
sepanjang perjalanan menuju rumah ikbal, Aisyah di landa rasa gugup yang membuat dirinya begitu gelisah, jari jarinya tanpa sadar terus memilin bajunya hingga membuatnya sedikit kusut, ikbal yang melihat itu pun langsung menggenggam salah satu tangan Aisyah, dikecupnya tangan itu berkali-kali, membuat Aisyah menoleh kepadanya.
" jangan terlalu mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi ay... tenang saja yah? ada mas yang akan selalu menggenggam tangan ini, jadi jangan khawatirkan apapun lagi ya....? ucap ikbal menengkannya.
" hemmmm, baiklah...tapi bagaimana kalau keluarga mas gak menyukaiku? mereka akan menolak kehadiran aku? apa lagi aku dan kamu dari segi apapun jauh berbeda mas? mas dari..." Belum sempat Aisyah meneruskan, mulut Aisyah sudah di bungkam dengan tangan ikbal.
" gak boleh punya pikiran seperti itu sama keluarga mas yah? kmu belum mengenal keluarga mas seperti apa, jadi jangan berfikir yang tidak tidak pada keluarga mas, paham???" tegasnya lagi. Aisyah hanya mengangguk saja, dia seketika diam saja, aisyah takut ketika Ikbal sudah berbicara tegas seperti itu. Aisyah pikir Ikbal marah padanya karena sudah berfikiran buruk tentang keluarganya.
"kenapa diam saja? hemmmmm????" tanya ikbal ambil meremas sedikit tangan Aisyah yang masih ia genggam.
" gak papa....aku pikir kamu lagi marah sama aku makanya aku diem aja," ucapan Aisyah membuat Ikbal sedikit terkekeh.
" hehehe, mas gak marah sama kamu sayang??? mas memang seperti itu orangnya, mas akan bicara tegas pada saat yang di butuhkan, termasuk saat tadi sama kamu, kamu lagi butuh di beri kata-kata tegas, biar otak kamu jangan nething Mulu, jadi gak usah kaget yh??? mas gak akan pernah marah pada sesuatu yang tidak mengecewakan mas, kecuali adek mengecewakan mas, baru mas akan marah sama kamu." jelas ikbal padanya.
Aisyah tertegun oleh kata kata Aisyah, dia jadi berfikir apakah dia bisa menjadi pendamping yang baik untuk dia dan anaknya, sedangkan dia masih suka bersikap kekanakan seperti ini, dia begitu dewasa dalam menghadapi masalah apapun.
" hemmm baiklah....mas nanti didepanampir ke toko kue dulu yah? aku mau beli kue buat iky sama ibu." di angguki oleh ikbal.
mobil ikbal berhenti di depan sebuah toko kue, Aisyah dan ikbal masuk ke toko tersebut dengan bergandengan tangan, seperti sepasang pengantin baru yang tak mau dipisahkan.
" mas....iky suka kue apa? papa sama mama juga sukanya kue apa?" tanya Aisyah padanya.
" kalo iky....dia suka yang berbau keju sedang kan orangtunya mas suka kue lapis." jawab ikbal.
__ADS_1
seorang pelayan mengambilkan semua pesanan kami, saat akan melakukan pembayaran ikbal memberikan sebuah kartu pada pelayan tersebut membuat Aisyah mendesah seketika.
" pake punya mas aja yah, jangan manyun gitu jadi jelek, hehehehe. " candanya pada Aisyah.
" hemmmm.....yaudah yuk keburu malam. sebentar lagi mau Maghrib juga." ucap Aisyah padanya.
" mereka keluar dari toko tersebut, saat akan memasuki mobil, ad yang memanggil nama Aisyah, membuat Aisyah menoleh s
ke arah suara tersebut.
" Aisyah.....ya ampun....ini beneran kamu? gak nyangka ketemu disini." ucapnya padaku.
" hah....hai mas.....iya gak nyangka ketemu disini." jawab Aisyah sedikit takut melihat ekspresi ikbal.
