JODOHKU PLAYBOY

JODOHKU PLAYBOY
PART 17


__ADS_3

Suhu udara pagi ini begitu dingin, aku merapatkan jaket yang kukenakan dan menggosok-gosokkan telapak tanganku. Tempat tinggalku termasuk daerah dataran tinggi, tepat di lereng gunung, pantas saja suhunya membuat nafasku berasap kalau bicara.


"Za, kamu mau kemana?" tanya ibu tatkala melihatku berdiri di dekat pintu


"Aku mau jalan-jalan, ya, Bu?"


"Sendirian?"


"Iya, lah"


Dan ibu hanya mengangguk, aku pun mulai melangkahkan kakiku. Aku berjalan tanpa alas, jadi saat menginjak kerikil rasanya sedikit linu-linu. Tapi aku suka.


Aku berjalan perlahan kearah barat, sambil sesekali menghirup nafas panjang-panjang, seolah-olah tak mau jika oksigen ini terbuang sia-sia. Matahari masih malu-malu menampakkan wujudnya, jadi kabut pun masih betah menyelimuti desaku.


Setelah 100 meter aku berjalan, aku bertemu dengan ibu-ibu yang akan pergi memetik teh. Ah, damai sekali rasanya. Hampir 10 bulan menghabiskan waktu di pesantren, terkadang membuatku rindu dengan alam di sekitarku. Inilah saatnya, aku memanfaatkan liburanku sebaik mungkin.


Aku memasang kabel earphone pada ponselku dan menyematkannya pada telinga. Alunan lagu yang membelai sungguh melengkapi suasana pagi ini. Apalagi setelah kejadian tadi malam, hatiku terasa panas tak terkira. Bawel? ah, sakit sekali saat sebutan itu keluar dari mulut Risky untuk orang lain.


Aku sudah hampir mencapai titik yang akan ku datangi, aku berlari agar bisa lekas sampai. Senyum sudah sedari tadi tersungging dari bibirku, tapi tiba-tiba ponselku bergetar, tanda ada notifikasi yang masuk, ting!


@Irwan


Selamat Pagi, Khanza


Irwan, huft ... lagi-lagi cowok ini. Aku bimbang, haruskah aku membalasnya?


@ZaKhanza


Pagi, Ir


@Irwan


What are you doing?


@ZaKhanza


Lagi jalan-jalan, um ... Aku lagi males pakai English, nih


@Irwan


It's Okay


Hanya kubaca dan kumasukkan ponsel kedalam saku. Aku sudah sampai pada puncak tertinggi di desa. Sebuah bukit yang tak terlalu tinggi dan akses jalan yang sudah gampang dilalui. Kulihat, hamparan kebun teh yang indah dan mempesona.


Aku menutup mulutku, menahan gejolak kekaguman yang tak terkira. Matahari juga sudah mulai sedikit menampakkan wujudnya meski masih malu-malu. Ya Tuhan, indah sekali ciptaanmu? setelah melihat semua ini, apakah aku masih sanggup bersedih?


Cukup lama aku mengamati semua ini, dan tiba-tiba wajah Risky yang tengah tersenyum terlintas di pikiranku. Ah, andai keindahan ini bisa kunikmati dengannya. Tapi, sepertinya mustahil.


Aku kadang berpikir, betapa bodohnya aku. Bertahan pada orang yang berkali-kali menyakiti, bahkan di depan mataku sendiri. Entah, pesona apa yang telah dia pancarkan, aku benar-benar tak bisa berpaling.


Sudah hampir satu jam aku melamun dan meresapi penampakan di depanku, kini saatnya aku pulang. Aku mulai menyusuri jalan turunan yang tadi kulewati. Matahari pun sudah menampakkan wujudnya, sinarnya membuat wajahku terasa hangat.


Ku buka ponselku dan ternyata ada spam chat, kulihat pengirimnya, ah, lagi-lagi Irwan


@Irwan


Za, Aku boleh tanya, nggak?


Za, Khanza, Khanza yang manis


Za, Khanza yang baik hati


Za, jangan di diemin, dong


Za, Aku tanya, ya


Za, Kamu ada hubungan apa, sih, sama Risky? serius,deh


Za, balas dong


Aku tunggu, ya, Za


Khanza swetty girl


Aku menghela nafas, inilah yang aku takutkan. Aku takut Irwan terlalu jauh dan semakin berharap padaku. Haruskah kujawab dengan jujur?


