
mobil yang di tumpangi ikbal baru saja meninggalkan kontrakan Aisyah setelah memastikan Aisyah benar benar sudah masuk kedalam kontrakannya. sepanjang perjalanan pulang dia selalu bersenandung lagu cinta, seolah mewakili dirinya bahwa malam ini dia benar benar sedang bahagia, sedangkan Aisyah...tak beda jauh darinya, Aisyah pun merasa hari ini dia begitu bahagia.
hari sudah semakin malam, akan tetapi tak bisa membuat dua insan terlelap, sejak pertemuan pertama mereka tadi sore, membuat Ikbal dan Aisyah tak bisa menahan rasa rindunya lagi untuk bertemu, padahal sebelum mereka bertemu, mereka kuat menahan rindunya selama hampir dua tahun lamanya. ikbal hanya berguling di atas tempat tidurnya kanan kiri rasanya sulit untuk memejamkan matanya.
" ya ampunnnnn ayy....rasanya sulit buat nahan kangen, kamu pake pelet apa sih ayy?." ucap ikbal pada ponselnya yang memakai wallpaper foto aisyah dan anaknya yang ia ambil secara diam-diam saat makan malam.
"kamu baik-baik yah di kampung, jangan nakal !!! mas akan marah kalo kamu nakal ayy. mas khawatir kalo kamu ketemu si jelek Andra di kampung ay." ucapnya lagi.
" ya ampunnnnn...rasanya bisa gila aku lama-kelamaan ay Karna kamu." lanjutnya lagi.tak lama kemudian dia terlelap sambil memeluk ponsel yang ada gambar Aisyah nya.
#
#
#
#
pagi ini keluarga ikbal akan pergi ke puncak, si kecil risky sudah bersiap sejak pagi, dia sangat antusias dalam liburan kali ini, sebab ayahnya bisa ikut liburan kali ini. bisanya ikbal jarang ikut untuk acara seperti ini, dirinya begitu sibuk karena sebuah tanggung jawabnya sebagai seorang Kapolres.
" yah....Tante cantik gak di ajak ?." ucap iky saat memasuki kamar ayahnya.
ikbal yang mendapat pertanyaan seperti itu dari anaknya hanya bisa tersenyum kecut. segera dia raih tubuh anaknya dan memeluknya sambil memangkunya.
__ADS_1
" enggak sayang,,, Tante cantiknya mau pulang kampung, dia mau pulang kampung mau ketemu sama keluarganya, kaya ayah yang pulang buat ketemu iky." jawab ikbal dengan lembut.
" owh ....Tante cantik kangen sama keluarganya ya yah ? kaya iky yang kangen terus sama ayah?, iky juga kalo kangen ayah kan langsung temuin ayah di kalimantan."
ucapan anaknya membuat hati ikbal seperti teriris, perih rasanya mendengar anaknya selalu merindukan dirinya, sedangkan dia tidak bisa bebas untuk pulang menemui anaknya, sebab dia memiliki tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparat negara, sementara untuk membawanya juga tidak mungkin, sebab dia tidak percaya pada orang lain sepenuhnya jika iky di asuh bukan dari keluarganya sendiri.
" iky....boleh ayah tanya?. ucap Ikbal pada anaknya dan langsung diangguki oleh iky.
" boleh....ayah mau tanya apa? apa ayah mau tanya tentang Tante cantik ? iky juga tau Tante cantik mau jadi bunda barunya iky kan ?."
ikbal kaget mendengar pernyataan iky, bagaimana dia tau kalau di akan menikah dengan Aisyah, padahal belum ada yang memberitahu iky tentang masalah ini.
" iya...apa iky mau punya bunda baru seperti Tante Aisyah?... menurut iky Tante Aisyah gimana?." tanya ikbal pada anaknya dengan hati-hati.
" iky juga mau punya bunda kaya Tante cantik. tapi.....apa bunda Yasmin gak akan marah sama iky... kalo Tante cantik juga jadi bundanya iky yah ?.
ikbal mencelos seketika mendengar pertanyaan seperti itu dari anaknya, dia tidak menyangka anaknya akan berfikir seperti itu, dia begitu menyayangi bunda Yasmine nya yang telah tiada, walaupun dia tidak pernah melihatnya secara langsung.
