
-Solusi terbaik dari sebuah masalah adalah komunikasi yang baik. Utarakan apa maumu dan anganmu serta buang egomu-
Khanza
***
Terlihat bahwa dia tengah tersenyum padaku, tapi aku buru-buru memalingkan muka. Tak sudi rasanya wajahku terlihat olehnya. Maya berdiri di depan Risky dengan jarak satu meter. Aku dan Egha di belakang Maya, membelakangi mereka.
"Za, ini kesempatanku!" bisik Maya padaku
Aku hanya mengangguk mantap dan berusaha menguatkan hatiku. Kuserahkan semua pada Maya, apapun yang akan terjadi, aku siap menerima.
Aku memang sengaja menjauh dari Maya dan Risky, aku tak mau mendengar sedikit pun suara Risky. Meski kutahu Risky berusaha melihat wajahku, bahkan dia sampai berpindah tempat agar bisa melihatku.
Maya dan Risky berbincang-bincang membicarakan perihal konsumsi untuk acara pelantikan. Maya berencana untuk memesan beberapa jenis kue dan buah yang akan di suguhkan pada dewan guru dan kepala sekolah. Dan juga nanti akan dibagikan kepada para siswa.Rencananya, nanti Maya yang memesan, dan Risky yang mengambil di tempat pemesanan kue.
Lalu Risky dan Maya menuju ruang osis untuk mengambil uang dan catatan. Aku dan Egha berjalan di belakang, mengikuti mereka. Risky sempat sesekali menoleh kebelakang untuk memastikan aku mengikutinya atau tidak, tapi setiap kali dia menoleh, aku selalu memalingkan wajah.
Risky memasuki ruang osis dan Maya menunggu di luar. Aku dan Egha menunggu di balkon depan ruang osis. Cukup lama kami disitu karena Maya dan Risky tengah membicarakan hal yang serius. Akhirnya, setelah selesai, Maya meraih tanganku dan mengajakku meninggalkan tempat itu.
"Tadi sebelum aku memulai pembicaraan, dia sudah tanya dulu loh, Za," ujar Maya setelah kita berjalan agak jauh dari ruang osis
"Tanya gimana?"
"Kamu, kan, nggak noleh sama sekali ke Risky. Dia kayak berasa aneh gitu, kamu tahu kan, dia berkali-kali berpindah tempat biar bisa ngeliat kamu"
Aku menghela napas, "Iya ... "
"Terus waktu dia masuk ruang osis, dia manggil aku lewat jendela, dia tanya kamu kenapa kok nggak mau ketemu dia, terus aku cerita semua deh persis kayak yang Uni ceritakan," jelas Maya dengan suara yang cukup pelan.
"Terus, terus?" tanya Egha antusias
"Risky langsung terkejut, dia terlihat seperti menahan emosi, wajahnya langsung merah padam. Dia kayaknya marah, Za," ujar Maya sambil menerka-terka
"Marah ke siapa?" tanyaku
"Ke Nana pasti, kok, sampai hati Nana dan komplotannya bilang gitu tentang kamu ... "
"Terus, dia juga bilang, kamu jangan ikut campur, jangan sampai menemui Nana, biarkan Risky yang tanggung jawab meluruskan masalah ini," lanjut Maya akhirnya.
Aku menghela napas, "Begitu? ya, sudahlah"
"Kayaknya ini emang kesalah pahaman, Za. Tadi Risky juga bilang, kalau dia ngomong gitu ke Nana tujuannya adalah untuk menutupi hubungan kalian"
"Tapi, ya, nggak gitu juga, May. Masa' dia bilang aku hanya sebagai pelampiasan? hanya sebagai mainan? itu keliatan banget kalau merendahkan harga diriku!" ucapku penuh emosi.
"Kupikir dia cukup ngomong nggak ada hubungan gitu aja. Nggak perlu ditambah yang buat pelampiasan lah, yang buat mainan lah!" lanjutku sambil bersungut-sungut.
"Udah, sabar, Za. Semoga masalah ini lekas selesai," ucap Egha akhirnya sambil mengusap pundakku.
_____________________________________
Hari ini aku dan Maya diminta Pak Ridho untuk membantu memasukkan data siswa ke pusat. Untuk itu, sepulang sekolah, aku dan Maya langsung menuju lab komputer.
"Huft ... Nyaman banget!" ucap Maya ketika memasuki lab komputer yang terasa dingin.
"Enak, ya. Tadi di luar panas banget, mana kipas di kelas, mati juga!" sahutku
Maya langsung mengambil posisi komputer di dekat AC dan aku di sampingnya.
"Za, kamu nggak berhubungan lagi sama Risky?"
Aku menggeleng, "nggak"
"Sejak kapan?"
"Um ... ya sejak kejadian itu ... "
__ADS_1
Maya menghela napas, "gimana ya perkembangan masalah itu? ... Apa yang akan dilakukan Risky?"
Aku menghendikkan bahu, "aku masih belum bisa menghilangkan rasa sakitku, May. Entahlah"
"Apalagi saat aku bertemu Nana dan komplotannya, aku merasa canggung sendiri," kataku sambil tertunduk
"Padahal aku sebenarnya pemimpin mereka, tapi ... Ah, sudahlah. Aku ingin lekas-lekas reformasi," imbuhku lagi.
Aku cukup tahu bagaimana posisiku, aku harus bisa memilah, mana yang harus benar-benar kutangani dan mana yang harus benar-benar ku abaikan. Seperti masalah ini, aku berniat mengabaikannya agar tak semakin runyam. Toh, ini adalah masalah pribadiku.
