
POV Aisyah
hari ini aku menemani Iky menunggu gurunya datang. biasanya Bu guru tidak pernah datang terlambat. mungkin ada suatu hal yang membuat dirinya datang terlambat. kami berduab menunggu bu guru di ruang tamu seraya mengajak iky mengobrol agar anak itu tak bosan. sebab iky adalah anaknya mudah badmood jika menunggu terlalu lama.
dia mengajak adik-adiknya berinteraksi meski masih berada di dalam perut. aku senang melihat iky sudah menyayangi adik-adiknya meski mereka belum lahir. dia terus mengelus perutku seraya membisikkan kata-kata seolah di sedang berbicara pada adiknya.
" Bun...sedang apa Dede didalam sana ya?" tanyanya seraya mengelus perut sang bunda. baik Ikbal maupun iky senang sekali mengelus perutku sambil mengajak sang adik berbicara.
entah apa yang di bicarakan iky pada adiknya. dia hanya berbisik di depan perutku.
"mereka mungkin sedang tidur sayang, atau mungkin dia sedang nunggu Bu guru juga, soalnya kan dia juga mau ikutan abangnya belajar." dia langsung tersenyum mendengar jawabanku.
" kalo gitu kita nanti bisa belajar sama-sama ya dek, Abang nanti bakal ajarin kalian semua kalau kalian sudah sekolah nanti." Aku langsung terkekeh dengan ucapan iky, aku sangat senang melihat iky begitu menyayangi calon adiknya sendiri, walaupun mereka bukan satu ibu. saat sedang asyik berbincang ada yang menekan bell rumah kami.
Ting Tong...
" Bun... mungkin itu Bu guru?" Aku langsung bangkit untuk membuka pintu depan.
" selamat pagi Bu Aisyah, maaf yah sedikit telat. tadi agak macet dikit di jalan.," ucapnya padaku.
" owh gak apa-apa Bu, mari masuk iky sudah menunggunya di dalam." jawabku.
kami pun masuk menuju tempat yang akan dijadikan iky buat belajar. disana iky sudah
menunggu dengan buku-buku pelajarannya.
" pagi iky...
maaf yah sayang Bu guru agak kesiangan. tadi di jalan lumayan macet soalnya." sapanya pada iky dengan senyuman hangat.
__ADS_1
" iya Bu guru gak papa, lagian iky di temanin bunda nunggu Bu gurunya."
Meraka pun akhirnya memulai pelajarannya, sementara Aku langsung pergi keruangan lain yang tak jauh dari tempat iky belajar. aku hanya mengawasi iky belajar dari jauh agar tak mengganggu konsentrasi belajarnya.
Sembari menunggu iky belajar aku juga mengerjakan tugas-tugas kuliahku secara online. walaupun online aku tidak merasa kesulitan. aku juga kadang di bantu ikbal jika ada tugas matkul yang tidak aku paham. walaupun mas ikbal Bergelar sarjana hukum dia juga sedikit paham tentang matkul untuk jurusan ekonomi dan management.
hampir dua jam iky belajar, setelah selesai Bu guru pun langsung pamit. Karena harus mengajar lagi di tempat yang lain. kami mengantar bu guru sampai depan halaman rumah kami.
" ayok masuk... kita makan siang dulu yah, habis itu iky harus istirahat siang." Aku menuntun iky masuk ke dalam. kami langsung menuju ke meja makan. makanan yang sudah aku beli secara online, karena mas ikbal sama sekali tidak mengijinkan aku capek.
dengan telaten aku mengambilkan makanan untuk iky di atas meja, semua makanan yang iky suka ada disana, Aku sengaja membelikan makanan yang iky suka. itu adalah semacam reward dariku untuk iky, karena anak itu sudah mau belajar homeschooling dengan baik tanpa mengeluh lagi.
kami makan di selingi dengan candaan ringan, meskipun hanya berdua akan tetapi rumah terasa ramai, jika bersamaku ,iky akan banyak bicara. dia akan menanyakan banyak pertanyaan denganku. mas ikbal saja heran kenapa anaknya sekarang bertambah cerewet semenjak memiliki aku.
setelah makan siang iky langsung aku tuntun untuk istirahat siang, aku tidak mau iky sakit lagi karena kurang istirahat, sebab iky masih dalam tahap penyembuhan pasca operasi kepala dan kakinya. aku tidak ingin terjadi apa-apa lagi dengan iky.
setelah Iky tertidur di kamarnya, Aku pun langsung keluar untuk istirahat juga. semenjak hamil aku mudah kelelahan. padahal kandunganku masih kecil. baru aku akan merebahkan tubuh di ranjang, dering ponselku berbunyi. terdapat nama ibu di layar ponselku.
