Jodoh Yang Tak Di Nantikan

Jodoh Yang Tak Di Nantikan
36. kegiatan bhayangkari


__ADS_3

sebulan sudah mereka tinggal di Kalimantan, kondisi iky yang sudah semakin membaik bahkan dia sudah sudah di ijinkan untuk berjalan memakai tongkat.


mereka sangat kompak dalam merawat iky. bukan hanya fisik nya saja yang luka melainkan psikisnya juga. di umur yang masih terbilang masih kecil dia harus mengalami kejadian yang mengerikan membuat anak itu mengalami trauma mendalam. terkadang dalam tidurnya dia berteriak histeris saat malam. hingga ikbal harus membawa anaknya menemui dokter psikolog untuk menyembuhkan psikisnya. berkat bimbingan dari dokter, iky sudah sembuh dari rasa traumanya.


kehidupan mereka satu bulan kebelakang sangatlah tidak mudah saat itu, sejak dinyatakan sembuh dari traumanya, iky sudah menjadi anak yang ceria lagi. iky juga sudah mulai menikmati kegiatan home schooling nya. setiap hari akan ada guru yang datang untung mengajarinya. dia juga sudah mulai akrab pada beberapa anak tetangganya. bahkan tak jarang mereka datang kerumahnya mengajak iky bermain, meski iky masih belum bisa berjalan seperti temannya.


" masss...udah, aku cape." keluh sang istri saat berada di bawah kungkungan suaminya"." besok aku juga ada kegiatan dengan ibu-ibu bhayangkari lainya. nanti aku kesiangan mas kalo gini caranya."


ikbal yang saat ini sedang memonopoli tubuh istrinya harus rela mendengar ocehan sang istri yang tidak mau berhenti mengoceh. entah sudah berapa lama ikbal mencari keringat bersama istrinya hingga sang istri terus melayangkan protesnya. akan tetapi ikbal tak menghiraukan itu. dia terus berpacu mencari kepuasan di atas tubuh sang istri. hingga erangan panjangnya mengakhiri petualangannya.


nafas ikbal yang masih terengah-engah terdengar jelas, saat menyerukkan wajahnya di leher istrinya. sejak pukul 10 malam tadi ikbal sudah mengajak istrinya masuk kekamar untuk mulai petualangan cintanya hingga batu berakhir saat tengah malah. sedangkan iky yang sudah mulai tidur sendiri di kamarnya. awalnya anak itu menolak, akan tetapi karena di iming-imingi akan di beri seorang adik oleh ayah dia jadi menurut. pantas saja istrinya terus mengoceh.hahaha


ikbal bangkit dari atas tubuh istrinya, kemudian menggendong istrinya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan yang pasti ikbal juga akan melakukannya lagi disana membuat sang istri murka.


keluar dari kamar mandi wajah aisyah terus cemberut sedangkan sang suami terus saja tersenyum seolah dia merasa terpuaskan. mungkin ini efek dari kelamaan menduda di tambah sekarang iky sudah tidak tidur dengan mereka lagi. hampir setiap malam ikbal selalu meminta jatahnya. kalaupun aisyah menolak pasti ikbal akan memaksanya.


" kalo besok pagi aku kesiangan, aku gak bakalan mau ngasih kamu jatah lagi mas" ancaman sang istri membuat ikbal tergelak ditengah malam.


" bila perlu aku mau tidur bareng iky aja di kamarnya kalo kamu masih maksa-maksa aku terus kaya tadi." ancamnya lagi membuat ikbal seketika menghentikan tawanya.


" jangan lah, terus mas gimana kalo kamu tidur sama iky." keluhnya.


aisyah hanya mengendikkan bahunya mendengar keluhan sang suami. dia langsung merebahkan tubuhnya Keatas kasur dan membungkus dirinya dengan selimut. ikbal mengikuti sang istri. dia takut ancaman sang istri menjadi kenyataan.


" ayy...gak bisa gitu dong...kamu gak serius kan ngomong kaya gitu?". aisyah semakin menenggelamkan tubuhnya kedalam selimut saat ikbal terus mengoceh.


"mas...!!!aku mau tidur ngantuk." teriaknya saat sang suami ikut masuk kedalam selimut.

__ADS_1


#


#


#


#


pagi ini Aisyah akan mengikuti kegiatan bakti sosial bersama sang suami. kegiatan sosial kali ini bekerja sama dengan pemerintah setempat. jadi akan ada Banyak tamu pejabat pemerintah setempat kali ini. Aisyah yang sedang berdiri di depan cermin langsung di hampiri oleh suaminya yang sudah menggunakan pakaian dinas lengkap.


" sudah cantik Bun, jangan kelewatan cantik nanti kamu dosa loh...?." Aisyah langsung mengernyitkan dahinya, membuat ikbal seketika tertawa.


"kalo kamu terlalu cantik nanti bhayangkari lainya pada ngiri sama kamu ayy, bukankah bikin iri orang lain itu berdosa." Aisyah langsung mencebik mendengar gombal receh suaminya.