Pak Ridho masuk ke Lab dengan membawa tumpukan berkas. Aku dan Maya langsung melongo melihatnya
"Se-serius, Pak?" tanya Maya terbata
"Apanya?" Pak Ridho berucap sambil menahan tawa
"Sebanyak ini?" tanyaku juga
"Ya nggak harus sekarang, lanjut besok-besok juga," ujar beliau
"Tahu gini saya bawa pasukan, Pak" kataku seraya membagi berkas-berkas Ijazah dan Akta kelahiran menjadi dua bagian.
"Tidak perlu, kalau kalian tangkas, ini pasti cepat selesai ... "
Kemudian beliau memberi penjelasan pada kami bagaimana cara memasukkan data dan mengirimkannya. Setelah paham, kemudian beliau meninggalkan kami. Kami pun memulai pekerjaan. Suasana yang nyaman dan hening semakin menambah konsentrasi kami hingga tak terasa waktu sudah berjalan selama satu jam.
"Za," panggil Maya tiba-tiba
"Hmm," jawabku sekenanya
"Kamu online, nggak?"
"Nggak"
"Coba online, deh"
Aku mengernyitkan dahi, "kenapa?"
Aku menghela napas, sebenarnya aku cukup sadar bahwa sikap ku sudah egois. Mendiamkan masalah tanpa mencari jalan keluar atau penjelasan. Risky sudah berusaha bertanggung jawab, tapi hatiku masih saja belum bisa menerima usahanya.
"Oke," jawabku akhirnya.
Lalu ku nyalakan ikon Wifi pada komputerku dan membuka aplikasi biru. Sambil menunggu proses loading, ku lanjutkan pekerjaanku. Tiba-tiba masuk notifikasi beruntun hingga membuat ku kuwalahan.
@Riskyy
Za? Plis, kamu kenapa?
Za, dengarkan penjelasanku dulu, oke? aku udah tau semua dari Maya dan aku mengaku salah. Maaf, aku akan bertanggung jawab. Aku akan meluruskan masalah ini, biar ku katakan yang sebenarnya pada Nana.
Itu pesan tiga hari yang lalu, kemudian ada lagi pesan yang dikirim kemarin.
@Riskyy
Za, aku sudah menyelesaikan masalah ini. Plis, kamu jangan marah, ya ... Kamu bisa lihat di ruang chat Maya, aku kirim kesitu atas permintaan Maya. Kamu lihat dulu.
"May ... " panggilku pada Maya
"Ya?"
"Kamu coba online juga"
"Kenapa?"
Aku menghampiri Maya, "udah buruan, kamu buka ruang chat sama Risky"
Kemudian Maya membuka aplikasi birunya dan membuka ruang chat dengan Risky dan benar! disitu sudah ada bukti screenshot chat antara Risky dengan Nana.
__ADS_1
@Riskyy
Na, kamu habis ngomong apa sama Khanza?
@NaNaNa
Ha? ngomong apaan? aku nggak ngomong apa-apa
@Riskyy
Kamu sudah ngomong apa sama komplotanmu tentang Khanza?
@NaNaNa
Yang mana? Oh, yang soal hubungan kalian? kan, benar kalau nggak ada apa-apa? yang katamu Khanza cuma buat mainan dan pelampiasan itu, kan?
@Riskyy
Ngapain kamu buat gosip sama komplotanmu?
@NaNana
Emang kenapa? Khanza ngadu, ya?
@Riskyy
Nggak usah dibahas, sekarang Khanza milikku. Kami memang ada hubungan, dan karena Khanza ga mau hubungan ini diketahui banyak orang, makanya dia minta aku ngomong gitu. Tapi kayaknya kamu salah paham, aku nggak suka kalau kamu jelek-jeleki dia.
@NaNaNa
Oh, begitu? baguslah! selamat!
@Riskyy
Jangan ganggu dia
@NaNaNa
Y
Aku menghela napas, akhirnya bertambah lagi orang yang mengetahui hubunganku dan parahnya, yang mengetahui adalah orang yang menyukai Risky.
"Gimana?" tanya Maya akhirnya
"Ini sudah selesai, ya?"
Maya menganggukkan kepala, "iya, Za"
"Kamu nggak perlu khawatir lagi, masalah ini sudah selesai. Kamu nggak perlu mikirin bagaimana respon Nana nanti kalau ketemu kamu, karena dia nggak berhak ngapa-ngapain kamu," hibur Maya seraya mengusap pundakku.
"Kamu harus bangkit, Za"
Aku mengangguk mantap, "iya, May"
Aku memeluk Maya dan berterima kasih padanya
"Udah, buruan balas pesan dari Risky, minta maaf dan baik-baikan lagi, ya" ujar Maya sambil mengedipkan mata
Aku tertawa kemudian berjalan menuju komputerku, membalas pesan-pesan Risky dan berbaikan dengannya. Dari peristiwa ini aku menyadari satu hal, bahwa solusi terbaik dari sebuah masalah ada komunikasi yang baik. Utarakan apa maumu dan anganmu serta buang egomu.
_____________________
tbc.
*Jangan lupa vote dan komentarnya gaes -_- hayooo mana woy? aku nungguin, nih wkwk
*Serah lu dah mau ngasih voment apa nggak, tapi tetep ya gua ngarp banget sama voment wkwk Bye ππ
__ADS_1
Salam,
Khanza di dunia Nyata