
hari ini adalah hari kedua aku bekerja, aku berdoa semoga hari ini kami semua di beri kelancaran dalam bekerja.seperti biasa kami menunggu jemputan kami di tempat biasa. sambil menunggu jemputan aku iseng buka handphone ku, ternyata ada pesan dari teman dumayku yang ngakunya seorang polisi itu.
"assalamualaikum ukhti,,,semoga harimu menyenangkan, semenyenangkan diriku bisa mendapat nomormu🤗." aku pun bergidik ngeri ketika membacanya, aneh sekali pikirku orang ini, apa seorang polisi tidak punya kerjaan lain selain mengirimi pesan pesan konyol seperti ini.
setelah jemputan datang kami pun masuk kedalam bis yang akan mengantar kami ke tempat kerja.
" Syah lagi ngapain sih? dari tadi sibuk sama hp Mulu," ? aku menoleh kerah samping tempat duduk ku.
" owh ini aku lagi baca chat aja, kenapa? tanyaku pada Mia.
" Gak apa apa, lagian dari tadi gak ada suaranya, berasa duduk sendirian tau gak, chating sama siapa sih?....tanya Mia Semakin
kepo.
" gak usah kepo yah kamu, gara gara kamu sama Fani nih orang jadi kirim chat terus, dah gitu kata-katanya sok manis lagi, bikin risih tau gak? iya kalo orangnya beneran yang kaya di foto, kalo orangnya kaya model preman pasar gimana coba?" kesalku pada Mia, sementara Mia malah tertawa renyah melihatku sedikit frustasi.
" ya ampun Syah....kamu gak usah marah marah gitu. lagian orangnya jauh, udah nikmatin aja buat hiburan kamu, gak usah ketakutan gitu kali." ucap Mila padaku
sementara orang yang sedang kami bicarakan saat ini tengah senyum senyum sendiri di ruang kerjanya. sampai sampai rekan kerjanya masuk pun dia tidak tau.
__ADS_1
" selamat pagi pak, bapak sudah sarapan? kalo belum nanti saya pesankan," sapanya.
"hmmm,,,pagi Heru, sana pergi jangan menggangguku saat ini, aku lagi gak pengin di ganggu orang orang kaya kamu Heru." umpatnya pada bawahannya.
ya... mereka memang teman satu SMA bahkan teman satu asrama saat masuk Akpol dulu, tapi jabatannya lebih tinggi dari Ikbal pria yang saat ini selalu menerorku dengan chatnya yang sok manis itu.
" kenapa sih kamu, aku ketok pintu berapa kali gak di jawab jawab, taunya lagi senyum senyum sendiri di dalem." tanyanya.
"ada kasus besar yang udah terpecahkan y? kelihatannya lagi seneng banget gitu, apa abis dapet bonus ya? bagi bagi dong kalo abis dapet bonus paling gak traktir lah bawahan Lo ini." cecar Heru.
" ini lebih dari itu men..." ucapnya semakin membuat Heru penasaran.
" apaan sih kepo nih aku." cecar Heru semakin mendesak ikbal.
"dasar atasan durjana, awas aja kalo kamu lagi galau butuh sharing, aku gak bakalan nemenin kamu lagi," ucap ikbal sedikit merajuk membuat ikbal tertawa renyah.
" dah sana kamu balik ke meja kamu, aku dah sarapan di rumah tadi. kerja yang bener biar bisa ngejar pangkat aku." ucap Ikbal sambil tertawa. Heru pun langsung mendelik tak suka. dia langsung keluar ruangan atasan sekaligus sahabatnya dengan kata kata umpatannya.
didalam ruangannya ikbal masih dengan senyumannya terus memandangi PP ku yang aku ambil ketika memakai gamis saat hari raya idul Fitri.
__ADS_1
" Aisyah Putri nama nya cantik secantik orangnya, masih muda lagi. apa pantas aku sama dia? sedangkan aku seorang duda beranak satu." gumamnya sendiri.
ikbal adalah pria single parent beranak satu berumur 4 tahun karena istrinya meninggal dunia saat melahirkan dulu karena pendarahan. saat ini anaknya hidup bersama orang tua ikbal di Jakarta. ikbal rela berjauhan dari anak semata wayangnya Karena memang dia ditugaskan oleh negara untuk menjadi kepala di polres Kalimantan, ayah Ikbal asli orang Jakarta, sedangkan ibunya orang Palembang. sejak kecil dia tinggal di Palembang. karena ayahnya yang dulunya seorang polisi juga bertugas di Palembang, dan dari situ ayahnya ikbal bertemu ibunya ikbal.sekarang ayahnya Ikbal sudah pensiun dan menikmati masa tuanya bersama cucu- cucunya di Jakarta, ikbal punya seorang kakak laki laki dia berprofesi seorang dokter di Jakarta.
"maafkan aku Yasmine, bukan maksud aku ingin melupakanmu, entah kenapa gadis ini sedikit mencuri perhatianku, entah apa yang aku rasain, tapi walau kami tidak pernah bertemu dan mengenal, entah kenapa dia bisa buat aku senyum senyum sendiri. padahal chat dari aku pun selalu di abaikan walaupun dia selalu baca. kamu tetap tersimpan rapi di hatiku yasmine. doaku selalu menyertaimu." diciumnya foto Yasmin yang selalu terapan rapi di laci mejanya.
"chating ku cuma di baca aja aku udah sesenang ini, apalagi kalo di bales coba, bisa bisa aku dikatain orang gila kalo senyum senyum sendiri seharian." ucap nya lagi.
"ayo ikbal semangat,,, kita pecah kan kasus kasus hari ini,,," ucapnya menyemangati diri sendiri.
tak terasa waktu sudah menunjukan jam istirahat Aisyah dan teman temannya langsung menuju kantin untuk mendapatkan jatah makan siangnya.
"Syah udah ambil makan ya?? tanya temanku satu team.
" udah mba ayo kita langsung makan, nanti gak keburu buat sholat." kami makan dengan tenang, ada yang makan sambil telpon pacarnya, ada yang sambil ghibahin temen maupun leadernya. sedangkan aku cuma menjadi pendengar saja. dirasa sudah kenyang ku putuskan untuk sholat, karena orang tuaku berpesan jangan pernah tinggalkan sholat dimana pun berada.
satu notifikasi muncul dilayar hp ku " TUKANG GOMBAL" yang ikbal ku namai tukang gombal, karena setiap dia chat kata katanya selalu manis, mirip perayu ulung.
" assalamualaikum ukhti, jangan lupa makan siang yah, karena aku gak mau kamu sakit, karena kalo kamu sakit disini pun aku ikut sakit, semoga suatu saat jika kita bertemu, kita sudah dengan status yang berbeda yah, seperti nun mati bertemu ba itu iklab, sedangkan aku bertemu kamu itu ijab🤗."
__ADS_1
aku pun langsung bergidik ngeri membaca setiap kata-kata sok manisnya yang dia kirim padaku, jika tak sayang dengan hpku Ingin rasanya hp ku banting saja, mual sekali rasanya membaca pesan darinya.
selesai sholat aku langsung masuk ke dalam ruang kerjaku, waktu istirahat sudah habis. kami melanjutkan pekerjaan masing-masing, hingga tak terasa jam sudah menunjukan waktunya pulang, itulah yang di nantikan setiap karyawan, ketika jam menunjukan waktu pulang semua karyawan seakan heboh semua. seperti penderitaan setelah seharian bekerja telah usai. kami pun keluar dengan tertib. dan masuk pada bis antar jemput kami masing masing.