" ya udah yah mas, aku lagi butuh buru-buru, lagi ad acara soalnya, permisi mas...." ucapku padanya.
Aisyah langsung masuk kedalam mobil, dia melihat ekspresi ikbal yang datar menandakan dia sedang menahan amarah nya, aisyah jadi semakin takut, ikbal langsung melakukan mobilnya tanpa bersuara apapun, sedangkan pria yang memanggil Aisyah hanya menatapnya cengo saja. mereka masih saling diam didalam mobil, hingga ikbal menghela nafas beratnya, tiba tiba saja ikbal menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi, membuat Aisyah kaget.
" ada yang mau kamu bicarakan dek sebelum kita lanjutkan perjalanan?. ucap Ikbal padanya.
Aisyah yang mengerti ikbal yang tengah cemburu padanya pun hanya tersenyum saja, dan itu membuat ikbal semakin frustasi di buat ya, Aisyah menceritakan semuanya pad ikbal awal dia bisa mengenal pria itu dan apa hubungannya dengannya, membuat Ikbal semakin geram di buatnya, sudah berapa banyak pria kah yang sudah mendekati aisyah selama ini? ikbal semakin gusar di buatnya.
" mulai sekarang lebih jaga jarak lagi ya sama pria pria lain ? kasihanilah mas ini dek ? mas gak tenang kalo harus ninggalin kamu lagi ke Kalimantan, sementara banyak buaya darat berkeliaran di dekat kamu." ucapan Ikbal membuat Aisyah tertawa terbahak.
__ADS_1
" hahahaha.....iya mas....maaf yah??? aku kan lebih menjaga diriku lagi dari mereka.
" sebelum adzan Maghrib kami sampai di rumah orangtua mas Ikbal.
" ayo masuk... kita sudah di tunggu." Aisyah menggenggam tangan ikbal begitu erat seolah takut untuk ditinggalkannya.
" gak papa, mereka gak makan orang kok? mereka sama kaya kamu sama-sama makan nasi" canda ikbal pada Aisyah, yang langsung mendapatkan cubitan dari Aisyah di pinggangnya.
" ya ampun ay.... udah dua kali kamu kdrt sama mas loh, apalagi ini di rumah orangtua mas sendiri, kamu gak takut mas ngadu ?." godanya lagi pada Aisyah, ditengah perdebatan kami, teriakan seorang anak yang tampan dengan memakai baju koko.
" ayahhhhhhh." dia berlari mendekati kami seketika berhenti , menatap kami dengan pandangan bingung.
" loh kok ayah sama Tante cantik sih ? ayah kenal yah sama Tante cantik?." tanyanya pada Ikbal.
ikbal sedikit bingung pun langsung menatap Aisyah, sementara Aisyah yang sudah mengerti situasi ini menjelaskan semuanya pada, tentang pertemuannya dengan iky di sebuah supermarket tanpa sengaja.
" Tante cantik mau ngadu ya sama ayah kalo aku udah nabrak Tante waktu itu? kan aku udah minta maaf sama Tante." ucapnya pada Aisyah membuat Aisyah tersenyum ,betapa lucunya anak mas ikbal.
" enggak kok, Tante cuma mau main aja kesini, Tante juga bawain kue kesukaan iky." tunjuknya pada iky.
Rizky terlihat senang merima kue pemberian Aisyah, dia pun menarik tangan Aisyah masuk kedalam rumah, rumah yang lumayan besar dengan dua lantai, berjejer pula beberapa mobil di sana ,dan sebuah taman yang begitu cantik, menandakan pemilik rumah merawatnya dengan baik, pot pot besar berjejer rapi di depan rumah.
Aisyah sangat gugup ketika tangannya di tarik begitu saja oleh iky, Aisyah langsung menengok kearah Ikbal, ikbal yang tahu akan itu hanya mengikutinya dari belakang, ikbal bersyukur iky langsung mau dekat dengan Aisyah, meskipun dia belum memberi tahu semuanya pada anaknya, dia berharap semuanya berjalan sesuai keinginannya.
__ADS_1