@ZaKhanza


Irwan


balasku, sepertinya inilah saat yang tepat sebelum semua terlambat.


Ting! ponselku berbunyi


@Irwan


Dalem, Za?


@ZaKhanza


Aku mau jujur sama Kamu


@Irwan


Iya, katakan saja


@ZaKhanza


Aku dan Risky memang sedang menjalin hubungan, kami masih baru saja memulai dan semua masih proses pendekatan


Sebenarnya aku tak sanggup mengatakannya, tapi menurutku jujur lebih baik. Aku takut hal ini sampai diketahui oleh Risky.


Cukup lama aku menanti balasan dari Irwan, akhirnya ku masukkan ponsel dalam saku jaketku dan aku berlari menuju rumah.


_______________________________


Pukul 13.00, baru saja aku membuka mata. Ternyata aku tertidur selama 2 jam, um ... tidur siang dirumah memang terasa amat nikmat. Aku bergegas menuju kamar mandi dan mengambil wudhu, dan dilanjut sholat dhuhur.


Setelah selesai, aku membuka ponsel. Ada beberapa chat yang masuk, dan mataku langsung tertuju pada chat yang kusematkan


@Riskyy


Khanzaaaa


Ah, dari Risky. Senyumku pun mengembang, saat aku hendak membalasnya, tiba-tiba Aku mengingat kejadian semalam. Ingin rasanya aku menanyakan perihal itu, tapi aku takut.

__ADS_1


@ZaKhanza


Dalem, Ky


Balasku akhirnya, tak bisa, sungguh aku tak bisa.


@Riskyy


Maaf, ya, aku baru chat kamu


@ZaKhanza


Iya, nggak papa, kok


Dan kami pun larut dalam chat-chat ringan, sedikit demi sedikit aku mulai bisa melupakan perkara tentang Alfi tadi malam, apalagi saat Risky mulai mengeluarkan kata-kata manis yang membuatku tak berhenti tersenyum, Ah ... Indahnya.


Di sela-sela aktifitas chatku dengan Risky, Aku iseng membuka ruang chatku dengan Irwan. Ternyata sudah ada balasan, 30 menit yang lalu


@Irwan


Oh begitu, ya, Za. Sudah kuduga, hehehe


Rasa kasihan tiba-tiba menyeruak dalam hatiku, apakah aku termasuk menyia-nyiakannya?


@ZaKhanza


Emang kenapa Ir? Kok, kamu tanya itu?


@Irwan


Um ... Soalnya waktu itu aku melihat sebuah kejadian, Za


Aku mengernyitkan dahi, kejadian apa?


@ZaKhanza


Kejadian yang mana, Ir?


@Irwan


Waktu Maya ngasih kado ke Risky, aku sempat dengar kalau itu dari kamu. Terus, waktu kamu ngasihkan buku berwarna orange ke Risky di bawah tangga, aku juga melihat


@ZaKhanza


Kamu ada dimana?


@Irwan


Aku di ruang osis, aku melihat dari jendela


Deg! Tiba-tiba dadaku terasa sesak, ada rasa bersalah yang begitu besar. Jadi? Irwan sudah tahu itu? Dan aku langsung mengingat ucapan Zizah kalau Irwan sebenarnya menyukaiku. Ah ... Aku tak suka posisi seperti ini.


Tiba-tiba muncul chat lagi darinya


@Irwan


Enak, ya. Jadi orang yang dipercaya Risky, bisa megang buku hariannya


@ZaKhanza


@Irwan


Selamat, ya, Za. Semoga pendekatan kalian lancar


Aku benar-benar merasa bersalah, aku harus bagaimana? Irwan, andai kamu datang lebih dulu, maka ini takkan pernah terjadi. Tapi, aku sangat menjunjung tinggi kesetiaan, maka aku tak bisa menerimamu, maaf.


@ZaKhanza


Jangan bilang siapa-siapa, ya, Ir. Aku sama Risky memang merahasiakan ini


@Irwan


Kenapa dirahasiakan?


@ZaKhanza


Aku nggak suka hubungan ini diketahui banyak orang


@Irwan


Oh, siap. Kamu tenang aja, Za


Aku menghela nafas panjang, Ah ... Irwan, aku benar-benar minta maaf.


