JODOHKU PLAYBOY

JODOHKU PLAYBOY
PART 16


__ADS_3

"Za, kamu mau pulang pukul berapa?" tanya Oliv sembari memasukkan baju-bajunya kedalam tas


"Um ... mungkin sore, Liv, soalnya aku nunggu ayah pulang kerja," jawabku juga sambil melipat baju-bajuku


"Sama, dong! Aku juga sore"


"Lagipula, kita masih harus ngontrol anak-anak yang pulang," imbuhku


Tak terasa sudah 25 hari kami menghabiskan Bulan Ramadan di pesantren. Besok adalah hari yang paling membahagiakan bagi kami, karena besok adalah hari pertama menikmati liburan menjelang lebaran Idul Fitri.


Liburan kali ini adalah liburan terpanjang sepanjang tahun, sekitar satu bulan kami akan ada di rumah. Tersisa 5 hari untuk Ramadan di rumah, kemudian memasuki tanggal 1 Syawal di hari Idul Fitri.


Seperti liburan-liburan sebelumnya, aku selalu pulang paling akhir. Selain aku harus mengontrol anak-anak, Aku juga masih menunggu ayah pulang kerja.


Aku sedikit merasa berbeda untuk liburan kali ini, kehadiran Risky membuat hari-hariku sedikit lebih berwarna. Meski Aku tidak intens selalu chatting dengannya, setidaknya aku punya tambatan hati yang menjadi tempatku meluapkan perasaan.


Terkadang aku masih suka mengingat cerita Fania, apakah yang diceritakan Fania itu benar adanya? haruskah aku menanyakan itu pada Risky? lalu apa tujuan Fania menceritakan itu padaku? berbagai pertanyaan itu terus menerus berputar di otakku.


_________________________________


Jam baru menunjukkan pukul 19.30, tapi badanku terasa sangat letih.


"Kalau ngantuk, tidur aja, Nak," ucap ibu ketika melihatku tiduran di sofa


Aku berdiri dan berjalan menuju kamar, "Iya, deh, Buk"


Aku merebahkan tubuh di atas tempat tidur, rasa letih yang tadinya mendera, seketika hilang saat tiba-tiba muncul notifikasi pada ponselku, ting!


@Riskyy


Malem, Za


Senyumku tersungging, ah, ternyata dia tidak melupakanku. Buru-buru ku balas chat darinya


@ZaKhanza


Malem juga, Ky


@Riskyy


Apa kabar?


@ZaKhanza


Alhamdulillah baik, kok, Ky. Kamu sendiri?


@Riskyy


Hehe, baik juga, Za


@ZaKhanza


Jam berapa sampai rumah?


Iseng aku bertanya pada Risky agar suasana diantara kita tidak terlalu kaku


@Riskyy


Ba'da Dhuhur, Za. Kamu jam berapa?


@ZaKhanza


Aku sore hari, Ky, soalnya masih nunggu Ayah pulang kerja


@Riskyy


Oh ya, rumahmu dimana, sih, Za?


Alisku bertaut, untuk apa dia tanya rumahku?


@ZaKhanza


Di Padangsena, kenapa?


@Riskyy


Oh, nggak papa


Lega rasanya dia tak melanjutkan pembahasan itu. Bukannya aku tak mau terbuka, tapi takutnya ketika dia sudah tau rumahku, dia malah mau main kerumah.


Aku belum siap akan hal itu, jujur dalam hidupku, aku belum pernah menerima teman cowok untuk main ke rumah. Selain aku tidak terbiasa, aku juga takut sama ibu dan ayah.


Ting! muncul lagi notifikasi baru. Kulihat dan ternyata dari Irwan


@Irwan


Hai, Za. How are you?


Huft, Irwan lagi Irwan lagi. Sebenarnya Aku enggan membalas, tapi demi menghargainya, lebih baik kubalas saja


@ZaKhanza


I'm fine, you?


Sudah dari sejak pertama kita chatting, Irwan memintaku untuk menggunakan Bahasa Inggris.  Ya sudah, Aku turuti saja. Toh, bisa dibuat ajang belajar.


