JODOHKU PLAYBOY

JODOHKU PLAYBOY
PART 35


__ADS_3

Liburan yang hanya berlangsung seminggu ini benar-benar kumanfaatkan dengan baik. Berkumpul dengan keluarga dan jalan-jalan di pedesaan. Hangatnya matahari yang menyambut hariku setiap pagi, membuatku selalu bahagia.


Apalagi hubunganku dengan Risky semakin dekat. Tak ada lagi hambatan dari pihak ketiga karena kami sama-sama menguatkan. Yang ada di hari-hariku adalah kebahagiaan dan cinta.


Hampir setiap saat kami berbalas pesan, Risky selalu memberiku kata-kata manis. Hal ini membuat aku mengalami sakit baper akut, hahaha, tapi aku amat suka, hingga akhirnya ...


@Riskyy


Za, rumah kamu dimana?


@ZaKhanza


Di Padangsena, kenapa?


@Riskyy


Aku pengen main kesana


Mataku seketika terbelalak tak percaya membaca pesan Risky karena hal yang kutakutkan benar terjadi. Aku takut Risky meminta mengunjungi rumahku.


Bukannya aku tak mau menerima, tapi aku takut. Seumur hidup aku belum pernah menerima teman cowok bermain di rumahku. Aku amat kikuk dan takut dengan respon orang tuaku.


Dalam hati ingin ku menolak niatnya tapi aku takut malah menyakiti hatinya. Aku mendiamkan pesan itu karena takut dan bingung harus membalas apa. Aku menggigit bibir, dan mulai mengetikkan jawaban.


@ZaKhanza


Main kerumahku?


@Riskyy


Iya, seperti yang kukatakan waktu itu. Kejutan saat liburan.


Aku masih gelagapan, benar-benar amat bingung. Haruskah aku mengatakan yang sejujurnya?


@ZaKhanza


Kamu kalo ke rumahku mau ngapain?


@Riskyy


Bertemu kamu dan ibumu kalo ada


Aku menggigit bibir, menimbang berbagai kemungkinan jawaban yang akan kuberikan. Jika aku menolaknya, apakah Risky akan marah? dan jika kuterima, bagaimana aku menjelaskannya pada ibu?


@ZaKhanza


Oh gitu


@Riskyy


Gimana?


@ZaKhanza


Tanggal berapa?


@Riskyy


InsyaAllah tanggal 13 Desember


Oh, berarti 2 hari lagi. Huft, bagaimana ini? dalam lubuk hatiku ingin rasanya aku bertemu Risky, tapi di sisi lain, aku amat takut untuk bilang pada ibuku. Hingga kemudian ...


@ZaKhanza


Oke, deh. Aku tunggu.


Akhirnya, ku terima juga. Aku juga ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan Risky, salah satunya dengan ini. Bagaimana pun harus ku terima dan ku hadapi. Semoga ini jadi pertemuan yang indah.


____________________________


Hari-hari ku lalui dengan perasaan yang amat gelisah, aku terus menghitung waktu. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam. Menantikan tanggal 13 yang terdengar horror untukku. Aku juga belum menceritakan hal ini pada Ibu.


"Za, kamu kok makannya dikit?" tanya ibu membuyarkan lamunanku.


Aku tersentak dan segera tersadar dari lamunan.


"E--eh, nggak tau, Bu. Rasanya aku nggak nafsu makan," jawabku seadanya


"Ah, yang bener? bukannya ikan mujaer goreng dan sambal jeruk ini kesukaanmu? kok, masih nggak nafsu makan?"


Aku menghendikkan bahu. Ke khawatiranku akan ke datangan Risky benar-benar membuatku gelisah. Makan tak nafsu dan tidur pun tak nyenyak. Bahkan, rasanya setiap waktu jantungku berdegub kencang.


"Bu," panggilku pada Ibu


Ibu yang tengah merapikan piring-piring, menoleh padaku, "ya?"


"Temenku ada yang mau main kesini ... " kataku dengan kalimat yang menggantung.


"Siapa? ya, main aja. Kan, ibu sudah bilang kemarin?"


Aku menggigit bibir, "tapi yang ini beda, Bu ... "


Ibu menghentikan aktifitasnya dan menatapku, "beda gimana?"


Aku menunduk, "kali ini yang mau main kesini, tuh, temen cowok," ucapku dengan suara yang amat pelan.


Aku benar-benar takut dengan respon ibu. Kalau memang ibu tidak mengijinkan, maka akan kukatakan yang sebenarnya pada Risky. Aku mendongak, karena cukup lama ibu tak merespon ucapanku.


