
@ZaKhanza
Dari siapa, Dek?
@Zizah
Dari Mas Irwan, kangen katanya
Mataku terbelalak. Ha? Apa? Irwan? Bagaimana Irwan mengenal Zizah? dan kenapa menitip salam seperti itu?
@ZaKhanza
Kamu siapanya Irwan, Dek?
Balasku, sungguh anak ini membuatku penasaran.
@Zizah
Aku adiknya, Mbak. Adiknya Mas Irwan
Seketika tubuhku melemas, Ya Tuhan? Apalagi ini?
@ZaKhanza
Loh, Kamu adik kandungnya Irwan?
@Zizah
Bukan, Mbak hehe. Um ... gimana ya, aku adiknya, tapi bukan adik kandung
@ZaKhanza
Sodara?
@Zizah
Bukan, Mbak.
@ZaKhanza
Oh, Adik-adikan?
@Zizah
Iya, Mbak.
Aku mengangguk mengerti, sudah lumrah terjadi. Seorang cowok kalau ketemu adik kelas yang cantik kalau nggak dijadiin cewek, ya dijadiin adik-adikan.
Lalu aku hanya membalasnya dengan emoticon senyum, berharap Zizah tidak melanjutkan pembicaraan tentang salam tadi. Aku masih asyik berbalas chat dengan Risky.
Ting! Masuk notifikasi lagi
@Zizah
Mbak, inget nggak dulu waktu MOSB ada yang ngirimin surat?
Aku berpikir mencoba mengingat-ngingat
@ZaKhanza
Oh, surat penggemar dari adik kelas itu?
@Zizah
Iya, aku ngirimin surat buat Mbak Khanza, loh!
@ZaKhanza
Oh iya? yang mana? soalnya banyak juga yang ngirim. Ada yang ngirim surat keluhan karena aku galak, wkwk
@Zizah
Nggak kok, Mbak. Aku waktu itu ngirim surat kalau Aku suka sama Mbak, ehe. Aku udah ngefans dari awal ketemu
Tersenyum aku membacanya, ternyata masih ada yang menyukai gayaku yang kuno dan monoton ini.
@Zizah
Makanya, Mbak. Setiap aku liat Mbak, trus liat Mas Irwan, bawaannya pengen jodohin
@ZaKhanza
Loh, kok gitu?
@Zizah
Soalnya, serasi sih. Sama-sama pinter, keren juga. Mbak pinter Bahasa Inggris juga, kan?
Ya ampun, tahu dari mana anak ini semua tentang diriku?
@ZaKhanza
Nggak pinter kok, Dek. Cuma bisa dikit-dikit
@Zizah
Aku juga sering di ceritain Mas Irwan, kalau kalian sering chattingan pake English. Uh ... Keren banget!
Mataku terbelalak, sudah sejauh itu dia mengetahuinya? pasti Irwan yang cerita semua. Dasar nggak jelas itu cowok.
Aku hanya menghela nafas panjang, ku pikir itu akan jadi percakapan pribadi, ternyata sudah menyebar sedemikian rupa.
Cukup lama Aku mendiamkan chat dari Zizah, bingung harus merespon bagaimana. Akhirnya ku alihkan pada ruang chat dengan Risky.
__ADS_1
_____________________________
Hari ini adalah hari kelima liburanku, tinggal 2 hari lagi kesempatan liburan. Ah tidak, hari ketujuh harus sudah kembali ke ponpes. Hari ini Risky terlihat berbeda, dia telihat lebih serius.
Sejak tadi malam, ia terus-terusan berkata tentang kepercayaan, sifat atau apalah itu. Tapi aku tetap menanggapinya dengan tenang, kupikir ini hanya tentang fase pendekatan saja.
@Riskyy
Za, Ku pikir Kamu jangan terlalu percaya padaku
@ZaKhanza
Kenapa, Ky?
@Riskyy
Aku nggak kayak seperti yang Kamu kira
@ZaKhanza
Maksudmu?
Napasku tertahan, Ya Tuhan kenyataan apalagi yang akan aku terima?
@Riskyy
Aku nggak kayak kamu, aku beda
@ZaKhanza
Ya iya lah, kamu cowok dan aku cewek
@Riskyy
Bukan itu Khanzaaaa
@ZaKhanza
Terus kenapa?
Terkadang aku bingung dengan semua ini. Dia sering meninggalkan aku,tapi aku masih saja tetap menantinya. Meskipun dia masih berhubungan dengan cewek-cewek cantik diluaran sana, aku masih tetap memaafkannya.