@Irwan


I'm fine too


Hanya kulihat, aku bingung harus menjawab apa. Kulihat lagi, ada notifikasi baru dari Risky


@Riskyy


Za, kamu ingat sama hadiah yang kamu kasih sama aku?


@ZaKhanza


Oh iya, gimana? masih aman, kan?


@Riskyy


Maaf, Za. Aku nggak bisa menjaganya


@ZaKhanza


Loh, kok, bisa?


Nafasku tertahan, apa maksudnya tidak bisa menjaga?


@Riskyy


Um ... jadi, kamu, kan, minta aku buat menjaga agar tidak dibuka sampai hari ulang tahunku, nah, aku nggak bisa menjaga itu


@ZaKhanza


Terus?


@Riskyy


Tadi itu waktu aku beres-beres bajuku dari dalam tas, orangtuaku juga ikut-ikutan. Terus, hadiah darimu itu ditemukan sama bapak, beliau penasaran, tiba-tiba dibuka


Astaga! kenapa bisa begitu, sih! Aduh!


@ZaKhanza


Kok bisa, sih, Ky! Aduh ... Aku malu tau!


@Riskyy


Kenapa malu?


@ZaKhanza


Ya malu, lah! duh ... Kamu ini gimana, sih?

__ADS_1


@Riskyy


Ya nggak gimana-gimana


Aku menepuk jidatku, uh ... menyebalkan sekali dia


@ZaKhanza


Nah, respon bapakmu gimana?


@Riskyy


Beliau ketawa, trus nanya, ini dari siapa?


Aku menggigit bibirku, Ya Tuhan, kenapa Risky tak henti-hentinya membuat ulah?


@ZaKhanza


Kamu jawab gimana?


@Riskyy


Dari gebetanku, Pak


Aku terbelalak, nafasku naik turun, tapi tiba-tiba senyumku terukir begitu saja. Ting! muncul chat lagi dari Risky


@Riskyy


Trus bapak nanya, siapa? kujawab aja, Khanza, Pak


@ZaKhanza


Ya Ampun! jujur banget kamu, sih! Aku benar-benar malu tau!


@Riskyy


Hahaha, udah, biasa aja kali, Za. Orangtuaku care, kok


Aku menghela nafas, merilekskan otot-otot bola mataku yang menegang. Tak kusangka, hubunganku sudah sejauh ini. Bahkan orangtuanya mengetahui kalau aku 'gebetan' Risky.


@ZaKhanza


Ya sudah, udah terlanjur, sih. Mau gimana lagi?


@Riskyy


Ih ... dibilang nggak papa juga, santai aja


@ZaKhanza


Iya, iya


Aku menggigit bibirku, kenapa Risky tidak mengatakan apapun tentang hadiahnya?


@ZaKhanza


Ky, kamu tahu kan, aku ngasih apa?


@Risky


Sorban


@ZaKhanza


Gimana? Kamu suka, nggak?


@Riskyy


Suka, kok, Za. Makasih banyak, ya. Seharusnya kamu nggak perlu repot-repot kayak gini


@ZaKhanza


Udah, nggak papa, kok. Aku senang kalau Kamu senang, Ky


@ZaKhanza


@Riskyy


Cocok, kok


@ZaKhanza


Kamu bisa pakai itu kalau waktu sholat Idul Fitri nanti


@Riskyy


Iya, Za


@ZaKhanza


Aku punya satu permintaan sama kamu, Ky


Nafasku tertahan, apakah keinginanku ini berlebihan, ya? Apakah akan membuatnya risih?


@Riskyy


Katakan, Za


@ZaKhanza


Nanti, pokoknya kapan aja, deh. Kamu foto sambil pakai sorban, ya?


Lagi-lagi aku menggigit bibir, menunggu jawaban Risky


@Riskyy


Oh, itu. Tenang aja, Za, tanpa Kamu minta pun, aku akan kasih ke kamu


Tak terasa senyumku terukir lagi  dan pipiku menghangat. Ah, apakah Risky sudah mulai lunak padaku?


