Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
32. kehilangan kedua kali.


__ADS_3

" gimana... ada kabar dari dokter tentang iky?." tanya ikbal pada Aisyah saat dirinya sudah sampai dirumah sakit lagi. sedangkan bagas dirumah sedang mempersiapkan acara tahlilan untuk papahnya dan flora sudah pulang diantar sopirnya yang membawa ikbal tadi.


"dokter meminta mas masuk keruangannya, dia ingin berbicara langsung sama mas." ucap Aisyah pada ikbal. ikbal pun langsung pergi keruangan dokter.


di dalam ruangan, ikbal sudah di tunggu kedatangannya oleh dokter, terkait tentang kondisi mamahnya dan anaknya. ikbal sekuat tenaga mendengarkan semua penuturan doker.


" baiklah dok, lakukan yang terbaik buat mamah dan anak saya." ucap Ikbal sebelum meninggalkan ruangan.


ikbal berjalan gontai mendekati Aisyah, dia langsung ambruk dalam dekapan Aisyah. air matanya sudah tidak bisa ia tahan lagi untuk keluar. dia belum siap untuk kehilangan orang yang ia sayangi untuk kedua kalinya.


diusapnya punggung ikbal saat masih dekapan Aisyah." mamah koma ayy, iky harus segera di operasi, tulang tengkoraknya retak, dan kakinya patah." ucap ikbal dengar bibir bergetar menandakan betapa tidak sanggupnya dia menerima kenyataan ini.


" mas takut ayy, mas gak mau kehilangan mereka. mas nggak sanggup " ucapnya lagi dengan menangis tergugu dalam dekapannya...


saat ini ikbal dan Aisyah sedang berada di ruang operasi. didalam sana anaknya yang masih kecil sedang berjuang untuk kesembuhannya. mamah yang di nyatakan koma hanya butuh doa untuk saat ini.


didepan ruang operasi Ikbal duduk dengan aisyah, perasaannya sangat cemas menunggu kabar tentang anaknya. operasi akan berlangsung selama 3 jama lamanya.


dia menatap ikbal dengan tatapan prihatin. entah apa yang akan Aisyah lakukan jika itu terjadi pada keluarganya, mungkin dia tidak akan sanggup.


usapan hangat selalu Aisyah lakukan pada lengan ikbal, memberi dukungan untuknya agar tetap tegar. di dalam ruang ICU mamah di nyatakan sudah sadar namun masih sangat lemah, membuat ikbal ingin segera menemuinya.


" bagaimana dok?... keadaan mamah saya sudah membaik?." Tanya nya saat dokter keluar dari ruang ICU.


" sudah sadar, tapi....kondisinya sangat lemah." ucap dokter.


" apa saya boleh menemui mamah saya?."


" maaf belum bisa untuk di temui sekarang, pasien masih dalam tahap observasi...satu jam lagi baru bisa di temui." dokter pun pergi setelah mengucapkan itu pada Ikbal.


" mas lebih baik disini dulu, biar aku yang nungguin iky selesai operasi." ikbal pun mengangguk.


satu jam lamanya ikbal menunggu, akhirnya dia bisa menemui mamahnya juga. dia masuk ruang ICU dengan memakai baju steril. saat sudah berada di depan brankar mamahnya, dia sebisa mungkin tidak menangis. dia tidak ingin mamahnya semakin terbebani. mamah tersenyum pada ikbal walau hanya sebatas garis bibirnya.

__ADS_1


" mamah baik, mamah cuma mau ketemu orang tua Aisyah." ucap mamah sangat lirih seperti menahan rasa sakitnya. ikbal hanya tersenyum dan mengangguk saja.


didalam ruangan ikbal hanya diam memandang wajah sang mama,sampai waktu yang di berikan suster habis. saat sudah berada di luar ruangan ternyata sudah ada mas Bagas, sedangkan mbak flora tidak bisa ikut karena Farhan anaknya sedikit rewel.


" mamah minta ketemu sama orang tua Aisyah mas." ucap Ikbal pada kakaknya saat dirinya sudah duduk di samping Bagas.


alis Bagas langsung menjengit" untuk apa?." ikbal hanya menggeleng dia pun tak tau untuk apa.


"huftt... bicarakan ini pada Aisyah. biar mamah, mas yang jaga." ucap Bagas dan ikbal pun langsung menemui Aisyah yang sekarang sedang berada di depan ruang operasi.


Aisyah yang tau ikbal akan menghampiri nya pun bingung, bukannya dia harusnya ada di ruangan mamahnya?.


" kenapa kesini? bukannya tadi mau menemui mamah?."


" hmmm sudah ay, ay....mamah minta ketemu sama orang tuamu." ucap Ikbal, sedangkan Aisyah langsung menatap ikbal dengan bingung.


" ada apa?." ikbal hanya menggeleng.


"ya sudah besok aku akan menghubungi arfa." ikbal langsung menggeleng." kalo bisa sekarang yah ? aku takut sesuatu terjadi sama mamah ay." Aisyah pun langsung menghubungi keluarganya.


saat mendapatkan kabar yang menimpa calon besannya dari Aisyah, bapak dan ibu langsung datang ke Jakarta dengan menyewa mobil tetangganya dan PP di supiri oleh tetangganya. Meraka begitu kaget mendengar berita itu. berita kecelakaan yang baru mereka tonton di televisi ternyata juga menimpa besannya. sungguh takdirNYA tidak ada yang tahu.


dini hari bapak dan ibu sudah sampai di rumah sakit. dia langsung menuju ruang ICU dimana anak dan calon menantunya berada. Aisyah yang sedang duduk bersandar di kursi seketika bangkit dan menghambur ke pelukan ibu. dia menangis lirih di pelukan wanita terkasihnya.


sedangkan bapak langsung memeluk calon menantunya yang sedang terlihat kuyu. mata yang sembab dan lingkar mata yang hitam menandakan dia sudah banyak menangis dan kurang istirahat.


