
" pak... Aisyah mau ngomong sesuatu dengan bapak dan ibu, ada hal penting yang Aisyah ingin sampaikan." ucap Aisyah setelah usai makan bersama.
saat ini keluarga Aisyah sedang duduk santai di ruang keluarga sambil menonton acara tv kesukaan ibu. TV baru yang Aisyah beli beberapa bulan lalu untuk keluarganya, agar ibu bisa leluasa saat menontonnya. dirasa ada obrolan yang sangat penting arfa pun pamit, dia tidak mau mengganggu percakapan antara Aisyah dan bapaknya.
"mau ngomong apa nduk ? sepertinya ada hal penting saja?".tanya bapak, semua orang yang ada di ruangan tersebut menatap Aisyah dengan wajah heran.
sebelum melanjutkan pembicaraannya Aisyah menarik nafasnya dalam-dalam. mengumpulkan oksigen dalam paru-parunya, dia sangat gugup saat ini. dia juga takut orang tuanya kaget setelah dia berbicara. dilihatnya wajah kedua orangtuanya yang begitu penasaran dengan apa yang akan Aisyah sampaikan.
" emmmm.... sebenarnya Aisyah....sedang dekat dengan seorang pria pak, Bahkan Aisyah sudah dikenalkan langsung pada keluarganya." ucap Aisyah pada bapak.
suasana menjadi hening tak ada yang bersuara membuat Aisyah semakin gugup, dia takut bapak akan marah karena kecewa dengan dirinya. Aisyah juga takut mengecewakan ikbal seandainya ada penolakan dari bapaknya, jari-jemari ia gigiti tanpa ia sadari menandakan betapa gugupnya Aisyah saat ini.
"hemmmmmm....sejak kapan kamu berhubungan dengannya syah??? tanya bapak setelah menghembuskan nafas dalamnya.
"hampir dua tahun ini pak..."jawab Aisyah dengan menunduk.
ibu belum berkomentar apa-apa saat ini, dia pun kaget mendengar penuturan dari anak gadisnya. saat ini waktunya bapak yang berbicara tentang penuturan aisyah, ibu tidak berani menyela ucapan bapak. bapak lah yang akan menilai semuanya, dia kepala keluarga tidak akan membiarkan anak dan istrinya mengalami hal yang tidak di inginkan.
"ceritakan semuanya nduk !....bapak akan mendengarkan semuanya, jangan ada yang kamu tutup-tutupi." ucap bapak dengan lembut dan tegas.
Aisyah yang masih menundukkan kepalanya, di mulai menceritakan dari awal perkenalannya dengan ikbal secara singkat hingga pertemuannya kemarin dengan keluarga kekasihnya, saat Aisyah menceritakan tentang status ikbal, ibu sedikit mencelos hatinya, bagaimana tidak anaknya akan mendapatkan duda beranak satu, sedangkan anaknya masih perawan. hati ibu mana yang tidak ingin mendapatkan pasangan untuk anaknya yang statusnya juga masih singgel. akan tetapi dia tidak boleh egois untuk kebahagiaan anaknya, mungkin ini takdir untuk Aisyah, sedangkan ibu tidak bisa melawan takdir yang sudah di gariskanNYA.
" apa kamu sudah yakin dengannya Syah? bapak hanya ingin kamu bahagia. cukup kemarin di jadikan pelajaran, bapak tidak ingin ada yang menghinamu lagi Syah." ucap bapak dengan sendu.
" insyaallah Aisyah yakin kalo bapak dan ibu merestuinya, restu kalian yang buat jalan hidup Aisyah bahagia." jawab Aisyah pada bapaknya.
" apa kamu sanggup jadi ibu sambung yang baik untuk anaknya syah?". tanya ibu yang mulai ikut masuk dalam percakapan.
" insyaallah Aisyah ikhlas ibu, Aisyah akan berusaha jadi ibu yang baik buat anaknya." ucap Aisyah, dia tau ibunya sedang kecewa saat ini.
" Aisyah bangkit dan bersimpuh dihadapan ibunya dengan menenggelamkan wajahnya kepangkuan ibunya, dia tidak membuat ibunya bersedih, bagi Aisyah kebahagian kedua orangtuanya itu lebih penting dari apapun.
" maafin Aisyah kalo bikin ibu kecewa, Aisyah hanya ingin ibu bahagia, jika ibu tidak merestuinya gak papa buat Aisyah, Aisyah akan ngomong ke mas ikbal langsung untuk mengakhirinya Bu, jadi ibu jangan sedih lagi." ucap Aisyah dengan air mata yang sudah menghiasi pipi putihnya.
__ADS_1
ibu dan bapak hanya saling pandang dan menghela nafas masing-masing, melihat makanya seperti ini membuat mereka tidak tega, mereka hanya ingin yang terbaik untuk anak-anaknya saja. sedangkan di tempat lain orang yang tengah mereka perbincangkan sedang mengadakan acara liburan bersama keluarganya dengan perasaan cemas.
#
#
#
#
#
" bal.... jangan melamun...! nanti dagingnya gosong." ucap kakaknya ikbal padanya.
" eh ... iy maaf maaf, gak fokus aku bang." ucap ikbal setengah meringis melihat daging yang ia panggang hampir gosong.
" ada apa sih bengong gitu ?" tanya bang Bagas.
" enggak ada apa-apa bang, heheheh." jawab ikbal disertai kekehan kecil.
" ya ampun iky...! sudah ayah bilang jangan suk teriak-teriak, kamu hidup bukan di hutan iky... nanti banyak orang yang terganggu denger kamu teriak. pahammm! " ucap Ikbal tegas pada anaknya.
" maaf... ayah....iky salah, janji gak ngulangin lagi!." ucap iky meyakinkan ikbal.