Aku ini bodoh atau cinta? Aku tidak pernah bisa marah padanya. Ah, aku sungguh bingung. Apa aku sudah benar-benar mencintainya?
@Riskyy
Za, aku sudah bilang berkali-kali sama Kkmu mulai tadi malam, kamu jangan terlalu percaya padaku, aku jahat
@ZaKhanza
Ky, kamu ngomong apa, sih? Kamu tau cinta? Kalau aku sudah cinta, aku akan percaya. Bagaimanapun aku akan tetap percaya. Kamu jangan melarangku seperti itu. Aku nggak suka
Rahangku mengeras, Apa tujuan dia bilang begitu? untuk mencegah rasaku? maaf saja. Bukannya dia yang dulu bilang akan menjamin rasaku?
@Riskyy
@ZaKhanza
Untuk apa kamu nyakitin aku, Ky?
@Riskyy
Kamu belum mengetahui semuanya tentang diriku
@ZaKhanza
Maka dari itu, Ky. Inilah saatnya. Kita masih dalam fase pendekatan. Kita sama-sama memahami sifat masing-masing. Pendekatan bukan hanya tentang pasangan yang baru saja jatuh cinta, tapi juga tentang pertemanan. Jujur, aku bingung dengan hubungan kita, tapi aku selalu tunjukan yang terbaik buat kamu. Dan sekarang? Kamu mau minta aku buat nggak percaya? Maaf, Aku nggak bisa
Aku menghampaskan tubuhku diatas kasur dan memejamkan mata. Hari masih pagi, tapi suasana hatiku terasa sangat panas. Apa Risky memberiku kode untuk 'putus'?
Ting! muncul notifikasi pada WhatsAppku
@Riskyy
Za, aku akan tunjukkan sesuatu sama Kamu yang akan membuktikan bahwa aku nggak baik buat kamu
Aku mengernyitkan dahi, bukti apa ini? Ya Tuhan, apa arti semua ini?
Ting! Muncul lagi notifikasi
Aku membukanya, seketika mataku terbelalak. Melihat pemandangan yang nampak pada ponselku membuat tanganku bergetar hebat, hingga menjatuhkannya. Tak kuasa aku berkata, napasku terasa sesak.
Seketika itu, aku terisak hebat. Bukan, ini bukan isakan. Ini adalah tangisan kekecewaan, aku menutup mulutku takut suara tangisanku terdengar oleh ibu.
Nampak pada ponselku, sebuah foto yang menujukkan dua sejoli yang berselfie ria. Dua orang itu salah satunya Risky yang berpose menutup mulut, dan yang satunya adalah seorang perempuan berambut panjang dan berpose sangat menggemaskan.
Ya Tuhan? Apalagi ini? Jadi selama ini, Risky berbuat demikian? Mendiamkanku sepanjang hari dan baru menghubungiku tengah malam. Dia bermain dengan perempuan lain?
Terdengar ponselku berbunyi berkali-kali namun tak kuhiraukan. Ku tendang ponselku hingga menghantam dinding. Ku berteriak tertahan dengan air mata yang sudah menganak sungai.
Aku sakit, sangat sakit. Sudah tak rupa bagaimana wujud diriku. Rambut ku jambak hingga meneteskan sedikit darah pada kulit kepalaku, ku hantamkan kepalaku pada dinding kamar. Semua rasa sakit ini tak sebanding dengan pengkhianatan yang ia lakukan.
Aku menyedihkan. Sungguh, aku manusia paling bodoh di muka bumi ini. Risky, apa salahku pada dirimu? apa kau punya dendam kesumat padaku? Apa tak cukup kau merendahkan harga diriku?
Aku berteriak, menyiksa diri ini dengan berbagai pukulan. Aku sungguh hilang akal, Aku lelah, sangat lelah. Aku harus mengakhiri ini, aku tak mau jika Risky yang harus mengakhirinya.
Setelah lama ku menyiksa diriku, kuraih ponsel yang teronggok tak berguna itu. Terlihat, 50 panggilan tak terjawab dan ratusan spam chat darinya. Bulshit! Dasar munafik!
@ZaKhanza
Oh jadi begitu maumu, baiklah. Sudah sampai disini saja, jangan hubungi aku lagi
Send! Kemudian blok kontak! selesai.
__ADS_1
____________________________
Alhamdulillah, sudah memasuki Bulan Ramadhan. Ramadhan di tahun 2017 ini, kuharap aku tak lagi membuat luka. Aku ingin hidup tenang, tanpa luka atau nestapa.
Aku tengah berjalan menuju MA, kemarin Pak Ridho memintaku untuk membuat brosur dan poster pendaftaran. Beliau juga meminta Maya dan Egha untuk menjaga pendaftaran. Akhirnya kita berjalan bersama.