"Oh, teman?" tanya beliau memastikan dan dengan memasang ekspresi yang sulit ku artikan.


Aku mengangguk, maafkan aku Risky. Aku harus menganggapmu teman di hadapan ibuku. Aku belum siap untuk bercerita tentang hubungan kita.


"Kapan?"

__ADS_1


"Katanya tanggal 13"


"Oh, ya main aja. Nggak papa," jawab beliau.


Aku terkejut, tak ku sangka ibu akan mengijinkanku mengingat ini adalah pertama kalinya untukku. Aku menggigit bibir, bingung antara senang dan gelisah.


"Kamu, kok, kenal sama teman cowok? kan, nggak satu sekolah?" tanya beliau lagi


"Dia teman osisku, Bu. Makanya kenal"


Ibu hanya ber'oh' ria dan meninggalkanku sendiri di meja makan. Aku menghela napas lega dan mengurut dadaku. Akhirnya, kegelisahanku berakhir, tapi sebenarnya ini belum benar-benar berakhir.


__________________________


Malam ini hujan turun dengan lebatnya. Hujan di Bulan Desember selalu membuatku senang. Malam yang dingin menusuk kulit, embun yang merambat di jendela kamar dan tubuh yang terbungkus selimut menambah syahdu suasana malam.


Aku masih tak percaya, Risky begitu berani datang ke rumahku bahkan sebelum aku memintanya. Tapi, kalau bukan Risky sendiri yang meminta datang, sepertinya aku tidak akan menyuruhnya. Aku tertawa mengingat betapa gelisahnya aku.


Apa yang membuat Risky berkeinginan mendatangi rumahku? apakah ini ada hubungannya dengan cerita Ilham. Aku terus menganalisa dan merangkai berbagai kejadian yang kualami bersamanya, mencoba menemukan potongan-potongan puzzle yang mengarahkan pada tujuannya.


Hingga tiba-tiba, ting!


@Riskyy


Za, menurutmu ini gimana? bagus, nggak?


Pesan dari Risky, seketika membuat mataku terbelalak. Risky mengirimiku gambar jilbab lebar berwarna abu-abu dengan model terbaru. Di ujung jilbabnya masih bergantung label, yang menunjukkan bahwa jilbab itu masih baru.


@ZaKhanza


Ini? jilbabnya siapa?


@Riskyy


Jilbabmu, lah. Gimana? kamu suka?


Aku mengedipkan mata berkali-kali karena kukira aku salah membaca pesan, namun sia-sia karena memang begitu adanya.


@ZaKhanza


Buat aku? serius? kenapa?


@Riskyy


Jawab dulu, kamu suka, nggak? kalau nggak suka, aku ganti.


@ZaKhanza


Aku? ya suka, lah. Aku suka. Tapi kenapa di kasihkan padaku?


@Riskyy


Bentar lagi kamu, kan, ulang tahun. Aku mau kasih ini ke kamu. Makanya aku tanya rumah kamu. Ya, meskipun lebih cepat, nggak papa, lah, ya? kalau ngasihnya pas di hari-H, kita udah kembali ke ponpes. Hehe


@ZaKhanza


@Riskyy


Kenapa?


@ZaKhanza


Kamu, kok, repot-repot gitu, sih?


@Riskyy


Mana ada repot? justru karena aku suka, makanya kulakukan.


Aku tersipu. Tak kusangka Risky berkenan melakukan hal yang di luar dugaan seperti ini. Meski awalnya membuatku gelisah tak karuan, tapi pada akhirnya aku menemukan ketenangan.


@ZaKhanza


Kamu nggak papa sama orang tuamu?


@Riskyy


Kenapa? nggak papa dong


Aku menghela napas, cukup sadar diri takut merepotkannya.Tapi aku juga tak mampu memaksa untuk tidak melakukanya.


@ZaKhanza


Iya sudah, maaf ya merepotkan


@Riskyy


Nggak repot sama sekali, Za. Oh ya, tapi aku nggak jadi tanggal 13, gimana kalo tanggal 15?


@ZaKhanza


Kenapa?


@Riskyy


Aku ada kepentingan di hari itu, hehe. Nggak papa, kan?


@ZaKhanza


Oh, nggak papa, kok. Santai aja.


Aku menggigit bibir, sungguh tak sabar dengan kedatangannya. Aku memang tengah rindu, teramat rindu ingin melihat senyumnya, suaranya, lesung pipitnya dan segala hal tentangnya. Risky, lelaki yang selalu memberiku kejutan di setiap tindakannya.