" waalaikumsalam Syah, kamu dan yang lain sehat nak? kandungan kamu juga sehat? ".
" alhamdulilah Aisyah sama yang lain sehat Bu, kandungan Aisyah juga sehat."
"Syah...ibu mau ngasih kabar kamu tentang Andra."
" ada kabar apa Bu ?"
"dia meninggal dunia karena di tusuk Mira."
deg...
__ADS_1
" innalilahi wa innailaihi rojiun."
cukup lama aku dan ibu berbincang kmu pun mengakhiri panggilan. sejak mendengar kabar dari ibu aku jadi merenung di dalam kamar. rasa ngantuk yang tadi menghampiriku lenyap seketika. dadaku bergemuruh mendengar kabar itu. bukan karena aku masih memiliki perasaan pada mas Andara. melainkan karena rasa tak percaya dengan apa yang terjadi padanya. pada dasarnya dia orang baik. aku tak pernah membencinya sekalipun. aku hanya kecewa dengan sikap ibunya yang sudah menghina keluarga kami. mungkin ini sudah menjadi takdir hidupnya.
dan untuk Mira , aku sama sekali tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu. dia jauh berbeda dengan Mira yang aku kenal dahulu. entah masalah apa yang sedang mereka hadapi hingga Mira nekat berbuat seperti itu. aku hanya bisa berdoa semoga mas Andra bisa di ampuni semua dosa-dosanya. dan bisa di beri jalan yang terang menuju surga NYA.
______________________________________________
pukul 5 sore ikbal sudah sampai di rumah. saat masuk rumah dia langsung mencari keberadaan anak dan istrinya. saat dia masuk keruang tengah dia tidak menemukan anak dan istrinya, kemudian dia menuju kamar anaknya, di sana pun dia tidak menemukannya, saat akan naik kekamar nya dia melihat pintu penghubung taman belakang terbuka lebar, dia langsung menuju taman belakang, namun saat baru di ambang pintu dia langsung berbalik lagi, dia memutuskan untuk membersihkan diri dulu sebelum menemui istrinya.
selesai membersihkan diri ikbal langsung menuju taman belakang, disana dia bisa melihat Aisyah sedang menemani anaknya mewarnai. sesekali mereka tertawa entah apa yang mereka tertawa kan.
" cup."
" eh...sudah pulang yah??? katanya pulang telat ." Aisyah mendongak saat ikbal mencium puncak kepalanya.
" hemmm.. sedang apa kalian disini?."
" mewarnai gambar ayah, apa ayah gak liat?." anak itu terlihat sebal, jelas-jelas ayahnya sudah tau apa yang sedang iky lakukan.
ikbal terkekeh melihat wajah sebal iky. bukannya seram marah terlihat lucu. dia bersyukur iky bisa mendapatkan ibu sebaik aisyah, yang mau menerima dan menyayangi iky dengan tulus.
" kamu belum jawab pertanyaan aku loh mas, kenapa sudah pulang? katanya pulang telat." ikbal langsung mengelus kepala istrinya di blik jilbabnya.
" iy sayang mas gak jadi pulang telat, kerjaannya masih bisa di handle sama bawahan mas." ikbal tersenyum pada istrinya yang sedang kesal dengannya.
" jangan cemberut gitu, nanti mas kepengen liat mulut kamu manyun gitu." bisik nya di teling istrinya. Aisyah langsung melotot dan mencubit pinggang sang suami.
" aww...awww... sakit ayy, kamu kok kdrt mas sih?, baru pulang kerja bukannya di bikinin minuman malah kena cubitan." aisyah menepuk jidatnya sendiri kemudian terkekeh.
__ADS_1
" maaf mas lupa, hehehe." dia beranjak dari duduknya menuju dapur untuk membuatkan minuman sang suami.sedangkan ikbal menemani Iky merampungkan gambarnya.