@ZaKhanza


Makasih, ya, Ky. Maaf kalau permintaanku berlebihan


@Riskyy


Duh, Khanza. Nggak papa, kok. Dari tadi kamu gitu terus, hahaha


Aku tertawa membacanya. Mungkin Risky tak pernah tahu, kalau ini adalah pertama kalinya untukku. Berbalas pesan sedekat ini dengan seorang laki-laki, wajar saja aku terlihat kaku.


Tiba-tiba muncul notifikasi beruntun dari ponselku, ada tulisan muncul di sisi atasnya


'@Riskyy  menambahkan Anda dalam Grup Generasi Millenial'


Ah, apa ini? Kulihat dalam ruang chat, ada grup yang terdiri dari sekitar 20 akun yang masuk dalam aplikasi biru tersebut. Kulihat satu persatu nama-nama akun dalam grup itu, terdiri dari sepuluh cowok dan sepuluh cewek.


Tak ada satupun akun dari cewek itu yang kukenal, aku hanya tahu saja, karena memang tak ada yang sekelas denganku. Meskipun aku seorang ketua osis, tapi aku tidak mengenal satu persatu dari wargaku, termasuk pemilik sepuluh akun cewek tersebut.


Hai, Gais ... Apa kabar?


Jangan rame, woy! dah malem!


Hahaha, kalian kagak kangen sama gua?


Kalian ini cowok-cowok bikin risih aja, tau nggak!


Dan banyak lagi timbunan chat yang tak sempat satu persatu ku baca. Kenapa Risky memasukkan ku kedalam grup ini? Aku ingin berinteraksi, tapi rasanya ragu.


Ku lihat lagi satu persatu akun disini, sepertinya grup ini sengaja di buat untuk menghimpun sepuluh pasangan yang ada disini. Berarti Risky berpasangan denganku?


@ZaKhanza


Ky, kamu kok masukin aku di grup itu, sih?


@Riskyy

__ADS_1


Hahaha, biarin aja, Za. Semua pada masukin pasangannya, ya sudah, aku masukin kamu juga ke grup itu


Senyumku mengembang, ternyata Risky menganggapku ada. Bahkan mengenalkanku pada teman-temannya pada grup chat itu.


@Riskyy


Za, Kamu ikut interaksi, dong, disitu! jangan diam-diam aja


@ZaKhanza


Aku malu, Ky. Soalnya banyak yang nggak kenal


@Riskyy


Nggak papa, apa perlu bantuanku?


@ZaKhanza


Duh ... jangan! udah biarin aja


Lalu aku membuka lagi ruang grup chat itu dan  hanya menjadi silent reader. Tiba-tiba


@KaptenBiru


Ky, mana pasanganmu? udah masuk sini belum?


Akun dengan nama @KaptenBiru itu membuka percakapan. Aku tak tahu siapa pemilik akun itu, yang jelas setelah dia membuka percakapan, ruang chat itu menjadi semakin ramai. Aku sendiri bingung,harus merespon bagaimana.


@Riskyy


Za, ayo ... ngomong, dong. Tunjukkan kalau kamu ada disini


Duh, Risky kok malah ngomong gitu, sih. Buru-buru aku chat pribadi Si Risky


@ZaKhanza


Ky, jangan gitu, dong! Aku malu!


@Riskyy


Udah, nggak papa, Za


Aku semakin bingung, harus bagaimana. Ingin ku abaikan saja tapi ruang grup itu ramai sekali, sampai-sampai ponselku mengalami down system. Aku kesal, dan akhirnya menulis status pada aplikasi biruku


'Ramai sekali, ponselku sampai down system. Please ... jangan sebut aku'


Aku masih kesal, ku abaikan ponselku bergetar sesuka hatinya. Hingga terdengar bunyi notifikasi pemberitahuan, Drrt ... !


'Hahaha, Kasihan'


Komentar Irwan pada statusku, aku mengernyitkan dahi, kenapa dia mengomentari statusku? buru-buru ku balas komentarnya


'Apa, ha?'


