraan dulu, saat itu banyak perwira yang datang menyapanya dan dibalas senyuman langsung oleh istrinya membuat sang empunya murka. dia tidak suka Aisyah terlalu banyak senyum dengan para bawahannya. sekarang lelaki ini malah melakukan hal yang sama, aneh bukan?.


" senyumin aja semua yang berpapasan sama kita mas! bila perlu setiap ruangan rumah sakit ini kamu masukin terus kamu kasih senyuman." sarkasnya.


"sayang ... jangan marah-marah seperti itu, nanti si kembar di dalam sana kaget dengar bundanya ngmoel-ngomel gitu." Aisyah semakin berdecak sebal. entah kenapa dia tidak suka dengan tingkah suaminya hari ini, mungkin bawaan bayi atau apa wanita itu tidak tau.


" ayah...kata Bu guru senyum itu bagus buat wajah kita biar tidak cepat tua, tapi kalau kebanyakan senyum juga bisa bahaya. nanti akan ada kerutan di wajahnya." Aisyah langsung menyemburkan tawanya ketika mendengar penuturan anaknya.


ikbal yang di pojokkan sang anak dan istrinya hanya menghembuskan nafasnya dalam-dalam. kali ini istri dan anaknya sangat kompak sekali membuat moodnya rusak.


" ayok iky sayang kita mending masuk mobil...kaki kamu nanti sakit kelamaan berdiri." ajaknya pada sang anak.


ikbal yang masih ada di luar mobil hanya garuk-garuk saja, entah salahnya dimana saat dia berusaha ramah pada orang lain.


" brakkkk"


" astaghfirullah" ikbal terkejut setengah mati saat sang istri menutup pintu mobil depan dengan kencang.


" sabar ...sabar ...mungkin bawaan bayi ikbal." ucapnya seraya mengelus dadanya sendiri. lalu kemudian dirinya masuk kedalam mobil, melihat sang istri masing dengan tampang kecutnya, ikbal semakin ciut nyalinya.


" sayang...sebelum pulang ada yang mau di beli tidak, biar gak bolak-balik." tawarnya mencairkan suasana di dalamnya mobil yang mencengkram.


" hemmm, gak usah mas aku pengen langsung pulang saja, lagian aku kasihan liat iky dari tadi jalan Mulu." ikbal hanya manggut-manggut saja.


diperjalanan mereka yang awalnya tak mau mampir namun tak sesuai rencananya, sudah beberapa kali ikbal menghentikan mobilnya untuk membeli makanan. dia begitu banyak menawarkan beberapa makanan pada sang istri. sudah Aisyah tolak namun dia tetap memaksa, sebenarnya yang hamil ikbal atau istrinya, pikirnya.


wanita itu melongo saat sang suami masuk kembali kedalam mobil dengan membawa banyak kantong makanan. bakso, soto, sate, pempek, es buah dan masih ada beberapa makanan lainya.


" mas kamu gak salah beli semuanya kaya gitu?". lelaki itu hanya menggeleng.


" siapa yang akan menghabiskan itu semua?." tanyanya lagi.


" kamu donk ayy, yang lagi hamil kan kamu, jadi kamu harus makan yang banyak, apalagi ada dua calon anak kita disana." tunjuknya pada perut sang istri"


Aisyah hanya menggeleng saja dengan tingkah sang suami, pikirnya lambungnya sebesar apa???..


ikbal kembali melajukan mobilnya dalam keadaan sedang. dia tidak ingin Aisyah dan calon anak mereka kenapa-napa, iky yang melihat ayah bundanya berdebat memilih bungkam. dia lebih tertarik bermain gamenya di kursi belakang.


#

__ADS_1


#


#


#


#


" ayok... pelan-pelan turunnya ayy, ada dua harta kita di dalam perut kamu." ucapnya saat menuntun Aisyah turun dari mobil. kemudian dia membantu anaknya untuk keluar dari mobil setelah menuntun aisyah lebih dulu.


aisyah dan iky masuk ke dalam rumah lebih dulu, kemudian di ikuti suaminya dari arah belakang dengan menenteng beberapa plastik makanan.


di dalam rumah Aisyah yang akan membantu iky mengganti bajunya di cegah ikbal, dia tidak ingin istrinya terlalu lelah. selama lelaki itu di rumah biar dia saja yang melayani anak dan istrinya itu.


saat ini iky yang sudah rapi dengan pakaian tidurnya di tuntun lagi oleh ayahnya ke Meja makan untuk makan malam.


ikbal pun segera menyusul sang istri masuk ke dalam kamar. saat masuk ke dalam kamar lelaki itu melihat istrinya sudah bergelung dengan selimutnya. dia segera membersihkan diri untuk bisa bergabung di atas kasur bersama kekasih hatinya.


" ayy....kamu tidur??? kamu bahkan belum makan malam loh." di usapnya pipi sang istri saat membangunkannya.


" hmmm, kepalaku rasanya berat mas, aku pengen rebahan dulu ya mas....?. pintanya.


" hmmm...ya sudah mas keluar temani iky makan malam dulunya, nanti mas suruh embak buat anterin teh hangat buat kamu."wanita itu hanya mengangguk saja.


" mana bunda yah." tanyanya pada sang ayah saat sang ayah datang mendekat .