"Kamu dibilangin susah bangetย sih, Za. Kamu udah tau sendiri dari awal kalau Risky itu sering nyakitin kamu. Kamu kok mau-maunya bilang kalau kamu beneran suka sama dia! Ah, gini deh jadinya," umpat Maya padaku penuh emosi
Aku hanya bisa diam dan menunduk, toh semua yang di kata Maya memang benar adanya.
"Za, itulah pentingnya kamu cerita ke kita dulu. Minta pendapat atau apalah, bukannya kek gitu," imbuh Egha juga
"Si Risky juga, tu cowok punya hati atau nggak sih! Ya Tuhan, pengen aku telan bulat-bulat!" Geram Maya lagi sambil mengepalkan tangan.
Aku hanya diam, dan mereka memang benar. Ah, sudah berkali-kali kukatakan, bukan? Aku memang bodoh dalam hal cinta. Semenjak aku mem-blok kontaknya, aku tak lagi mencoba menghubungi. Ponselku langsung kumatikan hingga Akhirnya aku kembali ke ponpes esok hari.
Hari ini, aku ada kesempatan membuka ruang chat ku dengan Risky di aplikasi biru. Aku akan meminta maaf untuk yang terakhir kali dan mem-blok akun @Riskyy nya juga.
Setibanya di MA, setelah sedikit berbasa-basi dengan Pak Ridho, kami langsung menuju tempat masing-masing. Egha dan Maya di depan kantor guru, dan aku di lab komputer.
Jantungku berdebar, apa yang akan terjadi setelah ini, aku harus kuat. Ku aktifkan akun, dan meng-klik ikon chat. Ternyata, sudah ada satu pesan dari @Riskyy itu
Aku bimbang, haruskah aku membukanya? Aku takut isinya malah menyakitkan. Aku mendiamkannya dan akhirnya kututup saja. Buang-buang waktu, pikirku. Kemudian kulanjutkan pekerjaanku mendesain brosur.
Satu jam kemudian, terlihat notifikasi muncul pada layar komputerku. Mataku terbelalak? Risky? Dengan berat hati, akhirnya kubuka saja chat tersebut.
@Riskyy
Aku tahu Kamu online, Za. Kenapa nggak membalas chat ku?
Mataku menatap nanar chat tersebut. Tatapanku kosong. Tak ada rasa dan warna saat kuterima chat darinya, tak seperti dulu yang sangat diliputi suka.
@ZaKhanza
Buat apa?
Balasku singkat, aku tak mau lagi termakan rayuannya.
@Riskyy
Aku mau minta maaf, Za. Kenapa kamu mem-blok nomor WhatsAppku?
@ZaKhanza
Katakan, kamu mau apa?
@ZaKhanza
Oh tunggu dulu, sebelum itu aku mau minta maaf, Ky. Jika selama mengenalku, kamu merasa ilfiel atau eneg. Kamu sekarang bebas, jangan pikirkan aku, aku akan urus diriku sendiri
@Riskyy
Za, jangan ngomong itu. Aku mau buat pengakuan sama kamu
Aku mengernyitkan dahi, apalagi ini?
@ZaKhanza
Nggak perlu
@Riskyy
Aku ingin kasih pinjam kamu buku harianku, buku yang selama ini hanya aku sendiri yang tau, disitu kamu akan tau semuanya, sungguh
Mataku terbelalak, cukup lama aku mendiamkan chat itu pada status terbaca. Merenung, haruskah aku menangapinya?
@ZaKhanza
Sudahlah, Ky. Jangan kau lanjutkan
@Riskyy
Za, kumohon. Aku sangat merasa bersalah
@ZaKhanza
Lantas?
@Riskyy
Terimalah bukuku, setidaknya bacalah dulu. Bagaimana responmu nanti, aku tak peduli. Asal, bacalah dulu bukuku
Aku memutar mataku, bagaimana ini? Haruskah? Ah, biarkan saja. Kujadikan ini yang terakhir, tak akan kubiarkan dia memanfaatkan ku.
@ZaKhanza
Baiklah
@Riskyy
Benar? Oke tunggu aku di tangga utama. Aku ada di ruang osis
Aku terkejut, jadi sedari tadi, ia berada disana. Kemudian, dengan langkah gontai, aku menghampiri tangga utama. Kita lihat, kali ini apalagi peran yang ia mainkan!
๐๐๐
tbc.
*Jangan lupa vote dan komentarnya, ya
Dukung aku dengan bintang-bintang kalian
Salam,
__ADS_1
Khanza di dunia nyata.