________________________________


Malam ini lagi-lagi aku harus kesal dengan ulah anggota grup chat Generasi Millenial itu, lagi-lagi mereka membullyku dan Risky. Bully dalam arti hubunganku dan Risky, mereka memaksaku untuk mengaku bahwa aku benar-benar ada hubungan dengan Risky.


Ky, bilang dong ke Khanza, suruh ngaku kalau kalian ada hubungan


Iya, ih, nggak seru tau


Atau mungkin mereka memang sengaja diam-diam biar nggak ada yang merebutnya?


Dan masih banyak lagi chat dari mereka yang sangat menyudutkanku. Parahnya, Hamdan juga ikut-ikutan memojokkanku.


@ZaKhanza


Udah, Gais ... bahas yang lainnya aja, ya


Balasku kemudian, dan disusul chat dari Risky


@Riskyy


Iya, loh ... Ga Capek apa kalian ngebully kita, hahaha


@FanFania


Wah, Risky jadi sama Khanza, ya?


Balas Fania tiba-tiba, membuat  jantungku berdetak lebih cepat. Aduh ... bagaimana ini?


@HamdanSyukron


Loh, kamu baru tahu, Fan?

__ADS_1


Balas Hamdan akhirnya


@FanFania


Iya, loh. Kok Khanza nggak cerita ke aku, ya?


@ZaKhanza


Aduh, jangan dengarkan mereka, Fan. Itu hanya bullyan, aku benar-benar nggak ada hubungan, kok


@NaNaNa


Beneran? kamu serius, Za?


Balas akun dengan nama @NaNaNa itu, aku mengernyitkan dahi. Siapa pemilik akun itu? akhirnya kutanyakan pada Risky


@ZaKhanza


Ky, @NaNaNa itu siapa?


@Riskyy


Oh, itu Nana. Kamu kenal?


Aku mencoba mengingat-ngingat, Nana siapa?


@ZaKhanza


Nana anak IPS?


@Riskyy


Yaps


Mengendikkan bahu karena aku tidak mengenalnya, hanya tahu saja jika dia anak IPS. Dan sepertinya, Si Nana ini cukup berpengaruh kawasan kelas IPS.


@ZaKhanza


Ky, bagaimanapun kamu jangan ngaku, ya, kalau kita ada apa-apa


Aku semakin khawatir hubungan ini akan menyebar, dan aku nggak mau itu terjadi. Apalagi akun dengan nama @NaNaNa itu sepertinya tidak suka jika aku ada hubungan dengan Risky, ada apa sebenarnya?


@Riskyy


Siap, serahkan padaku


Balas Risky kemudian


Aku menghela nafas panjang, meski lelah harus backstreet seperti ini, tapi mau bagaimana lagi? Aku masih memiliki jabatan yang harus aku jaga agar tidak terganggu.


Ting! muncul notifikasi baru, dari Fania?


@FanFania


Za, aku mau tanya dong


Aku cukup terkejut, apa yang mau Fania tanyakan?


@ZaKhanza


Apa, Fan?


@FanFania


Kamu beneran ada hubungan sama Risky? Kok, nggak cerita sama aku?


Nah, apa yang kutakutkan akhirnya benar-benar terjadi. Lagipula, buat apa aku harus cerita pada Fania?


@ZaKhanza


Bukan hubungan serius, sih, Fan. Kita hanya dekat, teman-teman aja yang salah persepsi


@FanFania


Serius? tapi setiap hari kalian chattingan, kan?


@ZaKhanza


Iya, Fan


@FanFania


Oh, jadi begitu, ya?


@ZaKhanza


Kenapa?


Aku semakin gusar, kenapa hubungan ini semakin rumit?


@FanFania


Aku belum cerita sesuatu, sih, sama kamu


@ZaKhanza


Cerita tentang?


Jantungku semakin berpacu dengan kencang, Ya Tuhan, kenyataan apalagi yang harus aku ketahui dari Risky?


@FanFania


Tentang siapa sebenarnya Risky


Aku mengernyitkan dahi, apa yang masih Risky sembunyikan dariku?


________________________________


tbc.


*Jangan lupa vote dan komentarnya ya


Dukung author dengan bintang-bintang kalian


Salam,

__ADS_1


Khanza di dunia nyata


__ADS_2