" ada di kamar! bunda kepala pusing sayang, makanya bunda gak mau keluar." sang anak hanya diam mendengarkan penjelasan ayahnya.


" mbak....mbak...?." dari arah belakang embak muncul ketika mendengar majikannya memanggilnya.


" ada apa pak??? bapak butuh sesuatu." tanyanya.


"tolong bikinin teh manis hangat buat istri saya yah, lalu anterin ke kamarnya." titahnya saat bibi sudah mendekat.


"baik pak? apa ibu sedang tidak enak badan? tanyanya lagi.


" hemmm tidak...mungkin hanya kelelahan saja." embak pun hanya mengangguk kemudian berlalu mengerjakan perintah sang majikan.


" apa dedek bayi nakal yah? makanya bunda pusing?. ikbal langsung terkekeh mendengar penuturan anaknya.


" gak sayang, bunda hanya kecapean saja."


mereka pun makan malam dengan diam sampai iky dan ikbal selesai, kemudian iky minta di antar ke kamarnya. Karena anak itu pun sudah terlihat sangat lelah. aktivitasnya hari ini lumayan banyak. setelah pelajaran homeschooling nya selesain dia ikut mengantar ayah dan bundanya ke rumah sakit.


sementara ikbal setelah menemani Iky sampai tertidur, dia langsung kembali ke kamarnya.

__ADS_1


" ceklekkkk.." ikbal masuk dengan hati-hati takut mengganggu waktu istirahat istrinya. namun ternyata sang istri tengah duduk bersandar di kepala ranjang.


" sudah bangun???. tanyanya saat iky mulai mendekat.


iky naik keranjang dan ikut duduk disamping sang istri " apa masih pusing?." tanyanya lagi saat melihat sang istri terlihat memijat pelipisnya sendiri.


" hemmm....rasanya sangat tidak nyaman mas" tangan ikbal terulur memijit kening istrinya.


" makan yah? lalu minum obat yang dokter kasih tadi." Aisyah hanya mengangguk.


" baiklah mas ambil dulu, kamu tunggu dulu sebentar " ikbal beranjak dari duduknya kemudian keluar dari kamar.


di dapur ikbal mengambil makanan yang ia beli tadi. dan menyiapkan segelas air putih hangat untuk sang istri pada sebuah nampan.


" ceklekkk." Aisyah langsung menoleh ke arah suami yang tengah membawa nampan berisi makanan.


" ayo makan mas suapi yah? ." ia hanya mengangguk saja, srasanya untuk menjawab Sangat malas, kepalanya terasa begitu pening.


sedikit demi sedikit ikbal menyuapi sang istri, dia terlihat sangat lemah. ikbal jadi kepikiran kata-kata sang dokter jika kandungannya kembar memiliki resiko sendiri, jadi dia harus ekstra dalam menjaga sang istri dan calon buah hatinya.


" sudah mas." ikbal langsung menyodorkan segalas air putih hangat panda istrinya. dan membagikan obat yang harus Aisyah minum.


" yasudah kamu langsung tidur saja." namun sang istri langsung menggeleng membuat ikbal mengerutkan dahinya.


Aisyah menepuk kasur sebelahnya dia berbaring. dia ingin ikbal juga berbaring di sampingnya. ikbal pun langsung berbaring di sebelah istrinya.


Aisyah langsung memeluk ikbal dan menyerukkan wajahnya di leher sang suami membuat ikbal semakin heran. Aisyah yang dulu malu-malu sekarang dia langsung memeluk ikbal tanpa disuruh lebih dulu.


lama-kelamaan tangan Aisyah memulai bakal memegang aset sang suami membuat ikbal kaget dengan kelakuan sang istri.


" ayy... jangan kaya gini kamu lagi gak enak badan, mas takut gak bisa nahan?" cegahnya saat tangan sang istri mulai menyelinap didalam celananya.


"aku pengen mas." cicit Aisyah terlihat malu-malu di telinga ikbal.


ikbal semakin kaget dengan permintaan sang istri. dia senang istrinya mulai minta tapi dia juga bingung untuk melakukannya karena melihat sang istri tengah sakit kepala.


" kamu kan lagi sakit kepala ayy?" mendapat penolakan dari sang suami dia langsung menarik kembali tangannya yang sudah memainkan milik suaminya.


" yasudah kalo gak mau ngasih" ucapnya langsung membelakangi sang suami. ikbal yang melihat istrinya merajuk terlihat bingung. dia ingin melayani Aisyah namun juga takut akan menyakitinya nanti.


" ayy...jangan marah, mas hanya takut menyakiti kamu" ucapnya seraya memeluk sang istri dari belakang dan menciumi tengkuk istrinya dengan kecupan-kecupan hangat.


tangan ikbal mulai meremas Dua gundukan indah sang istri membuat sang empunya meremang. ikbal yang tau istrinya. mulai terangsang langsung membalikan tubuh Aisyah.


entah siapa yang memulai kini mereka sudah keadaan polos, ikbal mulai berpetualang di atas tubuh Aisyah. suara-suara erotis sang istri terdengar indah di telinga ikbal. dia terus menggali kenikmatan bersama istrinya. berpacu melawan rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. hingga akhirnya sebuah banjir bandang membanjiri lembah sang istri saat gulungan kenikmatan mulai datang. ikbal langsung ambruk disamping sang istri dengan nafas yang masih terengah-engah.

__ADS_1


__ADS_2