Aku makin kesal dan membiarkan ponselku tergeletak begitu saja. Tiba-tiba Risky menelfonku, Ya Tuhan? apa lagi ini? ku tolak panggilan darinya dan memulai chat


@ZaKhanza


Kenapa telfon?


@Riskyy


Lihat grup, cepatlah


Langsung kubuka ruang grup chat itu dan mataku terbelalak, terlihat Risky menscreenshot  statusku dan menyebarkannya di grup. Ya Salam ... Lagi-lagi anak ini bikin ulah!


Terpampang nyata, hasil screenshot dari statusku dengan caption


'Hapenya sampai nge-lag, Gais ... Jangan ganggu dia, dong! Hahaha'


Aku sungguh kesal, spontan kubalas chat grup tersebut tanpa berpikir panjang


@ZaKhanza


Duh ... Apa-an sih, Risky! Hapus!


@HamdanSyukron


Nah, ini dia ... Akhirnya muncul juga


Akun dengan nama @HamdanSyukron itu membalas chatku, aku berpikir sejenak, jangan-jangan ini Hamdan?


Kubuka profilnya dan benar saja, Ya Tuhan ... lengkaplah sudah deritaku. Kenapa Hamdan juga masuk dalam grup itu? tiba-tiba jariku tergerak untuk membalasnya


@ZaKhanza


Hehehe, maaf ya, dari tadi aku hanya diam


@Riskyy


Gitu dong, akhirnya aku nggak sendirian disini


Balas Risky akhirnya. Kukira akan sampai disitu saja, ternyata tidak! grup chat semakin riuh dengan akun-akun lain yang tak kukenal. Dan mereka justru menggosipkan Aku serta Risky.


Huft ... Aku benar-benar bingung! membalas chat mereka satu persatu untuk menjelaskan bahwa diantara Aku dan Risky tak ada apapu, da hal itu membuat jari jemariku kram. Saat Aku merilekskan tanganku, tiba-tiba muncul notifikasi baru pada ponselku, ting!


@FanFania


Khanza! ini Aku Fania, save ya, nomorku


Aku tertegun, disaat hatiku berbunga-bunga, tiba-tiba keresahan menghampiriku. Sebagai teman yang baik, maka kusingkirkan egoku untuk tetap bersikap apa adanya


@ZaKhanza


Oke, Fan. Btw, kamu dapat nomorku dari mana?


Tentu saja aku penasaran, meski sepele, aku harus tau apa tujuannya menghubungiku


@FanFania


Dari teman-teman, Za


@ZaKhanza


Oh iya, iya


Lalu kutinggalkan ruang chat dengan Fania, dan beralih pada Grup Chat Generasi Millenial. Melihat dan meneliti satu persatu anggota grup tersebut, lalu kedua mataku terpaku pada dua akun @Alfii dan @FanFania.


Kenapa aku tidak meneliti sebelumnya? awalnya kupikir aku tidak mengenali satupun ah kun dari anggota grup itu, karena memang tidak ada yang sekelas denganku. Tapi? sepertinya akun Alfi dan Fania baru saja di tambahkan.


Aku menelan ludah, harapanku untuk mulai berinteraksi di grup tersebut, kikis sudah. Apa jadinya jika aku satu grup dengan mereka dan ada Risky juga? haruskah kutanyakan ini pada Risky?


@Alfii


Hei ... Siapa yang masukin aku disini?


Tiba-tiba Alfi membuka percakapan, dadaku bergemuruh, apa Risky sudah tahu?


@Riskyy


Aku ... emang kenapa, bawel?


Balas Risky akhirnya. Mataku terbelalak dan nafasku terasa sesak. Ini? sungguhan? Kenapa Risky memasukkan Alfi? katanya sudah tidak ada hubungan lagi?


Langsung kutinggalkan grup chat tersebut dan memilih tidak melanjutkan chatting malam ini. Hatiku masih tak menerima, sebenarnya, apa mau kamu, Ky?


______________________________


tbc.


*Jangan lupa vote dan komentarnya ya


Dukung Author dengan bintang-bintang kalian


Salam,

__ADS_1


Khanza di dunia nyata


__ADS_2