"insyaallah bunda juga akan bahagia lihat iky bahagia. bunda pun disana sudah bahagia bahkan mungkin disana bunda sudah menjadi bidadari surganya Allah, Karena sudah melahirkan anak ayah yang ganteng ini. sedangkan Tante Aisyah... dia gak kan pernah gantiin bunda yasmine sebagai bundanya iky sampai kapanpun, cukup sayangi Tante Aisyah seperti Tante Aisyah sayang sama iky, simpan nama bunda di hati iky yang paling dalam, dan beri ruang sedikit juga buat Tante Aisyah disini." ucap Ikbal dengan menunjuk dada kanan iky.
" iy ayah...iky akan sayang juga sama Tante Aisyah, iky juga mau Tante Aisyah jadi bundanya iky." ucap anak itu pada Ikbal.
" bagus....kalo gitu kita siap-siap, bentar lagi kita berangkat, sepertinya om Bagas juga udah sampai, ayo kita ke depan."
__ADS_1
ayah dan anak tersebut keluar kamar dengan iky yang masih dalam gendongan ikbal, moment seperti ini sangat jarang bagi iky dan ikbal, sebisa mungkin ikbal akan meladeni iky selama dirinya berada di Jakarta, dia berharap setelah menikah dengan Aisyah, Meraka bisa menjadi keluarga kecil yang bahagia, dan berkumpul lagi dalam menjadi satu tanpa ada yang berjauhan lagi.
sedangkan Aisyah saat ini sudah bersiap-siap akan mudik ke kampung halamannya, dia saat ini sedang menunggu travel yang akan membawanya pulang ke kampungnya, dia sudah mengabari keluarganya bahwa dia akan pulang hari ini, ibu ya begitu senang mendengar putrinya akan pulang pun hari ini memasak makanan kesukaan Aisyah.
" ya ampun...yang mau anak gadisnya pulang, heboh banget sih Bu, segalanya Macam makanan kesukaan mbak Aisyah ibu masak, memangnya mbak Aisyah akan makan semuanya?." goda arfa adik Aisyah pada ibunya.
" udah kamu diem aja! kamu sama bapak mu gak bantuin ibu aja pake protes segala, nanti juga kalian ikut makan toh???
" iya lah kita juga laper Bu, masa cuma mbak Aisyah aja yang boleh makan? berarti ibu pilih kasih sama kita, ya kan pak?." ibu hanya mencebik saja mendengar arfa masih menggodanya.
" Arfa tau kalau ibunya benar benar rindu pada mbaknya. dia tidak pernah iri sedikitpun pada Aisyah, karena dia tahu Aisyah hanyalah seorang kakak perempuan yang memang lebih membutuhkan perhatian lebih dari orangtuanya, sedangkan dia adalah seorang pria . meskipun dia lebih muda dari Aisyah, dia juga harus memberi perhatian pada kakak perempuannya. apalagi jiwa Kakaknya sempat terguncang oleh kejadian dua tahun lalu yang membuat kepercayaan diri kakak nya jatuh.
" jam berapa mbak mu akan sampai fa? ini udah mau sore kok belum sampai." belum arfa menjawab dari arah pintu depan ada orang yang mengucapkan salam. Meraka langsung menuju ke depan rumah, karena mereka tau siapa yang datang kerumahnya.
" ya ampun Syah......ibu kangen sekali sama kamu." ucap ibu penuh haru sambil memeluk putri kesayangannya.
" Aisyah juga kangen banget sama ibu, maafin Aisyah yah Bu baru bisa pulang kampung."
" ya sudah ayok masuk dulu, ibu sudah masak makanan kesukaan kamu, pasti kamu laper kan abis perjalanan jauh." ucap ibu pada Aisyah dan mendapatkan cibiran dari arfa
" dih..... mentang-mentang anak gadisnya pulang, suami sama anak lainnya dilupain." ucapan arfa membuat ibu dan Aisyah tertawa, dan bapak hanya menggeleng saja dengan tingkah ibu anak tersebut.
mereka makan bersama dengan perasaan bahagia diselingi obralan dan gurauan antara mereka, membuat suasana makan kali ini berbeda, kepulangan Aisyah membuat suasana keluarga ini lebih hidup lagi. ibu yang hari ini selalu tersenyum membuat perasaan bapak lega, dia tau ibu sangat merindukan anak gadisnya selama ini, dia sangat mengkhawatirkan anak gadisnya yang tinggal jauh darinya, setiap selesai sholat dia selalu menangisi anak gadisnya dalam doa. tapi sekarang mutiara hatinya sudah kembali ayah lega melihat itu, melihat perubahan di diri Aisyah yang semakin cantik, menandakan Aisyah bahagia dengan kehidupannya yang sekarang.
__ADS_1