" sabar yah....ini ujian buat kalian. semoga ibu Andini dan iky cepat di sembuhkan". ucap bapak dan langsung di Aminni oleh mereka.


pukul 5 pagi keadaan Bu Andini mulai drop. dokter yang bertugas di ruang ICU mulai datang dengan tergesa-gesa masuk ke ruang ICU, membuat ikbal dan yang lainya khawatir. tak berselang lama dokter pun keluar dari ruangan dengan nafas beratnya.


" beliau ingin bertemu dengan ikbal dan Aisyah." mereka semua saling berpandangan, ada apa sebenarnya mamahnya ingin menemui Aisyah dan ikbal juga. ikbal dan Aisyah pun masuk keruangan.


Aisyah sungguh tidak tega pada mamah, ada beberapa selang tertempel di tubuhnya. wanita yang selalu energik di usianya, sekarang terbaring lemah tak berdaya.sebisa mungkin Aisyah tidak menangis padahal air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya. mamah tersenyum melihat kami datang, walau senyum yang begitu tipis, hampir tidak terlihat.

__ADS_1


" syah..., menikahlah dengan ikbal hari ini." ikbal dan Aisyah pun kaget dengan permintaan mamahnya. mereka bingung kenapa mamah meminta seperti itu.


" Iyah.. setelah mamah sembuh yah ?". jawab Aisyah dengan senyum perih. sementara mamah langsung menggeleng membuat mereka semakin bingung.


" sekarang."ucap ibu semakin lirih hampir tak terdengar.


ibu meringis menahan rasa sakit tubuhnya, membuat ikbal dan Aisyah khawatir. dokter dan suster sudah berada di samping mereka. dan tak lama terdengar bunyi nyaring dari alat EKG( elektrokardiogram ) yang menunjukan garis lurus di alat itu. dokter pun hanya menggeleng.


ikbal langsung menangis menghambur ke tubuh ibunya yang sudah terbujur kaku di atas brankar. sedangkan diluar sana Bagas langsung masuk keruangan ibu setelah mendengar adiknya menangis di dalam ruangan.


ibu di nyatakan meninggal pukul 05.45, dia pergi menyusul ayah. ibu yang tau calon besannya meninggal langsung menangis dalam pelukan bapak.


bapak membantu mengurus kepulangan jenazah calon besannya. bapak begitu tidak tega melihat kakak beradik. mereka terlihat begitu shock kehilangan orang yang paling disayanginya untuk kedua kali dalam dua hari berturut-turut.


ikbal dan Bagas menemani jenazah ibunya di dalam mobil ambulance. sedangkan bapak, ibu serta aisyah pergi menggunakan mobil yang mereka tumpangi semalam.


sebelum jenazah akan di makamkan ikbal meminta izin berbicara pada bapak, dia ingin mengutarakan permintaan terakhir ibunya. entah bapak akan menerimanya atau tidak, yang jelas ikbal harus membicarakan dulu.


" maafkan ikbal yang lancang mengutarakan ini pak...sebelum ibu pergi, dia ingin aku dan Aisyah menikah hari ini juga.' bapak terkejut mendengar penuturan ikbal, dia langsung memandang wajah putri seperti mencari jawaban dari penuturan ikbal. dan Aisyah mengangguk membenarkan ucapan Ikbal.


helaan nafas berat bapak terdengar jelas oleh mereka yang ada di ruangan itu, suasana hening seketika, dengan segala pertimbangan bapak pun mengangguk" lakukanlah wasiat ibumu, tapi jika memang Aisyah bersedia nikah agama terlebih dahulu." semua menatap Aisyah dengan perasaan penuh harap. dan Aisyah pun mengangguk. ikbal merasa lega akhirnya permintaan terakhir mamahnya bisa ia kabulkan.


sebuah akad nikah sederhana yang di lakukan secara dadakan di keluarga ikbal pun mencuri perhatian para pelayat. mereka semua terharu dengan permintaan terakhir mamah yang ingin melihat anaknya menikah terlebih dahulu.


teman papah yang masih aktif di kepolisian menjadi saksi nikah ikbal saat ini dan seorang kiyai yang akan membimbing jalannya proses akad nikah. mungkin ini melanggar aturan nikah di kepolisian, atas dasar pertimbangan kemanusiaan pun beliau mau menyetujuinya dan RT setempat. sebuah cincin berlian yang sudah ikbal persiapkan untuk pernikahannya nanti menjadi mas kawinnya kali ini, serta uang tunai sebesar sepuluh juta.


terdengar kata sah menggema di ruangan itu, di depan jenazah mamahnya ikbal menikahi Aisyah secara agama. air mata semua orang mengalir begitu saja selama prosesi akad nikah, mungkin ini yang dinamakan kebahagiaan dan kesedihan datang secara bersamaan.


mamah akan di kebumikan di samping makam papah hari ini pukul 10 pagi. para pelayat pun sudah bersiap mengiringi kepergian mamah ke tempat peristirahatan terakhirnya.


ikbal dan Bagas sebagai anak lelaki mereka melakukan kewajiban terakhir mereka saat di pemakaman. makam mamah dan papah berdampingan seolah cinta mereka memang sehidup semati.


kematian memang sebuah takdir yang tidak akan pernah bisa manusia hindari, sebisa mungkin ikbal dan Bagas mengikhlaskan mereka untuk berpulang.

__ADS_1


__ADS_2