_____________________________

__ADS_1


"Bu, nanti mereka di suguhi apa, ya?" tanyaku pada ibu pagi-pagi sekali saat kami tengah memasak bersama.


Hari ini adalah hari kedatangan Risky. Sungguh, sedari bangun tidur jantungku tak berhenti berpacu. Terasa sakit tapi aku amat menikmatinya. Bahkan aku bingung harus memakai baju apa, huft.


"Mereka? berapa orang yang datang?" ibu berbalik tanya padaku.


"dua, tiga orang katanya, bu," jawabku ragu-ragu.


Ibu hanya mengangguk, "apa ya? belikan aja wafer dan biskuit gitu, kita juga ada buah pisang. Nanti ambil teh dingin di kulkas"


"Oke"


Aku benar-benar gugup dan segera berlari ke kamar. Hendak mengirim pesan pada Risky.


@ZaKhanza


Ky, nanti kamu datang jam berapa?


Sambil menunggu balasan, aku membukan lemari. Memilah-milah baju yang akan ku pakai.


"Arrgggghh! pake baju apa, ya?" keluhku sambil menggaruk-garuk kepala.


"Apa ini aja, ya? kayaknya ini pas, terlihat sopan," gumamku seraya mengambil baju tunic abu-abu coklat dan rok hitam.


Tiba-tiba, ting!


@Riskyy


Kira-kira jam 10 an, Za. Kenapa? kamu gugup, ya?


Aku menepuk jidat, mengapa Risky tahu perasaanku? buru-buru ku balas pesannya.


@ZaKhanza


Duh, apaan, sih! kamu biasa, deh. Suka jail.


Akhirnya pagi itu kami malah sibuk berbalas pesan dan baru berhenti saat aku hendak sarapan. Di meja makan, sudah ada ayah, ibu dan kedua adikku.


"Katanya temanmu mau main kesini?" tanya ayah tiba-tiba sesaat saat aku sampai di meja makan.


"Eh apa? eh i--iya ... " aku gugup menjawab pertanyaan ayah. Lagi-lagi karena takut tak di perbolehkan.


"Orang mana?" tanya beliau lagi


"Mana ya? um ... Kepanjen kalau nggak salah ... " aku memang agak lupa dimana rumah Risky.


Ayah hanya mengangguk dan lanjut makan. Aku mengelus dada karena ayah tak tanya macam-macam lagi dan akhirnya aku juga ikut makan.


_____________________________


@Riskyy


Za, siap-siap ya, aku otw rumahmu, nih


@ZaKhanza


Kamu serius? kamu dimana, sih?


Aku yang tengah menyiapkan cemilan langsung terkejut ketika membaca pesan Risky. Buru-buru ku letakkan toples cemilan di meja.


@Riskyy


Aku masih di rumah teman. Bentar lagi aku kesana. Kamu on terus, ya


@ZaKhanza


Iya, Ky


Aku menghembuskan napas kasar untuk membuang kegugupan. Kemudian berjalan ke teras dan duduk di kursi.


"Kenapa? jam berapa temanmu datang?" ibu tiba-tiba muncul dan mengejutkanku


"Eh, anu ... bentar lagi, Bu," jawabku


Setelah aku menunggu sekitar 15 menit, tiba-tiba, ting!


@Riskyy


Za, ciri-ciri rumahmu gimana?


@ZaKhanza


Halamannya luas, pager abu-abu. ada pohon mangganya.


@Riskyy


Coba kamu berdiri di luar pager


Aku terkejut dan langsung berlari keluar pagar. Dan ternyata sudah ada Risky yang tengah di bonceng oleh temannya yang ku ketahui bernama Jamil itu. Aku sempat tercengang karena tak menyangka Risky benar-benar ada di hadapanku.


"Eh, ayo masuk," ucapku gugup seraya membuka pagar lebar-lebar.


Jamil memakirkan motor di halaman dan di susul Risky berjalan di belakangnya. Aku dan Risky berpandangan, kemudian dia tersenyum padaku.


"Udah datang, ya?"


Aku menoleh dan ternyata ibu sudah ada di teras tengah tersenyum pada Risky. Mereka berpandangan, dan aku semakin gugup.


______________________________


tbc.


Maaf ya baru update, wkwk. Author sibuk di dunia nyata.

__ADS_1


Ceritanya makin gereget dan bikin berdebar, karena sebentar lagi semuanya akan terungkap.


Jangan lupa vote dan komentarnya yaaa


__ADS_2