" hmmmmm.... jadi ada apa panggil ayah?" tanya ikbal pada anaknya.
" uppsss....iky lupa....ini Tante cantik mau ngomong sama ayah, maaf ya....tadi ayah marah-marahin iky sih, jadi iky kan lupa." ucap iky seraya menyodorkan ponselnya pada ikbal. dilihat dari durasi waktunya, panggilan itu sudah berlangsung cukup lama entah apa yang sudah iky dan Aisyah bicarakan.
# flashback on.
saat Aisyah masih terlibat percakapan dengan kedua orang tuanya, tiba-tiba ponsel Aisyah berdering. semua orang yang ada di ruang itu melihat nama yang tertera pad layar ponsel Aisyah. panggilan pertama tidak aisyah angkat, hingga tak lama ponsel berdering lagi dan membuat ibu aisyah menyuruhnya untuk mengangkatnya. saat aisyah mengangkatnya dia dikagetkan suara anak kecil.
" hallo....Tante cantik ...kok lama banget angkat telpon dari iky? Tante cantik sibuk yh?
__ADS_1
" hah....enggak kok, Tante lagi nonton tv sama orang tua Tante, iky lagi liburan yah?
" he'eh ....iky lagu di puncak....kita lagi bakar-bakaran. harusnya Tante ikut kita, pasti tambah seru !." ucap iky penuh semangat.
" percakapan Aisyah yang dengan iky tak luput dari penglihatan ibu dan bapak, mereka kagum pada Aisyah yang sudah begitu dekat dengan anak dari kekasih anaknya. hati ibu sedikit luluh seketika, dia melihat kebahagian di mata aisyah saat mengobrol dengan anak tersebut. ayah dan ibu saling berpandangan seolah tau apa yang di pikirkan istrinya, ayah pun menganggukkan kepalanya.
" Syah bilang pada ikbal...bapak mau berbicara padanya sekarang..." ucapan ibu barusan membuat aisyah kaget dan takut setengah mati, apakah cintanya kali ini akan berakhir kandas lagi?...Aisyah tidak tau, entah apa yang akan bapak bicarakan pada ikbal.
#flashback off.
" ada apa Syah....? tanya ikbal.
" emmmmm....bapak mau bicara sama mas sekarang... bisa ?".
" bisa Syah...yaudah mana bapak?. Aisyah pun memberikan ponselnya pada bapak, sedangkan ikbal mencari tempat yang sunyi agar bisa berbicara serius dengan orang tua Aisyah, baik ikbal dan Aisyah sama- sama gugupnya, ikbal yang takut akan di tolak dengan status yang dimilikinya sekarang, sedangkan Aisyah takut bapak akan bicara yang macam-macam tentang ikbal yang membuatnya tersinggung nantinya, walaupun Aisyah sudah tau dengan karakter bapak yang tidak akan pernah berbicara kasar dengan orang lain meskipun sudah orang tersebut sudah menyakitinya, akan aisyah tetap saja membuat Aisyah sedikit khawatir.
"Aisyah menggenggam erat tangan ibu saat ini, dia hanya bisa mendengarkannya saja tanpa menyela percakapan antara bapak dan ikbal, dan Aisyah mendengar dengan jelas bahwa bapak menerima mas ikbal, Aisyah langsung memeluk ibunya dengan erat, dia tau ini keputusan berat yang mereka ambil untuk kebahagiaan putrinya.
"yasudah bapak tunggu niat baik keluargamu secepatnya.... bila perlu saat liburan ini, biar tidak mengganggu pekerjaanmu dan Aisyah juga." ucap bapak.
" baiklah saya dan keluarga saya akan kesana dengan niat baik saya secepatnya, terimakasih juga bapak sudah mau menerima saya dengan status saya yang seperti ini, saya tau ini berat untuk bapak, TPI say begitu menyayangi Aisyah dengan tulus, insyaallah saya akan berusaha memberikan kebahagiaan untuk aisyah." ucap ikbal pada bapak.
setelah panggilan berakhir, bapak menyerahkan ponsel tersebut pada Aisyah dan Aisyah langsung menerimanya. suasana hening seketika, mereka saling diam dengan pemikiran mereka masing-masing. hingga suara bapak mengagendakan semuanya.
" ya sudah kamu langsung istirahat saja Syah, ini sudah malam, kamu butuh istirahat banyak, jangan sampai saat keluarga calon suamimu datang kamu malah sakit." " ucap bapak dengan kekehannya untuk mencairkan suasana saat ini.
" ya... Aisyah pamit ke dulu." ucap Aisyah pada orangtuanya dengan senyum manisnya. Aisyah pun beranjak dari ruang keluarga.
saat ini hanya ada bapak dan ibu di ruang keluarga, mereka saling diam. hingga bapak mengeluarkan suaranya terlebih dahulu.
" ibu sudah ikhlas kan dengan keputusan ini ? mungkin ini takdir jodoh Aisyah, kit doakan saja buat kebahagiaan Aisyah." ibu hanya mengangguk saja dan air matanya mulai turun membasahi pipi ibu yang sudah mulai keriput.
" yasudah kita juga butuh istirahat untuk menyambut calon besan kita nanti, jadi kita juga harus tidur secepatnya." ucap bapak membuat ibu terkekeh seketika.
__ADS_1
malam ini ikbal begitu lega, niat baiknya akan di sambut baik oleh keluarga Aisyah, dengan statusnya yang sekarang membuat ikbal sedikit tidak percaya diri, akan tetapi sekarang di sudah sedikit lega dengan percakapannya dengan bapaknya Aisyah tadi, dia cuma berharap di beri kelancaran sampai saat acaranya nanti.