" udah siap kan??? ayok..." ajaknya yang masih terkekeh melihat wajah kesal istrinya.


mereka berdua keluar dari kamar bersama, menemui anak mereka yang sedang ada di ruang tv. sebelum berangkat mereka akan berpamitan anaknya, dan menitipkan iky pada asisten rumah tangganya. ikbal sengaja memperkerjakan seseorang untuk membantu kerjaan Aisyah, karena ikbal tidak ingin istrinya terlalu lelah. kegiatan Aisyah bukan hanya sebagai ibu rumah tangga saja melainkan sebagai istri dari seorang perwira polisi dia juga harus mendukung semua pekerjaan suaminya. seperti sekarang dia akan mengikuti kegiatan sosial yang diadakan oleh ibu-ibu bhayangkari setempat.


" yasudah boy...ayah berangkat dulu yah? baik-baik dirumah." diciumnya pipi anaknya ketika akan berangkat. Emba yang melihat keharmonisan keluarga ini hanya tersenyum . ia bersyukur bisa bekerja di keluarga seperti ini. selain kerjaannya tidak terlalu banyak , sebab Aisyah sebisa mungkin ikut membantu pekerjaan rumah termasuk memasak untuk suami dan anaknya, juga majikannya tidak terlalu menuntut selama dia bekerja. yang terpenting dia harus menemani anaknya jika merek sedang keluar.


Meraka masuk kedalam mobil dan mulai keluar dari halaman rumah mereka. di perjalanan ikbal terus meraba perut istrinya membuat Aisyah terheran-heran.


" ada apa? senyum-senyum sendiri sambil elus-elus perut aku segala." Ikbal semakin tersenyum lebar, dan membuat Aisyah semakin bingung. di pegangnya dahi sang suami.


" gak panas kok!." ikbal langsung mencekal tangan istrinya dan langsung mengecup tangan itu.


"kamu kenapa sih mas? jangan bikin aku takut deh, di tanya malah senyum-senyum." sarkasnya.

__ADS_1


" disini udah ada dia belum yah ay? kita udah mau dua bulan loh berhubungan." ucap Ikbal yang masih mengelus perut istrinya.


" gak tau, belum kali mas. kan juga baru mau dua bulan hubungan. masa langsung jadi?." ikbal pun hanya mengangguk saja.


selama perjalanan Aisyah terus memikirkan perkataan suaminya, memang benar selama hampir dua bulan ini dia belum juga datang bulan. tapi mungkin karena kecapean juga bisa membuat siklus haidnya berubah.


mobil mereka tiba di tempat acara, disana mereka sudah di tunggu oleh ibu bhayangkari lainya, sebab sebagai istri dari Kapolres kehadirannya sangat dinantikan. setelah bertukar sapa dengan yang lain mereka pun duduk di kursi yang sudah di siapkan. sedangkan ikbal naik keatas podium untuk memberikan sambutan dengan beberapa pejabat setempat.


setelah acara sambutan selesai mereka pun langsung ke acar inti, Meraka saling membantu untuk mensukseskan acara tersebut. Aisyah pun ikut larut dalam acara bakti sosial kali ini. banyak istri dari pejabat setempat yang mengajak berbicara membahas tentang acara yang sedang berlangsung saat ini.


sudah 3 jam lamanya ikbal dan Aisyah disana, hingga menjelang makan siang mereka pun pamit. tiba-tiba saja Aisyah Merasakan pusing yang luar biasa membuat ikbal panik.


" lebih baik kita kerumah sakit yah Bun? aku takut kamu kenapa-napa." Aisyah hanya menggeleng pikirnya ini hanya efek masuk angin Karena mandi tengah malam semalam.


" gak usah, aku mau istirahat aja mas." dia kekeh tidak mau di bawa kerumah sakit, ikbal pun pasrah dan langsung membawanya pulang kerumah segera. dia ingin istrinya cepat istirahat.


mobil mereka sampai di halaman rumah mereka. Aisyah pun segera keluar dari dalam mobil, namun baru saja satu kakinya menginjak halaman tubuhnya ambruk di atas kursi mobil.


" ya ampun...syah....!!!". ikbal seketika langsung panik melihat istrinya pingsan.dia langsung keluar dari mobil, langsung menggendong istrinya masuk kerumah.


iky dan Emba yang sedang berada di ruang tamu kaget melihat ayahnya menggendong bundanya dengan tergesa-gesa masuk kedalam kamar.


" mbak....itu bunda kenapa di gendong sama ayah... bunda gak kenapa-napa kan?." anak itu ikut panik melihat bundanya dalam gendongan sang ayah. dia minta diantarkan ke kemar ayah nya.


" Syah...ya ampun, kamu kenapa sayang. jangan bikin mas takut! bangun sayang...!".ucapnya dengan bibir bergetar.


" ceklekkkk.."

__ADS_1


" yah...bunda kenapa?." tanyanya. ikbal pun bingung mau menjawab apa , pasalnya di sendiri tidak tahu yang terjadi dengan istrinya.


"pak...panggil dokter saja, biar ibu cepet diperiksa. takutnya ibu lagi hamil. soalnya akhir-akhir ini dia suka minta di bikinin rujak terus. badannya juga sekarang tambah berisi." ucapan asisten rumah tangganya membuat ikbal melongo, apa benar dia pingsan karena hamil? dia pun akhirnya menelpon dokter untuk datang kerumahnya.


__ADS_2